Tampilkan postingan dengan label penculikan anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penculikan anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 April 2017

Siswa kelas 1 SMP Dayah Arongan Hilang


Kasyandy (13) siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dayah Arongan, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen dikabarkan hilang.

Korban yang tinggal di asrama dayah tersebut diinformasikan sudah menghilang dari dayah sejak Kamis (30/3/2017) dan baru diketahui oleh pihak keluarga pada Rabu (5/4/2017).

Korban memiliki ciri – ciri, memiliki kulit sawo matang, tinngi badan 155 dan rambut lurus. Diperkirakan memakai baju berwana Biru corak coklat (seperti pada foto) dan dipastikan tidak membawa pakaian lain saat hilang.

Anak bungsu dari tiga bersaudara ini merupakan putra dari pasangan Kalim (41) dan Itawari (40), warga Desa Balang Rakal, Kecamatan Pinto Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah. Korban sudah tinggal di Dayah Arongan sejak pertama masuk sekolah.

Bagi yang menemukan atau mengetahui tentang keberadaan korban, mohon bisa menghubungi pihak berwajib ataupun redaksi. Bisa juga menghubungi kakak kandung korban, Mardiana ke nomor handphone : 082362424619

Kamis, 06 April 2017

Tersangka Diamuk Massa di Bireuen, Juga Lakukan Pencurian di Takengon

BIREUEN - Setelah diamankan usai diamuk massa di Bireuen atas dugaan pencurian, M Is (32), warga Kecamatan Bies Baru, Aceh Tengah ini juga terlibat hal yang sama di kawasan Takengon. itu dikatakan Kapolres Bireuen AKBP Heru Novianto pada konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis (6/4/2017).
Menurutnya, setelah kejadian di Bireuen, pihaknya telah menerima laporan pencurian di empat titik di kawasan Takengon, Aceh Tengah dengan memanfaatkan keluarganya sendiri. Di Bireuen sendiri, selain tersangka M Is (32), dirinya juga melibatkan Has (27) dan dua anaknya. Lalu Ham (37), kakak M Is serta dua anak Ham.

Ketujuh warga asal Kecamatan Bies Baru, Aceh Tengah ini masih satu keluarga dengan berpura-pura membeli makanan di kios. Kronologis kejadian di Bireuen sendiri, berawal terjadi saat tersangka yang menumpangi minibus Carry merah BL 475 GD, dikejar warga.

“Karena takut tertangkap saat pengejaran setelah turun di sebuah kios, tersangka M Is tancap gas. Akibat terburu-buru dan hilang kendali, mobilnya bertabrakan dengan satu unit mobil jenis Jazz di simpang Adam Batre, Bireuen."

Saat itulah, tambah Heru, mobilnya berhenti, kemudian warga langsung mengerubuti sehingga terjadi pemukulan terhadap tersangka. Saat pengejaran yang dilakukan warga, sebagian sempat menyoraki, kalau tersangka itu penculik anak, apa lagi didalam mobil tersangka tersendiri ada anak-anak.

Beruntung tersangka dan mobilnya berhasil diamankan, setelah anggota dari Polsek Kota Juang langsung ke lokasi, karena massa sudah cukup banyak.
“Terkait pencurian yang dilakukan di Bireuen dan laporan dari Takengon sendiri hingga kini masih kita dalami. Ketiganya hingga kini masih ditahan di Polres Bireuen untuk pengusutan lebih lanjut,” kata Kapolres Bireuen.

Tersangka M Is (32) dan Has (33), Ham (37) warga Bies Baru, Kabupaten Aceh Tengah, saat akan digelarnya konferensi pers, di Mapolres setempat, Kamis (6/4/2017).

Rabu, 05 April 2017

Kronologis Yang Sebenarnya Tentang Isu Penculikan Anak di Bireuen


BIREUEN - Isu penculikan anak kembali membuat orang tak bersalah menjadi sasaran amuk massa. Korban kali ini adalah M Isa (32), warga Pegasing, Aceh Tengah. Ia diamuk massa di Jalan Simpang Adam Batre, Desa Reuleut, Kota Juang, Bireuen, Rabu (5/4) siang gara-gara diteriaki maling dan penculik anak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya M Isa bersama istri dan dua anaknya beserta kakak plus dua anak kakaknya (jumlah seluruhnya tujuh orang) datang dari Aceh Tengah untuk rekreasi ke Pantai Kuala Jeumpa, Bireuen. Mereka menumpangi minibus Suzuki Carry merah.

Dalam perjalanan ke Kuala Jeumpa, keluarga ini berhenti sesaat untuk membeli makanan ringan di sebuah kedai kelontong di Kecamatan Jeumpa. Namun, salah seorang dari anak kakaknya disebut-sebut mengambil uang dari dalam laci kedai kelontong itu, sehingga diteriaki maling.

Karena tak merasa anaknya mencuri uang, tapi tak punya kesempatan untuk membela diri, keluarga itu langsung tancap gas ke arah Kota Bireuen. Saat tiba di Jalan Simpang Adam Batre, mobil Suzuki Carry yang mereka tumpangi bersenggolan dengan mobil Honda Jazz. Warga yang sebelumnya mengejar mereka spontan meneriaki maling, bahkan ada juga yang berteriak penculik anak.

Mendengar teriakan ada penculik anak, warga pun ramai-ramai menggebuk M Isa. Massa telanjur mengira bahwa ia telah menculik anak. Di dalam mobil itu memang ada empat anak dan dua perempuan dewasa. Tapi salah satu wanita itu adalah istrinya, sedangkan yang satu lagi kakaknya. Adapun anak-anak itu, dua orang merupakan anak kandung M Isa, dua orang lagi anak kakaknya. Jadi, tidak ada anak yang diculik di dalam mobil tersebut.

Dalam situasi segenting itu, polisi pun tiba di lokasi dan langsung melerai massa. M Isa yang telanjur babak belur dievakuasi bersama istri, anak, kakak, dan keponakannya ke Mapolsek Kota Juang.

Selanjutnya, keluarga M Isa diamankan ke Mapolres Bireuen demi menghindari amuk massa. Sedangkan M Isa harus mendapat pertolongan medis di Unit Dokkes Polres lalu dibawa ke RSUD dr Fauziah Bireuen.

Menurut dokter yang menanganiya, korban mengalami bengkak tulang dada, bibir pecah dan bengkak, serta giginya berdarah.

Selain itu, massa juga merusak minibus yang ditumpangi keluarga tersebut, sehingga kaca mobil hampir seluruhnya pecah. Bagian depan mobil itu juga rusak berat. Mobil itu telah diamankan di Mapolres Bireuen.

Kapolres Bireuen, AKBP Heru Novianto SIK, melalui Kapolsek Kota Juang, Iptu Marzuki menerangkan, karena diuber massa dan diteriaki maling, keluarga yang menumpangi minibus itu langsung tancap gas kembali ke arah Kota Bireuen. Alhasil, mereka tak jadi ke pantai Kuala Jeumpa untuk rekreasi.

Saat tiba di jalan Simpang Adam Batre, mobil korban pun bersenggolan dengan mobil pelintas. Saat itulah warga tak lagi meneriakkan maling atau pencuri, melainkan penculik anak-anak, sehingga diamuk massa.

“Korban bukan penculik anak. Anak-anak yang ada di mobilnya adalah anak kandungnya dan anak kakaknya. Di dalam mobil ada tujuh orang, terdiri atas M Isa, istri dan dua anaknya, juga kakaknya serta dua orang anak kakaknya,” kata Kapolsek Kota Juang, Iptu Marzuki.

M Isa (32), korban amuk massa saat ditemui di Unit Dokkes Polres Bireuen mengatakan, ia bersama keluarganya dari Aceh Tengah hendak rekreasi ke Pantai Kuala Jeumpa. Dalam perjalanan mereka berhenti di kedai kelontong untuk membeli makanan ringan.

Ia kemudian melarikan diri ke arah Bireuen untuk mengamankan diri dari kejaran warga yang meneriaki mereka maling. Saking paniknya, mobil yang disopirinya bersenggolan dengan mobil pelintas di jalan Simpang Adam Batree. Pada saat itulah M Isa babak belur diamuk massa karena diteriaki sebagai penculik anak.

“Saya tidak melihat anak kakak saya mengambil uang dalam laci kedai itu. Kami tidak ada niat sedikit pun untuk mencuri, apalagi menculik anak-anak. Yang saya bawa di dalam minibus itu justru anak kandung saya dan dua lagi anak kakak saya,” kata M Isa terbata-bata. 

Naas, Sekeluarga di keroyok massa akibat diteriaki Penculik Anak di Bireuen

Bireuen - Sekeluarga dikeroyok massa akibat diteriaki Penculik Anak di Simpang Adam Batre, Kota Juang Bireuen, Rabu (5/4/2017). Mobil yang mereka tumpangi mengalami rusak parah dan supir harus dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan empat penumpang perempuan, dua diantaranya adalah anak-anak, diamankan oleh polisi.

Informasi yang dikabarkan melalui media online aceHTrend, Peristiwa berawal dari teriakan seseorang yang mengatakan bahwa dalam mobil minibus itu ada anak-anak yang diculik. Mobil yang terus melaju itu tiba-tiba mengalami insiden di depan SPBU, Simpang Adam Batre, Bireuen. Ketika berhenti, warga sekitar yang terperovokasi dengan teriakan dari seseorang yang tidak diketahui tersebut, mengamuk dan menghancurkan mobil. Sopir mobil dihajar oleh massa yang marah. Tak terkecuali wanita dewasa yang ada di dalam mobil itu.

Kepada sejumlah wartawan, Kapolsek Kota Juang, Iptu Marzuki Oesman mengatakan , insiden berdarah itu diawali dari kecurigaan beberapa orang yang melihat anak-anak yang naik turun mobil, ketika keluarga itu sedang berbelanja di sebuah warung. Ketika dipanggil, anak itu ketakutan dan lari. 

Mereka satu keluarga yang bertujuan hendak ke pantai. Peristiwa ini diawali saat mereka sedang berbelanja di warung. Warga curiga saat melihat ada anak-anak yang naik turun dari mobil,” terang Kapolsek.


Sopir mobil yang identitasnya belum dibuka itu, kini dirawat di RSUD Fauziah. Sedangkan dua perempuan dewasa dan dua anak-anak yang merupakan anak korban, kini diamankan di Polres Bireuen. Mobil yang mereka tumpangi rusak parah.

Sejumlah warga yang mengetahui peristiwa itu meminta polisi mencari provokator yang meneriakkan keluarga malang itu sebagai kelompok penculik anak.

Ini tidak bisa dibiarkan. Gara-gara kebodohan satu dua orang, orang lain jadi korban. Polisi harus usut tuntas kasus ini. Siapa yang menjadi dalang peristiwa memilukan ini, harus ditangkap,” kata Muslim, warga Bireuen.


Namun Di Media Sosial Tersebar Video Pencurian Sebuah Toko Serba Ada Oleh Pihak Yang Dikeroyok Masa.