Kebanyakan dari masyarakat memilih depo penyedia air minum isi ulang yang ada di pinggir jalan. Selain harganya yang jauh lebih murah, biasanya letaknya yang mudah dijangkau menambah popularitas air minum isi ulang tersebut. Namun ternyata, air minum isi ulang ini menyimpan bahaya bagi kesehatan. Pada dasarnya, hal ini karena proses sterilisasi peralatan air minum pada depot isi ulang, cukup rentan terhadap pencemaran bakteri.Selasa, 07 Maret 2017
9 Bahaya Air Minum Isi Ulang (Wajib diketahui)
Kebanyakan dari masyarakat memilih depo penyedia air minum isi ulang yang ada di pinggir jalan. Selain harganya yang jauh lebih murah, biasanya letaknya yang mudah dijangkau menambah popularitas air minum isi ulang tersebut. Namun ternyata, air minum isi ulang ini menyimpan bahaya bagi kesehatan. Pada dasarnya, hal ini karena proses sterilisasi peralatan air minum pada depot isi ulang, cukup rentan terhadap pencemaran bakteri.Rabu, 15 Februari 2017
3 Perbedaan Positif yang Didapat Saat Terbiasa Bangun Pagi
Berbahagialah orang-orang yang tidak pernah kesulitan untuk bangun pagi, alias morning person. Dibandingkan mereka yang selalu bangun kesiangan, orang-orang ini punya beberapa kelebihan.
Yang pasti, waktu yang lebih banyak sebelum mulai beraktivitas bisa dimanfaatkan untuk mengerjakan banyak hal. Karena tidak perlu buru-buru, pikiran pun jadi lebih tenang sepanjang hari.
Beberapa hal yang bisa dimaksimalkan dari keunggulan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Mau Langsing Akan Lebih Mudah
Sarapan pagi memegang peran penting dalam keberhasilan program diet. Penelitian membuktikan, sarapan pagi yang tepat bisa menghindarkan seseorang dari perilaku makan berlebihan saat makan siang dan malam. Bangun lebih pagi tentu memberi keleluasaan lebih untuk mengatur pola makan pagi.
Selain itu, waktu yang longgar juga lebih memungkinkan untuk sedikit melakukan olahraga pagi. Kondisi badan yang lebih segar membuat gerakan-gerakan olahraga jadi lebih optimal dalam membakar kalori.
2. Lebih Aktif dan Energik
Kegiatan rutin olahraga di pagi hari tidak hanya bagus untuk menurunkan berat badan. Mengawali hari dengan berkeringat akan membuat tubuh terasa lebih berenergi sepanjang hari. Tidak lesu dan tidak mudah mengantuk.
Perlu bukti bahwa bangun pagi membuat orang lebih energik? Michelle, istri mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama adalah salah satunya. Ia selalu menyempatkan diri bangun pagi dan olahraga sebelum beraktivitas.
3. Lebih Aman Dari Serangan Jantong
Penelitian di Appalachian State University membuktikan bahwa olahraga pada pagi hari bisa menurunkan tekanan darah hingga 10 persen. Tekanan darah yang lebih stabil berhubungan dengan risiko serangan jantung yang lebih rendah. Untuk bisa mendapatkan manfaat tersebut, punya kebiasaan bangun lebih pagi adalah sebuah keuntungan.
Jumat, 03 Februari 2017
5 Organ Tubuh yang Bisa Terdampak Infeksi Gigi
Infeksi dan abses pada gigi bisa membuat lima organ tubuh lainnya menderita. Ya, karena bakteri akibat abses gigi, menjalar masuk melalui aliran darah ke organ vital tertentu.
Nah, ada kondisi tertentu yang bisa menyebabkan infeksi gigi lebih mudah timbul. Misalnya saja diabetes. Menurut drg Dhanni Gustiana, SpBMM, perokok dan peminum alkohol juga lebih rentan mengalami masalah infeksi gigi.
"Cuma kalau kondisi rongga mulutnya bersih, tanpa plak, karang gigi dan lubang, tidak akan infeksi walaupun kadar gula darahnya tinggi," jelas drg Dhanni.
Terkait organ tubuh mana saja yang bisa ikut terdampak akibat infeksi gigi, bisa disimak dalam infografis berikut ini:
Senin, 23 Januari 2017
Memasak dengan Suhu Tinggi dan Lama Memicu Senyawa Penyebab Kanker
Lembaga Pengawasan Makanan di Inggris FSA (The Food Standards Agency) sedang gencar mengampanyekan program kesehatan publik baru bertema Go For Gold yang bertujuan memotong jumlah kimia berbahaya akrilamida dalam makanan.
FSA menekankan, makanan bertepung kaya karbohidrat seperti roti, kentang, ubi dan sayuran berbatang renyah, baiknya tak dimasak dalam suhu tinggi dalam jangka waktu lama.
Pasalnya, reaksi kimia akan menyebabkan kimia beracun terbentuk ketika gula dan protein dalam
makanan bertepung dimasak pada suhu tinggi, yaitu di atas 120C. Itu termasuk memanggang, menggoreng, serta membakar.
Makanan seperti kentang goreng kering, keripik, dan roti yang di panggang hingga cokelat memiliki tingkat tertinggi senyawa tersebut, para ahli memperingatkan.
Studi pada tikus telah menunjukkan, bahwa tingkat tinggi akrilamida dapat menyebabkan kanker serta kerusakan saraf. Dan para ahli percaya, bahwa senyawa tersebut juga memiliki kemampuan untuk memicu kanker pada manusia.
Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC), bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia telah memperingatkan bahan kimia tersebut kemungkinan bersifat karsinogen bagi manusia, begitu juga isi peringatan lembaga US Environmental Protection Agency.
Steve Wearne, direktur kebijakan di FSA, mengatakan produsen telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi tingkat akrilamida dalam makanan . Tapi, ia mengatakan sudah waktunya bagi konsumen untuk lebih sadar akan risiko.
"Kami tidak mengatakan orang harus khawatir tentang makanan yang digoreng. Cukup menggoreng hingga kuning keemasan, jangan menunggu cokelat. Dengan begitu Anda sudah dapat mengurangi kadar akrilamida dalam
makanan ,” jelasnya.
Sabtu, 21 Januari 2017
Selain Wortel, 5 Makanan Ini Juga Baik untuk Kesehatan Mata
Anda pasti sudah tahu bahwa wortel dan buah serta sayur berwarna oranye dapat meningkatkan kesehatan mata. Beta-karoten, tipe vitamin A pemberi warna oranye pada makanan-makanan ini, berguna untuk membantu retina dan bagian mata yang lain berfungsi dengan baik.
Tapi, beta-karoten bukan satu-satunya nutrisi yang baik untuk mata. Ada beberapa vitamin dan mineral lainnya yang juga penting untuk indera penglihatan Anda. Inilah lima makanan sumber vitamin dan mineral itu.
1. Sayuran hijau
Sayuran hijau mengandung lutein dan zeaxanthin, dua jenis antioksidan yang mampu menurunkan risiko degenerasi makula dan katarak.
2. Telur
Kuning telur merupakan sumber utama lutein dan zeaxanthin, plus seng. Ketiganya juga membantu mengurangi risiko degenerasi makula, menurut Paul Dougherty, MD, direktur medis Dougherty Laser Vision di Los Angeles.
3. Jeruk dan beri
Buah-buahan ini adalah sumber utama vitamin C, yang juga telah terbukti dapat mengurangi risiko degenerasi makula dan katarak.
4. Kacang almond
Kacang almond sarat akan vitamin E untuk memperlambat degenerasi makula. Segenggam (satu ons) kacang almond menyediakan sekitar setengah dari total dosis harian vitamin E yang dianjurkan para ahli kesehatan .
5. Ikan berlemak
Tuna, salmon, makarel, tongkol adalah contoh ikan yang kaya asam lemak DHA. Retina kita mengandung DHA. Kadar DHA yang terlalu rendah dalam retina akan menyebabkan sindrom mata kering, kata Jimmy Lee, MD, direktur bedah refraktif di Montefiore Medical Center, New York.
Minggu, 25 Desember 2016
Ketika Wi-Fi Lebih Menarik daripada Seks
Penelitian yang disebut The iPass Mobile Professional Report 2016 itu menyatakan kalau 40 persen partisipan lebih memilih koneksi Wi-Fi dibanding melakukan aktifitas seksual.
Sedangkan 37 persen lainnya baru memilih seks dan 14 persen memilih coklat. Sisanya, 9 persen mengaku tak bisa hidup tanpa alkohol.
Singkatnya, 40 persen dari 1700 partisipan yang berasal dari Amerika Utara dan Eropa ini mengaku tak bisa hidup tanpa koneksi Wi-Fi. Mereka rela meninggalkan hal lain demi mendapat koneksi Wi-Fi yang stabil sepanjang hari.
Menurut data Ofcom, durasi seseorang menghabiskan waktu berseluncur di dunia maya meningkat drastis. Pada tahun 2005 durasi tersebut masih di bawah 10 jam dan di tahun 2014 menjadi lebih dari 20 jam perhari.
Dari data tersebut, tak heran jika para partisipan dalam penelitian iPass memilih Wi-Fi dibanding hal lain.
Sebagian besar dari partisipan itu juga mengaku kalau Wi-Fi telah meningkatkan kualitas hidup mereka. Mulai dari belanja, belajar, hingga konsultasi kesehatan bisa dilakukan secara online.
Meski demikian, sebuah penelitian yang dilakukan oleh McMaster University di Ontario menyebut bahwa hal ini berpotensi merusak pikiran manusia. Terlalu lama berseluncur di dunia maya erat kaitannya dengan masalah psikologis, salah satunya adalah depresi.
“Dulu, Wi-Fi tak diperhitungkan sebagai sesuatu yang penting, termasuk lebih penting dari seks, coklat, dan alkohol. Tapi kini, Wi-Fi telah menjadi sesuatu sangat dibutuhkan oleh manusia,” ujar Patricia Hume selaku Chief Commercial Officer iPass yang melakukan penelitian ini.
Minggu, 11 Desember 2016
Wanita yang Optimis Berumur Lebih Panjang
Perempuan yang percaya bahwa hal-hal baik akan terjadi, akan hidup lebih lama. Itulah hasil dari studi baru yang tampaknya menegaskan kekuatan berpikir positif.
"Studi ini menunjukkan bahwa optimisme dapat menurunkan risiko kematian akibat stroke, penyakit pernapasan, infeksi dan kanker," kata Eric Kim, penulis penelitian.
"Orang yang optimis cenderung untuk bertindak dengan cara yang lebih sehat. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang optimis, ternyata lebih banyak berolahraga, pola makannya lebih sehat dan memiliki kualitas tidur yang lebih baik," kata Kim, peneliti di departemen ilmu-ilmu sosial dan perilaku di Harvard T.H. Chan School of Public Health di Boston.
Kim menambahkan, sikap optimis juga dapat secara langsung memengaruhi fungsi biologis. Penelitian menunjukkan, bahwa optimisme yang tinggi berhubungan dengan tingkat peradangan yang lebih rendah, tingkat lipid (lemak darah) yang lebih sehat, dan antioksidan yang lebih tinggi, kata Kim.
"Orang optimis juga terbukti dapat menerapkan metode coping (menyesuaikan diri) yang lebih sehat," katanya.
"Ringkasan lebih dari 50 studi menunjukkan bahwa ketika dihadapkan pada tantangan hidup, orang yang optimis lebih bisa menerima keadaan yang tidak dapat diubah, dapat membuat rencana-rencana yang bagus untuk mengatasi tantangan selanjutnya, dan tak segan mencari dukungan dari orang lain bila diperlukan."
Untuk penelitian ini, para ilmuwan meninjau catatan dari 70.000 wanita yang berpartisipasi dalam studi mulai dari 2004 dan 2012.
Para peneliti juga meneliti tingkat optimisme dan faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi hasil penelitian, seperti ras, tinggi tekanan darah, diet dan aktivitas fisik.
Secara keseluruhan, risiko kematian akibat penyakit yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hampir 30 persen lebih rendah untuk wanita yang paling optimis, dibandingkan dengan wanita yang memiliki tingkat optomisme paling rendah.
Untuk wanita yang paling optimis, misalnya, risiko kematian akibat kanker adalah 16 persen lebih rendah; risiko kematian akibat penyakit jantung, stroke atau penyakit pernapasan hampir 40 persen lebih rendah; dan risiko kematian akibat infeksi adalah 52 persen lebih rendah.
Dalam penelitian ini, hubungan antara optimisme dan masa hidup, tidak menunjukkan hubungan sebab dan akibat.

