Tampilkan postingan dengan label Kristenisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kristenisasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Oktober 2016

Kunjungan Tokoh Yahudi AS ke Aceh Kucing-Kucingan, Aparat Kecolongan?

Muzakir Manaf menyerahkan bendera bintang bulan kepada Rabbi Yahudi, Mr David (kiri Mualem), Selasa (25/10).
BANDA ACEH | BN – Kunjungan Tokoh Yahudi Amerika Serikat, Rabbi David N. Saperstein yang menjabat Dubes AS untuk Kebebasan Beragama Internasional ke Aceh, melalui Bandara Internasioan Sultan Iskandar Muda, Senin 24 Oktober 2016 sekitar Pukul 21.00 WIB benar-benar sangat rahasia dan condong kucing-kucingan, kok bisa ya?.
Jadwal keberangkatan Rabbi Yahudi, Mr David Saperstein. [Ist]
“Kami belum ada informasi, belum tahu, biasanya bila ada tamu apalagi setingkat dubes pasti kami tahu,” ujar seorang pejabat pemerintahan Aceh, Senin, 24 Oktober 2016 malam.
Sumber lain dari pihak aparat kepolisian di Aceh juga mengaku hal yang sama. Hingga kedatangan tokoh Yahudi itu ke Aceh, mulai surat pemberitahuan hingga permintaan pengamanan pun tidak masuk ke institusi polisi di Aceh.
“Biasanya kalau ada kedatangan seperti itu pasti ada surat pemeberitahuan dan permohonan pengamanan,” ujar sumber dari kepolisian.
Bukan saja saat kedatangan, menjelang kepulangan ke Jakarta, Mr David Saperstein itu tetap main sembunyi-sembunyi.
Dari informasi diperoleh Bongkarnews.com, Rabu, 26 Oktober 2016, jadwal kepulangan Dubes AS urusan kebebasan beragama pada Rabu, 26 Oktober 2016 melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh, sebelumnya menggunakan pesawat Garuda GA 147, namun anehnya dia lebih memilih memesan pesawat kelas ekonomi seperti Lion Air.
“Pada saat awalnya sampai tokoh Yahudi tersebut memesan tiket ekonomi, agar tidak diketahui oleh siapapun termasuk petugas bandara pada saat sampai ke Aceh,” ujar sumber di Bandara SIM Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh.
“Kita sangat menyesalkan, kedatangan dia ke Aceh dimanfaatkan untuk kepentingan politik seperti penyerahan bendera bulan bintang,” ujar mantan Pangdam IM, Mayjen [Purn] Supiadin AS melalui Medsos, Selasa malam.

Senin, 17 Oktober 2016

Soal Polemik Logo, Ini Kata Rektor UIN Ar-Raniry

BANDA ACEH - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, angkat bicara terkait polemik logo UIN pemenang sayembara yang menuai kritikan banyak kalangan baru-baru ini.
Senin (17/10/2016), Farid mengatakan, dirinya menghormati semua pihak yang memberi kritikan dan saran terkait logo karya Fandy Diadline yang telah dinobatkan sebagai juara satu itu.
"Orang yang berdebat kita hargai, ini bentuk kepedulian bagi kampus kita, perhatian publik dan masyrakat kepada kampus kita," kata Farid.

Ia mengatakan, pihaknya cukup peka terhadap semua kritikan dan masukan, terkait logo baru--juara sayembara--kampus yang ia pimpin tersebut.
Terkait ikhwal tersebut, Farid mengatakan, soal logo belum final dan belum diputuskan. Artinya, logo tersebut tidak langsung akan dipakai menjadi logo terbaru kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
"Ini masih lama prosesnya, besok hanya diumumkan dan pemberian hadiah kepada pemenang. Nanti (logo itu) akan dimodifikasi sesuai keinginan kita, itu kesepakatan anggota senat dan perjanjian yang diteken pemenang," pungkas Farid.
Diberitakan sebelumnya, logo UIN Ar-Raniry hasil sayembara yang dilakukan kampus itu beberapa waktu lalu, menuai kritikan dari netizen dan beberapa kalangan.
Pasalnya, logo hasil karya Fandy Diadline Widi Anugerah warga Malang, Jawa Timur yang dinobatkan sebagai juara satu, disebut- sebut sama sekali tidak mencerminkan keislaman dan keacehan. Logo yang berbentuk salip Bahkan tak mencerminkan sejarah lahirnya kampus UIN Ar-Raniry .