Tampilkan postingan dengan label Pijay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pijay. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 April 2017

Terkesan Asal Jadi, Warga Trienggadeng Keluhkan Mutu Rumah Dhuafa

MEUREUDU - Martonis (49) selaku penerima manfaat rumah dhuafa di Gampong Mee Peuduek, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya (Pijay) mengeluhkan mutu rumah bantuan dhuafa yang dibangun 2016 lalu dengan kualitas asal jadi.

"Plasteran dinding rumah tidak rata, kosen kamar mandi tidak ada sehingga engsel pintu disangkut pada dinding jadi mudah copot,"sebut Martonis, Senin (17/4/2017).

Selain itu, kata ayah enam anak itu, loteng (plafon) dari triplek dipasang dengan banyak sambungan sehingga terkesan kurang rapi.

Demikin juga kayu profil dengan banyak sambungan. Padahal rumah bantuan serupa di Pijay yang dibangun pada program 2016 lalu rata-rata dengan kondisi lebih sempurna.

M Yusuf Mahmud, di Dusun Bakti Gmpong Bate Puteh, Kecamatan Langsa Lama, berharap rumah gubuknya itu bisa tergantikan dengan bantuan rumah duafa pemerintah.

Sabtu, 04 Maret 2017

Kodim Pidie Bangun 14 Unit Rumah Layak Huni di Pidie dan Pijay

SIGLI - Kodim 0102/Pidie membangun 14 unit rumah layak huni yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin Lanjut Usia (Lansia) di dua Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya pada programkerjasama Kodam Iskandar Muda (IM) dengan Kementerian Sosial RI dalam wilayah Kodim 0102/Pidie Tahun Anggaran 2017.

Ke-14 pembangunan rumah layak huni Lansia itu masing-masing di Kabupten Pidie dengan jumlah delapan unit yang tersebar di Kecamatan Padang Tiji satu unit, Indra Jaya satu unit, Mutiara Barat dua unit, Glumpang Tiga satu unit, dan Batee dua unit. Sementara di Kabupaten Pidie Jaya, hanya enam unit yang disebar di Kecamatan Bandarbaru empat unit, dan Kecamatan Meurah Dua dua unit.
"Ke-14 unit rumah layak huni yang diperuntukkan bagi Lansia miskin pada tahun ini diperkirakan rampung dalam tempo sepuluh hari dengan melibatkan sebanyak 50 personel TNI dari jajaran Kodim 0102/Pidie,"sebut Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Usik Samwa Parana Minggu (5/3/2017) setelah prosesi peletakan batu pertama di Gampong Dayah Syaref, Mutiara, Pidie .

Pembedahan rumah Lansia ini mencakupi seluruh fisik bangunan berupa dinding papan, lantai semen, atap seng serta dilengkapi Mandi Cuci Kakus (MCK). Diperkirakan masih ada 30 unit lagi pembangunan rumah Lansia ini dibangun kembali setelah dilakukan pendataan lebih lanjut yang direncanakan pada program tahun berikutnya.
"Program ini sebagai wujud nyata kontribusi TNI dalam mensejahterakan rakyat miskin,"jelasnya.

Sabtu, 25 Februari 2017

Warga Pijay Kembali Tersentak Diayun Gempa

MEUREUDU - Menyusul terjadinya gempa bumi, Sabtu (25/2) sekitar pukul 15.20 WIB, warga Pidie Jaya (Pijay) kembali tersentak.

Mereka yang berada dalam rumah, pertokoan atau sejenisnya berhamburan keluar untuk menghindari hal-hal yang tak diingini.

Kendati guncangannya tidak seberapa dan berlangsung dalam waktu relatif singkat (hanya beberapa detik), namun cukup membuat warga terkejut.

Terlebih lagi mereka yang saat kejadian kebetulan sedang dalam pertokoan atau rumah berkontruksi permanen serta bertingkat.

Begitu merasakan guncangan, spontan terkejut dan berucap, “gempa, gempa,” ucap sejumlah warga sambil berlarian keluar.

Setelah kondisinya terlihat aman, warga pun kembali beraktivitas, walau sebagian mereka kelihatan agak pucat dan trauma.

Sebagian warga yang tadinya baik di ibukota kecamatan, di perjalanan atau sedang duduk-duduk sesama teman bergegas pulang ke rumah untuk mencari tahu kondisi yang dialami pasca gempa.

“Tadi saya bergegas pulang dan Alhamdulillah, suasana aman-aman saja,” kata Yunus seorang warga Muaradua.

Ratusan Bidan Dinkes Pijay yang sedang melaksanakan sebuah acara di lantai dasar kantor bupati setempat, juga berlarian ke pintu keluar.

Tak ayal sebagian mereka sempat terbentur sesama karena berebutan keluar. Menyadari suasana kembali normal, mereka pun kembali masuk.

Hasil penelusuran ke sejumlah kawasan termasuk mencari tahu pada beberapa sumber seperti di Meureudu, Meurahdua, dan Ulim, pasca gempa tidak ditemui korban jiwa serta bangunan yang roboh.

Di sejumlah warung kopi warga masih membicarakan gempa yang baru saja terjadi.

Selasa, 07 Februari 2017

Warga Bireun Meninggal Akibat Kecelakaan di Pidie Jaya

MEUREUDU - Insiden Kecalakaan Lalulintas (Lakalantas) di Gampong Reudeup, Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya (Pijay) merengut nyawa warga Kabupaten Bireun, NR binti H Syeh (50). Warga Gampong Tingkem Manyang, Kecamatan Kuta Blang itu menghembuskan nafas terakhir akibat sepeda motor yang dikendarainya bersenggolan dengan sepeda motor jenis honda Beat, Selasa (7/2) sekira pukul 12.30 WIB.

Kapolres Pidie, AKBP M Ali Kadhafi SIK melalui Kapolsek Panteraja, Iptu Mahyuddin, Rabu (8/2/2017) mengatakan, insiden kecelakaan lalulintas hingga berujung merengut korban jiwa itu terjadi persis di ruas jalan nasionl Banda Aceh – Medan, tepatnya di Gampong Reudep Kecamatan Panteraja, Pidie Jaya.

Kecelakaan melibatkan Sepmor jenis honda beat, BL 3730 LAP bersenggolan dengan Sepmor sejenis B 4714 TFS, Selasa (07/02) sekira pukul12.30 WIB. Kedua kendaraan ini melaju dari satu arah.
"Sepmor Beat BL 3730 LAP yang dikendarai oleh NR binti Syeh ( 50) Warga Gampong Tingkem Manyang, Kecamatan Kuta Blang, Bireuen yang berboncengan dengan INS (20) bersenggolan dengan Sepmor sejenis, B 4714 TFS yang dikendarai oleh M Y bin Raman (59) warga Gampong Reudep, Panteraja, Pijay,"sebut Iptu Mahyuddin.

Ekses dari lakalantas itu,  pengemudi Sepmor BL 3730 LAP, NR bin H Syeh (50) meninggal dunia ditempat kejadian perkara akibat berbenturan dengan badan jalan hingga mengalami luka dan pendarahan hebat sehingga, nyawanya tak tertolong. Sementara pengedara Sepmor,  B 4714 TFS yang dikendarai oleh M Y bin Raman (59), hanya mengalami luka lecet dibagian lengan kanan.

Jumat, 03 Februari 2017

Pemkab Pidie Jaya Bangun Jembatan Rangka Baja di Lhok Duek

MEUREUDU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya (Pijay) membangun jembatan rangka baja atau Bailey di Gampong Lhok Duek, Kecamatan Bandarbaru karena jembatan gantung yang telah berusia puluhan tahun ini kondisinya tak layak lagi.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pijay, Rizal Fikar ST Jumat (3/2/2017) mengatakan, pembangunan jembatan rangka baja di pedalaman Kecamatan Bandarbaru itu guna mendukung akses kelancaran mobilisasi bagi ribuan warga di lima gampong. "Terutama warga Gampong Lhok Duek, Cubo, Blang Baro, Alue Mirah, dan Jinjiem,"ujarnya.

Dijelaskan‎, selama puluhan tahun, ribuan warga terpaksa melintasi akses jembatan gantung sepanjang 70 meter yang menyeberangi sungai Krueng Cubo dengan kondisi memprihatinkan.
Sehingga dengan dasar pertimbangan itulah, Pemkab pada 2016 lalu mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Rp 10 miliar untuk membangun akses penyeberangan bagi warga dipedalaman kecamatan paling barat di Pijay itu.


Ditargetkan jembatan itu rampung pada Maret 2017 setelah melalui proses Adendum (Perpajangan masa kerja) dan pihak dinas mengharapkan kepada rekanan pelaksana dapat menyelesaikan tepat waktu‎.


Jumat, 20 Januari 2017

Enam Gampong di Bandarbaru Tergenang

MEUREUDU - Akibat hujan deras sepanjang Jumat (20/1) malam serta luapan sungai Krueng Putu, Kecamatan Bandarbaru, Pidie Jaya, sebanyak enam gampong di kecamatan setempat tergenang air luapan sungai.


Sekira pukul 21.30 WIB malam telah menyebabkan enam gampong, tiga sekolah, dan dua kantor tergenang air setinggi 25 sampai 40 Cm. Meski tidak ada korban jiwa dan harta benda, hingga saat ini air secara perlahan-lahan telah mulai surut sejak Sabtu (21/1/2017) dini hari pukul 03.00 WIB.

Keenam gampong yang tergenang diantaranya Gampong Ara, Udeung, Baroh Cot, Sagoe Langgien, Keudee Lueng Putu, dan Cut Langgien.

Sementara dua kantor yang ikut tergenang yaitu Polsek Bandarbaru, dan Koramil Bandarbaru. Selebihnya, tiga kompleks pendidikan atau sekolah yang ikut terendam yaitu SMPN 1 Bandarbaru, SMAN 1 Bandarbaru, dan Dayah Jeumala Amal.

Selasa, 27 Desember 2016

Aneh, Pasca Gempa Mesjid di Aceh Ini Tidak bisa di robohkan alat Berat

Kondisi Masjid Paru di Desa Paru Keude, Kec. Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya - Aceh Pasca gempa

Pidie Jaya –Masjid Paru atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Krak Aceh bikin geger warga Pidie Jaya Aceh, Pasalnya masjid yang terletak di Desa Paru Keude, Kec. Bandar Baru Kab. Pidie Jaya, aceh itu tidak dapat dirobohkan oleh alat berat sekalipun.

Gempa yang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada 7 Desember 2016 lalu telah membuat bangunan masjid rusak berat, beberapa tiang penyangga masjid  patah dan bagian atas bangunan bergeser parah sehingga bangunan Masjid tidak dapat digunakan untuk beribadah lagi.

Hal itu membuat warga dan pemerintah desa setapat mengambil keputusan untuk merubuhkan Masjid ini dengan mendatangkan alat berat pada Minggu (25/12/2016).

Ibrahim warga paru menerangkan, Kejadian aneh terjadi ketika Beko menyentuh bangunan tiba tiba alat berat itu mati dan mengepulkan asap dari bagian mesinnya.

Tak putus asa, warga kembali mendatangkan 2 unit alat berat lain, Selasa (27/12/2016) tapi  lagi lagi keanehan terjadi karena kedua Becho itu tiba tiba rusak dan  beberapa gigi becho rontok saat menggeruk bangunan Masjid.

Pasca kejadian, salah seorang operator alat berat bernama Zainal Abidin dirawat di Rumah Sakit Chiek ditiro Sigli Aceh, ia mengalami sakit dan bengkak pada wajahnya.

Pimpinan Pondok pesantren Darussa’dah, Ustadz Waled Sanusi mengaku bermimpi  dan diwasiatkan agar Masjid Paru tidak boleh dirobohkan. ia kemudian menceritakan mimpinya ke aparat desa dan warga Paru dan menyarankan agar tidak membongkar Masjid sesuai wasiat dalam mimpinya.

Aparat desa dan warga kemudian menggelar Musyawarah, disepakati Masjid Paru tidak dirobohkan dan akan dipagar, selanjutnya disepakati pembangun Masjid baru disampingnya.

Desa Paru merupakan salah satu daerah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa, tercatat 80 unit rumah Roboh atau rusak total. dan hingga saat ini warga masih mengungsi dan tidur ditenda-tenda di halaman masjid Paru.