Tampilkan postingan dengan label Penerbangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penerbangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 April 2017

Pascadiperbaiki Pesawat Militer AS Tinggalkan Aceh


BANDA ACEH - Pesawat militer Amerika Serikat Tora-82 yang mengalami kerusakan mesin kembali melanjutkan penerbangannya ke Yokota, Jepang. Pesawat ini terbang bersama beberapa personel USAF dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, Jumat (7/4/2017).

Danlanud Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Suliono, mengatakan, sesuai jadwalnya pesawat tersebut kembali melanjutkan penerbangan. "Jam 08.00 pagi tadi pesawat take off menuju Jepang," katanya.

Meskipun pesawat tersebut sudah meninggalkan Aceh, katanya, namun peralatan mesin nomor 4 pesawat AS Tora-82 yang telah diganti, masih disimpan di Apron I Bandara Sultan Iskandar Muda. “Sehingga 12 personel USAF dan teknisi masih harus berada di Aceh untuk pengamanan atau pengawasan terhadap peralatan tersebut,” katanya.

Baca Ini Kronologi Pendaratan Darurat Pesawat TORA 82 Milik Militer AS
Mereka menginap di Hotel The Pade dan secara bergiliran akan melakukan pengamanan atau pengawasan terhadap peralatan mesin di Apron I Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM). Mereka akan berada di Aceh sampai pesawat yang akan menjemput peralatan mesin tersebut tiba.

Jumat, 17 Maret 2017

Penerbangan ke Sabang Diganggu 'Bom'

MEDAN – Penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari Bandara
Kualanamu, Deliserdang ke Sabang, Aceh dinodai dengan ulah seorang penumpang yang mengaku membawa bom, Jumat (15/3/2017).

Seluruh penumpang yang sudah duduk di dalam pesawat langsung diminta turun oleh pilot.

Aksi konyol ini dilakukan Albertus Agung (32) warga Medan ketika sudah berada di dalam pesawat. Saat seorang pramugari menanyakan isi tasnya, pemuda ini dengan santainya menyebut bom.

Kata yang paling diharamkan di dunia penerbangan ini sontak membuat kru pesawat panik. Pilot pun langsung melaporkan kasus itu kepada petugas keamanan bandara sekaligus meminta seluruh penumpang kembali ke ruang tunggu.

“Yang bersangkutan menyebut ada bom ketika sudah di pesawat. Pilot kemudian mengambil kebijakan menyeterilkan pesawat dengan memita penumpang turun,” kata Branch Communication & Legal Manager Wisnu Budi Setyanto.

Setelah pesawat kosong, polisi langsung dikerahkan untuk menyisir seluruh area pesawat termasuk menyita tas pelaku. Wisnu pun memastikan tidak ditemukan benda mencurigakan dari dalam pesawat GA 7112 itu.

Para penumpang kemudian diminta kembali masuk ke pesawat untuk melanjutkan penerbangan. Sementara Albetus dipaksa membatalkan perjalanannya untuk diperiksa intensif. Dalam pemeriksaan itu pelaku mengaku tidak sengaja menyebut kata bom.

“Dia mengaku tidak sengaja. Tapi sengaja atau tidak, perbuatan seperti itu tidak bisa ditolerir. Harus ada tindakan agar tidak mengganggu keselematan penumpang lain,” ujarnya.