Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Maret 2017

Alquran dan Sains Jelaskan Penciptaan Dunia Selama 6 Masa

CALIFORNIA - Menurut teori Charles Darwin, manusia berasal dari kera yang berevolusi atau suatu benda (bahan) yang mengalami perubahan dari yang tidak sempurna menuju kesempurnaan.

Seperti dijelaskan dalam buku 'Alquran vs Sains Modern Menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dan kawan-kawan, teori Charles Darwin ini terbantahkan. Sebab, ada beberapa jenis tumbuhan serta hewan seperti ganggang biru, komodo yang telah ada berjuta-juta tahun lalu, namun tidak mengalami evolusi.

Hal ini dikuatkan hasil penelitian ilmiah yang dipadukan dengan Alquran. Maka, ditemukan titik temu asal usul penciptaan manusia.

"Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia," Surah Al-Furqan ayat 59.

Keenam masa dalam ayat tersebut di atas adalah Azoikum, Ercheozoikum, Protovozoikum, Palaeozoikum, Mesozoikum, dan Cenozoikum. Menurut penelitian para ahli, setiap periode menunjukkan perkembangan serta perubahan secara bertahap, sesuai dengan susunan organisme dengan ukuran dan kadarnya masing-masing (tidak berevolusi).

Setelah menyadari kenyataan penciptaan, ilmuwan menetapkan berbagai disiplin ilmu, seperti biologi, anatomi, dan paleontologi. Ilmuwan terkenal seperti Carl Linnaeus, yang menggolongkan dunia makhluk hidup di bawah kelas-kelas tertentu dan dikenal sebagai 'Bapak Taksonomi’, Gregor Mendel, penemu ilmu genetika yang merumuskan hukum-hukum penurunan karakteristik fisik.

Louis Agassiz, yang dianggap sebagai ahli biologi terbesar Amerika di abad ke-19, atau Georges Cuvier, penemu ilmu fosil dan anatomi komparatif. Semua mempraktikkan sains dengan kesadaran bahwa spesies makhluk hidup diciptakan Allah.

Jumat, 03 Februari 2017

Ajakan Bunuh Trump Menggema di Twitter

Jakarta - Hingga kini masih ada sejumlah pihak yang menentang Donald Trump menjadi presiden Amerika Serikat. Tak tanggung-tanggung, saking tidak sukanya dengan Trump, tak sedikit dari netizen yang ingin agar Trump mati.

Kurang lebih 15 hari sudah sejak Trump resmi dilantik menjadi presiden AS. Sejak saat itu pula banyak beredar postingan di berbagai media sosial yang isinya ingin agar Trump dibunuh saja. Walaupun kebanyakan dari postingan itu bernada bercanda atau sarkastik, tetap saja ada postingan itu berjumlah mencapai belasan ribuan postingan.

Lembaga analisis Dataminr telah berhasil menghimpun data statistik yang menunjukan jika ada 12.000 kicauan di Twitter yang isinya merupakan ajakan untuk membunuh orang nomor satu di negara adikuasa itu. Jumlah kicauan itu diperoleh sejak hari pelantikan di tanggal 20 Januari 2017 lalu.

"Aku sangat lelah Trump menjadi presiden. Bisakah seseorang membunuhnya sekarang?," kicau akun @deathsmells. "Seseorang harus membentuk tim dan hanya membunuh Trump," kicau yang lainnya, dikutip dari Daily Mail, Sabtu (4/2/2017).

Kicauan terkait pembunuhan Trump ini mengundang perhatian Secret Service yang memang bertugas untuk menjaga keamanan presiden AS. Beberapa di antaranya ada yang berhasil diciduk di kediamannya oleh Secret Service.

Seperti misalnya seorang wanita yang bermukim di Kentucky, AS. Ia diciduk karena berkicau tentang usulan membunuh Trump. "Jika seseorang cukup kejam membunuh MLK (Martin Luther King), mungkin seseorang berbaik hati untuk membunuh Trump," kicaunya.

Selain wanita Kentucky tadi, adapula seorang pria asal Ohio, AS. Pria bernama Zachary Benton ini ditangkap atas tuduhan memberikan ancaman bagi presiden. 

Minggu, 20 November 2016

Leluhur Amerika Pun Sadar Bahaya Yahudi

Pada 1789 M, Benyamin Franklin (1706-1790) berpidato ketika membuat undang-undang negara Amerika Serikat. Ia dengan tegas menyatakan:
“Di sana terdapat bahaya sangat besar yang mengancam negara-negara bagian di Amerika Serikat, yaitu bahaya Yahudi. Saudara-saudara! Mereka selalu melenyapkan nilai-nilai moral dan merusak jaminan perdagangan di setiap bumi yang diduduki Yahudi. Mereka selalu memisahkan diri (eksklusif) dengan bangsa lain. Karena ulah mereka, maka kezaliman dan penindasan dalam bekerja yang menimpa masyarakat (bangsa-bangsa), terutama yang berkaitan dengan soal materi dan harta muncul di mana-mana, seperti apa yang terjadi sekarang di Portugal dan Spanyol.
Sejak lebih dari 1700 tahun, mereka (orang-orang Yahudi) meratapi nasibnya yang malang. Yang mereka maksudkan ialah keterusiran mereka dari negeri-negeri bapak moyang mereka. Namun, saudara-saudara, jika negara Palestina itu diberikan kepada mereka sekarang ini, maka mereka tak akan pernah tinggal diam untuk mencari langkah-langkah yang akan menyebabkan mereka tidak dapat kembali kepadanya. Mengapa? Karena mereka adalah parasit-parasit yang tidak bisa hidup sebagian mereka atas sebagian yang lain. Mereka mesti hidup di tengah-tengah umat Masehi (Nasrani) dan bangsa-bangsa lainnya yang tidak digolongkan kepada etnik mereka.
Jika mereka tidak disingkirkan dari Amerika Serikat (dengan teks undang-undangnya), maka pada perjalanan 100 tahun arus mereka akan terus menderas di Amerika Serikat sampai menguasai dan menghancurkan bangsa kita serta mengubah bentuk hukum yang telah kita pertahankan dengan pengorbanan darah dan kemerdekaan kita.
Barangkali apabila mereka dibiarkan hidup bebas di Amerika, tidak sampai 200 tahun nasib anak cucu kita akan menjadi buruh yang bekerja di ladang-ladang milik Yahudi dan terus menerus memberi makan bangsa Yahudi, sementara orang-orang Yahudi itu ongkang-ongkang kaki di lumbung-lumbung hartanya dengan penuh kegirangan.
Wahai saudara-saudara! Sesungguhnya saya peringatkan, jika kalian tidak menyingkirkan bangsa Yahudi sampai habis tak tersisa, maka niscaya anak cucumu akan mengutukmu di kuburmu. Sesungguhnya Yahudi tidak akan pernah menghormati nilai-nilai luhur kita, kendati pun mereka hidup di tengah-tengah kita sampai 10 generasi. Karena “seekor serigala” tidak akan pernah dapat mengganti kulitnya yang belang.
Sesungguhnya Yahudi itu berbahaya bagi negeri ini. Jika mereka diperbolehkan masuk, mereka akan menguasai lembaga-lembaga dan perusahaan-perusahaan kita. Karena itu, mereka harus disingkirkan dengan teks undang-undang."

Jumat, 11 November 2016

Perut Ular Bengkak Disangka Makan Sapi, Ternyata Isinya Sangat Mengejutkan

Penduduk Nigeria membunuh ular super besar yang sering datang ke desa mereka. Penyebabnya, mereka mencurigai perut bengkak reptil itu akibat memakan anak sapi. Berdasarkan praduga itu, warga juga ramai-ramai berburu.

Setelah dibantai, mereka menyayat perut si ular untuk mengetahui bagian dalam yang membengkak. Tetapi ternyata, hasilnya : puluhan telur, bukan anak sapi seperti yang diperkirakan.

Dilansir dari Daily Mail, Kamis (10/11/2016), ternyata ular itu tidak memakan hewan ternak warga, tetapi tengah hamil. Sang ulang tidak kelebihan bobot akibat makanan terakhirnya.
Setelah disayat bagian perut, puluhan telur yang ditemukan di keluarkan oleh penduduk setempat, yang menganggap itu adalah kelezatan langka.

Walau tidak jelas jenis ular tersebut, banyak ular bisa memproduksi hingga 100 telur pada suatu waktu.

Beberapa orang berkomentar dengan sedikit simpati, mereka beranggapan bahwa setidaknya sekitar 100 ular bayi tidak lagi lahir.

Diliat oleh ukuran ular, yang lebarnya hampir 1 kaki dengan panjang beberapa meter tampak seperti anaconda. Terlebih spesies itu begitu jarang di Amerika Selatan, sehingga kemungkinan berasal dari jenis piton batu Afrika.

Jantan biasanya lebih kecil dari betina yang dapat tumbuh hingga 4, 8 meter.

Ada beberapa laporan kalau jenis ular batu Afrika adalah ular paling besar di benua itu dan salah satu yang terbesar didunia. Ular jenis ini bisa tumbuh hingga 6 meter.

Piton batu Afrika yaitu jenis ular non-bisa yang membunuh mangsanya dengan penyempitan jalan udara.

Setelah mencengkeram mangsa, mereka akan meremas erat dan mempersulit mangsanya bernapas. Kematian diduga disebabkan oleh serangan jantung, sesak napas, atau remuknya organ.

Sumber: http://global.liputan6.com/

Kamis, 10 November 2016

Trump Menang, Mahasiswa Aceh di Amerika Harus Pulang Kampung

Lailul Ikram, mahasiswa asal Aceh saat berbicara pada acara wisuda sarjana di Earlham College, Richmond, Negara Bagian Indiana. Saat ini sedang menempuh pendidikan master fokus bidang negosiasi, resolusi konflik, dan ekonomi pembangunan di Columbia University, New York.

Kandidat Presiden dari Partai Republik, Donald Trump akhirnya terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45 setelah mengalahkan rivalnya dari Partai Demokrat, mantan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) yang berlangsung, Rabu (9/11/2016).
Kemenangan Trump kini berubah menjadi momok menakutkan bagi sebagian warga Amerika dan masyarakat dunia, tak terkecuali mahasiswa Aceh yang saat ini sedang mengikuti pendidikan di negeri Paman Sam tersebut.
Menurut pengakuan Lailul Ikram, seorang mahasiswa Aceh yang sedang menyelesaikan program master di Universitas Columbia ini, hasil Pilpres Amerika ini merupakan fenomena aneh bagi seluruh dunia.
Betapa tidak, seorang kandidat yang rasis dan pernah merendahkan suku, agama atau budaya orang lain selama kampanye, berhasil menjadi presiden di salah satu negara ter-powerful sedunia.
"Dari malam perhitungan suara sampai sekarang, banyak teman-teman saya yang masih bingung, menangis, dan kecewa. Saya rasa kemenangan Trump akan memiliki dampak di berbagai sektor globalisasi, baik dari sektor ekomoni, keamanan internasional, maupun imigrasi," kata Ikram, Kamis (10/11/2016) malam waktu Indonesia barat.
Market sedang turun, sambung Ikram, dan keamanan internasional juga masih dipertanyakan, berhubung Trump ingin menegosiasi ulang hubungan baik yang selama ini telah dibangun antara Amerika dengan Jepang, Cina, Saudi Arabia, dan Rusia.
Salah satu pernyataan Trump pada saat debat presiden adalah dia ingin membangun hubungan baik dengan Putin, Presiden Rusia, yang sering disebut-sebut sebagai musuh besar para politisi di Amerika.
Trump juga mengatakan dia ingin memungut pajak kepada negara-negara yang selama ini memperoleh perlindungan dan dukungan keamanan militer internasional dari Amerika.
Mengenai imigrasi, kemungkinan Trump benar-benar tidak memperbolehkan umat Islam dan negara-negara tetangga masuk ke Amerika.
Ikram, mahasiswa Aceh di Amerika

"Saya sendiri mungkin harus pulang kampung. Mudah-mudahan hal ini tidak terjadi dalam jangka waktu singkat. Hanya Allah yang Maha Tahu dan Maha Penolong untuk sekarang dan ke depannya," ujar Ikram.Ikram sudah menempuh pendidikan di negeri Paman Sam sejak masuk jenjang strata satu di Earlham College, Richmond, Negara Bagian Indiana.
Melalui beasiswa penuh Pemerintah Amerika Serikat itu, Ikram berhasil menyelesaikan S1 bidang Matematika dan Business pada tahun 2012.
Saat ini, ia sedang menyelesaikan program master fokus bidang negosiasi, resolusi konflik, dan ekonomi pembangunan di universitas paling bergengsi di dunia yakni Columbia University.
"Saya anggap fenomena kemenangan Trump ini merupakan rahasia Ilahi yang sebagai hambaNya yang memiliki ilmu terbatas, mungkin belum mampu melihat hikmahNya ke depan," tambahnya.
Muslim mulai khawatir
Sementara itu, umat Islam di Amerika pada umumnya merasa kecewa dengan hasil Pilpres tahun ini. Padahal, awalnya mayoritas Muslim di Amerika sangat yakin bahwa Hillary akan menang.
"Tapi ya namanya juga politik, sulit untuk diduga," sebut Ikram.
Meski banyak kekhawatiran dari umat Islam di Amerika, namun belum ada reaksi signifikan yang dilakukan dalam bentuk aksi demo. "Dan belum ada yang mudik. Ke depannya kita tidak tau dan hanya bisa berdoa," papar Ikram.
"Saya sendiri pada saat melihat Trump menang, saya cuma mampu mengimplementasikan surat Al Baqarah ayat 46, yaitu "minta tolonglah (kepada Allah) melalui sabar dan shalat," tambah Ikram.
Universitas sempat 'me-warning'
Sementara itu, jauh hari sebelum masa pemilihan presiden di Amerika, Ikram sempat menerima sebuah surat yang berisi pemberitahuan dari pihak univeritas bahwa, jika Donald Trump menang, maka peta perpolitikan di Amerika akan berubah--dan implikasinya juga mungkin akan terjadi terhadap para mahasiswa muslim di Amerika.
Namun, pihak universitas menyatakan tetap akan berupaya 'sekuatnya' untuk tetap mempertahankan para mahasiswa muslim yang sedang menuntut ilmu di Columbia University.
Jika pun upaya melindungi mahasiswa tidak berhasil, maka universitas akan membantu mahasiswa muslim untuk pindah ke universitas di Eropa yang memiliki peringkat sama dengan Columbia University.
Ternyata sehari setelah Trump diumumkan menang, hal itu belum mempengaruhi dan proses belajar mengajar masih seperti biasa.
Hanya saja, ada atmosfir yang sedikit berbeda. Di berbagai kelas, kata Ikram, banyak diskusi antara professor dan mahasiswa mencoba menganalisa kenapa Trump bisa menang.
Dari segi peraturan di kampus, masih terlalu cepat untuk diprediksi bahwa akan segera berubah. Peraturan universitas akan berubah jika ada perubahan peraturan dari pemerintah.
Akan tetapi untuk dapat menambah, mengurangi ataupun mengganti hukum di Amerika, tidaklah gampang, meskipun perintah perubahan tersebut datang dari Presiden sendiri.
Di Amerika, ada yang namanya "Federal Equality Act" yakni semacam undang-undang untuk melindungi setiap individual, siapapun dia, dari perilaku diskriminasi.
"Saya pesimis Trump bisa mengganti hukum ini dengan cepat, karena dia harus melewati Kongres terlebih dahulu. Bila Kongres menolak peraturan-peraturan yang diinisiasikan oleh Trump, ya Insha Allah universitas, dan berbagai institusi lainnya di Amerika akan menjalakan aktivitas sehari-hari seperti biasa," kata Ikram.
Di Columbia University, ada dua mahasisawa Aceh yang saat sedang mengikuti program master. "Ya kami di sini ada dua orang, satunya lagi putri dari Aceh, yang merupakan tunangan saya," sebut Ikram tanpa mau menyebutkan identitas sang tunangannya.
Ikram lahir dan dibesarkan di Aceh. Anak dari pasangan Zainal Abidin dan almarhumah Rosdiani ini beralamat di Kopelma Sektor Barat Darussalam, Banda Aceh.
Ia merupakan lulusan SD Lamnyong, MTsN 1 Banda Aceh, dan SMA Fajar Harapan. Setelah tsunami, Ikram melanjutkan studi di UWC Singapore dan selanjutnya ke Amerika.
Setelah lulus S1, Ikram sempat bekerja di Citibank Jakarta sebelum melanjutkan studi S2 di Columbia University dengan beasiswa Kementerian Keuangan RI, LPDP.
Di Amerika, anak muda Aceh ini juga bekerja di Markas Besar PBB di New York di bagian United Nations Ombudsman and Mediation. Organisasi PBB ini bergerak di bidang resolusi dan mediasi konflik. (Serambinews)

Sabtu, 22 Oktober 2016

Demi Keamanan Nasional, Australia Tolak Investor China

Premier New South Wales Mike Baird (kiri) dan Menteri Keuangan NSW Treasurer Gladys Berejiklian mengumumkan bahwa AusGrid sepenuhnya masih milik Australia. (Foto : Dok/Ist)

Separuh jaringan listrik terbesar Australia, Ausgrid, dijual ke konsorsium lokal seharga Aus$16,189 miliar, setelah Canberra menolak tawaran China demi keamanan nasional.

Pemerintah Australia mencemaskan masuknya investasi dari Beijing. Sebelumnya, mereka sudah dua kali menolak penjualan perusahaan ternak swasta terbesar di negeri itu, S Kidman and Co, kepada konsorsium perusahaan China.

Sebanyak 50,4 persen saham Ausgrid, jaringan listrik di negara bagian New South Wales, akhirnya jatuh ke tangan konsorsium Australia untuk periode kepemilikan 99 tahun. Konsorsium itu terdiri atas perusahaan investasi IFM dan pengelola dana pensiun AustralianSuper. Artinya, penjualan ini tidak perlu menunggu persetujuan Dewan Peninjau Penanaman Modal Asing (FIRB).

“Ini hasil yang luar biasa dan bagus dengan konsorsium Australia yang menanamkan modalnya di aset ini,” kata Menteri Keuangan NSW, Gladys Berejiklian, Kamis (20/10) malam.

“Pemerintah NSW gembira bisa menjalin kerja sama dengan IFM dan AustralianSuper. Mereka punya riwayat yang bagus di bidang manajemen dan investasi jangka panjang di aset infrastruktur,” ujarnya.

Canberra mencegah penjualan Ausgrid ke pihak asing setelah menolak tawaran State Grid Corp (China) dan Cheung Kong Infrastructure Holdings (Hong Kong), Agustus lalu.

Sejak itu, pemerintah NSW tidak lagi menawarkan Ausgrid. Politikus oposisi mempertanyakan apakah langkah itu akan membuat NSW dapat penawaran terbaik.

Ausgrid adalah aset energi kedua NSW yang diswastanisasi pemerintah negara bagian itu guna mencari dana untuk proyek infrastruktur lain. Jaringan listrik TransGrid telah dijual tahun lalu ke konsorsium Kanada, Timur Tengah, dan Australia seharga Aus$10,258 miliar.

Premier NSW, Mike Baird, mengatakan phaknya masih mempertimbangkan calon pembeli asing untuk Endeavour Energy, perusahaan pembangkit listrik milik pemerintah negara bagian itu.

“Keamanan nasional yang dicemaskan khusus untuk aset ini (Ausgrid),” kata Baird kepada Australian Broadcasting Corporation.

“Tentu saja kami akan bekerja sama dengan FIRB selagi Kementerian Keuangan melakukan penjuaan ketiga ini. Tapi ekpektasi kami adalah bisa mendapatkan investasi asing,” ujarnya.

AS Meradang Setelah Mujahidin Suriah dan Turki Gempur Basis PYD

FSA yang didukung oleh pesawat tempur dan artileri Turki akan meluncurkan serangan baru di pedesaan utara provinsi Aleppo beberapa hari setelah mematahkan blokade oleh ISIS di kota Mare salah satu benteng utama oposisi Suriah di wilayah tersebut.
FSA dimobilisasi dan siap untuk menyerang basis Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang anggotanya sebagian besar dari milisi Kurdish Democratic Union Party (PYD), di kota Tal Refat dan wilayah pedesaan sekitarnya, bertujuan mendapatkan kembali wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali FSA , menurut sumber militer Euphrates Shield kepada jaringan ElDorar.
Sumber menunjukkan bahwa bentrokan terakhir meletus antara FSA vs milisi PYD di dekat Mare disertai dengan serangan udara Turki terhadap kamp milisi di dekat Afrin dan Jenders yang menimbulkan Amerika meradang. Terutama setelah dikonfirmasi bahwa Turki akan memperluas serangan di Tal Refat dan sekitarnya, wilayah yang dikendalikan oleh milisi PYD yang didukung AS.
Perkembangan ini datang pada saat Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter mengunjungi ibukota Ankara dan bertemu Menteri Pertahanan Turki, untuk membahas masa depan operasi Euphrates Shield serta partisipasi Turki ke koalisi internasional dalam pertempuran Mosul.
Milisi SDF telah mengambil keuntungan dari serangan pasukan Assad di kota Nubul dan Zahra sekitar pedesaan utara Aleppo delapan bulan yang lalu dan menguasai Tal Refat. Juga mendapat dukungan dari Angkatan Udara Rusia dengan persenjataan, dimana kelompok ISIS juga membuat kemajuan dengan mengepung Kota Mare, memisahkan dengan kota Sheikh Isa yang jatuh ke tangan PYD.
Faksi oposisi yang berpartisipasi dalam operasi Euphrates Shield dan didukung oleh tentara Turki menguasai wilayah hingga 1.500 meter persegi beberapa hari yang lalu, dan menguasai kota strategis Dabiq setelah operasi militer besar-besaran melawan ISIS diwilayah tersebut.