Tampilkan postingan dengan label Medan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Medan. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Maret 2017

Faisal Hasballah Siap Calonkan Diri Jadi Ketua HIPMI Aceh

JAKARTA– Anggota DPRK Bireuen dari Partai Gerindra berniat mencalonkan diri menjadi Ketua HIPMI Aceh periode mendatang.

Hal tersebut dikatakannya disela-sela mengikuti acara Rakernas BPP HIPMI dihotel Ritz Carlton di Jakarta, Senin (27/03/2017).

Ketua BPC HIPMI Kabupaten Bireuen ini menjelaskan, alasan mencalonkan diri sebagai Ketua HIPMI Aceh dikarnakan ingin membawa organisasi ini semakin baik serta mendapat dukungan penuh dari Sekum Hipmi Bireuen, Edi saputra alias Edi Obama.

“Saya ingin lembaga yang diisi oleh mayoritas pengusaha ini benar-benar menjadi wadah pemersatu dan membuka jaringan dari hilir ke hulu,” kata Faisal.

Ditambahkannya, dengan bergabungnya para pengusaha dalam HIPMI tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan membangkitkan potensi daerah, bukan membatasi dalam membuka jaringan. demikian pengakuannya kepada media ini.

Jumat, 17 Maret 2017

Warga Aceh Bawa Sabu Dibekuk Polisi

MEDAN - Petugas Kepolisian Sektor Medan Sunggal berhasil mengamankan seorang pengguna narkotika jenis sabu. Dia ditangkap petugas di Jalan Pinang Baris Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal. Akibatnya, pria asal Provinsi Aceh ini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Sunggal.Adalah Zainudin Usman (38). Warga Jalan Nurdin Araniri No. 58 Desa Paya Bujok Tunong, Kecamatan Langsa Barat, Kabupaten Aceh Timur, ditangkap petugas berdasarkan laporan dari masyarakat yang sudah resah dengan keberadaan pria berewokan ini.

Didampingi Kepala Unit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu Nur Istiono dan Panit Reskrim, Iptu Martua Manik, Kepala Kepolisian Sektor Medan Sunggal, Kompol Daniel Marunduri S.IK, membenarkan penangkapan ini.

"Ya, masyarakat mengaku resah dengan sepak terjang tersangka yang merupakan seorang pengguna sabu," kata Daniel ketika dikonfirmasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka di Jalan Pinang Baris Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal.

"Sewaktu melihat petugas, tersangka terlihat gugup. Selanjutnya, petugas langsung menggeledah dan mendapati satu paket klip kecil sabu dari saku sebelah kanannya," jelas alumni Akpol tahun 2004 ini.

Usai diamankan, tersangka langsung diboyong ke Mapolaek Sunggal guna menjalani pemeriksaan. Sebab dia terbukti melanggar ketentuan yang diatur dalam Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Penerbangan ke Sabang Diganggu 'Bom'

MEDAN – Penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari Bandara
Kualanamu, Deliserdang ke Sabang, Aceh dinodai dengan ulah seorang penumpang yang mengaku membawa bom, Jumat (15/3/2017).

Seluruh penumpang yang sudah duduk di dalam pesawat langsung diminta turun oleh pilot.

Aksi konyol ini dilakukan Albertus Agung (32) warga Medan ketika sudah berada di dalam pesawat. Saat seorang pramugari menanyakan isi tasnya, pemuda ini dengan santainya menyebut bom.

Kata yang paling diharamkan di dunia penerbangan ini sontak membuat kru pesawat panik. Pilot pun langsung melaporkan kasus itu kepada petugas keamanan bandara sekaligus meminta seluruh penumpang kembali ke ruang tunggu.

“Yang bersangkutan menyebut ada bom ketika sudah di pesawat. Pilot kemudian mengambil kebijakan menyeterilkan pesawat dengan memita penumpang turun,” kata Branch Communication & Legal Manager Wisnu Budi Setyanto.

Setelah pesawat kosong, polisi langsung dikerahkan untuk menyisir seluruh area pesawat termasuk menyita tas pelaku. Wisnu pun memastikan tidak ditemukan benda mencurigakan dari dalam pesawat GA 7112 itu.

Para penumpang kemudian diminta kembali masuk ke pesawat untuk melanjutkan penerbangan. Sementara Albetus dipaksa membatalkan perjalanannya untuk diperiksa intensif. Dalam pemeriksaan itu pelaku mengaku tidak sengaja menyebut kata bom.

“Dia mengaku tidak sengaja. Tapi sengaja atau tidak, perbuatan seperti itu tidak bisa ditolerir. Harus ada tindakan agar tidak mengganggu keselematan penumpang lain,” ujarnya.

Minggu, 05 Maret 2017

Forma Sumut mengapresiasi Pilkada Damai di Aceh

Medan - Forum Mahasiswa Aceh Sumatera Utara (FORMA Sumut), memberikan apresiasi terhadap pilkada/Pilgub yang berlangsung di Aceh tidak lama ini, serta pilbup serentak yang telah dilaksanakan di Aceh, seperti yang diketahui, proses pemilihan yang telah terlaksana berjalan dengan aman dan damai (5/3/2017)

Rahmat Asri Sufa, selaku Penasehat Forma Sumut mengatakan, "meski Aceh pernah terjadi konflik, dan memiliki kenangan pahit, hal tersebut tidak membuat masyarakat resah atau takut untuk memberikan hak suaranya" ujar Rahmat.

Selanjutnya, Ketua Umum Forma Sumut Syamsul Azman juga mengatakan "kami selaku mahasiswa Aceh yang berada di Sumatera Utara sangat bangga karena pilgub dan pilbup berjalan damai, dan kami selaku mahasiswa akan siap dan selalu mendukung program-program pemerintah selama prorakyat" pungkasnya.

Seperti yang diketahui, Forum Mahasiswa Aceh adalah Organisasi Mahasiswa asal Aceh yang sedang menuntut ilmu di berbagai perguruan tinggi di Medan yang aktif memantau dan peduli terhadap masyarakat Aceh, hal tersebut terlihat ketika Aceh terjadi bencana baik di Pidie Jaya maupun ketika kebakaran di Aceh Selatan, Forma Sumut ikut membantu masyarakat yang terkena musibah.

Forma Sumatera Utara juga mengucapkan selamat kepada pasangan calon Gubernur nomor 6 Irwandi Yusuf - Nova Iriansyah atas hasil kemenangan sementara pemilihan gubernur Aceh.

Selasa, 01 November 2016

Ritual "Santet Begu Ganjang" di Siantar, Inilah Benda-benda yang Digunakan

Digerebeknya Dua orang yang diduga memelihara begu ganjang  R boru Simanjuntak  (41) dan E boru Simanjuntak (45) di Jalan Pergaulan, Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar, Kamis dini hari (27/10/2016) meninggalkan sejuta tanya.

Pertanyaan itu tertuju pada benda-benda yang berhasil ditemukan  warga pada saat pengerebekan dikontarakan yang diduga melakukan ritual mistik (begu ganjang) benda tersebut berupa boneka yang ditusuk pakai paku, tanah kuburan dan sejumlah kertas berisikan mantra dalam bahasa batak,jawa dan arab. Ada juga berupa batu bata, guci sesajen, penzil dan daun-daunan, yang paling mecegangkan ada beberapa boneka yang diikat oleh tali plastik.

Inilah benda-benda yang berhasil ditemukan warga dalam pengerebekan di jalan Pergaulan Pematangsiantar :

Asabeberapa boneka yang di ikat tali, ada boneka yang ditusuk jarum.

Tempat ini digunakan sebagai tempat ritual (persembahan)
Boneka ditusuk jarum, terlihat ada sebuah cincin dan sesajen lainnya.
Boneka-boneka ini dikat tali dan diikat ke bungkusan-bungkusan sesajen didalam plastik
Warga menunjukan tempat kontrakan yang dijadikan tempat ditual, yang diduga penyembahan 
"begu ganjang" di jalan Pergaulan Pematangsiantar.