Tampilkan postingan dengan label Politik Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Maret 2017

PAN akan Deklarasikan Dukung Anies-Sandi Rabu

Jakarta - PAN segera mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk putaran kedua Pilgub DKI 2017. Deklarasi akan disampaikan pada Rabu (22/3) mendatang di Kantor DPP PAN.

"Hari Sabtu (18/3) DPW PAN sudah mendeklarasikan dukungan kepada Anies-Sandi yang minggu sebelumnya masing-masing DPD DKI, seperti Jakbar, Jaksel, Timur, Pusat juga sudah mendeklarasikan dukungan kepada Anies-Sandi," ungkap Ketua DPP PAN Yandri Susanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/3/2017).

"Oleh karena itu DPP PAN sebagai yang diberi mandat oleh UU untuk memberikan dukungan kepada pasangan dalam Pilkada, maka Insya Allah hari Rabu (22/3) kalau tidak ada halangan, Rabu siang atau malam, akan kami deklarasikan dukungan secara resmi kepada Anies-Sandi di DPP PAN," lanjutnya.

Dukungan kepada pasangan nomor urut tiga di Pilgub DKI itu menurut Yandri merupakan keputusan kolektif kolegial partai. Sebab menurutnya tak ada satu pun suara di akar rumput yang menginginkan PAN mendukung pasangan petahana, Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

"Jadi ke pasangan nomor 2 tidak ada saran. Tidak ada pendapat, tidak ada masukan dari kader-kader di DKI maupun kader PAN yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Kami sampaikan, kami memberi dukungan kepada Anies-Sandi bukan berarti komunikasi kami tidak bagus dengan partai pengusung pasangan nomor dua," ujar Yandri.

Sekretaris Fraksi PAN ini memastikan hubungan partainya dengan partai-partai pengusung Ahok-Djarot, termasuk PDIP, masih sangat harmonis. Seperti diketahui, PAN dan partai-partai pengusung Ahok-Djarot sama-sama berada di pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Kami insya Allah harmonis dengan PDIP, sangat baik dengan Golkar, dekat dengan NasDem, berkerabat dengan Hanura dan Insya Allah Pilkada-pilkada lain kita berkoalisi tapi kami tegaskan kembali memang dari awal PAN ingin menghadirkan calon gubernur alternatif di luar Ahok," sebut anggota Komisi II DPR ini.

"Dan sekali lagi kami tidak memiliki masalah dengan koalisi pendukung Ahok. Tapi yang menjadi kendala ataupun hambatan para kader kenapa tidak mendukung atau berkoalisi dengan kawan-kawan itu terletak pada persoalan Ahok pribadi, dengan mas Djarot juga kami tidak ada masalah. Karena etika dan karakter Ahok tidak sesuai dengan karakter dan etika yang ada di PAN," tutup Yandri.

Minggu, 05 Februari 2017

Mantan Sekjen PKS Taufik Ridho Meninggal Dunia

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Taufik Ridho meninggal dunia. Kabar duka itu disampaikan oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

"Iya betul," ucap Mardani saat dikonfirmasi, Senin (6/2/2017).

Taufik meninggal dunia di RS Dr Cipto Mangunkusumo sekitar pukul 01.00 WIB. Mardani menyebut rekannya itu sebulan terakhir memang dirawat di rumah sakit karena sakit.

"Sebulan terakhir di RS, dirawat di RSCM," ujarnya.

Mardani menyebut jenazah Taufik disemayamkan di masjid Kompleks Kalibata, Jakarta Selatan sekitar pukul 08.00 WIB. Nantinya, jenazah Taufik akan dimakamkan di Karawang pukul 10.00 WIB. 

Jadi Jurkam di Pilgub Papua Barat, Risma Minta Warga Untuk Bangkit

Wali Kota Tri Rismaharini menjadi salah satu juru kampanye PDIP dalam Pilkada serentak 2017. Disela aktivitasnya sebagai orang nomor 1 di Surabaya, Risma berkampanye untuk pasangan Dominggus Mandaca dan Muhammad Lakotani yang diusung koalisi PDIP, Partai NasDem dan Partai Amanah Nasional sebagai calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Papua Barat.

Dengan mengenakan batik motif warna merah dibalut dengan kerudung merah serta celana hitam, Risma disambut layaknya seorang tokoh nasional. Bahkan, spanduk ucapan selamat datang yang bertuliskan 'Mama Risma' dibentangkan sebagai bentuk penghormatan kepadanya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu mengaku senang dan bangga bisa berada di mimbar kehormatan di tengah-tengah masyarakat Papua. Bahkan, ia mengaku momen ini sebuah hal yang luar biasanya karena bisa menunjukkan bahwa Indonesia meskipun berbeda-beda suku tapi tetap satu.

"Mari kita bersama-sama bangkit, mari kita buat tanah papua ini lebih tersohor bukan hanya di Indonesia, tapi di dunia, apakah itu mungkin? Semua itu mungkin bagi Tuhan," ujar Risma saat berkampanye untuk Pilgub Papua Barat seperti rilis Minggu (5/2/2017).

Risma juga memuji komunitas mama Papua yang telah belajar ke Surabaya beberapa waktu lalu. Mereka belajar siang-malam di Surabaya dan langsung dipraktekkan di Papua, makanya Risma diundang khusus oleh mereka untuk melihat hasil produk olahannya.

"Saat ini di antara mereka sudah mulai berjualan di Manokwari, dan pada kesempatan ini mereka mengundang saya untuk melihat hasil dari belajar mereka di Surabaya," imbuh Risma.

Risma pun merasa kaget ketika ada salah satu Mama Papua yang sudah mendapatkan penghasilan Rp 10 Juta dalam seminggu. Hal itu menjadi bukti bahwa di tanah Papua juga bisa lebih maju dibanding daerah lain.

"Penghasilan segitu sulit didapatkan di Surabaya, dan ternyata di tanah Papua bisa. Makanya, tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan, semuanya mungkin asal kita mau berusaha," pungkas Risma.