Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 April 2017

Sekcam Kutablang Harapkan Pemkab Bireuen Segera Bangun Rumah Warga Gle Putoh yang Tertimpa Pohon


Sekcam Kutablang Mukhsen S, Ag dengan sigap langsung turun ke lokasi di Desa Glee Putoh Kecamatan Kutabalang saat mendapat laporan dari masyarakat ada rumah warga yang tertimpa pohon, Sabtu(15/4/2017).

Mukhsen menyebutkan, rumah milik Bukhari Yahya (39) yang sehari-harinya sebagai tukang bangunan dan istrinya Anidar (37) guru mengaji  itu rusak parah akibat tertimpa pohon.

Dikatakannya, kejadian naas tersebut terjadi sekira pukul 7. 30 Wib, tiba-tiba sebuah pohon mancang yang sudah tua dan akarnya lemah menimpa rumah warga miskin tersebut.

“Beruntung pemilik rumah berhasil menyekoralamatkan diri ke luar rumah setelah mendengarkan suara runtuhan pohon akan roboh,” ungkap Mukhsen.

Dikatakannya, akibta peristiwa itu, anak pasangan tersebut bernama Nurul Fajri (16) mengalami lecet ringan terkena serpihan runtuhan rumah, kemudian dilarikan ke pukesmas untuk medapatkan perawatan medis.

“Warga setempat mulai berdatangan untuk membantu membersihkan dan memotong pohon yang menimpa rumah warga itu, bantuan masa panik juga mulai disalurkan oleh dinas terkait,” jelas Sekcam Kutablang itu.

Mukhsen sangat mengharap bantuan rumah layak huni dari Pemeritah Kabupaten Bireuen untuk segera dibangun, mengingat rumah tersebut sangat dibutuhkan.

“Apalagi selama ini rumah tersebut digunakan sebagai tempat pengajian anak-anak,” pungkasnya.

Minggu, 09 April 2017

Polisi akan Selidiki Penggunaan Dana Gampong Gumpang Lempuh

BLANGKEJEREN - Penggunaan dana gampong di Gampong Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, dinilai tidak transparan. Penggunaan dan pertanggungjawabannnya oleh keucik setempat, tidak diketahui masyarakat.
"Coba bayangkan, saya selaku Kaur Pembangunan pernah menangani pembangunan jalan dari rabat beton di tahun 2016 kemarin, akan tetapi saya tidak pernah membuat pertanggungjawabannya. Malah kuchik sendiri yang membuatnya, ini kan luar biasa," kata Kaur Pembangunan di Gampong Lempuh, Rudin, Minggu (9/4/2017).

Bahkan sambungnya, anggaran pembangunan rabat beton dan dua bubusan kecil untuk saluran di wilayah Dusun Aih Kemili dan Dusun Pinang Baris tahun 2016 sebesar Rp 70 juta lebih, hanya diterima dan dikelolanya senilai Rp 52 juta saja. "Anehnya lagi, pertanggungjawaban pekerjaan yang kami lakukan juga dibuat oleh keuchik, bahkan tanpa menggunakan dasar bon pembelian bahan yang saya lakukan. Ini kan hal yang mustahil, apa dasar dia membuat SPJ," tanya Rudin.

Akibat tidak transparannya penggunaan Dana Gampong membuat beberapa perangkat lainnya pernah mengundurkan diri, tetapi sempat ditengahi oleh camat yang lama yaitu Said Idris Wintareza. Selain itu, Rudin juga mengaku hingga saat ini Keuchik Gumpang Lempuh itu belum memberikan honor pekerjaannya sebesar Rp700 ribu.

Hal yang sama diungkapkan, Ketua Urang Tue setempat, Basarudin, bahwa pihaknya sebagai pengawas tidak pernah mengetahui kemana dana gampong itu dipergunakan.

Terkait permasalahan tersebut keduanya mengharapkan, penegak hukum bisa menindak lanjutinya. Sebab, tidak transparannya penggunan dana gampong ini disebutkan sudah berlangsung dua tahun. "Sehingga sangat merugikan masyarakat setempat,' katanya.

Terkait hal itu, Kapolres Gayo Lues, AKBP Bhakti E Nurmansyah melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama mengatakan, pihaknya langsung akan membentuk tim, dan besok tim tersebut akan meluncur ke Gampong Gumpang Lempuh untuk menyelidiki permasalahannya.

"Jika nanti ditemukan perbuatan pidana, maka akan kami tingkatkan penyidikan, dan jika memang terbukti maka akan kita proses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Selanjutnya, Eko juga meminta peran serta masyarakat dalam memberikan informasi dan tak perlu takut menyampaikannya kepada aparat penegak hukum.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Keuchik Gumpang Lempuh, Abu Bakar Sidik, belum berhasil diperoleh.

Jumat, 24 Februari 2017

Ini Jumlah Rumah Duafa yang akan Dibangun di Bireuen

BIREUEN-  Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Bireuen akan membangun 251 unit rumah duafa, di 17 kecamatan, kabupaten setempat, pada tahun ini. Di tahun yang sama, pihaknya juga melakukan rehabilitasi  28 unit rumah tak layak huni.

Kadis Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Bireuen, Yanfitri Jumat (24/2/2017) menyebutkan, ke-251 unit rumah kaum duafa tersebut akan dibangun dengan tipe 36 atau senilai Rp 90 juta per unitnya.

“Dana pembangunan rumah tersebut bersumber dari APBK 2017 sebanyak  90 unit, serta dana dari Otsus 161 unit,” katanya.

Sedangkan, tambah Yanfitri, untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swasdaya (BSPS) dari dana APBN 2017, akan membangun rumah rehab sebanyak 339 unit bagi kaum duafa di Kecamatan Juli dan Kecamatan Gandapura.
Yanfitri juga mengatakan, pihaknya merencanakan program tatanan kawasan pemukiman dan lingkungan hidup, program penanganan banjir kiriman seperti kawasan Gampong Pulo Ara, Geudong-Geudong, Geudong Alue, Geulanggang Gampong, Bireuen Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang dan Cot Meurak Juli.
Namun  kendalanya, saat ini dinas tersebut masih baru dan belum miliki anggaran untuk 2017, maka akan diprioritaskan pada 2018.

"Program ini guna mengatasi bencana banjir setiap musim penghujan, dengan melakukan rehabilitasi dan pembersihan saluran pembuangan, sehingga kawasan Kota Juang tidak menjadi langganan banjir,” pungkasnya.

Sabtu, 28 Januari 2017

Sekda Bireuen Lantik dan Kukuhkan 538 Pejabat

Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Bireuen, Ir Zulkifli SP, melantik dan mengukuhkan sebanyak 538 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan pemerintah kabupaten tersebut, di Aula Lama Setdakab setempat, Jumat (27/1) sore.

BIREUEN - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bireuen, Ir Zulkifli SP, melantik dan mengukuhkan sebanyak 538 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemkab Bireuen, di Aula Lama Setdakab Bireuen, Jumat (27/1) sore.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bireuen, M Yusuf menyebutkan, 538 pejabat struktural dan fungsional yang dikukuhkan dan dilantik itu adalah dua camat yaitu Camat Peudada Drs M Hasan dan Camat Samalanga Jamaluddin BSC.

Selain itu, pejabat yang dilantik dan dikukuhkan itu adalah pejabat eselon III dan IV serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan ratusan kepala sekolah, mulai Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sekda usai melantik para pejabat tersebut dalam sambutannya mengatakan, pelantikan dan pengukuhan tersebut sesuai dengan undang undang yang berlaku yang bertujuan untuk menyejukkan semua pejabat dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK).
“Pelaksanaan pengukuhan dan pelantikan pejabat di lingkup Pemkab Bireuen sebagai implemetasi sekaligus tindak lanjut pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah,” kata Sekda.

Minggu, 08 Januari 2017

Pawai Tambo Maskot Pilkada Aceh di Bireuen Dimeriahkan Rapai dan Seurune Kale

Kesenian tradisional rapai dan seurune kale dari Sanggar Peudeng Puesaka, Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, mengisi kegiatan kedatangan dan pawai Maskot Pilkada Aceh 2017. “Si Tambo” di Bireuen.

Pada kegiatan tersebut, ada penampilan dan alunan tabuhan dari Grup rapai dan seurune kale, asuhan Syeh dan Geuntha ini, mendapat applaus dari ratusan para undangan yang hadir.

Menggandalkan peralatan tradisional seadanya, seperti genderang, rapai dan surene kale, grup ini melantunkan sederetan syair-syair bernafaskan islami.
Pimpinan Sanggar Peudeng Puesaka, Geulanggang Teungoh, Syeh dan Geuntha menjelaskan, Sanggar Peudeng Puesaka ini dibentuk pada tahun 1986.

Dijelaskan, jumlah personil sanggar ini sebanyak 14 orang, terdiri dari 9 org penabuh rapai, 1 seurune kale, 2 genderang dan 2 orang vokal.

Informasi yang dihimpun KoranBireuen di lokasi, kegiatan yang digelar oleh KIP Bireuen ini, berbentuk sosialisasi kepada masyarakat, supaya masyarakat aktif dalam memilih menjelang Pilkada 2017 mendatang.

Selain itu, masyarakat juga ikut memberikan suara pilihannya sesuai dengan hati nurari, bukan dengan atas paksaan dari pihak lain dan menjaga Pilkada dapat berlangsung aman dan damai.

Sebelum melanjutkan perjalalan ke Kabupaten Lain. Si Tambo terlebih dahulu diarak di seputaran kota Bireuen, mengunakan sejumlah mobil diiringi alunan rapai dan seurune kale dari Sanggar Peudeng Puesaka .

Jumat, 06 Januari 2017

Sering Tergenang Air, Terowongan Lintasan Rel Kereta Api di Gandapura

Terowongan lintasan rel kereta api di Desa Cot Tunong, Kecamatan Gandapura yang dibangun tahun 2015 silam, kerap dikeluhkan warga dan pengguna jalan.
Pasalnya setiap turun hujan, air selalu menggenangi terowongan tersebut, sehingga mengganggu lalu lintas dan rentan kecelakaan.

Muqaddirm seorang warga Desa Cot Tunong kepada media, Kamis (5/1/2017) mengatakan, setiap turun hujan selalu saja air tergenang di terowongan rel kereta api tersebut.

Bahkan, menurutnya, karena tergenangi pematang jalan dibobol supaya air bisa mengalir, namun setelah dibobol air tidak juga mengalir.

Andi Saputra,seorang pengguna jalan yang berasal dari Kecamatan Gandapura yang kerap melintasi terowongan menyebutkan, terowongan tersebut paska hujan selalu tergenangi air.

“Kondisi ini sangat membahayakan para pengguna jalan yang melintasi terowongan tersebut apalagi para ibu-ibu dan perempuan yang kurang bisa berhadapan dengan situasi seperti itu,” sebut Andi.

Ditambahkan Andi, dia sangat menyayangkan mutu pembangunan yang menghabiskan dana milyaran rupiah tersebut sangat buruk. “Seharusnya pemrintah melakukan pengawasan yang lebih ketat, agar mutu pembangunann bagus,” katanya lagi.

Traffic light (lampu lalu lintas) yang terpasang di depan terowongan, sebutnya lagi, sudah tidak berfungsi lagi dan lampu di dalam terowongan tidak terpasang, sehingga dimalam hari kerap terjadi kecelakaan di dalam terowongan tersebut.

Pantauan di lokasi terowongan rel kereta api tersebut, satu jam setelah hujan reda terlihat air setinggi 25 cm menggenangi pintu masuk terowongan. Batas pinggir jalan yang dibuat seperti pematang juga sudah dijebol.

Kemungkinan supaya air bisa mengalir keluar jalan menuju terowongan tersebut, namun sepertinya tidak berfungsi sehingga air masih saja menggenangi badan jalan.

Rabu, 09 November 2016

Kepala BPBD Bireuen Cek Perlengkapan dan Peralatan Bencana, Antisipasi Terjadinya Banjir

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen Farhan Husein SE, MM, Rabu (9/11/2016) pagi meninjau markas perlengkapan dan peralatan bencana BPBD) yang terletak dikawasan Blang Bladeh Kecaman Jeumpa.
Farhan Husein mengatakan, kehadirannya di markas kelengkapan dan peralatan bencana itu, dengan tujuan mengecek secara langsung perlengkapan dan peralatan sebagai penunjang yang dipergunakan untuk sewaktu-waktu terjadinya bencana.
Dijelaskan, pengecekan terhadap perlengkapan dan peralatan perlu dilakukan, sebagai langkah antisipasi agar saat terjadi bencana alam seperti banjir, maka berbagai peralatan yang dibutuhkan layak untuk diterjunkan ke lokasi.
Selain itu, perlengkapan untuk kebutuhan pengungsian apabila terjadinya kebanjiran, seperti kebutuhan tenda sudah dipersiapkan. Begitu juga dengan peralatan pendukung lainnya seperti rubber boat dan lainnya siap untuk digunakan.”Kesiapan peralatan paling penting saat terjadinya bencana,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Farhan  menghimbau masyarakat, untuk mengantisipasi banjir supaya selalu menjaga lingkungan,  membersihkan saluran pembuangan agar bebas dari tumpukan sampah. Ini supaya air mengalir dengan lancar, menggelar gotong royong membersihkan lingkungan.
“Masyarakat diharapkan tidak membuang sampah di sembarangan tempat, yang dapat menghambat lajunya aliran air bila terjadinya hujan deras,” pungkasnya.KoranBireuen