Tampilkan postingan dengan label Rokok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rokok. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2016

Rokok Penyebab Utama Kangker

Berdasarkan data Cancer Research UK, kasus kanker mulut mengalami peningkatan 68 persen dalam dua dekade terakhir. Angka tersebut sangat mengkhawatirkan sehingga kasus kanker mulut perlu lebih diwaspadai.

Cancer Research UK mencatat, merokok menjadi faktor risiko terbesar terjadinya kanker mulut. Sekitar 65 persen kasus kanker mulut berkaitan dengan kebiasaan merokok dan umumnya dialami oleh pria.

Kasus kanker itu pada pria di atas 50 tahun mengalami peningkatan hingga 59 persen. Dari 2100 kasus menjadi 4400 kasus per tahun.

Ironisnya, kanker mulut juga mulai banyak ditemui pada usia muda. Data menunjukkan, kasus kanker mulut pada pria berusia di bawah 50 tahun melonjak 67 persen dalam 20 tahun terakhir. Mulanya 340 kasus menjadi 640 kasus per tahun.

Meski kasusnya lebih banyak ditemukan pada pria, kasus pada wanita juga mengalami peningkatan dalam dua dekade terakhir, yakni dari 1.100 kasus menjadi sekitar 2.200.

Dokter gigi kerap menjadi orang pertama yang menemukan kanker mulut. Karenanya, para ahli berharap dokter gigi bisa dengan cepat merujuk pasien jika ditemukan tanda kanker pada mulut.

Selain merokok, risiko kanker mulut juga meningkat apabila seseorang banyak minum alkohol dan pola makan yang tidak sehat, seperti kurang makan sayur dan buah. Infeksi virus Human Papilloma (HPV) juga bisa memicu kanker mulut.

Jessica Kirby dari Cancer Research UK mengimbau masyarakat mencegah terjadinya kanker mulut dengan tidak merokok, tidak minum alkohol, dan banyak konsumsi buah dan sayur.

"Vaksinasi HPV juga dapat membantu melindungi dari infeksi HPV secara oral dan dapat mencegah berbagai jenis kanker yang berkaitan dengan virus HPV, " kata Jessica.(Mirror.co.uk)

Senin, 30 Mei 2016

Delapan Jenis Penyakit Baru Akibat Merokok

Delapan Jenis Penyakit Baru Akibat Merokok

Sederet masalah kesehatan bisa timbul pada tubuh seorang perokok. Rokok mengandung lebih yang 4000 bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh.

Nikotin pada rokok menyebabkan adiksi atau kecanduan. Semakin melimpah rokok yang dibakar, makin tinggi tingkat kecanduan kemudian risiko penyakit yang mengintai.


Tak hanya berbahaya tuk si perokok itu sendiri, asap rokoknya pun menaikkan risiko penyakit bagi perokok pasif atau mereka yang hanya sering terpapar quickly rokok.


Berikut 8 pasal kesehatan yang bisa nampak akibat kebiasaan merokok contohnya dirangkum Kompas. com yang pelbagai sumber.

1. Kanker

Kurang lebih 60 petunjuk kimia yang terkandung pada rokok bersifat karsinogen / menyebabkan kanker. Asap rokok dapat meningkatkan radikal bebas dalam tubuh yang menyebabkan pertumbuhan sel tidak normal.

Mulai dari kanker paru, kanker usus, kanker kawah, hingga kanker pita suara dikaitkan dengan kebiasaan merokok.

2. Penyakit Paru Obstruktif Kronik

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan ganjalan pernapasan kronik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, 92 persen pasien di PPOK yang memiliki riwayat merokok.

Merokok maupun perokok pasif juga berisiko mendapatkan gangguan pernapasan lain misalnya asma, bronkitis, hingga tuberkulosis.

3. jantung

Sebagian tidak kecil pasien penyakit jantung koroner atau yang pernah terkena penyakit serangan jantung adalah perokok. Rokok mengandung zat beracun yang menyebabkan kerusakan sistem otot jantung dan pembuluh darah jantung.

Nikotin dalam rokok adalah "aktor" primer terjadinya penumpukan plak di pembuluh darah yang sanggup menyebabkan penyakit jantung koroner.

4. Cerebrovascular accident

Kandungan since rokok, diantaranya nikotin, sanggup merusak pembuluh darah, termasuk di otak. Aliran darah ke otak terganggu gara-gara sumbatan pembuluh darah dalam otak. Pada perokok, risiko terjadinya stroke lebih gede dibanding yang tidak merokok.

5. Kulit keriput

Kerutinan merokok juga bisa mengundang masalah kesehatan kulit. Kandungan radikal bebas dapat membikin kulit keriput, kusam, serta kering. Dengan kata yang lain, merokok bisa mempercepat penuaan.

5. hipertensi

Kandungan nikotin dalam rokok bisa mengakibatkan pembuluh darah menyempit serta keras karena penumpukan plak. Kondisi ini membuat jantung harus memompa lebih cepat dan memicu hipertensi / tekanan darah tinggi. Berawal dari hipertensi, bisa mengundang berbagai penyakit lain bila tekanan darah sering gak terkontrol.

6. diabetes

As soon as possible rokok yang mengandung radikal bebas bisa dapat mengganggu kinerja insulin yang dihasilkan pankreas. Padahal, insulin dibutuhkan tubuh untuk mengubah glukosa jadi energi.

Tanpa insulin, glotonería tetap berada dalam darah yang menyebabkan gula darah tinggi. Perokok memiliki berbagai risiko lebih tinggi terkena masalah diabetes tipe dua.

7. Ganjalan kehamilan dan janin

Merokok sangat berbahaya bagi kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya dan Ibu hamil yang merokok atau hampir sering terpapar asap rokok meraih menghambat pertumbuhan bayi sebab kandungan nikotin bisa menghalangi asupan nutrisi dan zat pembakar ke bayi melalui plasenta.

Ibu hamil perokok pun berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lebih rendah dan gangguan penyakit yang lain. Selain itu, wanita perokok juga berisiko mengalami infertilitas atau ketidaksuburan.

8. Disfungsi ereksi

Kandungan berbahaya untuk asap rokok tak cuma menghambat aliran darah ke jantung, maupun otak, walaupun juga ke organ essential, yaitu penis.

Terhambatnya haluan darah ke penis sanggup menyebabkan disfungsi ereksi ataupun ketika pria tidak dapat mencapai maupun mempertahankan ereksi. Kebiasaan merokok juga meraih menurunkan kualitas sperma pria yang menjadi salah 1 faktor masalah infertilitas.

Minggu, 29 Mei 2016

Semoga Para Perokok Sadar Setelah Membacanya, Tolong Bagikan!

Hingga saat ini saya bukan tahu apa rasanya rokok. Nikmat seperti yang dikasih oleh sebatang rokok konon hingga bisa menjadi saudara yang asyik. Beruntung, sedari kecil rumah kami relatif bebas asap rokok. Bapak saya memang bukanlah perokok. Keadaan sedikit berubah, ya menjadi kurang beruntung waktu saya harus sedikit punya toleransi kepada teman-teman yang merokok. Sungguh tidak berwenang saya menghakimi, apalagi antipati kepada perokok. Lha wong akhirnya Tuhan mempertemukan ya dengan lelaki perokok yang kemudian menjadi jodoh pasangan hidup saya sampai ketika ini. 

Pernah suatu waktu sekedar bermaksud mengingatkan, nyatanya tidak semudah yang kindertagesstätte bayangkan. Bagi pecandu rokok, lebih baik tidak makan enak ketimbang tidak merokok dan hal ini saya alami ketika sedang mencari lingkungan makan, sedang tidak masak dirumah. Restauran atau kawasan makan yang ber-Ac gak dilirik meski makanan yang disajikan lezat. Bagi perokok berat, warung tak ber-ac menjadi prioritas pilihan biar menu yang disajikan ala kadarnya. Alasannya? tentu aja tidak mau melewatkan kenikmatan (konon) sesaat setelah menyantap makanannya dan merokok setelah makan dan itu salah satu kerutinan yang kebanyakan perokok jadikan sebagai pleasure times dan Kadang saya berfikir, asupan gizi yang masuk melalui makanan tercemari begitu saja dengan kandungan asap rokok yang masuk dan berdampak buruk di beberapa bagian tubuh. 

Duh, sulitnya membangun kesadaran bebas asap rokok dan bagi perokok yang merasa dirinya sehat-sehat aja tanpa gangguan yang amat berarti meski rokok jadi teman sehari hari. Himbauan yang bisa kita lihat dalam bungkus rokok, advertensi media cetak, baliho malahan televisi tidak cukup efektif membuka ruang menyadarkan para perokok. Tulisan yang berbunyi: MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI lalu GANGGUAN KEHAMILAN, lewat berlalu begitu saja. Apa hendak dikata? semua memang balik pada garis tangan, siapa yang Tuhan beri hidayah pertaubatan berhenti merokok. Lantas, siapa yang paling berkonsekuen dengan segala dampak burukrokok?. Ibarat pertanyaan telur dan ayam lebih terlebih dulu mana?. Begitulah dilema sesuatu ihwal terkait dengan cara mencegah komplikasi kesehatan gara-gara bahaya asap rokok. Hari Anti Tembakau Sedunia kemudian Kompleksitas Permasalahan yang Nyata 31 Mei diperingati sebagai hari tanpa tembakau sedunia. Kontroversi seruan untuk bukan merokok dihari tersebut jadi wacara yang berkembang dri hulu ke hilir. Expert kontra bahwa selama di sini. produsen rokok melalui perkerjaan melinting tembakau itu sudah banyak memberi andil kesejahteraan para pekerja. 

Sisi yang lain, tembakau juga merupakan komoditas andalan yang selama indonesia menopang geliat ekonomi yang tidak bisa dipungkiri. Lantas, sejauh ini bagaimana regulasi terkait hal ini dapat lebih sedikit meredam perdebatan?. 

Mari kita telisik jauh lanjut PP NUMBER 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan, dikhususkan di dalam aturan periklanan produk rokok, penyertaan larangan sekaligus pesan bergambar bahaya rokok Gaya Presiden RI Number 39 Tahun 2014 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan di Aspek Penanaman Modal yang berikutnya ditindak lanjuti Peraturan Menteri Perindustrian No 64/M-IND/PER/7/2014 atas Pengawasan dan Pengendalian Pekerjaan Industri Rokok, Peraturan Menteri Keuangan No 205/PMK. 011/2014 tentang Jo Peraturan Menteri Keuangan Nomor 179/PMK. 011/2012 tentang Tarif Cukai Keuntungan Tembakau. 

Perkemendikbud number sixty four tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kawasan Sekolah Dari sekian gaya berlapis, nyatanya belum bisa meredam penyebaran asap rokok baik berdasarkan lokasi ataupun kriteria umur. Bahkan Nyaris disemua daerah, berlaku perda kawasan anti rokok. Tetapi sejauh ini sudah patut efektifkah? Semoga peraturan wilayah tersebut dibuat bukan bagi dilanggar. Baru-baru ini, Kementrian kesehatan meluncurkan iklan servis masyarakat yang bertajuk suara hati anak. Semoga bisa membawa dampak signifikan berbisnis kesadaran para perokok dengan bijaksana. Belakangan melalui class waspada Gangguan Tiroid yang digelar oleh Kementrin Kesehatan rokok juga menjadi dorongan gangguan hormon tiroid yang berakibat pada gangguan kesehatan secara psikis. gangguan tiroid, oleh masyarakat awam hampir sering disebut juga dengan gondok. Tidak saja gejala fisik yang terlihat. Salah 1 pemicunya disebabkan karena rokok juga. 

Kandungan sianida dalam asap rokok menjadi racun yang berakibat ketidakseimbangan junk. Akibatnya penderita gangguan tiroid mengalami ketidakseimbangan emosi, sensitif dan cenderung meledak-ledak. Efeknya akan meningkat akan berlangsung pada ibu hamil serta anak-anak. Hingga bisa mengakibatkan bayi yang lahir Dummkopf (fisik dan mental yang tidak sempurna).

Salam