Tampilkan postingan dengan label Peusangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peusangan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 April 2017

Rumah Bocor, Warga Miskin Ini Harapkan Bantuan Atap Rumbia

KoranBireuen- Sudah setahun lamanya atap rumah Khatimah bocor, namun karena keterbatasan biaya, tak juga mampu diperbaiki.

Pekerjaan suaminya Marhaban (53) yang hanya seorang tukang becak, hanya bisa memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Bahkan, pernah keluarganya ini tak makan seharian.

Sementara sang istri, Khatimah (45) hanya bekerja sebagai pencuci baju di rumah tetangga.

Hal itu seperti dituturkan Azhari, relawan sosial yang peduli kaum dhuafa, Minggu (2/4/2017).

Dikatakannya, Khatimah bersama suami dan empat anaknya tinggal di Dusun Paya Karing, Desa Seuneubok Aceh, Kecamatan Peusangan, Bireuen itu di rumah yang sangat sederhana dan atapnya sudah bocor.

“Kalau hujan turun tengah malam, terpaksa harus bangun dari tempat tidur karena kehujanan akibat atap rumah yang bocor tersebut. Tak ada yang bisa mereka lakukan kecuali berdoa kepada Allah SWT dan bersabar menghadapi semua itu,” ungkap Azhari.

Rumah keluarga tersebut, kata Azhari, dibangun diatas tanah saudaranya dengan status hak pakai. Keluarga tersebut tak punya harta apapun , kecuali hanya satu unit becak yang digunakan sang suami untuk mencari nafkah.

Disebutkan Azhari, Khatimah tak berharap muluk-muluk agar rumahnya dibangun, tapi dia hanya memohon bantuan ada yang menyumbangkan daun rumbia untuk memperbaiki atap rumah mereka yang bocor tersebut. Hanya itu saja bantuan yang diharapkan Khtaimah.
“Rumah mereka selalu didata untuk bisa mendapatkan bantuan pemerintah melalui pihak kecamatan, namun sampai hari ini tak juga mendapatkan bantuan,” sebut Azhari.

Azhari berharap pada semua pihak dan pemerintah agar dapat membantu keluarga ini.”Saya sudah ke rumah tersebut dan melihat langsung kondisi keluarga tersebut. Mereka sangat pantas dibantu dan untuk mendapat kehidupan yang layak,” harap Azhari.

Selasa, 14 Maret 2017

Jalur Utara Jauh dan Berdebu, Kendaraan Pilih Jalur Lawan Arah

Jalur anternatif di bagian utara jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang, Bireuen jauh dan berdebu, kendaraan lebih memilih jalur selatan dan berlawanan arah, Rabu (15/3/2017).

BIREUEN - Akibat jalur anternatif di utara jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang, Kabupaten Bireuen jauh dan berdebu, kendaraan memilih jalur selatan sehingga berlawanan arah, Rabu (15/3/2017).
Menurut sejumlah warga mengatakan, se

lama diberlalukan jalur anternatif di bagian utara setelah jembatan Kutablang dibongkar, kendaraan lebih memilih jalur selatan meski berlawanan arah.


"Hingga saat ini jalan sebelah utara jembatan Kutablang berdebu dan jauh, beberapa angkutan umum jenis L300 dari arah Banda Aceh ke Medan memilih melintasi Simpang Empat Gle Kapai, Peusangan hingga ke Kutablang," kata sejumlah warga Glee Kapai, Peusangan, Jailani Amin.


Sebenarnya, tambahnya jalur selatan jembatan itu diperuntukkan khusus kendaraan dari arah Medan ke Banda Aceh dengan kondisi telah teraspal.


"Hingga saat ini jalan alternatif sebelah selatan jembatan lancar dan sudah diaspal, tapi belum maksimal karena belum dipasangnya rambu lalu lintas sebagai penunjuk arah," kata warga Gampong Raya Datang, Peusangan, Zahrul.


Warga sangat berharap di jalur alternatif arah selatan jembatan agara dipasang rambu lalu lintas dan lampu jalan, sehingga memudahkan pengguna jalan.


Sementara pantauan di jalan alternatif arah selatan jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang hingga ke Simpang Empat Gle Kapai, Kecamatan Peusangan, dipadati berbagai kendaraan, namun belum adanya petugas dari Satuan Lalu Lintas.

Minggu, 05 Maret 2017

Lakalantas Maut di Jl Medan-Banda Aceh Kutablang

Kejadian kecelakaan lalulintas terjadi di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh di krung Panji dekat kios bang Ulil Kecamatan Krung Panji Kabupaten Bireuen. Senin (6/6/17) Pagi sekitar pukul 4.30 WIB, akibat kecelakaan tersebut 2 orang supir dan penumpang depan meninggal dunia seketika, hingga saat ini seluruh korban luka-luka masih dalam perawatan di Rumah Sakit, dan korban meninggal saat ini 2 orang masih berada di Puskesmas Peusangan.

Adapun kendaraan yang terlibat lakalantas beruntun tersebut yakni mobil Minibus Toyota Avanza silver B 1569 POP.

Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan anggota Satuan Polisi Lalulintas tengah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa para saksi-saksi.

"Kita masih melakukan proses penyelidikan, dan memeriksa saksi-saksi," ujar Kapolres.

Dikatakan, kronologis kecelakaan tersebut Mobil minibus datang dari arah Medan menuju ke arah Banda Aceh, sesampai nya di lokasi, diduga jalan licin dan hilang kendali sehingga keluar badan jalan sebelah kanan dan menabrak tiang listrik.

Hingga saat ini seluruh barang bukti diamankan di Mapolsek, dan polisi masih melakukan pengaturan lalulintas agar tidak macet.

Minggu, 26 Februari 2017

Kodim Bireuen Tangani Tanggul Irigasi Jebol di Paya Abo, Haji Saifan Mana?

Bireuen -Dandim 0111/Bireuen memerintahkan Danramil Peusangan untuk menangani pembangunan darurat tanggul irigasi jebol akibat banjir di Paya Abo, Kecamatan Peusangan.

Dandim 0111/Bireuen, Letkol Arm. Adekson melalui Danramil Peusangan, Kapten Arh. Ronal Samosir, Senin (27/2/2017) mengatakan, jika tidak segera ditangani pembangunan secara darurat irigasi yang jebol tersebut, 3 kecamatan terancam gagal panen.
“Kalau tidak kita tangani segera, hampir 4 ribu hektare sawah di 3 kecamatan terancam gagal panen. Kalau gagal panen dampaknya kan besar terhadap petani,” ujar Ronal Samosir.

Tiga kecamatan yang berdampak kekeringan sawah, lanjut Danramil Peusangan, Kecamatan Peusangan sekitar 1.500 ha, Jangka 1.600 ha dan Kutablang 600 ha.

Menurutnya, untuk menangani tanggul tersebut, biayanya atas inisiatif Dandim dan bantuan material H. Saifannur.

“Semua biaya untuk pengerjaan tanggul ini atas inisiatif Dandim yang memerintahkan saya harus selesai satu hari dikerjakan. Dan ada bantuan material dari H. Saifan. Untuk alat berat kami yang cari,” ungkap Danramil Peusangan.

Selama tahun 2017, tambahnya, Kodim Bireuen telah menangani tiga masalah yang sama. Dua di Gampong Cot Nga dan terakhir di Paya Abo (sebelumnya ditulis Alue Peuno).

“Beliau (Dandim) tidak mau masalah seperti ini dibiarkan berlarut-larut nunggu ada biaya dulu baru ditangani, karena kasihan rakyat yang rugi dan menderita karena gagal panen,” terangnya.

Untuk diketahui, banjir Selasa lalu di Kabupaten Bireuen, menerjang saluran irigasi sekunder di Paya Abo, Kecamatan Peusangan, yang mengairi sawah di tiga kecamatan.

Atas inisiatif Kodim 0111/Bireuen melalui Danramil Peusangan, selesai menangani secara darurat dalam waktu satu hari, dan hari ini sudah bisa dialiri air kembali.
Danramil Peusangan beserta sejumlah Babinsa turun langsung mengerjakan tanggul tersebut, dibantu Kepala BP3K Peusangan, Hafni, SP dan petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen.

Selasa, 21 Februari 2017

Irigasi Peusangan Terputus, H. Saipannur Langsung Menuju Lokasi


Irigasi sumber perairan warga di Gampong Paya Aboe, kecamatan Peusangan mengalami kerusakan akibat dihantam air deras setelah diguyur hujan semalam penuh Rabu 22/2/17. Akibatnya air menjadi meluap ke persawahan dan merusak padi petani di desa tersebut.

Mendengar berita tersebut Calon Bupati Bireuen yang baru saja memenangkan pilkada calon Bupati Bireuen didampingi perangkat desa dan anggota TNI langsung terjun ke tempat kejadian dan meninjau langsung untuk memastikan kerusakan yang diakibatkan oleh derasnya air.

Menanggapi hal tersebut H. Saipannur S.Sos secepatnya akan menurunkan alat berat untuk memperbaiki irigasi yang sudah rusak parah, tanggul yang menahan arus air terputus.

"Irigasi putoh di gampong paya aboe, kecamatan peusangan
Gepegah le H.saifannur, singeh langsong ta peutreun beko," jelasnya.

Warga Gampong setempat juga berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki irigasi yang rusak.

" Kami harap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki irigasi ini, karena dapat membahayakan padi petani" jelas petani Gampong setempat.

Sampai saat ini belum diketahui kerugian petani akibat kejadian tersebut. Dan masyarakat hanya bisa menunggu bantuan alat berat segera datang untuk mengatasi masalah ini.

Senin, 06 Februari 2017

LPI Darul Abidin Laksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW


Bireuen - Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Darul Abidin Kec. Peusangan, Kab. Bireuen melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 1438 H, LPI Darul Abidin yang merupakan lembaga baru untuk mendidik anak-anak khususnya ilmu agama masih berusia sangat dini, terhitung November 2016 pertengahan baru melaksanakan proses belajar mengajar khususnya pengajian Al Quran dan Kitab-Kitab Kuning dasar bagi anak-anak (6/2/2017)

Maulid yang dilaksanakan guna sebagai pengingat hari Lahir Rasulullah SAW dan menjadi motivasi bagi santri untuk lebih giat belajar agama serta meneladani Rasulullah.

Pimpinan LPI Darul Abidin, Tgk. Bachtiar, S.Pd menyampaikan "Alhamdulillah ini kegiatan perdana kami dari LPI Darul Abidin, semoga dengan memperingati Maulid Nabi SAW ini, para santri akan lebih bersemangat dalam belajar agama, dan bisa mengamalkan di dunia nyata secara perlahan".

Lanjutnya, " Darul Abidin baru berdiri 3 bulan terakhir dengan dukungan semua pihak baik masyarakat desa Paya Cut dan masukan-masukan dari pihak lain. Dalam maulid ini kami mengundang Tgk. Rahmat Asri Sufa, S.Pd.I untuk memberikan ceramah singkat di LPI Darul Abidin." Ujar Wakasek salah satu SD Negeri di Kab. Bireuen ini.

Disisi lain, Tgk. Rahmat Asri Sufa, S.Pd.I sebagai penceramah sekaligus Ketua LPI Darul Abidin ini menegaskan, " Para santri kami arahkan untuk tetap bersemangat dalam belajar agama, sesuai dengan isi ceramah singkat, ada 3 hal pentingnya menuntut ilmu : 1. Bahagianya kita di dunia dengan ilmu, 2. Bahagianya kita di akhirat dengan ilmu, 3. dan bahagia kita akan keduanya juga dengan ilmu".

" Rasa syukur kami ucapkan terhitung 3 bulan sudah 60 santri yang belajar di Darul Abidin, dan ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Paya Cut yang sudah mendukung berdirinya LPI Darul Abidin " . Ujar Ketua LPI Darul Abidin ini.