Sabtu, 01 April 2017
Dua Pria Bobol Mesin ATM, Namun Gagal
Jumat, 03 Maret 2017
Kejar Maling Kambing Bersenjata, Tiga Warga Bungkah Tertembak
Maling kambing kembali beraksi di Aceh Utara, kali ini peristiwa tersebut terjadi di Duson Teungoh, Desa Keude Bungkaih, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Jumat 3 Maret 2016 sekitar pukul 05.00 WIB pagi, Maling yang diperkirakan berjumlah empat orang itu dipergoki oleh warga sedang mengeksekusi kambing curian dengan menggunakan mobil Avanza hitam sehingga lolos dari kejaran warga.
“Maling itu kabur sambil mengacungkan pistol dari dalam mobil hingga mengeluarkan tembakan kearah warga hingga mereka lolos dari kejaran kami karena ada warga yang kenak tembak,” tutut Geuchik Keude Bungkaih Hasanuddin
Warga yang tertembak diantaranya Makmur yang tertembak dibagian kaki/paha, Tgk. Abu (nama panggilan) dilengan kiri dan Azman tertembak dibagian bahu, ketiganya merupakan wrga setempat.
Dari keterangan Geuchik Hasanuddin, Mobil Avanza yang ditumpangi empat maling tersebut semuanya menggunakan senjata api, karena dari pengakuan korban, senjata yang digunakan berlaras panjang dan juga ada sepucuk pistol. Setelah warganya tertembak maling tersebut berusaha kabur dan sempat terjebak di jalan buntu
kawasan rel kereta api.
Sehingga sejumlah warga yang mendengar teriakan “maling kambing” berhamburan keluar rumah dan dan berusaha mendekati mobil tersebut, sekitar jarak 50 meter dari mobil pelaku, tiba-tiba tiga pria yang berada di dalam mobil menembak kearah warga secara membabi buta.
“warga saya berusaha menangkap pelaku dalam keadaan masih gelap, tiba-tiba tiga maling mengeluarkan senjata dan menembak ke arah warga, sehingga masyarakat lari ketakutan, dan pada saat itulah kesempatan maling berhasil kabur dengan membalik arah mobilnya,” terang Geuchik.
Geuchik menambahkan, kambing milik warganya yang berhasil dicuri sekitar dua ekor, setelah mendapat laporan tersebut geuchik menghubungi pihak kepolisian.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman melalui Kapolsek Muara Batu AKP Nasir yang dihubungi reporter StatusAceh.Net membenarkan peristiwa tersebut, menurutnya pelaku penembakan memakai senjata airsoft gun hingga mengenai warga di Dusun Teungoh, Desa Keude Bungkaih.
“Kambing yang dicuri milik M. Saleh Hanafiah. Sedangkan warga yang terkena tembakan airsoft gun berjumlah tiga orang masing-masing kena di paha, punggung dan lengan,” kata Nasir.
Menurutnya, korban tertembak saat berusaha mengejar pelaku yang kabur dengan mobil Avanza. “Para korban setelah ditangani pihak medis langsung bisa pulang karena hanya mengalami luka ringan,” katanya.
M.Nasir menambahkan, pihaknya terus melakukan pengembangan terhadap kasus itu dan juga memeriksa beberapa saksi termasuk korban yang tertembak untuk dimintai keterangan. “Kita akan melakukan penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku penembakan tersebut,” tambah Nasir.
Sabtu, 31 Desember 2016
Dua Mobil Dibakar, Tiga Pelaku Pencurian Hewan Ternak di Aceh Timur Babak Belur dihajar warga
Aceh Timur – Tiga orang yang diduga pelaku pencurian hewan ternak babak belur dihajar warga Gampong Matang Bungong, Kecamatan Idi Timur, Aceh Timur. Sabtu 31 Desember 2016.
Ketiganya yaitu Azhar (35 tahun) warga Gampong Blang, Kecamatan Bandar 2, Pidie Jaya, selanjutnya Zulfadli (37 tahun) warga Gampong Ketapang Areh, Kecamatan Dilima, Sigli, dan Marbawi (32 tahun) warga Gampong Ceulanga Barat, Kecamatan Ulee Glee, Pidie jaya.
Selain menghajar ketiga terduga tersebut, warga juga membakar dua unit mobil yaitu mobil jenis Xenia warna hitam nomor polisi B 1573 TRC dan Truck jenis Colt Diesel dengan nomor polisi BL 8782 Z, kedua mobil ini diduga digunakan dalam melancarkan aksi pencuriannya.
Kejadian berawal ketika mobil jenis Xenia melintas bolak balik di gampong Matang Bungoeng tersebut, melihat kondisi itu seorang pemuda menyetop dan memeriksa penumpang mobil tersebut. Karena tidak bisa memberikan keterangan jelas dan berbelit-belit, pemuda serta warga mengamuk sehingga membawa terduga pelaku dan mobilnya ke tepi pantai.
Saat diintrogasi seorang pelaku mengaku bahwa salah seorang teman mereka yang menggunakan mobil truck di Gampong Seunebok Muku masih menunggu, kemudian warga langsung menjemput mobil truck tersebut dan akhirnya kedua mobil tersebut dibakar oleh warga.
Setelah mendapat informasi tersebut jajaran Polsek Idi Rayeuk langsung menuju TKP dan mengamankan tiga orang terduga pelaku pencurian, karena luka parah saat ini ketiganya sedang menjalani perawatan serius di RSUD Dr. Zubir Mahmud Idi Rayeuk, Aceh Timur.
Minggu, 25 Desember 2016
Pencuri Ternak Dihajar Massa
BLANGKEJEREN - Dua pencuri hewan ternak yang beraksi di pergunungan Desa Tampeng, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues (Galus) ditangkap warga, Sabtu (24/12) sekira pukul 03.00 WIB. Pelaku dihajar massa saat mencuri dua ekor sapi. Salah satu pelaku desertir Kodim 0113/Galus, Serda Selamat Pasela (49) dan Ondo (38) warga Pajak Pagi Blangkejeren yang selama ini dikenal seperti ustadz yang mengikuti acara di majelis.
Informasi yang dikumpulkan, dari beberapa warga Desa Tampeng dan Desa Rema. Dalam sebulan terakhir ini warga mengaku sudah kehilangan delapan ekor ternak berupa sapi dan kerbau dari pergunungan tersebut. Sejumlah pemilik ternak terpaksa berjaga jaga di gunung itu untuk menangkap kawanan pencuri ternak yang sudah meresahkan.
“Dua pelaku pencuri ternak berhasil ditangkap warga di gunung kawasan Desa Tampeng. Saat mencuri dua ekor sapi yang sudah diikat dan dinaikan ke mobil lalu ditutupi menggunakan plastik. Kemudian warga menghakimi kedua pelaku tersebut yang salah satunya menggunakan seragam PDL aparat TNI hingga babak belur. Selanjut pelaku digiring warga ke Mapolsek Kutapanjang,” kata sejumlah warga Desa Tampeng , Sabtu (24/12).
Dahman salah satu pemilik ternak mengatakan, sebulan terakhir sudah kehilangan tiga ekor kerbau dari gunung dan diduga pelakunya sama. Bahkan, sebulan terakhir ini sudah delapan ekor ternak warga Rema dan Tampeng hilang dari gunung yang merupakan kawasan ternak. Sejumlah pemilik ternak di dua desa sepakat untuk mengintai kawanan pencuri dan berjaga jaga di gunung pada malam hari dengan membuat kelompok pengintai. “Selain dua pelaku yang berhasil ditangkap saat mencuri dua ekor sapi. Seorang pelaku lainnya melarikan diri ke semak-semak. Warga yang sudah berkumpul geram dan emosi, sehingga pelaku dihajar hingga babak belur,” ujarnya.
Hal yang serupa diakui Yus warga Tampeng lainnya. Sebelumnya telah kehilangan satu ekor induk kerbau di gunung tersebut dan pelakunya diduga pelaku sama. “Pelaku pencurian itu menggunakan seragam loreng milik TNI saat menjalankan aksinya tersebut. Diduga masih ada kawanan pencuri tersebut dan keterlibatan warga setempat,” kata Yus.
Secara terpisah, Anggota DPR RI, Irmawan S.Sos meminta aparat penegak hukum untuk membongkar sindikat pencurian hewan ternak yang mulai marak dan meresahkan masyarakat di Galus sebulan. Kasus sindikat pencurian ternak ini dapat dibongkar oleh aparat hukum di Galus setelah tertangkap basahnya dua orang pelaku. “Ini salah satu bentuk emosional dan kekesalan warga terhadap pelaku pencurian ternak yang cukup meresahkan warga di kecamatan itu sebelumnya,” ujar tentang pelaku yang babak belur dihajar warga.
Kapolres Galus, AKBP Bhakti Eri didampingi Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama, di Mapolres Galus mengatakan, barang bukti yang diamankan berupa dua ekor sapi hasil curian dan sebuah mobil Carry BK 9788 RE. Setelah kasus tersebut dikembang, polisi kembali mengamankan barang bukti lainnya berupa satu kepala sapi dan satu kerbau. Diduga disembelih dan dagingnya sudah dijual oleh adik tersangka Ondo di pajak.
“Saat ini selain dua tersangka Selamat Pasela dan Ondo diamankan. Polisi juga mengamankan tersangka lainnya, yakni adiknya tersangka Ondo yang berperan sebagai penjual daging hasil curian di Pajak Pagi Kute Blang selama ini. Tersangka Ondo sempat dirujuk dan masih di rawat di RSUD Blangkejeren ke RSUD Datu Beru Takengon,” ujar Kapolres Galus yang meminta kepada masyarakat melaporkan bila kehilangan ternak.
Dandim 0113/Galus, Letkol Inf Ricard H membenarkan, Serda Selamat Pasela merupakan desertir anggota TNI Kodim Galus. Dia juga terlibat dalam kasus membantu melarikan narapidana (Napi) dari LP Blangkejeren sekitar 19 bulan. Pelaku melarikan diri saat akan diserahkan ke Subdenpom 1/4 Kutacane Agara sebelumnya. Ia sudah hampir 19 bulan tidak masuk dinas dan dinyatakan dari deisertir TNI. Namun, kasus pemecatannya belum putus (inkrah) dari Subdenpom.
“Disertir TNI itu terakhir bertugas di Kodim Galus sebagai petugas taman (bunga dan lingkungan). Ternyata masih menggunakan PDL satuan aparat TNI untuk melakukan aksi kejahatannya selama ini. Kini dia (Selamat Pasela) dijemput dari Polres Galus untuk selanjutnya diserahkan ke Subdenpom Kutacane Agara dibawah pengawalan ketat,” kata Dandim 0113/Galus .
