Tampilkan postingan dengan label Umrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umrah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 April 2017

Menara Masjid Tertinggi di Dunia ada di Aljazair


Selain kubah yang menjadi ikon dari suatu masjid adalah keberadaan menara. Kehadiran menara yang umumnya digunakan sebagai tempat menaruh speaker agar panggilan salat terdengar ke wilayah yang jauh telah menyempurnakan bangunan masjid itu sendiri. Rasanya tidak lengkap sebuah masjid tanpa adanya menara dan rekor menara masjid tertinggi di dunia bakal dipecahkan oleh masjid yang berada di Aljazair.

Masjid terbesar di dunia hingga saat ini dipegang oleh Masjidil Haram di Arab Saudi, namun tahukah kamu siapa pemegang rekor menara masjid tertinggi di dunia? Saat ini menara masjid tertinggi di dunia dipegang oleh Masjid Hassan II di Maroko dengan ukuran 210 meter. Namun rekor ini akan segera dipatahkan oleh masjid yang baru dibangun oleh pemerintah Aljazair.

Pemerintah Aljazair saat ini sedang melakukan pembangunan sebuah masjid yang bakal memecahkan rekor menara masjid tertinggi. Adalah Djamaa El Djazair atau Mohammadia Mega Mosque, sebuah masjid yang dibangun di wilayah Distrik Mohammadia, Aljir. Masjid ini mencuri perhatian dunia lantaran rencananya masjid ini memiliki menara tertinggi di dunia.

Seperti dilansir Travelingyuk dari laman AFP, masjid yang dibangun di tepi teluk Aljir ini akan dilengkapi dengan sebuah menara setinggi 265 meter yang artinya lebih tinggi 55 meter dari pemegang rekor sekarang yaitu Masjid Hassan II di Maroko. Tentu saja menara masjid yang super tinggi ini akan menjadi salah satu daya tarik wisatawan apalagi masjid ini dibangun di kawasan yang akan dikembangkan menjadi pusat bisnis dan area wisata.

Menilik bagian dalam masjid, Djamaa El Djazair dibekali ruang salat seluas 20 ribu meter persegi yang rencananya bakal muat untuk menampung 120 ribu jemaah. Di dalam kompleks masjid juga dibangun fasilitas pendukung seperti perpustakaan yang menampung 1 juta buku, sekolah Al Qur’an untuk 300 murid serta museum sejarah dan karya seni Islam.

Masjid Djamaa El Djazair mulai dikerjakan pada tahun 2012 dan diperkirakan akan bisa digunakan pada tahun 2017 mendatang. Masjid ini pula telah dilengkapi dengan teknologi canggih yang bisa mendaur ulang air hujan di penampungan guna dimanfaatkan oleh jemaah. Penerangan dalam ruangan pun memanfaatkan panel surya yang ramah lingkungan. So, sudah tidak sabar menanti masjid ini beroperasi! 

Kamis, 13 April 2017

Ternyata Ka'bah Ada Kaitannya Dengan Kiamat

Benarkah ada hubungan antara Ka'bah Dengan Kiamat? Untuk menjawab pertanyaan ini mari kita urai permasalahannya dari awal dulu.

Kita mungkin pernah bertanya kenapa harus sholat menghadap kiblat, juga kenapa harus ada ibadah thawaf, ini juga sering jadi perenungan manusia, seperti ini:

1. Ketika mempelajari kaidah tangan kanan (hukum agama), bahwa putaran energi kalau bergerak berlawanan dengan arah jarum jam, maka arah energi akan naik ke atas akan naik ke atas. Arah ditunjukkan arah 4 jari, dan arah ke atas ditunjukkan oleh arah jempol. Ini benar-benar suatu peristiwa yang unik dan aneh.

2. Dengan gambar foto pola ibadah thawaf dimana bergerak dengan jalan berputar harus berlawanan jarum jam, ini menimbulkan pertanyaan, kenapa tidak boleh terbalik arah? searah jarum jam misalnya.

3. Kenapa sholat harus menghadap kiblat, termasuk dianjurkan berdoa dan pemakaman menghadap kiblat?

4. Kenapa sholat di masjidil haram menurut hadist nilainya 100.000 kali dari tempat lain?

5. Kenapa singgasana Allah ada di langit tertinggi?

Perenungan Sintesa (Ilmu Umum)
Energi sholat dan doa dari individu atau jamaah seluruh dunia terkumpul memiliki kekuatan supernatural dan terakumulasi di kabah setiap saat, karena bumi berputar sehingga sholat dari seluruh dunia tidak terhenti dalam 24 jam, misal orang bandung sholat dzuhur, beberapa menit kemudian orang jakarta dzuhur, beberapa menit kemudian serang dzuhur, lampung dan seterusnya.

Belum selesai dzuhur di india pakistan, di makasar sudah mulai ashar dan seterusnya. Pada saat dzuhur di jakarta di london sholat subuh dan seterusnya 24 jam setiap hari, minggu, bulan, tahun dan seterusnya.

Energi yang terakumulasi, berlapis dan bertumpuk akan diputar dengan generator orang-orang yang bertawaf yang berputar secara berlawanan arah jarum jam yang dilakukan jamaah makah sekitarnya dan jamaah umroh / haji yang dalam 1 hari tidak ditentukan waktunya seperti dalam video tersebut.

Maka menurut implikasi hukum kaidah tangan kanan bahwa energi yang terkumpul akan diputar dengan tawaf dan hasilnya kumpulan energi tadi arahnya akan ke atas menuju langit. Jadi sedikit terjawab bahwa energi itu tidak berhenti di kabah namun semuanya naik ke langit.
Sebagai satu cerobong yang di mulai dari kabah. Menuju langit mana atau koordinat mana itu masih belum nyampe pikiran saya. Yang jelas pasti Allah telah membuat saluran agar sholat dan doa dalam bentuk energi tadi agar sampai ke hadirat nya. Jadi selama 24 jam sehari terpancar cerobong energi yang terfokus.

Kesimpulan
Sholat dan doa, diyakini akan sampai ke langit menuju singgasana Allah selama memenuhi kira-kira persyaratan uraian di atas dengan sintesa (gabungan/ekstrasi) renungan hukum agama dan hukum alam, karena dua-duanya ciptaan Allah juga.

Jadi, hendaknya ilmuwan dan agamawan bersinergi / saling mendukung untuk mencapai kemaslahatan yang lebih luas dan pemahaman agama yang dapat diterima lahir batin

Memantapkan kita dalam beribadah sholat khususnya dan menggiatkan diri untuk selalu on-line 24 jam dengan Allah, sehingga jiwa akan selalu terja ga dan membuahkan segala jenis kebaikan yang dilakukan dengan senang hati (iklas).

Terjawablah jika sholat itu tidak menyembah batu (kabah) seperti yang dituduhkan kaum orientalis, tapi menggunakan perangkat alam untuk menyatukan energi sholat dan doa untuk mencapai Allah dengan upaya natural manusia.

Allah Maha Pandai, Maha Besar dan Maha Segalanya

Ini sekedar renungan dan analisa, semoga saja mampu memotivasi kita dan para pakar untuk memicu pemikiran, penelitian lebih dalam untuk lebih mempertebal keimanan dan menjadi saksi bahwa Allah menciptakan semesta dengan penuh kesempurnaan tidak dengan main-main (asal jadi) sehingga makin yakin dan cinta pada Allah yang maha esa.

Mungkin renungan ini berlebihan dan berfantasi, tapi sedikitnya ini pendekatan yang mampu menjawab pertanyaan sebagaimana di atas dan tidak bertentangan dengan kitab suci dan hadist bahkan mendukungnya.

Ramalan untuk memastikan bahwa ka'bah dan kiamat hanya Allah yang tahu:
Ka’bah akan hancur dengan sendirinya (terbukti dengan ditenggelamkannya satu pasukan yang akan menyerang ka’bah suatu hari nanti).

Jika pusat bumi bergeser akan banyak kekacauan (seperti musim yang tidak mengenal waktu).

Kiamat akan cepat terjadi jika sholat sudah ditinggalkan.

Maka siapa yang meninggalkan sholat berarti telah merobohkan agama.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam,
“Shalat itu adalah tiang agama (Islam), maka barangsiapa mendirikannya maka sungguh ia telah mendirikan agama (Islam) itu dan barangsiapa merobohkannya maka sungguh ia telah merobohkan agama (Islam) itu,”

Senin, 10 April 2017

Menteri Agama Resmikan Gedung Haji “Jabal Rahmah” Embarkasi Banjarmasin

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan gedung baru jamaah haji Embarkasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang berada di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, di Banjarbaru, Senin (10/4).

Gedung baru yang diberi nama Jabal Rahmah itu dipergunakan untuk penginapan jamaah haji Embarkasi Banjarmasin. Pembangunan gedung yang benilai Rp61 miliar lebih itu diklaim berstandar pelayanan hotel bintang tiga.

Lukman Hakim menyatakan, revitalisasi asrama haji ini bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 2016 untuk meningkatkan pelayanan bagi jamaah haji Kalsel.

Menurut dia, sejak 2014, Kementerian Agama terus melakukan pebaikan sarana di asrama haji di seluruh embarkasi di Indonesia, pada 2017 ini dana yang tersedia lebih Rp400 miliar.

“Perbaikan asrama haji ini sangat penting kita lakukan, karena sebagai tempat terakhir persiapan calon jamaah haji saat di tanah air untuk melaksanakan perjalanan panjang ibadah haji,” papar Lukman Hakim.

Calon jamaah haji harus mendapat pelayanan maksimal, sebab itu hak mereka. Kementerian Sgama sebagai lembaga yang dipercaya negara mengelola penyelenggaraan ibadah haji nasional harus bisa mewujudkannya.

“Hingga tekad kita terus memberikan kepuasan bagi jamaah haji terus dilakukan, dan dapat kita syukuri dari survei Badan Pusat Statistik (BPS) kepuasan jamaah haji terus meningkat,” paparnya.

Lukman menyebutkan, sejak 2014 hingga 2015 survei kepuasan pelayanan haji mencapai angka 82,7 poin, kemudian pada 2016 meningkat menjadi 83,83 poin.

“Kita upayakan terus peningkatan kenyamanan fasilitas bagi tamu khusus Allah SWT ini,” tegasnya.

Dia pun mengingatkan, agar pelayanan bagi tamu khusus Allah SWT ke tanah suci untuk melaksanakan rukun Islam ke-5 tidak dimain-mainkan, sebab sanksi berat akan diberikan bagi oknum Kementerian Agama yang sengaja melaksanakan pelayanan di luar ketentuan.

Terkait gedung baru asrama haji Kalsel, Lukman Hakim yang meninjau langsung kekamar-kamar cukup mengapresiasinya, sebab dapat menampung lebih dari 200 jamaah, di mana masing-masing kamar dengan empat tempat tidur.

Sementara, Wakil Gubernur Kalsel H Rudy Resnawan mengharapkan, Kementerian Agama pusat kembali bisa membangunkan satu lagi tambahan gedung baru semacam yang ada ini, sebab yang ada ini belum menampung satu kloter.

“Karena antrian haji di daerah kita terpanjang se-Indonesia, hingga patut mendapat perhatian lebih,” paparnya sambil menjelaskan bahwa kuota haji Kalsel tahun ini menjadi 3.831 orang, dengan antrian hingga 92 ribu lebih.

Di Mana Letak Maqam Ibrahim AS Sebelum Dipindahkan?


Maqam Ibrahim adalah batu yang digunakan Nabi Ibrahim AS untuk berpijak sewaktu beliau membangun Ka’bah. Beberapa keutamaan Maqam Ibrahim yakni dijadikan tempat shalat, yaqut dari surga, dan tempat dikabulkannya doa.

Seperti dikutip dari buku Ensiklopedia Peradaban Islam (Makkah) karya Syafii Antonio, pada mulanya maqam ini menempel di dinding Ka'bah sebagai tempat berpijak Nabi ibrahim AS dalam meninggikan Ka'bah. Kemudian di zaman Khalifah Umar bin Khattab, maqam ini digeser mundur untuk memperluas orang yang melakukan thawaf.

Sosok Umar sendiri merupakan orang yang mesti diikuti sebagaimana Hadits Nabi Muhammad SAW, "Ikutilah dua sahabat setelah aku wafat, Abu Bakar dan Umar." Tidak ada seorangpun dari kalangan sahabat yang mengingkari pemindahan maqam tersebut.

Kotak Maqam Ibrahim terus mengalami perubahan. Mulanya, Maqam Ibrahim diletakkan di sebuah bangunan lemari perak yang di atasnya dibuat peti berukuran 6x3 meter. Luas kotak tersebut 18 meter. Bangunan ini memenuhi ruang tempat thawaf dan mempersulit jamaah yang melakukan thawaf.

Atas kesepakatan Rabitah Al-Alam Al-Islami(Organisasi Liga Umat Islam Dunia) pada 1387 Hijriyah, diubahlah menjadi kotak kaca kristal yang diliputi dengan besi di atas batu marmer berukuran 180x130 centimeter = 2,34 meter. Kemudian oleh pihak pemerintah, kotak tersebut dilapisi emas. Di luarnya dilapisi kaca bening setebal 10 centimeter yang tahan terhadap panas dan antipecah.

Saat ini jarak antara Maqam Ibrahim dengan sudut Ka'bah, dan Hajar Aswad = 14,5 meter. Jarak dengan Rukun Yamani = 14 meter, jarak dengan sudut saluran air = 13,25 meter.

Warna Maqam Ibrahim menyerupai warna perunggu, agak kehitam-hitaman. Cetakan kaki Nabi Ibrahim terbuat dari besi. Adapun rumah kaca sengaja dibuat untuk menghindari kerusakan prasasti jejak kaki Sang Pembangun Ka’bah, Nabi Ibrahim AS. Sama halnya dengan Hajar Aswad, posisi Maqam Ibrahim yang menempel di Ka’bah memiliki keistimewaan. Jika Hajar Aswad mengandung sunah penghormatan dengan cara mencium atau mengusapnya, Maqam Ibrahim dihormati dengan melakukan shalat sunah di belakangnya.

Saat musim haji, tentu bukan perkara mudah untuk bisa shalat sunah tepat di belakang Maqam Ibrahim. Selain dijaga petugas, ada larangan terhadap jamaah agar tidak berdoa di depan Maqam Ibrahim.

Alasannya, berdoa di depan Maqam Ibrahim dikhawatirkan mengandung penyembahan dan penghormatan yang berlebihan pada prasasti tersebut. Tidak heran kalau petugas di sana selalu menghalau jamaah yang terlihat berdoa di depan Maqam Ibrahim. Petugas biasanya memberi peringatan jika Maqam Ibrahim hanya sebatas untuk dilihat, bukan untuk disembah.

Jumlah Hilton Hotel akan meningkat pada tahun 2018 di Arab Saudi


Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional (SCTH) mengatakan jumlah hotel meningkat sebesar 6 persen pada 2017 mencapai 2036 dibandingkan dengan 1908 pada tahun 2016.

Dan untuk perumahan apartemen tercatat sebesar 6940 dan entitas rumah sakit sebesar 506.716 kamar tahun ini, meningkat 17 persen dibandingkan dengan 421.074 kamar pada tahun 2016.

SCTH juga melakukan survei terhadap agen travel yang melakukan perjalanan hingga 2.294 kali. Sedangkan agen travel semakin meningkat 30 persen dari 461 menjadi 519 agen. 

Menurut laporan Riyadh adalah kota tersibuk Arab Saudi untuk pembangunan hotel dengan hampir 50 proyek hotel saat ini sedang berlangsung .

Pemirrintah Arab saudi sedang membangun hotel khususnya kota Riyadh dan Jeddah , laporan tersebut mengungkapkan bahwa 170 hotel dan 60.395 kamar sedang dalam berbagai tahap dalam pipa konstruksi.

Hilton tercatat sebagai salah satu operator hotel top di negeri ini. Hilton Riyadh Hotel & Residences adalah salah satu dari tiga hotel baru merek akan membawa ke Kerajaan pada tahun 2017.

Kamel Ajami, wakil presiden (operasi KSA) di Hilton, mengatakan: “Kehadiran kami di Arab Saudi kembali lebih dari 20 tahun. Kami memiliki rencana ambisius untuk ekspansi sampai dengan 29 hotel pada akhir 2018, saya berharap untuk mengawasi dua kali lipat jumlah hotel daripada  saat ini.”

Jumat, 07 April 2017

Saat Umrah Hati Harus Bersih, Jangan Sibuk Selfie, itu Riya


BIREUEN - Pimpinan Dayah Harapan Umat Arongan, Kabupaten Bireuen,Teungku Luthfi Sofyan Arongan atau akrab disapa Ayah Panti mengingatkan jamah haji atau umrah, saat melaksanakan ibadah jangan disibukkan dengan selfie atau foto narsis."Dewasa ini masyarakat kita untuk mengabadikan gambar diri sendiri atau yang biasa disebut selfie pada momen-momen tertentu sudah menjadi lumrah dan ngetren saat ini. Tidak terkecuali di Haramain, dua Tanah Suci umat Islam yaitu Makkah dan Madinah," ujar Ayah Panti.

Beliau menyebutkan saat ini banyak jamaah haji maupun umrah yang ber- selfie di tempat-tempat, waktu dan kondisi tertentu. " Selfie memang tidak dilarang, namun melakukan selfie seenaknya di Tanah Suci bukan tindakan bijak mengingat Haramain merupakan tanah sakaral bagi umat Islam, jadi hendaknya jamaah haji mempertimbangkan beberapa hal sebelum ber-selfie di Haramain," imbaunya kepada jamaah yang akan umrah bersamanya.

Ayah Panti menjelaskan Allah SWT memerintahkan manusia sebagai jamaah umrah agar menunaikan ibadah itu tanpa riya atau memamerkannya kepada orang lain. "Walaupun esensial riya' itu patronnya dalam hati kita masing-masing, namun kita tidak membuka jalan ke arah riya' tersebut," ucap kandidat master komunikasi IAIN Malikussaleh Lhokseumawe.
"Kita harus merenungkan diri kita masing-masing dengan sebuah pesan baginda Nabi ketika tiba di Miqat, Rasulullah Saw bersabda: “Allah memerintahkan ibadah haji dilakukan tanpa riya’ dan tidak dipublikasikan kepada publik," katanya.
Beliau menambahkan bahwa sabda Rasulullah SAw itu disampaikan ketika beliau tiba di Miqat diikuti dengan tindakan dan praktik membersihkan rohani.

“Budaya sebagian jamaah haji dan umrah sekarang gemar mengambil gambar (selfie) ketika tiba di Miqat. Tidak hanya itu, mereka juga mengambil gambar saat melakukan tawaf, saat bermalam di Padang Arafah dan saat melempar jumrah,” kata sang pelopor RTA itu.
Hendaknya jika yang ingin melakukan perjalanan umrah atau berangkat ke Makkah tidak hanya mengingat soal selfie atau belanja melainkan fokus juga untuk beribadah.

"Bek di gampong galak selfie-selfie , jeut ta kubah HP siat wate ka u Tanah Haramain. Bek le gadoeh dengon selfie , tapi fokuskan beribadah. (Waktu di kampung gemar selfie-selfie, sudah waktunya menyimpan HP sebentar kalau sudah sampai ke Tanah Suci. Jangan lagi disibukkan dengan
selfie, " pesan Ayah Panti.
Ayah Panti mengingatkan, jamaah telah menghabiskan waktu dan belanja serta meninggalkan keluarga dan umat di daerah masing-masing, selayaknya jamaah di sana pergunakan waktu dan fokus beribadah dalam menggapai mardhatillah di tempat yang paling mulia di dunia.

Pemko Lhokseumawe Kembali Umrahkan 50 Imam Gampong dan Masjid

LHOKSEUMAWE -  Pemerintah Kota Lhokseumawe menguncurkan Rp 1,2 miliar dana bersumber APBK 2017, untuk mengumrahkan 50 orang imam gampong dan imam masjid dari empat kecamatan di Kota Lhokseumawe.

“Umrah gratis yang dibiayai pemerintah tersebut rencanya akan diberangkatkan pada 1 Mei mendatang, selama 15 hari. Ini merupakan keberangkatan terakhir dari program umrah gratis Pemko Lhokseumawe untuk imam teladan,” kata Ketua panitia pelaksana dari Dinas Syariat Islam Lhokseumawe, Ramli Amin, Jumat (7/4/2017).

Lanjutnya, untuk anggarannya dibebankan pada APBK 2017 per orang Rp 25 juta. Jadi, total keseluruhan ada 50 orang, dengan kucuran dana mencapai Rp 1,2 miliar. Program ini juga bagian realisasi janji Wali Kota Suaidi Yahya, yang memberikan umrah gratis kepada imam yang telah berjasa bagi masyarakat.

“50 imam yang akan diberangkatkan tersebut telah menjalani serangkaian tes. Di antaranya, ujian tulis dengan menjawab sebanyak 40 soal, tes baca kitab dan doa. Mereka diuji oleh 12 orang dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), ulama dayah dan LPTQ Lhokseumawe,” ungkapnya.

Ramli juga menambahkan, sejak tahun 2013 sampai 2016, Pemko  Lhokseumawe sudah memberangkatkan 80 imam gampong dan imam masjid. Ditambah 50 imam jatah 2017, total yang diberangkatkan sebanyak 130 orang.