Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pernikahan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Maret 2017

Cara Merawat Pernikahan Agar Romantis Sampai Tua


Bagi setiap orang menikah itu merupakan sebuah fenomena yang paling membahagiakan dimana bukan saja mempersatukan pasangan namun juga mempersatukan dua keluarga. Berkat pernikahan maka secara otomatis keluarga pria akan menjalin persaudaraan dengan keluarga wanita. Saudara-saudara dan kerabat pihak wanita juga akan dipersatukan dengan saudara-saudara kerabat pihak pria. Warga kampung mempelai pria juga dipersatukan persaudaraan dengan warga kampung mempelai wanita. Kalau pada jaman kerajaan malah untuk mempersatukan persatuan dan memperkuat pertahanan antar kerajaan sering terjadi pernikahan antara sesama Anak Raja. Istilahnya sang Pangeran menikah dengan sang Putri Raja.

Namun pernikahan bisa juga akan membawa kepada permusuhan, wahhh kalau pernikahan menghasilkan permusuhan kedua belah pihak pasti akan bermusuhan selamanya. Kira-kira apa ya penyebabnya?? Sudah pasti lah perceraian.

Perceraian banyak terjadi dimana-mana dan sudah tidak asing lagi di telinga kita. Masalah perceraian dalam rumah tangga adalah hal yang kerap terjadi di masyarakat, bukan hanya terjadi di kalangan artis tetapi juga di kalangan masyarakat biasa. Masalah perceraian seharusnya menjadi masalah yang serius dalam sebuah rumah tangga, ini tidak boleh diremehkan. Dampak dari perceraian bukan hanya melibatkan kedua belah pihak, suami dan istri, tetapi juga anak-anak dan keluarga. Banyak faktor yang menyebabkan perceraian seperti minimnya ekonomi, Kurang Komunikasi, Mempermasalahkan Perbedaan, Tidak punya konsekuensi, kesibukan yang berlebihan, Kurang Nafkah Batin, Perselingkuhan, Mertua banyak campur tangan, kalau di uraikan tentu sangat banyak sekali. Intinya adalah masalah yang terlalu dibesar-besarkan bukannya memikirkan solusi.

Sebenarnya semua masalah di atas sulusinya sangatlah tidak berat. Hanya saja pengantin jaman sekarang sudah keras hatinya, akibatnya yang menjadi korban anak-anak. Kalau memikirkan solusi itu sebenarnya mudah, cobalah konsultasi kepada orang tua, atau langsung saja bertemu dengan tokoh agama kalau sekarang di Bireuen adalah Tu Min beliau adalah seorang pimpinan Dayah Bireuen yang berada di Blang Bladeh. Insya Allah pasti ada solusinya dan hubungan menjadi lebih mesra kembali. Jika sudah mendapatkan solusi untuk rumah tangga barulah merawat kembali rumah tangga.

Untuk merawat rumah tangga tentunya sangat mudah, lakukan saja hal-hal positif di dalam rumah tangga jangan melakukan seperti yang kita bahas di atas, selain membawa kehancuran untuk orang lain kamu juga akan mendapatkan laknat dari Tuhan. Hal-hal positif lainnya adalah mengisi rumah dengan bacaan Al-Quran yang dibaca secara rutin setelah Shalat.

Jumat, 30 Desember 2016

Istri Cari Uang, Suami Pengangguran, Apa Solusinya?

Dalam menjalankan kehidupan berkeluarga, tentu saja banyak masalah yang dihadapi, salah satunya adalah keuangan keluarga.
Biasanya, setelah memiliki seorang anak, kebutuhan keluarga pun bertambah.

Nana Gerhana, MPsi, psikolog, menjelaskan bahwa fungsi dalam memenuhi kebutuhan ekonomi pada suami dan istri era modern seperti sekarang lebih luas dan tidak lagi kaku.
 
“Kita sering kali menemui istri yang memiliki karier pekerjaan dan finansial yang jauh lebih baik dari sang suami,” urai Nana dalam pesan singkatnya.

Dia melanjutkan, apabila penghasilan istri lebih besar, hal itu sebenarnya tidak menjadi masalah, jika aturan berbagi tugas diterapkan dengan komitmen yang benar.

Namun, jika seorang istri dipaksa untuk bekerja atau suami tidak berusaha untuk mencari nafkah, maka hal ini perlu menjadi pertimbangan.

“Lakukan proses negosiasi untuk mencari solusi terbaik. Jika solusi tidak ditemukan, maka suami istri dapat berkonsultasi dengan pihak ketiga,” imbuhnya.

Pihak ketiga yang dimaksudkan oleh Nana antara lain adalah konselor pernikahan, keluarga, dan sosok yang mampu membantu mencari jalan keluar.

Kemudian, Nana juga menekankan, suami-istri diharapkan bisa tetap menjalankan fungsi-fungsi yang benar dalam berumah tangga.

Hal yang paling penting adalah tidak ada tugas yang terbengkalai dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Senin, 14 November 2016

Selingkuhi Istri Polisi, Oknum TNI Ditangkap

Seharusnya perilaku anggota TNI dapat menjadi contoh bagi masyarakat banyak, namun sayang, oknum itu malah merusak rumah tangga orang, rumah tangga seorang polisi yang sedang mengabdi kepada negara dan masyarakat.

Kejadian ajeb-ajeb itu telah terjadi pada hari Minggu tanggal 13 November 2016, Pukul 02. 25 WIB di Jalan Talasalapang (komplek PU) Kelurahan Talasalapang Kecamatan Rappocini Makassar.

Saat dilakukan penggerebekan oleh tim gabungan  Lidikrim, Denpom serta Den Inteldam VII terhadap anggota TNI-AD berinisial Praka Rahman Nur yang sedang berduaan bersama selingkuhan yang tak lain isteri sah anggota Polri bernama Nur Fitri (27 tahun)

Aksi nakal dan tak terpuji berjalan mulus di sebuah rumah, dan diketahui, aksi itu telah berlangsung lama tanpa merasa berdosa sedikitpun meskipun yang diselingkuhi istri sesama aparat.

Perselingkuhan Praka Rahman Nur yang memiliki NRP 31080194840688 dan jabatan Ta Mudi Yanrat III si Mayon, kesatuan Yon Zipur 8/smg sebelumnya telah tercium oleh sang suami pasangan selingkuhan prajurit yang menetap di asrama Yon Zipur 8/smg Jalan Rajawali Nomor 35 B Makassar.

Belum diketahui  apa yang menyebabkan Nur Fitri (27 tahun) yang lahir di Selayar 29 April 1989 itu rela mengkhianati suaminya demi mengejar hasrat birahi bersama oknum TNI.

Padahal dari segi ekonomi, tak ada alasan Nur Fitri kelabakan, karena dia sehari-hari bekerja sebagai karyawan Bank Mega dengan gaji yang besar dan mencukupi.

Apalagi sang suami, bukanlah pria sembarangan yang sehari tidur-tiduran. Suami setia itu merupakananggota Polri bernama Briggadir Taufik, dari Kesatuan Polres Tanah Bumbu Kalimantan Selatan.

Saat penangkapan, sang suami sempat menyaksikan istrinya di ‘olah’ oleh sang oknum alat negara. Selain itu kawan akrab sekantor Nur Fitri, Fitri (23 Tahun) menjadi saksi penggrebekan  di   Tanjung, Talasalapang (komplek pu) Kelurahan Talasalapang Kecamatan Rappocinni Makassar.

Pasangan selingkuh itu kini telah diamankan menunggu selesainya pemeriksaan guna mempertangungjawabkan seluruh perbuatan haramnya di depan hukum.
Istri Polisi Diselingkuhi Oknum TNI. Foto: Ist


Bukti kondom bersperma ditemukan di ranjang. Foto: Ist

Senin, 24 Oktober 2016

Niat Datang Melamar, Malah Disuruh Nikah Langsung Oleh Ayah Calon Istrinya Dengan Akad Nikah Sangat Sederhana

Kisah ini dituturkan oleh seorang netizen Ali Irfan di laman faceboknya, berikut adalah kisah selengkapnya:

Niatnya Khitbah, Dapatnya Nikah

Kemarin, Minggu 23 Oktober 2016 saya menemani adik khitbah di Majalengka. Dua minggu sebelumnya telah melangsungkan proses taaruf. Prosesnya memang sedemikian singkat dan seakan dimudahkan jalan. Dalam hati saya berdoa semoga kelak dimudahkan pula proses pernikahannya. Saat itu terjadi percakapan singkat dengan adik saya.

“Sudah Rizal siapkan cincinnya?” tanya saya.

“Sudah, mas,” jawab Rizal.

“Kamu sudah mantap?”

“Insya Allah mantap.”

“Kalau bisa setelah khitbah, jangan terlalu lama. Maksimal tiga bulan saja.”

“Insya Allah, mas.”

Untuk menyelenggarakan pernikahan, tiga bulan itu adalah waktu yang tidak terlalu cepat, juga tidak terlalu lama. Tapi kalau hanya mau nikah saja saat itu juga bisa asal memenuhi syarat kedua calon mempelai, wali, saksi, dan mahar, saat itu juga pun bisa langsung dinikahkan.

Sebagai anak pertama, saya berkesempatan menjadi wakil keluarga untuk menyampaikan maksud mulia ini. Saya sampaikan bahwa kedatangan dengan membawa serta keluarga utamanya adalah silaturahim sekaligus memperkenalkan keluarga. Kemudian saya sampaikan pula maksud kedatangan adalah mengkhitbah Umi Mukaromah untuk adik saya Ali Amrizal.

Dalam sejarah kehidupan saya, ini kali pertama saya melamarkan orang lain untuk dijadikan istri adik saya. Kalau menikahkan sudah pernah. Tepatnya menikahkan adik perempuan saya Nurmaulidianti. Meski sudah ada penghulu, saya sendiri yang menikahkan. Sudah seperti orang tua saja saya rupanya, hahaha….

Setelah menyampaikan maksud kedatangan, sesuatu yang tidak kami duga itu terjadi. Kami diterima langsung oleh ayahnya. Ia menyampaikan jika sudah dilangsungkan prosesi taaruf, sudah saling mengenal, maka tak ada lagi penghalang untuk segera melangsungkan pernikahan. “Yang mau menikah keduanya sudah saling mengenal, wali sudah ada, saksi ada, kedua keluarga menyaksikan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak segera melangsungkan akad nikah.”

Alasan sang ayah di zaman sekarang tidak ada yang bisa menjamin isi hati seseorang. Kelihatannya terpisah oleh jarak, fisik bisa jadi tidak berhadapan, tapi siapa bisa menjamin bisa terjaga dari kemaksiatan. Baru lamaran dan belum halal, seolah telah memiliki segalanya. Demi menghindari fitnah yang demikian, sang ayah mengambil sebuah keputusan hebat sesuai syariat dengan langsung menikahkan putrinya saat dikhitbah.

Karena sudah mantap, adik saya pun, langsung mengiyakan. Akhirnya cincin yang sedianya akan dijadikan sebagai pengikat dalam prosesi khitbah, dijadikan mahar. Ditambah ada uang tunai tujuh ratus ribu sebagai tambahan mas kawin. Memang sama sekali tidak direncanakan. Betapa mudahnya Islam, sampai-sampai urusan mahar juga begitu dirmudahkan. Allhumma yassir, wala tu’assir.

Tak satu pun dari kami menduga bahwa ternyata hari itu langsung akad nikah! Jika ada yang mudah, kenapa harus dipersulit. Saya baru melihat bahwa ternyata proses pernikahan dalam Islam ternyata sesederhana ini. Haru sekaligus bahagia bersatu padu di hari bahagia itu.

Barakallah wa baraka alaikuma wajama’a bainakuma bikhoir. Semoga Allah memberkahi pernikahan kalian.

Sabtu, 22 Oktober 2016

Kriteria Istri Pembawa Sial

Jika Istri Anda Mempunyai 3 Kriteria Seperti Ini, Rasulullah Menyebutnya Istri Pembawa Sial

Jangan pilih wanita menjadi istri hanya karena parasnya yang cantik atau karena kekayaannya, karena kebahagiaan berumahtangga tidak dicapai dengan hal-hal seperti itu. Tapi pilihlah istri sesuai yang disarankan Nabi.

Rasulullah sudah memberi peringatan kepada para suami untuk memperhatikan tiga hal berikut ini. Jika anda mendapati 3 ciri ini pada istri anda, maka Rasulullah menyebutnya sebagai istri pembawa sial.

Dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Imam Thabrani dan Imam Al Bazzar, Nabi menyebut ada 3 golongan wanita yang dikategorikan sebagai pembawa kesialan dalam keluarga.

Mari kita bahas satu per satu:

1. Apabila Dilihat, Ia Menjengkelkan

Saat pulang dari kerja suami tentunya ingin melihat istri di rumah menyambutnya dengan senyum yang menyenangkan. Hal ini akan membuat segala lelah di kantor hilang seketika.

Tetapi alangkah sialnya suami, jika sampai di rumah menemukan istri yang kumal, bau dan wajahnya menjengkelkan. Bahkan jika ditegur maka segala macam bantahan akan keluar dari mulutnya seakan dirinya tidak bersalah.

Istri seperti itu akan melawan dan berteriak seolah-olah suaminya yang salah. Istri yang demikian bukanlah istri yang tak tahu aturan. Ia hanya merasa bahwa ilmu yang dimiliki telah cukup namun kadar ilmu agama justru sangat kurang.

Bisa jadi istri yang demikian berasal dari keluarga kaya raya dengan paras ayu rupawan ataupun bisa sebaliknya.

2. Apabila Bicara, Ucapannya Menyakiti Perasaan

Ada beberapa wanita yang memiliki lidah setajam sembilu, apa yang dilontarkan dari mulutnya kadang melukai perasaan lawan bicaranya.

Jika menjadi istri, maka wanita seperti itu akan membuat suami 'makan hati' setiap hari. Ucapannya akan menyakiti perasaan dan menyinggung membuat suami jadi tidak enak dan tidak betah pulang ke rumah.

Jika diingatkan, istri seperti ini akan membantah dan bahkan menuduh balik suami dengan perkataan yang tidak terpuji.

3. Apabila Ditinggal Dinas, Ia Berkhianat

Saat baru menikah beberapa hari dan belum merasakan kedekatan dengan sang istri, suami lantas harus menyelesaikan tugas keluar beberapa hari.

Sikap istri yang tidak bisa diamanahi sejak awal membuat pikiran suami menjadi berprasangka bahwa si istri akan membawa teman-temannya ke rumah. Bisa juga istri akan pulang ke rumah orang tuanya dan enggan untuk kembali.

Akankah suami memutuskan berangkat dengan sikap istri yang tak amanah?

Jika seperti itu sungguh kerugian bagi suami karena tidak merasakan bahagia dan ketenangan.

Demikian 3 ciri istri yang membawa sial bagi rumah tangga. Suami yang memiliki istri

seperti ini haruslah meningkatkan kesabaran dan ketakwaan kepada Allah, SWT.

Heboh Nikah Muda, Putra Ustaz Arifin Ilham Makin Banjir Rezeki

Suasana hati putra kandung ustaz Arifin Ilham , Alvin Faiz saat ini masih berbunga-bunga. Pasalnya ia masih merasakan hangatnya bahtera rumah tangganya bersama sang istri, Larissa Chou. Selama dua bulan pernikahannya, Alvin mengaku terus mendapat banyak rezeki.
Alvin kini mulai merambah bisnis umrah untuk bulan madu pasangan baru. Menurut Alvin, dengan ibadah umrah, pasangan baru akan mendapat banyak hidayah dari Tuhan. Tak hanya itu, pasangan itu juga bisa semakin bertambah harmonis dengan umrah bersama.
"Karena zaman sekarang orang menghindar untuk menikah," ujar Alvin saat ditemui WowKeren di kawasan Taman Mini Indonesia Indah pada Sabtu (22/10). "Panduan keharmonisan saya kan Alquran dan hadits. Istri juga mendukung dan setuju saja. Dengan begitu akan mendapatkan ketenangan hati dan nge- charge cinta sama istri."
Bagi Alvin, pernikahan adalah salah satu sumber rezeki. Ia pun berpesan kepada pasangan muda yang sudah atau belum menikah bahwa pernikahan bukan hanya sekedar rutinitas. Namun pernikahan akan membawa ketentraman rohani dan rezeki yang lancar.

Jodoh Itu Sederhana, Aku Menunggumu Dan Kau Menjemputku

Aku hargai usahamu untuk menghalalkanku tidak mudah. Butuh lebih dari sekedar niat dan kesungguhan untuk bisa datang menemuiku. Butuh usaha untuk menjaga cinta yang akan kita tanam. Butuh keyakinan yang kuat kalau kita adalah anak manusia yang berjodoh sebelum mata ini saling menatap.

Tapi ketahuilah, menunggu seseorang dengan penuh keyakinan pun itu tidak mudah. Sabarku bersama dengan usaha untuk terus memantaskan diri bersama mu. ikhlasku jika harapan itu diganti dengan seseorang yang menurut Allah lebih baik. tapi dalam menunggu aku selalu berdoa “ semoga Allah memudahkan segala urusanmu, mewujudkan semua mimpi dan cita-citamu, memberikan keyakinan akan seseorang yang sedang setia menunggu dan menjaga hatinya hanya untukmu “

Biarkan hati yang akan menuntun jalanmu menemukanku. Biarkan cinta kepada Allah sebagai alasan kita dipersatukan. Biarkan semesta cemburu akan doa-doa yang setiap malam kita panjatkan pada sang kuasa. Dan biarkan air mata ini ikut jatuh, seiring dengan hati ini yang akan jatuh hanya sekali saja. Padamu.

Padamu yang suatu hari nanti akan menjemputku, mintalah dengan baik-baik pada Ayah dan ibuku. Berajanjilah pada Tuhanku, kalau kau akan dengan sabar membimbingku dan aku akan taat menjadi pendampingmu. Bawalah aku meniti jalan yang akan bermuara ke surga. Jalan yang kadang tidak nampak adanya kebahagiaan, tapi sumber bahagiaku adalah bersamamu dan taat kepada Tuhanku. Lantas adakah alasan untukku kecewa bersamamu.. tidak akan pernah.. ( Baca: Jika Kita Tidak Ditakdirkan )

Aku masih di sini, menunggumu dengan penuh keyakinan dan harapan. Yakin akan jodoh yang tidak akan tertukar apalagi menghilang. Harapan akan diberikan yang terbaik atas usaha memantaskan diri yang selalu aku jalani.

Aku masih disini, bersabar menunggumu untuk menjadi teman menghabiskan sisa usia di dunia.