Tampilkan postingan dengan label Bireuen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bireuen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 April 2017

Edi Obama Ketua DPC Partai Demokrat Bireuen


BIREUEN - Edi Saputra (Edi Obama) terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Bireuen. Edi terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang diselenggarakan serentak dengan 11 DPC PD lainnya, di Kantor DPD Partai Demokrat Aceh, Banda Aceh, Selasa (18/4/2017).

Direktur Obama Market ini terpilih sebagai ketua DPC PD Bireuen, setelah dua rivalnya, Zulfikar Jufri Alba dan Jasman Rani mengurungkan niatnya maju pada Muscab yang dihadiri Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP-PD) Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo.
Turut hadir pada Muscab, Wakil Sekjen DPP-PD Teuku Riefky Harsya, anggota DPR-RI Muslim dan sejumlah fungsionaris Partai Demokrat lainnya.

Acara Muscab ini sendiri dibuka secara resmi oleh Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Ir. H. Nova Iriansyah Nurdin MT, yang merupakan Wakil Gubernur Aceh terpilih Untuk periode 2017-2022.

Menurut pria berkacamata yang memiliki wawasan dan pergaulan luas di berbagai kalangan itu mengatakan, awalnya Zulfikar Jufri Alba dan Jasman Rani sudah menyatakan tekad maju sebagai calon Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bireuen. Namun, pada saat Muscab, keduanya batal mencalonkan diri.

"Benar, pak Zulfikar dan pak Jasman mengurungkan niatnya maju sebagai calon ketua saat Muscab. Alhamdulillah keduanya memberi dukungan kepada saya, dan saya siap bekerjasama untuk membesarkan partai," kata Edi Obama.

Politisi muda Bireuen ini menuturkan, dirinya tidak  dapat berbuat apa-apa tanpa dukungan dari rekan-rekan pengurus partai. "Saya tidak ada apa-apanya tanpa dukungan dari kawan-kawan. Saya mengajak segenap pengurus dan kader Partai Demokrat Bireuen untuk sama-sama membesarkan partai, " ujar pengusaha muda itu merendah.

Dikarenakan partai butuh orang yang mampu membesarkan partai, maka mereka menilai pak Edi adalah orang yang tepat. “Apalagi beliau kontribusinya untuk partai sangat besar," kata Zulfikar yang diiyakan Jasman Rani.

Edi Obama yang juga Ketua PMI Bireuen, mengawali karier politiknya sebagai anggota Partai Demokrat Kabupaten Bireuen. Meskipun terbilang muda, tapi telah sukses mengukir prestasi. Lihat saja, walaupun baru bergabung dalam partai Demokrat, Edi sudah dipercaya menjadi Ketua Tim Pemenangan Internal Partai Demokrat Bireuen untuk memimpin rekan rekannya dalam memenangkan pasangan Irwandi -Nova pada Pilkada Gubernur-Wakil Gubernur Aceh 2017, Edi Obama yang juga Sekretaris Sekber Irwandi-Nova Kabupaten Bireuen, telah bekerja keras bersama rekan-rekannya memenangkan pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Aceh Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah yang diusung Partai Demokrat.

Ini membuktikan bahwa Edi Obama patut diperhitungkan dalam dunia perpolitikan, baik daerah, maupun nasional sekalipun.

Pengusaha muda yang baru-baru ini memperoleh penghargaan 'Sahabat PWI' dikarenakan hubungan baiknya dengan insan pers, juga mampu bekerjasama dengan tim dan rekan-rekannya dalam membesarkan partai.

“Dengan dipercayakannya saya sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Bireuen, saya akan bekerja dengan baik dan akan selalu berkoordinasi dengan rekan-rekan pengurus partai, baik tingkat DPC, DPD, dan DPP Partai Demokrat, serta masyarakat dalam mempersiapkan kader-kader terbaik partai,” ujar Pemilik Swalayan Obama Market Matang Glumpangdua ini.

Pengusaha muda ini juga berharap agar masyarakat dan pengurus partai dapat bersama-sama memberikan dukungan penuh kepada dirinya, untuk membesarkan Partai Demokrat kearah yang lebih baik.

Sabtu, 15 April 2017

Sekcam Kutablang Harapkan Pemkab Bireuen Segera Bangun Rumah Warga Gle Putoh yang Tertimpa Pohon


Sekcam Kutablang Mukhsen S, Ag dengan sigap langsung turun ke lokasi di Desa Glee Putoh Kecamatan Kutabalang saat mendapat laporan dari masyarakat ada rumah warga yang tertimpa pohon, Sabtu(15/4/2017).

Mukhsen menyebutkan, rumah milik Bukhari Yahya (39) yang sehari-harinya sebagai tukang bangunan dan istrinya Anidar (37) guru mengaji  itu rusak parah akibat tertimpa pohon.

Dikatakannya, kejadian naas tersebut terjadi sekira pukul 7. 30 Wib, tiba-tiba sebuah pohon mancang yang sudah tua dan akarnya lemah menimpa rumah warga miskin tersebut.

“Beruntung pemilik rumah berhasil menyekoralamatkan diri ke luar rumah setelah mendengarkan suara runtuhan pohon akan roboh,” ungkap Mukhsen.

Dikatakannya, akibta peristiwa itu, anak pasangan tersebut bernama Nurul Fajri (16) mengalami lecet ringan terkena serpihan runtuhan rumah, kemudian dilarikan ke pukesmas untuk medapatkan perawatan medis.

“Warga setempat mulai berdatangan untuk membantu membersihkan dan memotong pohon yang menimpa rumah warga itu, bantuan masa panik juga mulai disalurkan oleh dinas terkait,” jelas Sekcam Kutablang itu.

Mukhsen sangat mengharap bantuan rumah layak huni dari Pemeritah Kabupaten Bireuen untuk segera dibangun, mengingat rumah tersebut sangat dibutuhkan.

“Apalagi selama ini rumah tersebut digunakan sebagai tempat pengajian anak-anak,” pungkasnya.

Jumat, 07 April 2017

Saat Umrah Hati Harus Bersih, Jangan Sibuk Selfie, itu Riya


BIREUEN - Pimpinan Dayah Harapan Umat Arongan, Kabupaten Bireuen,Teungku Luthfi Sofyan Arongan atau akrab disapa Ayah Panti mengingatkan jamah haji atau umrah, saat melaksanakan ibadah jangan disibukkan dengan selfie atau foto narsis."Dewasa ini masyarakat kita untuk mengabadikan gambar diri sendiri atau yang biasa disebut selfie pada momen-momen tertentu sudah menjadi lumrah dan ngetren saat ini. Tidak terkecuali di Haramain, dua Tanah Suci umat Islam yaitu Makkah dan Madinah," ujar Ayah Panti.

Beliau menyebutkan saat ini banyak jamaah haji maupun umrah yang ber- selfie di tempat-tempat, waktu dan kondisi tertentu. " Selfie memang tidak dilarang, namun melakukan selfie seenaknya di Tanah Suci bukan tindakan bijak mengingat Haramain merupakan tanah sakaral bagi umat Islam, jadi hendaknya jamaah haji mempertimbangkan beberapa hal sebelum ber-selfie di Haramain," imbaunya kepada jamaah yang akan umrah bersamanya.

Ayah Panti menjelaskan Allah SWT memerintahkan manusia sebagai jamaah umrah agar menunaikan ibadah itu tanpa riya atau memamerkannya kepada orang lain. "Walaupun esensial riya' itu patronnya dalam hati kita masing-masing, namun kita tidak membuka jalan ke arah riya' tersebut," ucap kandidat master komunikasi IAIN Malikussaleh Lhokseumawe.
"Kita harus merenungkan diri kita masing-masing dengan sebuah pesan baginda Nabi ketika tiba di Miqat, Rasulullah Saw bersabda: “Allah memerintahkan ibadah haji dilakukan tanpa riya’ dan tidak dipublikasikan kepada publik," katanya.
Beliau menambahkan bahwa sabda Rasulullah SAw itu disampaikan ketika beliau tiba di Miqat diikuti dengan tindakan dan praktik membersihkan rohani.

“Budaya sebagian jamaah haji dan umrah sekarang gemar mengambil gambar (selfie) ketika tiba di Miqat. Tidak hanya itu, mereka juga mengambil gambar saat melakukan tawaf, saat bermalam di Padang Arafah dan saat melempar jumrah,” kata sang pelopor RTA itu.
Hendaknya jika yang ingin melakukan perjalanan umrah atau berangkat ke Makkah tidak hanya mengingat soal selfie atau belanja melainkan fokus juga untuk beribadah.

"Bek di gampong galak selfie-selfie , jeut ta kubah HP siat wate ka u Tanah Haramain. Bek le gadoeh dengon selfie , tapi fokuskan beribadah. (Waktu di kampung gemar selfie-selfie, sudah waktunya menyimpan HP sebentar kalau sudah sampai ke Tanah Suci. Jangan lagi disibukkan dengan
selfie, " pesan Ayah Panti.
Ayah Panti mengingatkan, jamaah telah menghabiskan waktu dan belanja serta meninggalkan keluarga dan umat di daerah masing-masing, selayaknya jamaah di sana pergunakan waktu dan fokus beribadah dalam menggapai mardhatillah di tempat yang paling mulia di dunia.

Mencoba Peruntungan Melalui Jasa Angkutan Boat di Krueng Tingkeum

Pengoperasian boat di Krueng Tingkeum sejak jembatan rangka baja tersebut ditutup total dan dibongkar, tentu saja sangat membantu warga sekitar jembatan kutablang tersebut.

Karena, jika memutar arah melalui jalur alternatif, maka kana makan waktu yang lebih lama dan jauh. Karena itu, satu-sdatunya cara yang cepat untuk sampai tujuan. Konsekwensinya tentu saja mereka harus mengeluarkan duit tambahan untuk ongkos menumpang boat atau perahu.

Meski, sebagian diantara mereka sempat mengeluhkan besaran tarif yang ditetapkan dan meminta Pemerintah Kabupaten Bireuen menyediakan rakit penyeberangan gratis. Tapi sebagian yang lain tak merasa keberatan.

Salah seorang warga sekitar Jembatan Kutablang, Mukhlis Munir yang mencoba peruntungan jasa transportasi penyeberangan di Krueng Tingkeum, Jumat (7/4/2017) sore menyebutkan,  dia mengoperasikan dua buah boat untuk mengangkut penumpang dan motor. Boat tersebut merupakan boat sewaan yang digunakan untuk mengangkut penumpang.

Satu boat muat, 6 motor  ditambah dengan 10 orang penumpang. Sementara yang satunya lagi muat 10 motor ditambah 15 orang penumpang.

“Tarif yang dikenakan untuk motor  200cc ke bawah Rp 5000 per unit plus satu orang. Sementara  untuk  motor 200 cc ke atas, ongkosnya Rp  8000 ditambah satu orang. Khusus vixion Rp7000 per unit dan satu orang penumpang,” rincinya

Untuk ongkos penumpang orang dewasa, katanya, dia mematok Rp 3000 per orang, namun kebanyakan penumpang boat hanya membayar Rp 2000. “Tapi kita tak persoalkan meski dibayar segitu, karena mereka merupakan pelanggan tetap,” sebutnya.

Sementara untuk  anak sekolah, tarif boat yang dikenakan hanya Rp 1000 saja, tapi jika ada anak yang tak punya uang untuk ongkos membayar gethek, maka  digratiskan.

Boat tersebut mulai beroperasi dari pukul  6.30 -18.30 Wib. Dilanjutkan pengoperasiaannya pada malam hari mulai pukul 19.00- 23.00 Wib.

Siswa kelas 1 SMP Dayah Arongan Hilang


Kasyandy (13) siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dayah Arongan, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen dikabarkan hilang.

Korban yang tinggal di asrama dayah tersebut diinformasikan sudah menghilang dari dayah sejak Kamis (30/3/2017) dan baru diketahui oleh pihak keluarga pada Rabu (5/4/2017).

Korban memiliki ciri – ciri, memiliki kulit sawo matang, tinngi badan 155 dan rambut lurus. Diperkirakan memakai baju berwana Biru corak coklat (seperti pada foto) dan dipastikan tidak membawa pakaian lain saat hilang.

Anak bungsu dari tiga bersaudara ini merupakan putra dari pasangan Kalim (41) dan Itawari (40), warga Desa Balang Rakal, Kecamatan Pinto Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Korban sudah tinggal di Dayah Arongan sejak pertama masuk sekolah.

Bagi yang menemukan atau mengetahui tentang keberadaan korban, mohon bisa menghubungi pihak berwajib ataupun redaksi. Bisa juga menghubungi kakak kandung korban, Mardiana ke nomor handphone : 082362424619

Kamis, 06 April 2017

Pemadaman Listrik Bergilir, Penjualan Genset di Bireuen Laris Manis

Ternyata tidak semua lapisan masyarakat merugi akibat pemadaman listrik bergilir oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kabupaten Bireuen.

Sebagian besar pedagang genset di jalan T Panglima Polem (Jalan Andalas) Bireuen justru menuai keuntungan akibat sering terjadinya pemadaman arus listrik dari PLN secara bergiliran selama tiga jam lebih bahkan pemadaman dilakukan sampai 11 jam lamanya.

Pasalnya penjualan mesin genset di beberapa toko sparepark di kawasan itu, melonjak sejak sepekan ini.

Salah satu pekerja di toko sparepark yang menyediakan mesin genset di kawasan Jalan Panglima Polem/Andalas Bireuen mengaku, selama terjadinya pemadaman arus listrik bergiliran, permintaan mesin genset sangat tinggi.

“Di toko tempat saya berkerja berhasil menjual 5 hingga 7 unit genet berbagai merek dalam sehari. Harganya bervariasi sesuai dengan merek dan kapasitas genset,” ujarnya kepada KoranBireuen, saat ditemui di tokonya, Kamis (6/4/2017) sore.

Namun, lanjutnya, para pedagang tidak melakukan aji mumpung dengan menaikkan harga pembangkit listrik mini tersebut, meski terdapat lonjakan permintaan.

Sementara itu, Mulyadi, warga Kota Juang, saat sedang membeli genset, kepada KoranBireuen mengaku lebih memilih mengeluarkan uang untuk genset daripada harus menggerutu dalam kegelapan.

“Pihak PLN melakukan pemadaman secara tiba-tiba, dan tidak jelas berapa lama diberlakukan lagi. Kadang-kadang pemadaman bergilir selama tiga jam, bahkan sampai 10 jam lamanya belum juga di nyalakan. Ketimbang gelap-gelapan, mending membeli mesin genset,” jelasnya .

Tersangka Diamuk Massa di Bireuen, Juga Lakukan Pencurian di Takengon

BIREUEN - Setelah diamankan usai diamuk massa di Bireuen atas dugaan pencurian, M Is (32), warga Kecamatan Bies Baru, Aceh Tengah ini juga terlibat hal yang sama di kawasan Takengon. itu dikatakan Kapolres Bireuen AKBP Heru Novianto pada konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis (6/4/2017).
Menurutnya, setelah kejadian di Bireuen, pihaknya telah menerima laporan pencurian di empat titik di kawasan Takengon, Aceh Tengah dengan memanfaatkan keluarganya sendiri. Di Bireuen sendiri, selain tersangka M Is (32), dirinya juga melibatkan Has (27) dan dua anaknya. Lalu Ham (37), kakak M Is serta dua anak Ham.

Ketujuh warga asal Kecamatan Bies Baru, Aceh Tengah ini masih satu keluarga dengan berpura-pura membeli makanan di kios. Kronologis kejadian di Bireuen sendiri, berawal terjadi saat tersangka yang menumpangi minibus Carry merah BL 475 GD, dikejar warga.

“Karena takut tertangkap saat pengejaran setelah turun di sebuah kios, tersangka M Is tancap gas. Akibat terburu-buru dan hilang kendali, mobilnya bertabrakan dengan satu unit mobil jenis Jazz di simpang Adam Batre, Bireuen."

Saat itulah, tambah Heru, mobilnya berhenti, kemudian warga langsung mengerubuti sehingga terjadi pemukulan terhadap tersangka. Saat pengejaran yang dilakukan warga, sebagian sempat menyoraki, kalau tersangka itu penculik anak, apa lagi didalam mobil tersangka tersendiri ada anak-anak.

Beruntung tersangka dan mobilnya berhasil diamankan, setelah anggota dari Polsek Kota Juang langsung ke lokasi, karena massa sudah cukup banyak.
“Terkait pencurian yang dilakukan di Bireuen dan laporan dari Takengon sendiri hingga kini masih kita dalami. Ketiganya hingga kini masih ditahan di Polres Bireuen untuk pengusutan lebih lanjut,” kata Kapolres Bireuen.

Tersangka M Is (32) dan Has (33), Ham (37) warga Bies Baru, Kabupaten Aceh Tengah, saat akan digelarnya konferensi pers, di Mapolres setempat, Kamis (6/4/2017).