Tampilkan postingan dengan label Musik Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik Aceh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 April 2017

Apache 13 Meriahkan Panggung Festival Wisata Kuliner di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Band lokal Aceh yang sedang tenar, Apache 13 meriahkan panggung festival wisata dan kuliner yang diadakan oleh Pelindo 1 (Persero) serta Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, di Lhokseumawe, Sabtu (9/4/2017) malam.

“Kami sangat bahagia bisa menghiasi acara festival budaya dan kuliner ini. Sebuah kesempatan yang tidak mungkin kami lewatkan dan kami berusaha untuk memberikan yang terbaik,” katanya.

Ia juga berharap, semoga ke depan semakin banyak acara yang bersifat positif seperti ini, sehingga mampu menunjang dunia pariwisata di Kota Lhokseumawe. Wisatawan perlu untuk bisa mengenali masakan dan budaya serta destinasi wisata di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.

“Apache sendiri kalau datang ke Kota Lhokseumawe yang sering kami kunjungi adalah Masjid Agung Islamic Center, karena masjid tersebut memiliki keunikan sendiri. Dan juga sudah sangat terkenal keindahannya,” ujarnya.

Baca Mengenal Kebudayaan dan Kuliner Aceh Melalui Festival
Nazar berpesan kepada masyarakat Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara untuk selalu menjaga keindahan wisata dan melestarikan kuliner serta menjaga nama baik kota sehingga menjadi lebih bagus ke depannya.

Apache 13 saat memeriahkan panggung festival kuliner dan wisata Kota Lhokseumawe di KP3, Sabtu (8/4/2017) malam.

Sabtu, 18 Februari 2017

Si Musisi Jalanan Joel Keudah Launching Album Perdana

Banda Aceh – Hadirnya si musisi jalanan asal Aceh, Joel Keudah dalam dunia musik Aceh yang sejak empat hari lalu album house mix Cewek Matre beredar mulai bersaing di pasaran.
Joel Keudah, tergolong baru dalam dunia tarik suara, Pemuda asal Matang Geulumpang Dua, Bireuen ini hasil olahan vokalnya kini sudah bisa dinikmati oleh masyarakat.
“Setelah dinanti sejak empat bulan lalu, album perdana si musisi jalanan asal Aceh, Joel Keudah yaitu Album house music Aceh kini sudah tersebar di seluruh Aceh,” kata Dedex dari D2XManagemet, Sabtu (18/2/2017).

Kata Dedex, Joel Keudah kini mulai meramaikan kancah musik Aceh dengan menyuguhkan sepuluh tembang terbaru dengan nuansa musik bergenre house mix, diharapkan mampu bersaing dengan rivalnya yang sebelumnya lebih awal bermain di dunia entertaiment Aceh.
“Ada 10 lagu baru di album house mix Cewek Matre Joel keudah, Alhamdulillah sejak dua hari terakhir sudah beredar di beberapa Seluruh Aceh,” kata Dedex.
Dedex mengaku, penggarapan album Joel Keudah banyak melibatkan para pelaku seni di Aceh baik dari sutradara, aransement musik hingga tahap pendistribusiannya.
“Dalam album perdana Joel keduah, penggarapan musik dilakukan oleh Y_studio, sedangkan untuk video klipnya ditangani oleh planet broadcasting yaitu Ayah Doe, sutradara film Empang Breueh. Untuk recorder dibantu oleh Dhien Keramik Production salah satu distributor besar di Aceh,” pungkas Dedek.
Untuk tahap awal album Joel Kedah sudah di distribusikan sebanyak 20 ribu keeping, sementara yang disiapkan mencapai 50 ribu keping. “20 ribu keping mulai dipasarkan, sedangkan ditargetkan 50 ribu keping, semoga album ini diterima oleh masyarakat Aceh khususnya dan secara umum bisa diterima oleh semuanya,” harap Dedek.

Selasa, 24 Januari 2017

Lagu Karya Apache13 Populer, Lagu Bergek Semakin Jarang Didengar

Kehadiran Apache 13 tentunya mengusik kepopuleran penyanyi solo Aceh Bergek. Kepopuleran Bergek yang pernah menjadi top hist di telinga masyarakat Aceh kini semakin memudar. Survei tayangan YouTube pun membuktikan viewer Apache13 mengalahkan viewer Bergek hanya dalam waktu yang singkat. Masyarakat sangat menghayati syair-syair yang dibawakan dengan irama yang santai dan original.
Lagu-lagu Apache 13 yang  menggambarkan semangat, remaja, mahasiswa, dan orang patah hati. Secara keseluruhan lagu Apache menyiratkan semangat, misalnya seperti lagu Peugah Ju, supaya anak muda jangan mudah patah semangat. Di lagu itu, kita ingin bilang supaya jangan takut ungkapkan hati ke seseorang. Lagu Bek Panik, liriknya mengajarkan kalau udah putus itu jangan patah hati. Sangat Kreatif....!
Dalam album perdana Apache 13, ada sepuluh lagu, yaitu Leumoh Aneuk Muda, Bek Panik, Peugah Ju, Alahom, Melati, Tak Tong Tong, Mona, Meneba, Lumpo, dan Kaleh kuliah. Dua lagu dalam album itu, Apache 13 duet dengan Hafizah. Sementara personil band Apache 13 yaitu Nazar Shah Alam di vokal, Ikram Fahmi di perkusi, Amek Barli di gitar, Teuku Munawar di melodi, dan Dharma Putra di bass.
Apache 13 sendiri lahir pada 2013 lalu. Dalam perjalanannya, Apache 13 sudah manggung di beberapa kabupaten/kota di Aceh. Dalam menciptakan karya, kata Nazar, Apache 13 tetap menjunjung tinggi orisinalitas.