Tampilkan postingan dengan label Banda Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banda Aceh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 April 2017

Menuju FISIP Madani, Mahasiswa Gelar Koalisi 2017


BANDA ACEH - Kajian dan Orientasi Agama Islam FISIP (Koalisi) 2017, digagas oleh mahasiswa yang menjadi Pengurus Unit Pengembangan Program Mata Kuliah Agama Islam (UP3AI) Fisip Unsyiah. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami Islam dan mempelajari Alquran.

Ketua Panitia Koalisi, Nasrul Azwar, mengatakan, kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dimulai Sabtu 8 hingga Minggu 9 April 2017 kemarin. Para peserta yang berasal dari angkatan 2016 ini cukup antusias menyambut kegiatan ini. Pasalnya, salah satu rangkaian kegiatannya adalah tahyiz mayit, dimana peserta akan mengikuti simulasi pengurusan jenazah.

Menurutnya, hal ini sangat penting untuk dipahami, mengingat bahwa hukum mengurus jenazah adalah fardhu kifayah. "Semoga kegiatan koalisi ini dapat menjadi titik tolak menuju FISIP Unsyiah Madani. Kita sama-sama buktikan, bahwa mahasiswa FISIP memiliki pemahaman yang baik terkait Islam. Semoga ke depannya kegiatan koalisi dapat diselenggarakan setiap tahun," ujar Nasrul yang merupakan Wakil Direktur UP3AI sekaligus mahasiswa ilmu politik tahun 2013 ini, Senin (10/4/2017).

Jumat, 07 April 2017

Pascadiperbaiki Pesawat Militer AS Tinggalkan Aceh


BANDA ACEH - Pesawat militer Amerika Serikat Tora-82 yang mengalami kerusakan mesin kembali melanjutkan penerbangannya ke Yokota, Jepang. Pesawat ini terbang bersama beberapa personel USAF dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Jumat (7/4/2017).

Danlanud Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Suliono, mengatakan, sesuai jadwalnya pesawat tersebut kembali melanjutkan penerbangan. "Jam 08.00 pagi tadi pesawat take off menuju Jepang," katanya.

Meskipun pesawat tersebut sudah meninggalkan Aceh, katanya, namun peralatan mesin nomor 4 pesawat AS Tora-82 yang telah diganti, masih disimpan di Apron I Bandara Sultan Iskandar Muda. “Sehingga 12 personel USAF dan teknisi masih harus berada di Aceh untuk pengamanan atau pengawasan terhadap peralatan tersebut,” katanya.

Baca Ini Kronologi Pendaratan Darurat Pesawat TORA 82 Milik Militer AS
Mereka menginap di Hotel The Pade dan secara bergiliran akan melakukan pengamanan atau pengawasan terhadap peralatan mesin di Apron I Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM). Mereka akan berada di Aceh sampai pesawat yang akan menjemput peralatan mesin tersebut tiba.

Kamis, 06 April 2017

Terkait Pemadman Listrik Aceh, Ini Klrifiksi dari PLN


BANDA ACEH - Pihak PT PLN (Persero) Wilayah Aceh memberikan keterangan tambahan terkait informasi yang dilansir media sebelumnya tentang perkiraan gangguan listrik hingga 22 Mei 2017.
Manajer SDM dan Umum PT PLN Wilayah Aceh, Yusdiansyah dalam keterangan yang di-share ke grup WhatsApp 'Kanal Listrik Aceh' menjelaskan, pekerjaan uprating konduktor (pembesaran penghantar) transmisi Binjai sampai Lhokseumawe dilakukan untuk memperbesar supply energi dari subsistem Sumut ke Aceh hingga dua kali lipat dari kemampuan biasanya yang hanya 175 MW menjadi sekitar 350 MW.
Untuk Section Brandan sampai Lhokseumawe sudah selesai dikerjakan sedangkan yang sedang dikerjakan saat ini adalah Section Brandan-Binjai.
"Jika tak ada hambatan lapangan penyelesaian pekerjaannya diharapkan sesuai schedule pada 22 Mei 2017," tulis penjelasan itu.
Juga diinformasikan, saat ini PLTU Nagan Raya 1 dan 2 sedang proses firing turbin setelah perbaikan akibat gangguan pecahnya membran pengaman turbinpada dua hari lalu karena kehilangan tegangan sistem sehingga pembangkit menampung beban kejut yg sangat besar.
Hal serupa juga terjadi pada PLTU Pangkalan Susu pada waktu yang bersamaan mengakibatkan sistem Sumut juga mengalami pemadaman sebesar 270 MW.
Pada waktu bersamaan juga PLTMG Arun beberapa unit pembangkitnya mengalami penurunan kapasitas.
Siang ini subsistem Aceh mengalami kekurangan supply sebesar 60 MW, namun diharapkan malam ini Unit Nagan 1 dan 2 bisa sinkron sebelum waktu beban puncak, sehingga bisa mengurangi pemadaman.
"Jadi tidak benar pemadaman akan berlangsung sampai 22 Mei 2017," tandas Yusdiansyah.

Selasa, 04 April 2017

PENJELASAN PLN TENTANG PEMADAMAN LISTRIK BERGILIR PERTIGA JAM DI ACEH

Banda Aceh - Dalam upaya menjamin pasokan listrik selama bulan suci Ramadhan agar tetap terjamin tidak ada gangguan, maka pihak PT PLN (Persero) Wilayah Aceh melakukan uprating konduktor dari ACSR 240 mm2 kemampuan kurang lebih 600 Amphere menjadi ACCC 310 mm2 kemampuan kurang lebih 1200 Amphere.

Menurut Humas PLN Aceh, pemadaman bergilir terpaksa dilakukan dalam beberapa waktu terakhir karena ada beberapa pembangkit listrik yang sedang dalam pemeliharaan.

PLN memastikan bahwa kebijakan pemadaman listrik bergilir per tiga jam disejumlah wilayah di provinsi Aceh, bukan faktor kesengajaan, melainkan keputusan terberat yang harus diambil oleh manajemen untuk menjaga agar tidak terjadi pemadaman yang lebih besar atau dalam istilah kelistrikan disebut black-out.

Salah satu alasan dilakukan pemeliharaan terhadap sejumlah pembangkit listrik yang ada di Aceh seperti pada PLTU Nagan Raya 1 dan pembangkit listrik di Sumatera Utara, hal ini dilakukan untuk menjaga keandalan listrik pada bulan suci Ramadhan yang tak lama lagi.

"Ini dilakukan agar umat muslim Aceh dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk selama bulan suci, tanpa adanya gangguan pemadaman listrik," terang Humas PLN Aceh.

Sebelumnya PLN Aceh telah menginformasikan kepada masyarakat luas bahwa sehubungan dengan pemeliharaan pembesaran konduktor Saluran Transmisi di Pangkalan Brandan - Binjai dan terjadi gangguan PLTMG Arun yang berakibat beban Arun menjadi turun menjadi 70 Megawatt.

Akibatnya telah menyebabkan keterbatasan transfer kirim listrik dari Sumut ke Aceh, kondisi itu membuat manajemen PLN Aceh dengan sangat terpaksa harus melakukan pemadamanan bergilir per 3 jam selama 1 periode untuk wilayah seperti kota Banda Aceh, Aceh Besar, Sigli, Pidie Jaya, Meulaboh, Aceh Jaya , Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang.

Pemadaman bergilir ini dilakukan untuk menaikkan dan mempertahankan tegangan supplai listrik agar tidak terjadi pemadaman yang lebih besar (Black-out). Pihak PLN Aceh sendiri akan terus berupaya secepat mungkin menyelesaikan kondisi ini agar segera normal kembali.

"Sekali lagi kami atas nama jajaran PLN Aceh memohon ma'af kepada masyarakat Aceh atas ketidaknyamanan ini. Semoga sistem kelistrikan di Aceh dapat segera pulih kembali dalam waktu yang cepat," demikian penjelasan pejabat Humas PLN Aceh.

Sabtu, 01 April 2017

Saatnya Anak Muda Bergerak dan Berwirausaha

BANDA ACEH - Pemuda Dewan Dakwah Aceh mengadakan seminar rutin bertemakan"Penguatan Ekonomi Ummat, di Masjid Markaz Dewan Dakwah Aceh, kawasan Gampong Rumpet, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Sabtu (1/4/2017) malam.

Ketua Pelaksana Diskusi Enterpreneur Pemuda Imajiner (DINAR), Muhammad Nahyan Zulfikar, mengatakan, kegiatan ini dilakukan guna menarik minat pemuda untuk mengambil andil lebih besar di bidang ekonomi.

"Karena peran pemuda dalam bidang ekonomi sangat dibutuhkan guna menggerakkan dan menguasai perekonomian di negara ini yang sudah sangat lama terjajah oleh asing dan aseng," ujarnya, Minggu (2/4/2017).

Kegiatan ini diisi beberapa pemateri, salah satunya yakni Owner Bengkel Sehat, Putra Chamsah, yang dalam materinya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mendekati yang namanya riba. "Jika kita bersentuhan dengan riba, maka Allah SWT pasti tidak rida terhadap setiap usaha kita yang kita usahakan. Apapun dan bagaimanapun usaha kita tetap tidak berkah jika dimulai dengan riba. Apalagi kita semua ingin membangun ekonomi ummat secara berjemaah," katanya.

Selain itu, dirinya mengajak pemuda untuk membangkitkan perekonomian ini dimulai dari kecintaan terhadap produk yang dihasilkan oleh produsen Islam. "Cintailah produk lokal dan pribumi, kurangi mengkonsumsi produk luar. Jika kita tidak menguasai jaringan perikonomian, maka dengan berwirausaha secara berjamaah adalah untuk menguatkan perekonomian ummat ke depan," jelasnya.

Ketua Pemuda Dewan Dakwah Aceh, di bawah Komando Basri Effendi, sejak awal dilantik tahun lalu, mengimbau seluruh pemuda dan mahasiswa dalam mendorong sebuah konsep pemberdayaan ekonomi ummat melalui Gerakan Kaya Berjemaah. "Awalnya saya menyerukan kepada seluruh Ormas dan OKP ummat Islam untuk bersatu. Kantongi dulu perbedaannya, prioritaskan persamaannya. Yang penting saling hormati, hargai dan toleransi," kata Basri.
Dirinya mengatakan, tantangan umat Islam saat ini adalah di bidang pendidikan dan kewirausahaan. Menurutnya, di era keterbukaan dan globalisasi ini, umat harus unggul di bidang Iptek. "Kita seyogianya memiliki sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di era globalisasi. Maka kita pun seharusnya bersaing secara berjemaah (terorganisir) agar seluruh ummat sukses dan ahli di bidangnya," ungkapnya.

Ia menambahkan, tantangan selanjutnya adalah untuk terus maju di bidang ekonomi (dengan berwirausaha). "Sudah saatnya kita memperkuat semangat wirausaha di kalangan pemuda . Cara paling konkret melawan kemiskinan adalah dengan memajukan ekonomi ummat. Sebarkan semangat wirausaha pada anak anak muda. Biarkan mereka berkarya dan memulai usaha di usia muda," tambah Dosen Fakultas Hukum Unsyiah tersebut.

Elhanief Semarakkan Malam Minggu Melalui Pengajian

BANDA ACEH - Pengajian rutin karyawan Elhanief Group, Minggu (1/4/2017) malam semarakkan suasana kawasan Jambo Tape, Banda Aceh .

Pengajian tersebut selain diikuti karyawan Elhanief dari seluruh cabang di Aceh, juga diikuti mahasiswa, dan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI).

Ceo Elhanief Group kepada mengatakan, pengajian itu sekaligus sebagai saranan konsolidasi karyawan seluruh Aceh.
"Setiap awal bulan kami kumpul di Banda Aceh, biasanya kita rapat, tetapi kemudian Kita sepakat buat pengajian untuk bekal ilmu para karyawan," katanya.
Pengajian rutin ini dipandu oleh Tgk Aiyub Bardan Lc MA dengan kajian fardhu ain, diantaranya bab wudhu.

Para jamaah juga diberi kesempatan bertanya berbagai persoalan fiqih ibadah.
Selain pengajian , acara Minggu malam di Elhanief Printing itu juga menjadi kegiatan penutup pelatihan keterampilan design grafis yang diikuti 80 peserta tanpa dipungut biaya.

Penyerahan sertifikat keahlian design diserahkan langsung oleh CEO Elhanief, H.Akmal Hanief Lc. (Serambinews.com)

Kamis, 30 Maret 2017

KAMMI Aceh Luncurkan Program Ngobrol Pemuda Islami


BANDA ACEH - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh dalam rangka menyukseskan milad ke-19, meluncurkan program NGOPI (Ngobrol Pemuda Islami). Program ini akan dilaksanakan setiap minggu di warung kopi, dengan mengundang pemateri dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari ulama, akademisi, pemerinatahan, tokoh masyarakat, hingga militer. 

Hal ini dikatakan Ketua Umum PW KAMMI Aceh, Tuanku Muhammad, setelah meresmikan program "NGOPI" di Warung Kopi Dekmi, kawasan Rukoh, Banda Aceh, Jumat (31/3/2017) pagi.
"Program ini bertujuan untuk membangkitkan semangat diskusi di kalangan pemuda Islam Aceh, agar mampu melahirkan calon-calon pemimpin masa depan. Melalui diskusi yang akan dikemas nantinya diharapakan para pemuda Islam semakin terupgrade kualitas dan kapabalitas dirinya," ujarnya.

Dijelaskannya, tema diskusi yang akan digelar di program "NGOPI" meliputi masalah keagamaan, pendidikan, politik, ekonomi, sosial kemasyarakatan dan hingga sejarah.

"Dengan tema-tema ini, maka setiap pemuda Aceh yang mengikuti diskusi ini akan memiliki wawasan yang luas dan memiliki modal untuk bagaimana menjadi pemuda Islam yang cerdas yang siap menjadi pemimpin," katanya.

"Sudah saatnya kita sebagai pemuda Islam Aceh untuk bangkit dan mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin di masa depan. Sehingga dengan adanya program diskusi ini akan membuat pemuda Aceh memiliki pengetahuan tentang berbagai aspek keilmuan. Jangan sampai ketika menjadi pemimpin tidak tahu harus berbuat apa yang terbaik untuk rakyatnya. Sudah saatnya ke depan Aceh dipimpin oleh orang-orang yang cerdas dan kuat," jelasnya.

Program "NGOPI" ini, tambahnya, terbuka untuk seluruh pemuda Islam Aceh. Oleh karena itu, Ahsanul Abid selaku koordinator program "NGOPI" berharap, dukungan dan partisipasi seluruh komponen masyarakat Aceh, baik pemerintah, tokoh masyarakat, LSM, ormas, OKP, lembaga kemahasiswaan dan rekan-rekan media untuk dapat berpartisipasi, berdiskusi bersama.

"Sehingga dapat melahirkan pemikiran, ide, gagasan, dan solusi konstruktif dalam melahirkan pemuda Aceh yang islami yang siap menjadi pemimpin di masa yang akan datang," tambah Ahsanul.