Tampilkan postingan dengan label Aceh Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aceh Timur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 April 2017

Pelaku Pembacokan Warga Peureulak Aceh Tmur Diciduk

IDI - Butuh waktu 24 jam, polisi akhirnya menangkap tersangka pembacokan Muzakir berinisial KM (35), Kamis (13/4/2017) sekira pukul 07.30 WIB. Sebelumnya kemarin, Muzakir, dibacok sat duduk di warung kopi di desanya, Gampong Blang Bitra, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, sekira pukul 07.45 WIB.

Informasi didapat, tarsangka KM, warga Kecamatan Pereulak tersebut ditangkap aparat Satuan Reskrim Polres Aceh Timur di kawasan Gampong Bandrong, Kecamatan setempat. Kini tersangka telah diamankan di Polres guna penyidikan lebih lanjut.

"Saat ini pelaku sudah kami amankan di Polsek, selanjutnya akan kami lakukan penyidikan guna memngungkap motif penganiayaan terhadap korban (Muzakir)," terang Kapolsek Peureulak, AKP Simson Purba sebagaimana dikutip tribratanewspolresacehtimur.com.

Sebagai diberitakan kemarin, kasus pembacokan ini belum diketahui motifnya. Menurut informasi dihimpun, korban mengalami luka bacok di bagian leher, bahu, punggung, dan tangan.
Usai kejadian, korban dalam kondisi kritis awalnya dirujuk ke RSUD Sultan Abdul Aziz Syah, Peureulak. Kemudian, dari sana dirujuk ke RSUD Langsa dan akhirnya menghembuskan napas terakhir di sana.

Kronologi kejadian, saat korban sedang minum kopi di salah warung, tiba tiba datang pelaku dengan sepeda motor, berhenti tidak jauh dari korban. Tak menunggu lama,  pelaku langsung membacok korban dengan parang yang disembunyikan di bajunya.

Jumat, 07 April 2017

Tim Irwandi Centre Aceh Timur Ajak Masyarakat Bersatu

IDI - Ketua Tim Irwandi Centre Kabupaten Aceh Timur, Ismail Bin Amin alias Aki Rayeuk (50), mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh Timur untuk bersatu membangun Aceh lebih baik di masa akan datang, karena tahapan pilkada 2017 telah usai.“Kami seluruh Tim Irwandi–Nova Aceh Timur, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Aceh Timur yang telah memberi dukungan kepada Irwandi-Nova, sehingga beliau terpilih sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022,” kata Aki Rayeuk, Jumat (7/4/2017) malam.

Aki Rayeuk berharap, kepada masyarakat Aceh Timur untuk bersatu dalam membangun Aceh di bawah kepimpinan Irawandi–Nova dalam masa lima tahun yang akan datang.

Seperti yang beritakan melalui GoAceh hingga “Kita tidak meragukan lagi kepimpinan Irwandi sebagai Gubernur Aceh, selain beliau telah mempunyai pengalaman, beliau juga punya ide-ide cemerlang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” kata Aki Rayeuk putra kelahiran Peureulak, Aceh Timur.

Katanya, usai pilkada Aceh dan ke depan masyarakat Aceh harus bersatupadu mendukung gubernur terpilih untuk membawa Aceh ke arah lebih dan maju, baik itu perekonomian rakyat, maupun pembangunan segala sektor.

“Karena tampa dukungan masyarakat, gubernur terpilih juga tidak dapat berbuat banyak untuk membangun Aceh lebih maju lagi. Untuk itu mari kita bersatu padu menuju Aceh yang taibatul warabbul ghafur,”demikian Aki Rayeuk.

Sabtu, 01 April 2017

Kesaksian Pawang Uteun Soal Suku Mante

IDI – Seorang pencari rotan di pedalaman Aceh Utara dan Aceh Timur memberi kesaksian mengejutkan. Pria ini mengaku pernah bertemu manusia bertubuh kerdil yang diduga sebagai Suku Mante dan Suku Keumeun.Dia adalah Tgk Rajab (57) alias ‘Pawang Uteun’, warga Gampong Tanoh Mirah, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.

Pada suatu hari, kata Pawang Uteun, saat mencari rotan dan jernang di pedalaman Pante Bidari- Lhoknibong, Aceh Timur, dirinya bersama dua orang teman melihat sekelompok orang yang diduga Suku Keumeun di tepi sungai Arakundo.
“Saat itu mereka sedang mencari ikan. Kami sempat mengintip. Mereka berbicara dengan bahasa yang tidak kita mengerti. Seperti suara burung,” kata Tgk Rajab, Sabtu (1/4/2017).

Sayangnya, kata Tgk Rajab, ketika keberadaan pihaknya diketahui mereka langsung melarikan diri ke hutan belantara.

“Di belantara Aceh bukan hanya Suku Mente, tetapi ada juga Suku Keumeun. Saya ada beberapa kali bertemu dengan Suku Mante dan Suku Koemeun,” kata Tgk Rajab lagi.

Menurut Tgk Rajab, Suku Keumeun postur tubuhnya lebih kecil dari Suku Mante.
“Menurut cerita, ciri-ciri Suku Keumeun badannya lebih kecil dari Suku Mante. Suku Komeun kerdil berambut panjang, kukunya tajam seperti pisau, mulutnya sumbing, jari-jari kakinya ke belakang beda dengan kaki manusia biasa dan larinya sangat lincah,” katanya.

Suku Keumeun dan Suku Mante, menurut Tgk Rajab, hidup berkelompok-kelompok antara 15 orang hingga 20 orang.
Menurut pria asal Gayo Lues ini, keberadaan Suku Mante dan Suku Keumeun tersebar di belantara Aceh, mulai dari kaki gunung Seulawah hingga daerah pedalaman Lokop, Aceh Timur.
“Saya pernah juga bertemu dan melihat mereka di daerah pedalaman Lokop, Aceh Timur, antara belantara Lokop dengan Gayo Lues. Jadi apa yang dilihat oleh rombongan pecinta alam itu bukan tuyul, tapi itu adalah Suku Mante atau Suku Keumeun,” katanya.

Tapi dari postur tubuh mereka yang kerdil bisa saja itu Suku Keumeun. Sepengetahuan Tgk Rajab, Suku Mante dan Suku Keumeun mengonsumsi di antaranya ikan, daun-daunan, buah-buahan dan daging hewan.

“Bahkan makanan bawaan kita juga terkadang hilang diambil mereka. Kedua suku yang hidup di belantara Aceh tersebut, tidak mengusik jika melihat kita. Mereka lari dan menghidar saja,” jelasnya.

Setidaknya begitulah pengakuan Tgk Rajab kepada Ketua Asosiasi Pariwisata Indonesia, Kabupaten Aceh Timur, Masri.

Jumat, 24 Maret 2017

Minta Kepala Rutan Diganti, Napi Rutan Idi Nyaris Rusuh

IDI - Para narapidana di rumah tahanan negara (Rutan) Idi, Aceh Timur, nyaris membuat kerusuhan di Rutan tersebut, Jumat (24/3/2017).

Sambil, berteriak dan mengoncang-goncang sel tahanan dan pagar halaman dalam Rutan, mereka meminta kepala Rutan dan petugas keamanan atas nama Idris alias Nato dipindahkan dari Rutan tersebut.

"Kami tuntut kepala Rutan dan Nato diganti karena hak kami tak dipenuhi,” teriak napi sambil sesekali melempar batu ke genteng tempat tamu berkunjung yang di bawahnya dipenuhi Polisi.

Karena situasi nyaris rusuh. Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, didampingi Waka Polres Kompol Carlie, dan Danki Brimob BKO Polda Sumut AKP Saepul, menghampiri para napi ke dalam Rutan. Sedangkan, ratusan personel bersiaga mengantisipasi terjadinya kerusuhan.

Personel Brimo BKO Polda Sumut bersenjata
Personel Brimo BKO Polda Sumut bersenjata lengkap membackup Polres Aceh Timur, mengantisipasi terjadinya kerusuhan di Rutan Idi ()
Di hadapan Kapolres, para napi menyampaikan tuntutannya. Napi mengaku alasan mereka meminta kepada Rutan diganti karena hak-hak mereka tidak penuhi.

Diantanya, dijanjikan ompreng mereka diganti dengan tupper ware tapi tak diganti. Menu makan dijanjikan tempe, tapi selalu ikan asin. Kemudian, napi tak diizinkan pulang saat ada keluarganya yang meninggal.

Dijanjikan dipasang TV tapi tidak dipasang. Selain itu napi complain Rutan Idi yang sudah over kapasitas, setiap kamar mencapai 30 orang.

Napi tak terima keluarga yang bertamu pada sore hari dipungut biaya Rp 10 ribu. Napi yang ingin bermanja-manja dengan istrinya di ruang khusus diminta Rp 50 ribu.

Kemudian, kalau keluarga kirim uang ke napi dipotong oleh petugas. Dan barang-barang milik napi yang disita saat razia tidak dikembalikan.

Sedangkan alasan napi meminta Nato untuk dipindahkan. Karena ia diduga telah menganiaya seorang napi. Sedangkan, ia hanya petugas keamanan dan bukan pegawai Rutan.

Usai menyerap aspirasi napi. Kapolres, melakukan pertemuan dengan kepala Rutan Idi. Kemudian, kapolres kembali menemui napi.

Setelah mendengar penjelasan Kapolres, para napi dapat menerima solusinya dan suasana kembali kondusif.

Selasa, 21 Maret 2017

Ditinggal Belanja, Rumah nek Khalijah Dilalap Si Jago Merah


ACEH TIMUR- Satu unit rumah panggung berkontruksi kayu, di Dusun Blang Asam, Gampong Beuringin, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur milik ‘Nek’ Khalijah (70), ludes diamuk sijago merah, Selasa (21/3/2017) sore.Janda, sekaligus pemilik rumah berukuran 4 x 6 meter itu, hanya pasrah saat melihat sisa puing rumahnya yang masih mengepulkan asap, sesaat setelah ditinggal untuk berbelanja ke warung.
Kapolsek Peureulak Barat, Iptu Jusman mengatakan, kejadian bermula saat ‘Nek’ Khalijah, sedang memasak dengan kayu. Selesai memasak Nek Khalijah mematikan api.
Lalu, ‘Nek’ Khalijah pergi ke warung sebentar yang lokasinyanya tidak begitu jauh dari rumahnya untuk belanja.
“Ia merasa semua api bekas memasak sudah berhasil dimatikan. Ternyata masih ada kayu yang masih ada bekas apinya dan tertiup angin. Tiupan angin mengenai api yang ada di tunggul kayu tersebut dan hidup kembali, lalu membakar dinding rumah Nek Khalijah,” ungkap Kapolsek, seperti dilansir Tribrata News , Polres Aceh Timur.
Di dalam rumah ‘Nek’ Khalijah, terdapat tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram, yang masih ada isinya. Akibat udara panas, tabung gas itu meledak bersamaan dengan kobaran api.
Warga yang tinggal di sekitar rumah ‘Nek’ Khalijah tidak bisa berbuat banyak, besarnya api ditambah kuatnya tiupan angin, menyebabkan rumah terbuat dari kayu dan beratap rumbia tersebut rata dengan tanah dalam hitungan sekitar 30 menit.
Atas kejadian tersebut, ‘Nek’ Khalijah menderita kerugian kurang lebih Rp 65 juta.

Senin, 20 Maret 2017

Hendak Lari Narapidana Rutan Idi di Lumpuhkan

Aceh Timur - Diduga mencoba melarikan diri, empat Narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Idi, Aceh Timur dilumpuhkan petugas, kejadian sekitar pukul 01,30 wib. Senin 20 Maret 2017.

Keempat Narapida tersebut diduga mencoba melarikan diri dengan cara menaiki dinding Rutan melalui kamar tahanan, beruntung petugas Rutan cepat mengetahui aksi keempat narapidana tersebut dan berhasil menggagalkannya.
Berikut nama-nama narapidana yang mencoba kabur dari Rutan Idi, Aceh Timur

1. Marsudin (29) warga Desa Bintah Kecamatan Madat dijerat kasus Narkotika dengan Hukuman 5 Tahun Penjara.

2. Ridwan (41) warga Desa Geulempang ,Kecamatan Idi Rayeuk dijerat kasus Perlindungan Anak dengan Pidana 8 tahun 6 bulan penjara.

3.Arif (18) warga Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari dijerat kasus Peradilan Anak dengan Pidana 5 tahun 6 Bulan Penjara

4.M.Jafar,(31) warga Desa Seneubok Tutong, Kecamatan Idi Rayeuk, Kasus Narkotika divonis hukuman penjara 7 tahun 3 Bulan.

Karena dianggap membahayakan keempat narapidana tersebut direncanakan akan dipindahkan ke Lapas Kota Langsa sore ini dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisin Polres Aceh Timur.

Teks Foto: Empat Napidana yang mencoba kabur sedang menjadi pengobatan di Rutan Idi, Aceh Timur.

OTK Jambret Guru Pakai Air Softgun di Peureulak

Aceh Timur - Seorang Guru di Jambret oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) di Dusun Pulo Lbouh, Desa Lhok Dalam, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur pada Senin 20 Maret 2017 sekitar jam 15.30 Wib
Anita Safrina (24) seorang guru Sekolah Luar Biasa Warga Desa Beringin, Kecamatan Peureulak Barat, yang menjadi korban penjambretan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK)
Menurut informasi kejadian berawal saat korban yang sedang Mengendarai Sepeda Motor Supra X 125 akan pulang kerumahnya usai mengajar.

Setiba di TKP korban dipepet oleh pelaku yang juga mendarai motor Honda Supra X 125 warna Hitam (nomor polisinya tidak diketahui) dengan dengan mengancam menggunakan senjata pistol air Softgun.
Kemudian pelaku menodongkan senjata tersebut kearah korban dan menyuruh korban untuk berhenti, korban yang mengetahui senjata tersebut senjata mainan tidak menghiraukan nya.

Karena tidak menuruti kemauan pelaku kemudian korban ditabrak sampai terjatuh kesawah. Dan membawa kabur Tas milik korban yang berisikan Uang 5000 Rupiah, KTP,SIM, STNK atas Nama Korban dan satu buah Handphon genggam Merk Nokia.

Korban yang mengalami kejadian tersebut langsung melaporkan ke Polsek Peureulak.Kapolsek Peureulak AKP Simson Purba dan anggotanya lansung ke TKP. Setelah melakukan Penyisiran Polisi berhasil mengumpulkan barang bukti berupa air Softgun yang diduga digunakan pelaku.

Berbekal keterangan korban ,ciri ciri pelaku sudah diketahui dan sedang dilakukan pengejaran yang diduga melarikan diri kearah Desa Alue Dua ,Kecamatan Peureulak menggunakan sepeda motornya.

Teks Foto : Aparat Kepolisian melakukan penyisiran ditempat kejadian Penjambretan ,Senin 20 Maret 2017