Tampilkan postingan dengan label Lhoksukon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lhoksukon. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 April 2017

Seharusnya Pemerintah Kembangkan Listrik Sendiri di Aceh

LHOKSUKON - Pemadaman listrik di Aceh akhir-akhir ini kerap terjadi. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah, Aceh harus mengembangkan sumber pembangkit listrik sendiri.

"Salah satu solusinya ya pemerintah mengembangkan pembangkit listrik sendiri di Aceh. Setidaknya, ketika listrik nasional padam, Aceh punya sumber listrik sendiri sebagai arus persiapan," kata Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Malikussaleh (Unimal), Damanhur Abbas, Kamis (6/4/2017).

Sember listrik di Aceh, sambung Damanhur, bisa diambil dari energi air atau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), energi angin dan energi suhu panas.

"Kan bisa dikembangkan pembangkit listrik sendiri seperti energi air atau PLTA, energi angin atau suhu panas. Kalau enggak, untuk apa kan kita punya UUPA (Undang-undang Pemerintah Aceh) khusus," ujar Damanhur lagi.

Hal itu disampaikan Damanhur menanggapi kerapnya listrik padam di Aceh dalam dua pekan ini. Listrik dipadamkan secara bergiliran dari waktu ke waktu.

Belum diketahui persis penyebab listrik padam, namun informasi yang diperoleh GoAceh dari Person Internal Contact (PIC) Humas PT PLN Area Lhokseumawe, Ali Basyah, menyebutkan, pemadaman listrik bergiliran itu terjadi karena pihaknya sedang memperbaiki kabel transmisi untuk memenuhi arus beban puncak.

Selasa, 04 April 2017

Warga Lhoksukon Menemukan Bayi Perempuan Di Semak-Semak Tanggul Sungai

Lhoksukon - Bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan oleh warga Gampong Asan, Kemukiman Ara Bungkok, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu 01 April 2017 sekitar pukul 08.00 WIB.

Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sengaji melalui humas Polres, menyampaikan informasi penemuan bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Yani, (18) warga setempat tergeletak di semak-semak tanggul sungai Asan. Kemudian, Yani melaporkan penemuan bayi itu kepada Keucik Asan AB, Amiruddin (53).

Setelah mendapat laporan terkait temuan bayi, lalu Keucik memberitahukan ke Mapolsek Lhoksukon dan selanjutnya Kecik bersama anggota Polsek turun ke lokasi untuk mengambil bayi tersebut dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Lhoksukon guna mendapat penanganan  medis.

Sabtu, 01 April 2017

Aswadi, Bocah Pintar Bernasib Malang dari Aceh Utara


LHOKSUKON – Aswadi, bocah asal Gampong Krueng Seupeng, Kuta Makmur, Aceh Utara, tergolong anak yang pintar. Putra dari pasangan Cut Ikhwani dan M Ishak ini dikenal sebagai salah satu murid berprestasi di sekolahnya. Ia juga dikenal pintar dalam hal belajar agama di balai pengajian.

Namun musibah telah merenggut kesempurnaannya. Ketika masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar, Aswadi mengalami sakit sehingga mengakibatkan tubuhnya lumpuh. Ia tak lagi bisa berjalan walau hanya beberapa langkah.

Selama lebih kurang dua tahun Aswadi selalu digendong oleh orang tuanya baik saat mau ke kamar mandi atau kemana pun yang Dia inginkan. Satu hal yang sangat membuat hati kita tersentuh adalah semangat belajar di hati Aswadi yang tidak pernah pudar walaupun kini dalam kondisi lumpuh.

Begitu juga dengan orang tuanya yang selalu setia memandikan dan menggendongnya setiap pagi sampai ke sekolah. Pun ketika jam pulang sekolah tiba. Orang tuanya saban waktu menjemput Aswadi. Kondisi ini sudah berlangsung selama lebih kurang dua tahun.

Keluarga Aswadi merupakan keluarga miskin. Sang ayah hanya seorang petani dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Mereka menempati rumah yang sangat sederhana.

Melihat keadaan keluarganya yang serba kekurangan dan semangat Aswadi serta prestasi nya, semoga ada dermawan yang terketuk hatinya untuk membantu satu unit korsi roda bagi Aswadi.

Dua Pria Bobol Mesin ATM, Namun Gagal

LHOKSUKON – Satu unit mesin ATM yang berada di SPBU Blangpria, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara dirusak orang tak dikenal (OTK) diduga berkeinginan untuk melakukan pencurian, Sabtu (1/4/2017) sekira pukul 15.00 WIB.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, membenarkan hal tersebut. Menurut laporan yang diterima dari masyarakat, diduga pelaku berjumlah dua orang yang datang menggunakan mobil jenis Avanza.
“Kedua pelaku memasuki ke dalam ruangan ATM BNI tersebut, salah satu dari mereka mencoba mencongkel bagian bawah ATM, sedangkan satu lagi mencoba menutupi bagian badan temannya yang sedang beraksi,” katanya.

Lanjutnya, setelah berhasil dibuka karena terdapat brankas yang menggunakan kode, lalu tersangka keluar dari ruangan ATM dan melarikan diri.

“Identitas tersangka belum kita ketahui karena sudah melarikan diri, namun akibat kejadian tersebut mesin ATM bagian bawah mengalami kerusakan,” pungkasnya.


Kamis, 23 Maret 2017

'Penculikan Anak Cepat Direspon, Kasus Pemerkosaan Diabaikan'

LHOKSUKON - LBH Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Aceh menilai penanganan kasus pemerkosaan tidak seperti penanganan kasus penculikan anak yang mendapat respon positif dari berbagai kalangan."Kita melihat kasus pemerkosaan kerap diabaikan, tetapi kalau kasus penculikan anak responnya positif dan ramai-ramai dibincangkan di media sosial. Semua mengecam dan marah," kata Ketua LBH Apik Aceh, Roslina Rasyid di Lhoksukon, Jumat (24/3/2017).

Dibanding kasus penculikan anak, kata Roslina, kasus pemerkosaan dan beberapa kasus kejahatan lainnya terhadap perempuan tidak pernah diselesaikan secara tuntas.

"Malah lebih parah, pelaku kekerasan terhadap perempuan tidak ditangkap dengan alasan tidak cukup alat bukti. Kalau penculikan anak, belum ada bukti, orang yang dituduh sudah babak belur," ujar dia.

Padahal, lanjut dia lagi, kasus kekerasan seksual, kasus penculikan anak dan kekerasan dalam rumah tangga merupakan kasus yang memang harus segera ditangani.

Jumat, 17 Maret 2017

Pengerjaan Proyek Jembatan Buket Linteung Terhenti

LHOKSUKON - Warga Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara mengeluh perihal pembangunan jembatan yang belum rampung. Menurut warga, pembangunan jembatan terhenti akibat tidak ada anggaran.

"Saya tidak tahu persis kenapa tidak dikerjakan lagi. Namun dari informasi yang saya peroleh dari pihak rekanan, pembangunan jembatan itu terhenti karena tidak ada lagi anggaran," kata Keusyik Buket Linteung, Yasin saat dihubungi wartawan, Jumat (17/3/2017).

Belum diketahui berapa anggaran yang digunakan untuk pembangunan jembatan itu. Namun sepengetahuan Yasin, pembangunan jembatan tersebut menelan anggaran Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA).

"Pembangunannya, kalau tidak salah terhenti sementara sejak Desember 2016 lalu. Jembatan itu mulai dibangun pada tahun 2015. Kabar yang saya terima, pembangunannya akan dilanjutkan kembali pada bulan April 2017 jika ada anggaran lanjutan," ujarnya.

Warga desa itu, Muhammad (32), juga menyampaikan hal yang sama. Namun menurut dia, selama pembangunan jembatan tersebut, akses jalan agak sulit.
"Adapun jembatan darurat yang dibangun untuk sementara, tidak mudah dilalui. Harus Hati-hati. Yang kita sayangkan khususnya anak sekolah," kata Muhammad.

Belum berhasil mendapat keterangan dari pihak rekanan pengerjaan proyek tersebut, namun menurut Camat Langkahan, M Jamil, pembangunan jembatan itu akan dilanjutkan kembali pada tahun 2017 ini.

"Jembatannya sudah selesai, hanya saja belum ditimbun di poros pangkal dan ujungnya. Dan menyangkut anggaran tambahan, sudah kita bicarakan di Bappeda. Insyaallah dilanjutkan kembali tahun ini untuk tahap penyelesaian," kata M Jamil.

Rabu, 15 Februari 2017

Mualem Unggul Sementara di Aceh Utara

LHOKSUKON – Pasangan H Muzakir Manaf/TA Khalid calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh nomor urut 5 unggul untuk sementara dalam perolehan suara di Kabupaten Aceh Utara , Rabu (15/1/2017) malam.

Mualem memperoleh 70.082 suara dari 39 persen yang sudah masuk ke Desk Pilkada Aceh Utara.
Informasi yang diperoleh suara terbanyak kedua untuk sementara diraih pasangan nomor urut 1, Tarmizi Karim/HT Machsalmina Ali, yaitu 50.818 suara.

Lalu pasangan nomor urut 6, Irwandi Yusuf/Nova Iriansyah juga 34.556 suara.
Kemudian pasangan nomor urut 2, Zakaria Saman/HT Alaidinsyah 6.357 suara, dan Zaini Abdullah/Nasaruddin memperoleh 3.674 suara.

Sedangkan pasangan nomor urut 3, Abdullah Puteh/Sayed Mustafa memperoleh 1.275 suara. Untuk diketahui jumlah Daftar Pemilih Tetap yang ditetapkan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara adalah 420.480.
“Sampai pukul 21,30 WIB, malam ini baru 39 persen suara masuk ke Deks Pilkada Aceh Utara,” ujar anggota Tim Desk Pilkada Aceh Utara T Nadirsyah *