Tampilkan postingan dengan label Asmara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asmara. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2017

5 Manfaat Sehat Hidup Melajang

Menjadi lajang sering dipandang sebagai kegagalan dalam hidup. Ada banyak celaan yang sering dialamatkan ke orang yang tak punya pasangan.

Di negara-negara barat hal itu sudah berubah. Masyarakat tak lagi mengasihani mereka yang memilih hidup sendiri.

Menjadi lajang memberikan kesempatan untuk memikirkan diri sendiri dengan cara terbaik. Anda dapat fokus pada diri sendiri, tujuan dan hal-hal yang membuat hidup bahagia.

Beberapa tahun belakangan ini, ilmu pengetahuan membuktikan ada banyak manfaat hidup melajang. Tak lagi hidup tragis seperti Bridget Jones yang menangisi hidupnya karena merasa tak lengkap tanpa seorang kekasih.

Riset pun membuktikan beberapa kepribadian ternyata tak cocok berada dalam sebuah hubungan. Riset dari New Zealand di 2015 menemukan orang yang cenderung menghindari konflik dan konfrontasi justru lebih bahagia ketika melajang.

Berikut ini lima manfaat nyata hidup melajang :
1. Punya sahabat dekat
Ketika punya pacar atau pasangan hidup, rata-rata seseorang tidak punya sahabat yang benar-benar dekat. Mereka kembali mendatangi teman baik ketika putus atau cerai. Riset pun membuktikan para lajang memiliki hubungan lebih baik dengan keluarga, teman dan tetangga.

2. Lebih fit
Studi menemukan 73 persen orang Inggris yang gagal memenuhi rekomendasi olahraga 150 menit per minggu adalah mereka yang menikah. Cerai atau pernah menikah dan lajang adalah mereka yang cenderung tetap fit.

Sebuah studi dari 2013 menemukan pengantin baru yang bahagia cenderung mengalami kenaikan berat badan dalam empat tahun setelah mengucapkan janji pernikahan.

3. Lebih puas di kantor
Ketika lajang, kita bebas menghabiskan waktu untuk membangun karir tanpa merasa bersalah. Jika bekerja membuat Anda bahagia, itu bagus. Riset bahkan menemukan lajang lebih menikmati pekerjaan karena mereka cenderung lebih menghargai pekerjaan.

4.Pendapatan lebih besar
Saat menikah, banyak uang keluar untuk hal-hal tak terduga. Seperti misanya, tiba-tiba harus pergi naik pesawat ke kota lain untuk mengunjungi mertua yang sakit, membayar biaya makan malam, membeli hadiah untuk pasangan, berada dalam sebuah hubungan bisa jadi lebih mahal daripada hidup sendiri. Studi pun menemukan orang lajang cenderung punya utang lebih sedikit.

5. Tidur lebih nyenyak
Dengan tidur sendiri, seorang lajang bisa tidur nyenyak karena tak harus menghadapi masalah pasangan yang mengorok, memperebutkan selimut, atau tidak bisa tidur karena pasangan masih menonton TV di kamar. Dengan tidur nyenyak, keesokan harinya suasana hati pun pasti bagus. Alhasil, dampaknya pun positif ke segala bidang.

Senin, 09 Januari 2017

5 Cara Melembutkan Hati

Tatkala badan merasa enggan untuk beramal, tatkala hati mulai sulit untuk terenyuh, mungkin itu salah satu tanda kerasnya hati, dengan kata lain hati ini sedang sakit. Lantas apa yang akan dilakukan ketika tahu bahwa hati ini sedang sakit?
Tatkala badan merasa enggan untuk beramal, tatkala hati mulai sulit untuk terenyuh, mungkin itu salah satu tanda kerasnya hati, dengan kata lain hati ini sedang sakit. Lantas apa yang akan dilakukan ketika tahu bahwa hati ini sedang sakit? Orang yang sakit pasti akan mencari obat, sebagaimana orang sakit akan pergi ke dokter. Berikut ini penulis berikan obat agar hati menjadi lembut kembali.
1. Perbanyak Baca Al-Quran dengan Mentadabburinya
Di antara sebab lembutnya hati adalah dengan membaca Al Qur’an. Al Qur’an adalah kalamullah , perkataan Allah, Rabb pencipta langit dan bumi, bukan perkataan makhluk. Selain dapat menenangkan hati, membaca Al Qur’an akan diganjar banyak pahala. Bayangkan saja, 1 huruf dari Al Qur’an diganjar 1 pahala, dan 1 pahala akan dibalas dengan 10 kebaikan. Namun syarat untuk menenangkan hati tidaklah hanya sekedar membaca, tapi di-tadabburi, direnungkan maknanya sehingga dapat diamalkan.
2. Perbanyak Dzikir Mengingat Allah
Tidak diragukan lagi, berdzikir dapat melembutkan hati. Karena dengan mengingat Allah, maka hati pun menjadi tenang. Sebagaimana Allah firmankan dalam surah Ar-Ra’d ayat 28 yang artinya, “Ketahuilah bahwa hanya dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang.”
Dzikir adalah suatu amalan yang mudah, cukup menggerakkan lisan dan bibir saja. Sehingga tidak bisa dijadikan alasan untuk enggan berdzikir.
3. Berteman Dengan Kawan yang Baik Agamanya
Jika seseorang memiliki teman yang baik agamanya, maka ia akan mendapatkan kebaikan yang banyak pula. Seperti yang Nabi permisalkan dalam suatu hadits riwayat Al-Bukhari, dimana kawan yang baik dimisalkan sebagai penjual misk
(minyak wangi). Boleh jadi ia diberi minyak wangi tersebut, boleh jadi ia membelinya, atau minimal mendapakan bau yang wangi dengan sebab berdekatan dengan penjual minyak wangi.
Maka, carilah kawan akrab yang baik agamanya, sehingga ketika sedang futur (malas, kondisi hati melemah), maka ada yang mengingatkan, menasehati dan kembali membawa kita ke dalam majelis ilmu. Jangan sampai ketika kondisi hati melemah, kita malah menjauhi kawan-kawan yang semangat dalam kebaikan.
4. Menyayangi Anak Kecil
Menyayangi anak kecil dapat melembutkan hati, terutama anak kecil yatim (bapaknya sudah meninggal). Sebagai contoh, kita bisa mengajar anak-anak kecil di TPA, atau bisa berkunjung ke panti asuhan untuk bercengkrama dan mengajarkan mereka hal yang baik.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda (yang artinya), “Sayangilah semua yang ada di bumi, niscaya Dzat yang ada di langit akan menyayangi kalian.” (HR. At-Tirmidzi no. 1924 dan HR. Abu Dawud no. 4941).
Hadits di atas memerintahkan kita untuk menyayangi semua yang ada di bumi, termasuk semua hewan dan tumbuhan. Misalnya, tidak memberikan beban yang berat pada onta jika kita menaikinya, atau tidak melakukan penebangan liar yang dapat merusak lingkungan sekitar.
Hadits tersebut juga sebagai dalil bahwa Allah berada di atas sana, di atas langit, bukan berada dimana mana seperti anggapan sebagian orang.
5. Berdoa Kepada Allah
Doa adalah senjata seorang mukmin, jangan sampai seorang mukmin melupakan bahwa urusannya tergantung kehendak Allah Ta’ala . Banyak-banyaklah berdoa kepada Allah agar dimudahkan dalam ketaatan dan diberikan kelembutan hati, dan dijauhkan dari rasa malas yang terus menerus sehingga hati menjadi mati. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita sebuah doa agar berlindung dari rasa malas. Berikut adalah doanya:
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻰ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌَﺠْﺰِ ﻭَﺍﻟْﻜَﺴَﻞِ ﻭَﺍﻟْﺠُﺒْﻦِ ﻭَﺍﻟْﻬَﺮَﻡِ ﻭَﺍﻟْﺒُﺨْﻞِ ﻭَﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮِ ﻭَﻣِﻦْ ﻓِﺘْﻨَﺔِ ﺍﻟْﻤَﺤْﻴَﺎ ﻭَﺍﻟْﻤَﻤَﺎﺕِ
/Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat/
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Demikianlah 5 kiat-kiat dalam melembutkan hati, semoga kita senantiasa diberikan kemudahan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala , dan dijauhkan dari hati yang keras lagi mati. Wallahul Muwaffiq.
Referensi: Tafsir Surah Al-An’am Karya Syaikh Ibnu Utsaimin

Jumat, 30 Desember 2016

Istri Cari Uang, Suami Pengangguran, Apa Solusinya?

Dalam menjalankan kehidupan berkeluarga, tentu saja banyak masalah yang dihadapi, salah satunya adalah keuangan keluarga.
Biasanya, setelah memiliki seorang anak, kebutuhan keluarga pun bertambah.

Nana Gerhana, MPsi, psikolog, menjelaskan bahwa fungsi dalam memenuhi kebutuhan ekonomi pada suami dan istri era modern seperti sekarang lebih luas dan tidak lagi kaku.
 
“Kita sering kali menemui istri yang memiliki karier pekerjaan dan finansial yang jauh lebih baik dari sang suami,” urai Nana dalam pesan singkatnya.

Dia melanjutkan, apabila penghasilan istri lebih besar, hal itu sebenarnya tidak menjadi masalah, jika aturan berbagi tugas diterapkan dengan komitmen yang benar.

Namun, jika seorang istri dipaksa untuk bekerja atau suami tidak berusaha untuk mencari nafkah, maka hal ini perlu menjadi pertimbangan.

“Lakukan proses negosiasi untuk mencari solusi terbaik. Jika solusi tidak ditemukan, maka suami istri dapat berkonsultasi dengan pihak ketiga,” imbuhnya.

Pihak ketiga yang dimaksudkan oleh Nana antara lain adalah konselor pernikahan, keluarga, dan sosok yang mampu membantu mencari jalan keluar.

Kemudian, Nana juga menekankan, suami-istri diharapkan bisa tetap menjalankan fungsi-fungsi yang benar dalam berumah tangga.

Hal yang paling penting adalah tidak ada tugas yang terbengkalai dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Kamis, 08 Desember 2016

Pelaminan Ini ‘Menangis’ Sendiri

BADANNYA terbujur kaku dan diselimuti kain merah jambu. Matanya tertutup rapat, sama sekali tak mau melihat orang orang di sekitar. Hanya sesekali ia terbelalak, menatap hampa langit-langit dan dinding kamar. Dari raut wajahnya, wanita itu tampak sedang menanggung beban kesedihan yang teramat sangat, tak ada sepatah kata pun, juga gelak tawa.


Yusra Fitriani (31), wanita yang sedianya kemarin menerima janji suci dari seorang pemuda yang jadi pujaan hatinya bernama Suharnas (31). Namun, rencana bahagia itu tidak terwujud. Pemuda yang akan memperistrinya tiba-tiba saja pergi meninggalkan Fitri--panggilan Yusra Fitriani-- untuk selama-lamanya.


Suharnas dipanggil Sang Khalik dalam musibah gempa berkekuatan 6,4 skala Richter (SR) yang mengguncang kawasan Pidie Jaya sekitarnya, Rabu (7/12) menjelang subuh. Suharnas meninggal akibat tertimbun reruntuhan bangunan rumah toko (ruko) miliknya di pusat kota Meureudu, akibat gempa yang menghentak pagi buta itu.


Kemarin, Kamis (8/12), Wartawan kembali menyambangi rumah Fitri di Desa Dayah Timu, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya. Suasana duka terlihat menyelimuti rumah itu, semestinya kemarin pesta bahagia digelar di sana, orang-orang seharusnya berdatangan memberi selamat dan kado pernikahan kepada Fitri dan Suharnas. Keduanya akan menjadi raja dan ratu sehari dalam momen paling bahagia setiap insan.


Susana berubah, tak ada yang datang. Seribu surat undangan yang disebar hanya menjadi kenangan. Pelaminan yang telah disiapkan tak ada yang tempati, bagai ‘menangis’ sendiri. Dekorasi hanya jadi hiasan, orang-orang duduk di luar dengan raut wajah murung. Semuanya bersedih, pesta bahagia itu urung terlaksana, karena Allah telah berkehendak lain.


Biasanya, pelaminan itu akan menjadi singgasana raja dan ratu sehari. Para tamu yang datang penuh ceria dengan pakai khusus untuk hari H. Mereka akan berebutan dan rela antrean untuk bisa berfoto. Demi momen bahagia bersama sang raja dan ratu. Tapi suasana itu tak ada, semua sudah diliputi duka mendalam. Beberapa keluarga dekat yang datang untuk melihat kondisi Fitri tak bisa menyembunyikan kesedihannya menatap pelaminan kosong. Pelaminan yang sepi sendiri.


Di dalam kamar, Fitri ditemani ibu kandungnya, Rajiati (sebelumnya tertulis Rajati-red) bersama dua saudaranya. Raut wajah sedih terlihat menyaksikan Fitri tertidur lemas di atas ranjang. Ranjang itu semestinya dipersiapkan untuk dia dan Suharnas selaku pengantin baru. Ia sama sekali tak bicara, wajahnya pucat.


Menurut sang ibu, Fitri sudah terbaring di ranjang itu sejak Rabu malam. “Sudah dari tadi malam dia begini terus. Tadi pagi ada bangun sebentar habis itu tidur begini lagi dan tidak mau bicara. Makan juga nggak mau, tadi cuma air gula yang ada dia minum,” kata Rajiati, saat Wartawan yang masuk ke dalam kamar melihat Fitri ditemani anggota keluarganya.


Beberapa kali Wartawan mencoba bertanya kepada Fitiri, namun tak ia tanggapi. Fitriani membisu, diam seribu bahasa. Wajahnya pucat pasi menanggung sedih tak terperikan. Namun, tak ada air mata yang mengalir di pipinya. Air matanya seperti sudah kering, tak ada lagi linangan, meski ia begitu berat menanggung kesedihan. Fitri tak sanggup lagi menangis dan berkata-kata tentang cobaan yang mendera dirinya pada hari seharusnya ia paling bahagia.


“Kak Fitri, kak Fitriani, boleh kami bertanya sesuatu?,” tanya Wartawan pelan. Ia kemudian mengangguk sambil melihat dengan tatapan hampa. “Kak Fitri, adakah doa yang mau Kakak panjatkan hari ini,” tanya Wartawan kembali.


Mendengar pertanyaan itu, sontak Fitri langsung menangis dan menutup mukanya dengan selimut. “Kajeut Neuk beuh, bek le tatanyoeng sapeu. (Sudah Nak ya, jangan tanya lagi apa pun),” kata salah seorang famili Fitri sambil mengusap pipi dan kepala Fitri. Wartawan pun langsung ke luar dan menyudahi wawancara tersebut.


M Yunus, ayah Fitri mengatakan, saat ini dirinya berusaha semaksimal mungkin untuk menyembuhkan kesedihan anaknya. Ia tak menampik bahwa kesedihan yang mendera putri pertamanya itu sulit dipulihkan dalam waktu dekat. “Hanya ada dua cara untuk menyembuhkan kesedihannya ini, pertama baca Alquran kedua shalat. Mungkin itu cara paling ampuh untuk menyembuhkan kesedihannya,” ucap M Yunus.


Sama seperti keterangan Rajiati, istrinya kepada Wartawan sebelumnya, bahwa rencana resepsi kemarin sudah dipersiapkan jauh jauh hari. Sedikitnya, 1.000 undangan telah dikabari untuk menghadiri hajatan putrinya kemarin. “Ini kehendak Allah, ini cobaan bagi kami. Semoga di balik ini semua ada hikmahnya,” pungkas M Yunus.


Kini Fitria harus menanggung beban dan berjuang menghapus luka mendalam di hatinya. Air mata duka bakal butuh waktu untuk membendungnya meski pelaminan akan dibongkar sebentar lagi. Harapan hidup bersama dengan Suharnas sudah sirna. Fitri hanya bisa pasrah atas musibah yang menjadi kehendak Ilahi. Mungkin Tuhan punya rencana lain.

Senin, 14 November 2016

Selingkuhi Istri Polisi, Oknum TNI Ditangkap

Seharusnya perilaku anggota TNI dapat menjadi contoh bagi masyarakat banyak, namun sayang, oknum itu malah merusak rumah tangga orang, rumah tangga seorang polisi yang sedang mengabdi kepada negara dan masyarakat.

Kejadian ajeb-ajeb itu telah terjadi pada hari Minggu tanggal 13 November 2016, Pukul 02. 25 WIB di Jalan Talasalapang (komplek PU) Kelurahan Talasalapang Kecamatan Rappocini Makassar.

Saat dilakukan penggerebekan oleh tim gabungan  Lidikrim, Denpom serta Den Inteldam VII terhadap anggota TNI-AD berinisial Praka Rahman Nur yang sedang berduaan bersama selingkuhan yang tak lain isteri sah anggota Polri bernama Nur Fitri (27 tahun)

Aksi nakal dan tak terpuji berjalan mulus di sebuah rumah, dan diketahui, aksi itu telah berlangsung lama tanpa merasa berdosa sedikitpun meskipun yang diselingkuhi istri sesama aparat.

Perselingkuhan Praka Rahman Nur yang memiliki NRP 31080194840688 dan jabatan Ta Mudi Yanrat III si Mayon, kesatuan Yon Zipur 8/smg sebelumnya telah tercium oleh sang suami pasangan selingkuhan prajurit yang menetap di asrama Yon Zipur 8/smg Jalan Rajawali Nomor 35 B Makassar.

Belum diketahui  apa yang menyebabkan Nur Fitri (27 tahun) yang lahir di Selayar 29 April 1989 itu rela mengkhianati suaminya demi mengejar hasrat birahi bersama oknum TNI.

Padahal dari segi ekonomi, tak ada alasan Nur Fitri kelabakan, karena dia sehari-hari bekerja sebagai karyawan Bank Mega dengan gaji yang besar dan mencukupi.

Apalagi sang suami, bukanlah pria sembarangan yang sehari tidur-tiduran. Suami setia itu merupakananggota Polri bernama Briggadir Taufik, dari Kesatuan Polres Tanah Bumbu Kalimantan Selatan.

Saat penangkapan, sang suami sempat menyaksikan istrinya di ‘olah’ oleh sang oknum alat negara. Selain itu kawan akrab sekantor Nur Fitri, Fitri (23 Tahun) menjadi saksi penggrebekan  di   Tanjung, Talasalapang (komplek pu) Kelurahan Talasalapang Kecamatan Rappocinni Makassar.

Pasangan selingkuh itu kini telah diamankan menunggu selesainya pemeriksaan guna mempertangungjawabkan seluruh perbuatan haramnya di depan hukum.
Istri Polisi Diselingkuhi Oknum TNI. Foto: Ist


Bukti kondom bersperma ditemukan di ranjang. Foto: Ist

Minggu, 30 Oktober 2016

Terungkap, Ini Alasan Wanita Cepat Tergoda dengan Pria Lain

WANITA tidak pernah main-main soal urusan cinta. Tetapi, ketika sudah jatuh cinta dengan pria lain, mereka sudah melawati beberapa fase yang berkaitan dengan perasaan.

Psikolog Klinis Dewasa, Roslina Verauli menerangkan, uang atau ketampanan bukan alasan kuat wanita bisa jatuh cinta. Ketika seseorang memenuhi tiga unsur true love, itulah yang dinamakan jatuh cinta.

“Pertama, passion. Adanya gairah yang muncul terhadap diri seseorang. Kemunculannya bisa dari ketertarikan dan hubungan antara keduanya yang sudah terjalin dekat,” ucap Roslina, belum lama ini.

Kedua, yaitu emosional. Secara intim terjadi kedekatan dari segi emosional. Keduanya saling memahami karakter satu sama lain, frekuensi bertemu sangat sering, dan adanya penerimaan terhadap pria tersebut.

“Ketiga, komitmen. Kedua belah pihak menyadari ingin saling berkomitmen. Jika wanita telah melewati tiga tahap itu terhadap pria lain, maka mereka benar-benar baru mengalami jatuh cinta,” jelas psikolog lulusan Universitas Indonesia ini. 

TOP FAMILY 3: Terungkap, Ini Alasan Wanita Cepat Tergoda dengan Pria Lain

Senin, 24 Oktober 2016

Niat Datang Melamar, Malah Disuruh Nikah Langsung Oleh Ayah Calon Istrinya Dengan Akad Nikah Sangat Sederhana

Kisah ini dituturkan oleh seorang netizen Ali Irfan di laman faceboknya, berikut adalah kisah selengkapnya:

Niatnya Khitbah, Dapatnya Nikah

Kemarin, Minggu 23 Oktober 2016 saya menemani adik khitbah di Majalengka. Dua minggu sebelumnya telah melangsungkan proses taaruf. Prosesnya memang sedemikian singkat dan seakan dimudahkan jalan. Dalam hati saya berdoa semoga kelak dimudahkan pula proses pernikahannya. Saat itu terjadi percakapan singkat dengan adik saya.

“Sudah Rizal siapkan cincinnya?” tanya saya.

“Sudah, mas,” jawab Rizal.

“Kamu sudah mantap?”

“Insya Allah mantap.”

“Kalau bisa setelah khitbah, jangan terlalu lama. Maksimal tiga bulan saja.”

“Insya Allah, mas.”

Untuk menyelenggarakan pernikahan, tiga bulan itu adalah waktu yang tidak terlalu cepat, juga tidak terlalu lama. Tapi kalau hanya mau nikah saja saat itu juga bisa asal memenuhi syarat kedua calon mempelai, wali, saksi, dan mahar, saat itu juga pun bisa langsung dinikahkan.

Sebagai anak pertama, saya berkesempatan menjadi wakil keluarga untuk menyampaikan maksud mulia ini. Saya sampaikan bahwa kedatangan dengan membawa serta keluarga utamanya adalah silaturahim sekaligus memperkenalkan keluarga. Kemudian saya sampaikan pula maksud kedatangan adalah mengkhitbah Umi Mukaromah untuk adik saya Ali Amrizal.

Dalam sejarah kehidupan saya, ini kali pertama saya melamarkan orang lain untuk dijadikan istri adik saya. Kalau menikahkan sudah pernah. Tepatnya menikahkan adik perempuan saya Nurmaulidianti. Meski sudah ada penghulu, saya sendiri yang menikahkan. Sudah seperti orang tua saja saya rupanya, hahaha….

Setelah menyampaikan maksud kedatangan, sesuatu yang tidak kami duga itu terjadi. Kami diterima langsung oleh ayahnya. Ia menyampaikan jika sudah dilangsungkan prosesi taaruf, sudah saling mengenal, maka tak ada lagi penghalang untuk segera melangsungkan pernikahan. “Yang mau menikah keduanya sudah saling mengenal, wali sudah ada, saksi ada, kedua keluarga menyaksikan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak segera melangsungkan akad nikah.”

Alasan sang ayah di zaman sekarang tidak ada yang bisa menjamin isi hati seseorang. Kelihatannya terpisah oleh jarak, fisik bisa jadi tidak berhadapan, tapi siapa bisa menjamin bisa terjaga dari kemaksiatan. Baru lamaran dan belum halal, seolah telah memiliki segalanya. Demi menghindari fitnah yang demikian, sang ayah mengambil sebuah keputusan hebat sesuai syariat dengan langsung menikahkan putrinya saat dikhitbah.

Karena sudah mantap, adik saya pun, langsung mengiyakan. Akhirnya cincin yang sedianya akan dijadikan sebagai pengikat dalam prosesi khitbah, dijadikan mahar. Ditambah ada uang tunai tujuh ratus ribu sebagai tambahan mas kawin. Memang sama sekali tidak direncanakan. Betapa mudahnya Islam, sampai-sampai urusan mahar juga begitu dirmudahkan. Allhumma yassir, wala tu’assir.

Tak satu pun dari kami menduga bahwa ternyata hari itu langsung akad nikah! Jika ada yang mudah, kenapa harus dipersulit. Saya baru melihat bahwa ternyata proses pernikahan dalam Islam ternyata sesederhana ini. Haru sekaligus bahagia bersatu padu di hari bahagia itu.

Barakallah wa baraka alaikuma wajama’a bainakuma bikhoir. Semoga Allah memberkahi pernikahan kalian.