Calon Bupati petahana H Ruslan M Daud menyebutkan pada anggaran 2017, telah menganggarkan dana untuk pembebasan lahan dan kelanjutan pembangunan jaringan Irigasi Aneuk Gajah Rhet Peudada serta PPI Peudada.
Hal itu dikatakannya usai melantik dan mengukuhkan tim pemenangan Harus Jadi Kecamatan Peudada, Sabtu (19/11/2016) sore di Desa Pulo Ara, Peudada.
Dikatakannya, beberapa waktu lalu, Ruslan sempat bertemu dengan Menteri Pekerjaan umum di Jakarta membicarakan kelanjutan pembangunan Irigasi Aneuk Gajah Rhet, namun karena belum adanya pembebasan lahan untuk pembangunan saluran air, maka pemerintah pusat meminta agar terlebih dahulu dilakukan pembebasan lahan.
“Karena itulah, tahun ini , pada anggaran 2017, kita anggaran dana untuk pembebasan lahan kelanjutan pembangunan Irigasi Aneuk Gajah Rhet,” sebutnya.
Anggaran tersebut nantinya digunakan untuk melakukan pembebasan tanah masyarakat yang dilintasi jaringan irigasi tersebut ke areal-areal sawah petani.
Sementara perluasan PPI Peudada, sebut Ruslan, menjadi pelabuhan besar tempat berlabuh boat-boat ukuran besar dari sejumlah daerah. ika nantinya perluasan pelabuhan itu terwujud, diharapkan bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di sekitar PPI Peudada . Sebab, perputaran ekonomi sangat besar di sana, mulai dari proses bongkar muat, penjualan ikan, kebutuhan untuk melaut dan lainnya.
Sementara itu, Calon Wakil Bupati Bireuen H Djamaluddin Idris dalam sambutannya menyebutkan, hebatnya suatu negara atau daerah itu karena ada empat hal, yaitu, ilmunya para ulama, pemimpin yang meminpin dengan keadilan, dermanya orang kaya serta doanya masyarakat.
”H Ruslan M Daud sebagai bupati punya konsep berkeadilan, yang belum pernah dilakukan oleh bupati sebelumnya,” sebut Djamaluddin.
Salah seorang tokoh pemuda Peudada, Tarmizi Age pada kesempatan itu, mengatakan, dia anggota tim yang sudah dibentuk siap bekerja untuk memenangkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Petahana Nomor urut 1, yaitu H Ruslan M Daud dan H Djamaluddin Idris yang slogannya Harus Jadi.
“Kenapa kita harus mendukung Harus Jadi, supaya pembangunan di Kabupaten Bireuen berkelanjutan. Karena lebih fokus membangun dengan berkelanjutan dari yang sudah ada, dibandingkan memulainya dari awal,” kata pria yang akrab dipanggil Mukarram itu.
Sambutan yang disampaikan dengan gaya khasnya yang penuh canda, membuat suasana acara pengukuhan tim tersebut menjadi semarak.
Acara pengukuhan tim pemenangan Harus Jadi Kecamatan Peudada itu ditandai dengan peusijuek yang dilakukanTgk Ismail Yakob, Imum Chiek Masjid Baitul Azid, Kemukiman Pinto Batee Peudada.
Selain itu, penyampaian orasi dan sambutan dari Tgk Hanafiah, Tgk Zakaria Johan, Ketua Tim pemenangan Kecamatan Peudada, Ketua Tim pemenangan Harus Jadi Kabupaten, Muzakkir Zulkifli.
Acara pengukuhan dan pelantikan tim pemenangan tersebut berakhir dengan hiburan dari komedian Aceh terkenal, Joni Kapluk dan Mando Gapi.
Home
Posts filed under Proyek
Tampilkan postingan dengan label Proyek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Proyek. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 November 2016
Bupati Bireuen Akan Melanjutkan Pembangunan PPI Peudada
Kamis, 29 September 2016
Jokowi sebut proyek MRT Bundaran HI-Lebak Bulus rampung di 2019
Usai meninjau lokasi proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi di KM 13 Cibubur, Jakarta Timur, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau proyek Mass Rapid Transit (MRT) di Jalan Tanjung Karang, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Jumat (30/9). Pembangunan stasiun MRT Dukuh Atas adalah penghubung antara Stasiun MRT Lebak Bulus-HI.
Di sela-sela peninjauan, Presiden mengatakan pembangunan proyek MRT rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) hampir rampung. Diperkirakan tahun 2019 mendatang, Stasiun MRT Lebak Bulus sudah terhubung dengan Stasiun MRT Bundaran HI.
"Ini 2019 dari selatan menuju ke Bundaran HI, dari Lebak Bulus menuju HI ini insya Allah sudah selesai," ujar Presiden.
Nantinya, kata Presiden, jika pembangunan MRT selesai maka jarak dari Stasiun Lebak Bulus menuju Stasiun Bundaran HI sepanjang 15,7 km bisa ditempuh dalam waktu di bawah dari 30 menit.
"Ini selesai dan bisa ditempuh sekitar di bawah 30 menit. Sangat cepat sekali," ujarnya.
Di samping itu, Presiden juga mengatakan bahwa proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi yang masih dibangun di Cibubur, Jakarta Timur hampir rampung. Pada tahun 2018, diperkirakan pembangunan LRT tersebut sudah sampai di Cawang, Jakarta Timur.
"Tadi saya kira kita sudah liat semuanya, progressnya sangat cepat. Kita harapkan nanti 2018 sudah sampai di Cawang," urainya.
"Saya kira perkembangan seperti ini selalu saya ikuti terus ke lapangan sehingga jangan sampai pekerjaan-pekerjaan ini terlambat. Kalau terlambat ya saya harus tahu, apakah masalah pembiayaan, pendanaan atau masalah teknis atau masalah pembebasan," tuntas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Di sela-sela peninjauan, Presiden mengatakan pembangunan proyek MRT rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) hampir rampung. Diperkirakan tahun 2019 mendatang, Stasiun MRT Lebak Bulus sudah terhubung dengan Stasiun MRT Bundaran HI.
"Ini 2019 dari selatan menuju ke Bundaran HI, dari Lebak Bulus menuju HI ini insya Allah sudah selesai," ujar Presiden.
Nantinya, kata Presiden, jika pembangunan MRT selesai maka jarak dari Stasiun Lebak Bulus menuju Stasiun Bundaran HI sepanjang 15,7 km bisa ditempuh dalam waktu di bawah dari 30 menit.
"Ini selesai dan bisa ditempuh sekitar di bawah 30 menit. Sangat cepat sekali," ujarnya.
Di samping itu, Presiden juga mengatakan bahwa proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi yang masih dibangun di Cibubur, Jakarta Timur hampir rampung. Pada tahun 2018, diperkirakan pembangunan LRT tersebut sudah sampai di Cawang, Jakarta Timur.
"Tadi saya kira kita sudah liat semuanya, progressnya sangat cepat. Kita harapkan nanti 2018 sudah sampai di Cawang," urainya.
"Saya kira perkembangan seperti ini selalu saya ikuti terus ke lapangan sehingga jangan sampai pekerjaan-pekerjaan ini terlambat. Kalau terlambat ya saya harus tahu, apakah masalah pembiayaan, pendanaan atau masalah teknis atau masalah pembebasan," tuntas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
