Kamis, 16 Maret 2017
Satpol PP dan WH Aceh Singkil Gelar Razia Busana
Jumat, 02 Desember 2016
Awas Ular Mengintai Korban Banjir Singkil
Saat masa awal banjir lima hari lalu, korban banjir di Ketapang Indah, menangkap ular dengan panjang kira-kira empat meter di pekarangan rumah.
Berikutnya giliran warga Gosong Telaga Barat, yang bersebelahan dengan Ketapang Indah, menangkap ular.
Ular yang ditangkap Suraji (70) bersama istri dan anak-anaknya itu, jauh lebih besar dan panjang. Ditaksir memiliki berat mendekati 100 kilo dengan panjang kira-kira tujuh meter. Sehingga perlu empat lima orang menangkapnya.
Begitupun ketika sudah dijinakkan minimal butuh empat orang mengangkatnya.
Menurut Suraji, ada dua ekor ular besar menyatroni rumahnya yang tergenang banjir. Namun, hanya seekor yang berhasil ditangkap, sedangkan satunya lagi keburu masuk semak belukar.
"Ada dua ekor ular satunya kabur waktu aku tangkap berusaha mematuk badan ku. Satunya lagi bisa ditangkap bersama anak-anak mungkin karena kebanyakan makan ayam di kandang kami," kata pria tua yang masih terlihat gesit itu, Jumat (2/12/2016).
Binatang melata yang moncongnya telah dipelaster itu, ditaruh dalam kandang ayam dan menjadi tontonan korban banjir.Jika ada yang ingin memotret untuk kepentingan umum, Kakek Suraji pun suka rela mengeluarkan ular dari kandang ayam tersebut.
Sabtu, 19 November 2016
Manyat Tampa Kepala Ditemukan Mengapung Disungai
SINGKIL - Warga Teluk Rumbia, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, Jumat (18/11) menemukan mayat tanpa kepala mengapung di sungai kawasan itu. Selanjutnya, mayat tanpa identitas tersebut dievakuasi ke RSUD Aceh Singkil, di Gunung Lagan. Kepada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya, dipersilakan datang ke rumah sakit untuk melihat mayat tersebut.
Berdasarkan ciri-ciri fisiknya, jenazah yang diperkirakan hanyut dari hulu sungai itu berjenis kelamin perempuan dan tingginya sekitar 165 centimeter. Saat ditemukan, kondisi mayat tak berbusana dan bagian tubuhnya tak utuh lagi. Hal itu disinyalir karena sudah lama berada dalam air.
Proses evakuasi korban cukup sulit, sebab harus melalui jalur sungai karena akses jalan darat ke lokasi tersebut terendam banjir. “Mayat baru tiba di RSUD sekitar pukul 21.30 WIB,” kata Kapolres Aceh Singkil, AKBP M Ridwan, Sabtu (19/11).
Kapolres mengatakan, mayat perempuan itu diperkirakan berumur 16 tahun dan saat ditemukan tanpa kepala. “Mayat itu ditemukan warga Teluk Rumbia yang sedang mencari kayu bakar. Lalu, dilapor kepala desa dan kepala desa melapor ke Polsek Singkil,” jelas M Ridwan
Camat Singkil, Riky Yodiska mengatakan, jenazah itu hingga kini masih di RSUD Aceh Singkil karena belum ada seorang pun warga yang melapor kehilangan anggota keluarganya. Menurut Riky, pihaknya sudah mengumumkan penemuan mayat itu kepada masyarakat.
Jika dalam waktu tiga hari belum juga diketahui identitasnya dan tak ada anggota keluarganya yang datang ke rumah sakit, lanjut Camat, mayat itu rencananya akan langsung dikebumikan. “Hal itu sesuai dengan hasil koordinasi dengan BPBD, polisi, dan intansi terkait lainnya. Tempatnya akan kami bahas nanti,” ujar Riky
Minggu, 16 Oktober 2016
Reaksi Cepat Polwan di Singkil Selamatkan Nyawa Korban Lakalantas
Sepeda motor yang dikendarainya pecah ban hingga ia masuk parit dengan kondisi pingsan dan kepala terendam air, Minggu (16/10/2016) di kawasan Gunung Lagan, Gunung Meriah.
Di tengah kondisi kritis korban yang tak bisa bernafas lantaran kepalanya terendam air parit, datang Bripda Vivi Manik, personil Polres Aceh Singkil, yang sedang patroli bersama Kasat Bimas Iptu Simon Purba.
Polisi wanita (Polwan) itu langsung berekasi bersama sang komandanya untuk mengangkat korban.
Ketika sampai di tepi jalan, Bripda Vivi langsung melakukan pertolongan dengan menekan bagian dadanya hingga korban siuman setelah dari mulutnya beberpa kali mengeluarkan air.
“Saat kami tolong korban sudah tidak bergerak dengan kepala terendam air,” kata Bripda Vivi.
Setelah siuman, rupanya terjadi penomena ganjil. Korban yang diketahui merupakan mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh itu, tiba-tiba kejang-kejang sambil mengerang.“Setelah sadar tiba-tiba kesurupan untungnya ada warga lewat membantu menolong,” ujar Vivi.
Terpisah Kapolres Aceh Singkil, AKBP M Ridwan, mengatakan, reaksi cepat yang dilakukan Bribda Vivi sehingga bisa menyelamatkan nya korban patut diapresiasi.
Korban setelah siuman dibawa dengan mobil Bimas ke RSUD Aceh Singkil, guna mendapat pertolongan lanjutan.
“Saya mengapreasisi pertolongan cepat yang dilakukan Bripda Vivi. Korban saat ini sudah dibawa ke rumah sakit,” kata Kapolres.
