Rabu, 05 April 2017
Kronologis Yang Sebenarnya Tentang Isu Penculikan Anak di Bireuen
Dituding Penculik Anak, Satu Keluarga Diamuk Massa
Jumat, 24 Maret 2017
Ingin Menjemput Saudara, Eh Malah Kira Penculik Anak
Lhokseumawe | Nasib apes menimpa dua pria asal Kota Pekan Baru, Provinsi Riau. Niatnya hanya menjemput Ani Kusuma, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Gampong Ie Tarik Simpang Kramat, eh malah dikira sebagai penculik Anak.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman melalui Kapolsek Kuta Makmur, AKP Erpansyah Putra mengatakan. Kedua pria yang diamankan warga itu bernama Fuji Hendra (35) dan Anjas (23), asal Kota Pekan Baru. Menurutnya, saat itu kedua pria tersebut bolak-balik melewati Desa Keude Blang Ara, Kecamatan Kuta Makmur dengan menggunakan mobil minibus Xenia warna Silver. Tak diam, warga dibalut keresahan adanya isu penculikan anak, akhirnya menghentikan Mobil Xenia yang ditumpangi dua pria asal Pekan Baru itu. Selanjutnya warga menggeledah dan mengamankan dua orang pria, kemudian menyerahkan kepada pihak kepolisian.
“Setelah kita minta keterangan, pria tersebut menyampaikan ingin menjumpai kerabatnya di Gampong Ie Tarik Simpang Kramat, yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara," kata Kapolsek, Kamis, 23 Maret 2017.
Lebih lanjut kata Erpansyah, menurut keterangan kedua pria asal Pekan Baru ini, mengakui hanya untuk menjemput kerabatnya bersama Ani Kusuma, warga Gampong Ie Tarik Simpang Kramat. Namun kedua pria ini sempat tersesat ketika melintasi jalan Kecamatan Kuta Makmur menuju Gampong Ie Tarik Simpang Kramat. Padahal letak kedua desa tersebut diperbatasan antara Kecamatan Simpang Kramat dan Kuta Makmur. “Kedua pria asal Pekan Baru telah kita serahkan kepada pihak keluarga Ani Kusuma, berdasarkan hasil musyawarah kedua Gampong Ie Tarik Simpang Kramat, dan Geusyik Blang Ara Kuta Makmur”, tutup Kapolsek.
Jumat, 17 Maret 2017
Bocah SD Ini Dagang Asongan Buat Tabungan Lebaran
Bocah laki-laki itu menenteng dagangannya di tangan sambil melewati satu meja ke meja lainnya. “Ranup Bang” tawarnya singkat kepada sejumlah pria pelanggan sebuah warkop di seputaran Jalan T Hamzah Bendahara, Bireuen.
Seorang pemuda kemudian membeli sirih yang ditawarkan anak lelaki penjaja asongan itu. “Tiga lima ribu rupiah Bang,” katanya, sambil menyodorkan sirih serta mengambil uang pecahan lima ribuan dari tangan pemuda tersebut.
Muhammad Mirza, begitu nama lengkap siswa SD Bukit Teukuh, Kota Juang Bireuen itu memperkenalkan dirinya saat ditanyai sejumlah wartawan yang sedang nongkrong di warkop yang menjadi “markas” para kuli tinta di Bireuen tersebut, Kamis (16/3/2017) sore kemarin.
Pelajar kelas 5 SD itu mulai berjualan asongan berupa sirih manis, kacang, telur puyuh serta kuaci dan sejak pukul 16.00-18.00 Wib di seputaran jalan tersebut, kadang juga dia menjual daganganya di pantai terdekat, seperti Kuala Raja dan Ujong Blang, Kecamatan Kuala, Bireuen.”Biasanya jualan di laut pada Sabtu dan Minggu,” sebutnya.
Dari hasil berdagang asongan milik orang lain itu, setiap hari dia memperoleh keuntungan bersih Rp35 ribu, kalau hasil penjualnya Rp180 ribu.”Kalau dagangan yang laku hanya Rp50 ribu, maka saya mendapatkan Rp 7 ribu saja,” ungkapnya singkat.
Anak ketiga dari lima bersaudara itu, tinggal bersama ibunya, Salwani, yang sehari-harinya membuat tepas bambu, dan ayah tirinya, pekerja di warung kopi.
Dia bersama adiknya, yang satu kelas 2 SD, satunya lagi masih 4 tahun itu dan keluarganya tinggal di Gampong Blang Reulieng, Kota Juang, Bireuen.
Sementara abangnya yang tamatan SMA bekerja di Kutacane, Aceh Tenggara, berjualan mie.
Ayah kandung Mirza sudah lama meninggal dunia sejak dia masih berusia 3 tahun. Dia mau menjadi pedagang asongan demi membeli pakaian, jajan dan kebutuhan lainnya saat lebaran nantinya. “Uang hasil berjual saya tabung untuk persiapan lebaran,” ujarnya singkat.
Mirza mengatakan, dia pernah menjadi juara hafalan surat pendek di sekolahnya. Menurut bocah 11,5 tahun itu, selama ini berjualan asongan itu tak menggangu sekolahnya. Karena dia berjualan sore hari. “Saya gak malu berjualan seperti ini, harapan saya cuma agar dagangan setiap harinya laku, itu saja,” pungkas polos.
Jumat, 11 November 2016
Waspadalah! Ini Beberapa Jenis Kanker yang Bisa Diderita Anak-anak
Penyakit kanker tak mengenal usia. Mereka yang masih anak-anak, bahkan bayi sekalipun bisa terkena kanker. Penyebab mengapa sel-sel menjadi tidak terkendali sehingga memicu kanker hingga saat ini tidak diketahui pasti.Saat ini setidaknya ada sekitar 200 jenis kanker. Dokter kanker anak dari Rumah Sakit Omni, Pulomas, Jakarta, dr Anky Tri Rini KE, SpA-Onk mengungkapkan, jenis kanker pada orang dewasa juga dapat mengenai anak, tetapi ada juga yang tidak.
Berikut berbagai jenis kanker yang bisa mengenai anak-anak, seperti dijelaskan Anky dalam dalam kegiatan program edukasi Garuda Indonesia Peduli Kanker Serviks dan HIV/AIDS.
1. Leukemia
Leukemia atau kanker darah merupakan jenis kanker yang paling banyak dijumpai pada anak-anak. Berbeda dengan jenis kanker lainnya, leukemia adalah jenis kanker cair, bukan kanker pada berupa tumor.
"Ada leukemia kongenital, jadi dari sejak lahir sudah terkena leukemia," kata Anky.
Jenis kanker ini juga bisa menyebar ke organ tubuh lainnya. Pada anak laki-laki, bisa menyebar ke buah zakar atau testis. Munculnya sel kanker pada alat kelamin anak laki-laki ini bisa dilihat jika besarnya testis kanan dan kiri tidak sama.
2. Retinoblastoma
Retinoblastoma merupakan kanker bola mata yang juga cukup sering menyerang anak-anak. Waspadai retinablastoma jika mata anak terlihat seperti mata kucing, mata merah, dan mata juling. Retinablastoma dapat menimbulkan benjolan pada mata.
3. Neuroblastoma
Neuroblastoma adalah kanker pada sistem saraf. Neuroblastoma berbentuk tumor padat yang bisa muncul di beberapa bagian tubuh. Sering kali muncul benjolan pada perut anak. Perut anak anak akan membesar dan padat ketika diraba.
4. Kanker tulang
Seperti halnya orang dewasa, anak-anak juga bisa terkena kanker tulang. Anky mengungkapkan, gejalanya bisa berupa besarnya tungkai kaki yang tidak sama. Kanker tulang ini bisa menyebar ke paru-paru anak.
5. Kanker hati dan ginjal
Organ hati dan ginjal juga bisa diserang sel kanker. selain orang dewasa, anak-anak juga bisa terkena kanker hati maupun ginjal. Gejalanya juga bisa berupa perut anak yang semakin buncit dan teraba benjolan.
6. Kanker indung telur
Meski sangat jarang, kanker indung telur bisa ditemukan pada anak perempuan. Anky mengaku pernah mendapati pasien kanker indung telur yang saat itu usia pasien masih belasan tahun atau masih SMP.

