Tampilkan postingan dengan label Pilkada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Februari 2017

Besok, 1.020 Personel TNI-Polri Amankan Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Aceh

BANDA ACEH - Sebanyak 1.020 personel TNI/Polri dikerahkan untuk mengamankan rapat pleno rekapitulasi suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang dilaksanakan KIP Aceh di Gedung DPRA, Sabtu (25/2/2017) besok. 

"Segala sesuatu khususnya pengamanan telah dipersiapkan. Kami berharap pleno KIP Aceh ini‎ berjalan lancar sesuai tahapan," ujar Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin, usai memimpin rapat pengamanan rapat pleno di Mapolresta Banda Aceh, Jumat (24/2/2017).

Menurutnya, 1.020 personel tersebut terdiri dari 200 personel Brimob, 240 personel Polda Aceh, 253 personel Kodam Iskandar Muda, serta 50 personel Kodim 0101/BS yang akan ditempatkan baik di dalam maupun di luar serta di sejumlah titik ruas jalan menuju Gedung DPRA. 

Untuk kelancaran dan ketertiban acara serta terbatasnya kapasitas gedung, peserta dan undangan akan dibekali tanda pengenal yang dikeluarkan KIP Aceh.
“Yang tidak memiliki tanda pengenal, mohon maaf, kami tidak mengizinkannya masuk ke ruang rapat pleno dan dapat menyaksikan jalannya rapat melalui layar lebar di luar gedung," kata Saladin.
‎Mereka yang memiliki tanda pengenal, lanjutnya, juga menyaksikan rapat melalui tribun atas ruang rapat DPRA, yang mampu menampung sekitar 300 orang.
Rapat yang berlangsung di Aula Mapolresta tersebut, turut dihadiri Dandim 0101/BS, Kol Inf Mahessa Fitriadi.
"Pleno rekapitulasi suara besok rencananya akan dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh seluruh penyelenggara Pilkada Aceh," ucap Saladin.
‎Lanjutnya, untuk saksi, sesuai rapat disepakati hanya dua orang yang diperkenankan masuk, yakni mereka yang mendapat mandat dari masing-masing paslon.
“Semua yang berada di ruangan akan dibekali tanda pengenal, termasuk wartawan," tegas Saladin.

Selasa, 31 Januari 2017

Tim IrwandiNova terus lakukan Koordinasi


Bireuen - Pilkada Serentak 2017 tinggal menghitung hari, segala persiapan mulai dipersiapkan dengan matang, Tim Pemenangan setiap paslon Cagub/Cawagub terus melakukan sosialisasi ke semua lini dan koordinasi antar Tim dimanapun berada.

Salah satu Tim Paslon Cagub/Cawagub, IrwandiNova Kabupaten Bireuen terus melakukan koordinasi dan evaluasi antar Tim pemenangan, pertemuan internal yang dilakukan di salah satu cafe di Kab. Bireuen (1/2/2017)

Rahmat Asri Sufa, Tim Muda pemenangan IrwandiNova menyampaikan, " sejauh ini kami sudah melakukan yang terbaik, dengan sosialisasi maksimal. Dan khususnya saya sendiri lebih fokus ke pemuda/i agar tidak golput nantinya, karena satu suara sangat menentukan masa depan Aceh 5 Tahun ke depan. Kalau hari ini saja kita sudah tidak peduli, kapan lagi kita mau berbuat, maka pikirlah Aceh untuk kedepan, jangan hanya hari ini", ujar Rahmat yang juga salah satu Kader Muda Partai Demokrat Bireuen.

Lanjutnya, 15 Februari hanya tinggal beberapa hari lagi, mari kita mengawal pilkada kali ini dengan sepenuh hati, jangan sampai ada hal-hal yang tidak patut untuk dipertontonkan di pesta demokrasi kali ini, semoga harapan ini di dengar oleh semua pihak.

Kami yakin, dan tentunya dengan izin Allah SWT. Pasangan IrwandiNova akan meraih perolehan suara yang maksimal, Insyaallah akan memimpin Aceh 5 tahun mendatang, sebut Rahmat Asri Sufa dengan sikap optimis


Kamis, 19 Januari 2017

IrwandiNova akan laksanakan Kampanye Akbar di Bireuen

Bireuen - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Nomor urut 6 drh. H. Irwandi Yusuf, M.Sc dan Ir. H. Nova Iriansyah, MT dalam beberapa hari hari ini akan melakukan Kampanye Akbar di Kabupaten Bireuen, tepatnya di Lapangan Blang Asan, Matangglumpangdua (18/1/2017)

Kampanye akbar ini diperkirakan akan dihadiri oleh puluhan ribu massa dari berbagai desa dan kecamatan seputaran Kab. Bireuen, massa akan hadir memadati Lapangan Blang Asan untuk menyambut Kampanye Akbar dari Paslon nomor urut 6.

Salah seorang Tim Pemenangan IrwandiNova Kabupaten Bireuen, Rahmat Asri Sufa menyampaikan " kampanye akbar dilaksanakan di lapangan blang asan pada sabtu, 21 januari 2017, pukul 13.00 s.d selesai (ba'da zuhur). Massa yang berhadir dari berbagai kalangan, baik tua maupun muda ". Pungkas Rahmat

Lanjutnya, semua tim sudah bekerja sangat keras dan mempersiapkan kegiatan kampanye akbar ini agar acara berlangsung kondusif, ujar Rahmat pemuda asal Kec. Peusangan, Bireuen ini.

Kami mengundang semua masyarakat Kab. Bireuen untuk mendengarkan orasi politik dari paslon nomor urut 6 IrwandiNova, dan bagi yang memiliki rombongan silakan melapor kepada tim masing-masing baik tingkat kecamatan dan Tim Sekber kabupaten Bireuen.

Senin, 26 Desember 2016

Gagal Geledah Rumah Jhony, Massa Irwandi-Fatar Serang Kantor PA

LHOKSUKON Rumah Juru Bicara KPA/PA Wilayah Pasee, Jhony di Desa Matang Drien, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara hendak diserang massa, Minggu 25 Desember 2016 Pukul 04.38 WIB dini hari. Aksi itu terjadi pasca Jhony Cs terlibat penganiayaan terhadap beberapa kader PNA Aceh Utara, Sabtu malam.
Maassa yang diduga dari pendukung pasangan calon Gubernur Aceh Irwandi dan pasangan calon Bupati Aceh Utara ( Fa-tar ) dengan Nomor urut 4 bergerak pasca rekannya diserang yang diduga dari Kubu Jony Cs, karena saat itu Jhony berada di lokasi kejadian.
Dari informasi yang dikumpul aksi balas dendam itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Dari informasi, massa Irwandi dan massa Fa-tar yang berjumlah lebih kurang 50 orang itu menggunakan mobil pribadi dan satu pick up berjumlah 10 Mobil mendatangi kediaman Jubir PA/KPA Pasee M. Jhony di Desa Matang Drien Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara.
Ketika massa tiba di rumah eks kombatan yang sangat ditakuti di Aceh Utara itu, mereka meminta M. Jhony agar keluar dari rumah namun beberapa simpatisan KPA/PA yang sedang berjaga di rumah M Jhony  langsung bersembunyi di dalam rumah.
“Kemudian massa Irwandi dan Fa-Tar hendak masuk ke dalam untuk menggeledah rumah M.Jhony namun di halang oleh simpatisan KPA/PA yang sedang berjaga di rumah M. Jhony,” tutur sumber itu.
Selanjutnya, pada pukul 04.40 WIB massa Irwandi dan Fa-Tar menuju ke kantor posko pemenangan KPA/PA di Desa Cempedak Kecamatan Tanah Jambo Aye Kab Aceh Utara untuk merusak sejumlah bendera dan baliho Partai Aceh serta membakar spanduk dan bendera Partai Aceh di halaman kantor posko pemenangan Partai Aceh.
“Massa melanjutkan perusakan dengan mencabut bendera PA sepanjang jalan hingga ke Posko pemenangan Mualem TA di Desa Rawa Itek Kecamatan  Jambo Aye hingga ke kantor pemenangan di Desa Menasah Panton Labu Kecamatan Jambo Aye, Aceh Utara.
Usai penyerangan itu, situasi di kantor posko pemenangan Partai Aceh terlihat mulai kondusif dan dijaga anggota Koramil 14 dan Polsek Jambo Aye serta ditambah 10 orang Brimob dari Kompi 4 Lhoksumawe.
Menurut hitungan sementara, total kerugian materil akibat penyerangan itu antara lain,1 (satu) unit Mobil PA mengalami rusak ringan, baleho di depan kantor PA mengalami rusak parah dan seluruh bendera PA di posko yakni lebih kurang 300 helai turut dicabut dan di rusak massa. Dari informasi terakhir, tak ada laporan adanya massa kedua belah pihak yang terluka.

Sabtu, 26 November 2016

Polisi Akan Panggil PELAKU pemukulan Si Teng

Aparat Polres Bireuen tetap menindaklanjuti kasus pemukulan terhadap Ridwan (35) alias Si Teng yang diduga dilakukan Tgk Darwis Djeunieb (Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Bireuen), beberapa waktu lalu.
Kapolres Bireuen, AKBP Heru Novianto, S.IK, mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Mapolres Bireuen, Jumat (25/11/2016) kemarin. Kemungkinan, dalam pekan depan pihaknya akan memanggil pelaku pemukulan tersebut untuk dimintai keterangan.
Saat ini, kata Heru, pihak kepolisian bukan tidak memanggil pelaku (Tgk Darwis Djeunieb) untuk dimintai keterangan. Pertimbangannya, mengingat terlapor sedang dalam suasana berkabung, karena abang kandungnya, Nurdin Abdullah, baru saja meninggal.
“Karena adat di sini sampai sebelas hari tidak boleh apa-apa dulu. Tidak mungkin kan kita ganggu dengan pemeriksaan dan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kejadian itu,” terangnya.
Menurut Heru Novianto, berdasarkan hasil pemeriksaan korban, motif pemukulan ini mungkin ada dendam lama. Sebab, Si Teng itu pernah satu tim dengan Tgk Darwis Djeunieb. Namun, di era sekarang ini ada perubahan,
“Ini sebenarnya masalah lama. Dan, munculnya pada saat acara melayat di rumah orang meninggal. Entah bagaimana awalnya. Tapi, yang jelas terjadi perselisihan antara mereka berdua. Lalu, Tgk Darwis melakukan pemukulan,” jelas Heru Novianto.
Seperti sudah pernah diberitakan media ini sebelumnya, Tgk Darwis Djeunieb diduga memukul mantan anak buahnya itu di Gampong Janggot Seungko, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Selasa (15/11/2016) siang, sekira pukul 13.15 WIB.
Insiden pemukulan itu terjadi di tempat orang meninggal, Nurdin Abdullah. Almarhum tak lain adalah abang kandungnya Tgk Darwis Djeunieb.
Penyebabnya tidak diketahui dengan persis. Namun berdasarkan keterangan yang dihimpun media ini, Darwis tersulut emosi, karena dia menduga Si Teng yang mengundang H Ruslan M Daud (calon bupati petahana) ke tempat meninggal abangnya itu.
Tidak terima dengan perlakuan Tgk Darwis, kemudian Si Teng melaporkan pemukulan yang menimpa dirinya hari itu juga ke Polres Bireuen sekira pukul 15.00 WIB. Si Teng datang melapor bersama dua orang saksi.
Dalam keterangannya kepada wartawan beberapa saat setelah melaporkan kejadian tersebut, Si Teng meminta agar kasus pemukulan dirinya itu diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai hilang begitu saja, seiring berjalannya waktu.
Dia mengharapkan agar aparat kepolisian benar-benar menangani kasus tersebut secara serius dan profesional. Tidak memandang bulu dan harus memperlakukan hal yang sama siapapun pelakunya di mata hukum.
“Jangan mentang-mentang karena pelakunya orang yang disegani dan punya jabatan, sedangkan saya sebagai korbannya orang kecil, lalu kasus pemukulan ini tidak diproses hukum. Sebab, ini harus menjadi pembelajaran bagi pelaku dan siapa saja, bahwa kita hidup di negara hukum dan tidak boleh seenaknya main hakim sendiri. Saya harap juga, ini yang terakhir dan sudah cukup saya saja yang mengalaminya,” pinta mantan kombatan GAM ini.
Menurut Si Teng, permintaannya itu adalah hal yang wajar dan memang sudah sepatutnya pada aparat penegak hukum. Sesuai dengan fungsinya sebagai pengayom masyarakat. Dengan begitu, masyarakat juga merasa terlindungi dari tindakan-tindakan yang melawan hukum.
“Ini juga menyangkut citra dan nama baik, untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada aparat kepolisian. Saya yakin, polisi bisa berlaku adil dan akan memproses hukum kasus pemukulan yang menimpa saya ini hingga tuntas. Tanpa memandang siapapun pelakunya,” ujar pria berpostur kecil itu, penuh optimis. kb

Kamis, 24 November 2016

Rumah Korban Konflik Belum Dibangun, Ti Halimah Melapor pada Ruslan M Daud

Calon Bupati Petahana H Ruslan M Daud akan membangun kembali rumah korban konflik yang terjadi beberapa tahun lalu milik Ti Halimah (42) warga Gampong Uteun Kruet Kecamatan Pandrah, Bireuen.
H Ruslan M Daud baru mengetahui ada warga yang rumahnya dibakar oleh OTK pada masa konflik belum dibangun, pada saat rangkaian kegiatan pengukuhan tim pemenangan pasangan Harus Jadi Kecamatan Pandrah, Kamis (24/11/2016) kemarin.
Di tengah-tengah tim yang baru dilantik, Ruslan M Daud saat memberikan arahan sempat menanyakan siapa diantara yang hadir ini belum punya rumah.
Secara spontan langsung disambut dengan acungan satu jari dari seorang wanita, yang menjelaskan rumahnya dibakar saat konflik oleh OTK sampai sekarang belum dibangun.
Mendengar jawaban tersebut, Ruslan langsung memanggil ajudannya untuk mencatat data Ti Halimah (foto), warga Uteun Kruet, Kecamatan Pandrah yang kesehariannya hidup sebagai buruh tani.
“Insya Allah akan kita bangun kembali rumah tersebut,” tegas Calon Bupati Petahana H Ruslan M Daud .
Ti Halimah kepada awak media mengatakan, sejak peristiwa itu, ia bersama suaminya yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan dan empat orang anaknya tinggal di rumah orang tuanya di desa setempat.
“Terimakasih kepada pak Ruslan yang mau peduli dan membangun kembali rumah yang sekian lama kami harap-harapkan,” ujarnya terharu.

Selasa, 22 November 2016

Banyak Kalangan Memfitnah TuSop

Masa kampanye calon Bupati Bireuen yang seyogianya untuk menyampaikan visi dan misi serta gagasan pembangunan ke depan. Berubah menjadi ajang “menghujat” Tu Sop, yang juga ikut ambil bagian dalam kontestasi kali ini.
Dengan ragam bahasa melalui berbagai mulut juru kampanye, Tu Sop yang bernama lengkap Teungku H. Muhammad Yusuf A. Wahab, dihajar dengan berbagai cara. Pada intinya, mereka ingin mengatakan bahwa ulama seperti Tu Sop tidak pantas untuk maju dalam Pilkada Bireuen.
“Ulama tidak cocok menjadi bupati. Karena dunia pemerintahan kotor,” teriak seorang jurkam di atas panggung kampanye.
“Bukan teungku tidak boleh memilih teungku, tapi pertanyaannya begini:Kenapa teungku tidak mendengar kata ulama?,” Ujar seorang jurkam lainnya yang mengaku diri sebagai pimpinan salah satu dayah di Bireuen.
“Indonesia tidak berdasarkan Quran dan hadist!” Teriak seorang calon bupati.
“Saya bukan ulama, sehingga tidak menjadi persoalan ketika maju. Saya hanya teungku biasa,” ujar seorang calon wakil bupati.
“Alahai, saya sudah tujuh kali bertemu Tu Sop dan menyampaikan akan maju. Kenapa pula beliau juga maju,” keluh kandidat lainnya dalam sebuah diskusi non formal.
Tidak hanya di situ, untuk mencitrakan bila Tu Sop adalah sosok yang buruk, ada pihak yang secara terus menerus, melalui tim pemenangannya memproduksi berita usang tentang larangan beberapa ulama di Bireuen, agar Tu Sop tidak maju. Juga disebarkan rekaman audio tentang pandangan miring Abu Mudi terhadap Tu Sop. Serta isu korupsi yang ditimpa kepada Tu Sop, yang hingga kini tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Menanggapi fenomena ini, Tu Sop, yang berpasangan dengan dr. Purnama Setia Budi, dengan nomor urut 3 mengatakan, dirinya tidak heran dengan kondisi yang demikian.
“Bila ada yang bertanya, kenapa saya maju? Karena hal demikianlah, sehingga saya maju. Mereka yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan, tidak akan pernah mau dan tidak akan pernah mampu untuk memperbaiki moral umat. Untuk memperbaiki bangsa ini, hal utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah moral yang baik,” ujarnya.
Menurut Tu Sop, bagi pihak-pihak yang selama ini menentang dirinya secara vulgar, telah mempersepsikan Tu Sop sesuai dengan kaidah pikir mereka sendiri.
“Ketika mereka mengatakan sesuatu tentang saya, mereka sudah punya persepsi sendiri. Jadi persepsi itu hasil rekaan pelakunya. Sehingga mereka bergelut dengan apa yang mereka pikirkan.
“Akhirnya, apa yang disampaikan ke publik, hanyalah pikiran mereka sendiri. Mereka mencoba menerjemahkan saya, padahal yang diterjemah itu, diri mereka sendiri,” ujarnya.
Tu Sop mengaku telah siap berkompetisi secara fair. Karena bagi ulama energik ini, kemenangan yang digapai dari usaha yang salah, akan membawa kehancuran.
“Untuk apa menang, bila berasal dari perbuatan curang. Biarlah kalah dengan cara terhormat, dari pada menang dengan cara yang salah,”
Untuk itu ia menghimbau, atas semua black campaign atas dirinya yang dilakukan oleh pihak lain, dirinya meminta agar tidak ada dari timnya yang membalas.
“Arus perbaikan tidak boleh dibangun dengan cara-cara yang salah. Untuk itu, tidak perlu ada pembalasan apapun. Karena bergerak dengan perilaku mulia lebih bermakna dari sekedar meraih suara. Kita butuh menang, untuk memperbaiki yang bisa kita perbaiki. Namun, kemenangan yang diraih dengan cara yang salah, tidak pernah saya inginkan,” imbuhnya. []