Jumat, 24 Februari 2017
Besok, 1.020 Personel TNI-Polri Amankan Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Aceh
Selasa, 31 Januari 2017
Tim IrwandiNova terus lakukan Koordinasi
Bireuen - Pilkada Serentak 2017 tinggal menghitung hari, segala persiapan mulai dipersiapkan dengan matang, Tim Pemenangan setiap paslon Cagub/Cawagub terus melakukan sosialisasi ke semua lini dan koordinasi antar Tim dimanapun berada.
Salah satu Tim Paslon Cagub/Cawagub, IrwandiNova Kabupaten Bireuen terus melakukan koordinasi dan evaluasi antar Tim pemenangan, pertemuan internal yang dilakukan di salah satu cafe di Kab. Bireuen (1/2/2017)
Rahmat Asri Sufa, Tim Muda pemenangan IrwandiNova menyampaikan, " sejauh ini kami sudah melakukan yang terbaik, dengan sosialisasi maksimal. Dan khususnya saya sendiri lebih fokus ke pemuda/i agar tidak golput nantinya, karena satu suara sangat menentukan masa depan Aceh 5 Tahun ke depan. Kalau hari ini saja kita sudah tidak peduli, kapan lagi kita mau berbuat, maka pikirlah Aceh untuk kedepan, jangan hanya hari ini", ujar Rahmat yang juga salah satu Kader Muda Partai Demokrat Bireuen.
Lanjutnya, 15 Februari hanya tinggal beberapa hari lagi, mari kita mengawal pilkada kali ini dengan sepenuh hati, jangan sampai ada hal-hal yang tidak patut untuk dipertontonkan di pesta demokrasi kali ini, semoga harapan ini di dengar oleh semua pihak.
Kami yakin, dan tentunya dengan izin Allah SWT. Pasangan IrwandiNova akan meraih perolehan suara yang maksimal, Insyaallah akan memimpin Aceh 5 tahun mendatang, sebut Rahmat Asri Sufa dengan sikap optimis
Kamis, 19 Januari 2017
IrwandiNova akan laksanakan Kampanye Akbar di Bireuen
Bireuen - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Nomor urut 6 drh. H. Irwandi Yusuf, M.Sc dan Ir. H. Nova Iriansyah, MT dalam beberapa hari hari ini akan melakukan Kampanye Akbar di Kabupaten Bireuen, tepatnya di Lapangan Blang Asan, Matangglumpangdua (18/1/2017)
Kampanye akbar ini diperkirakan akan dihadiri oleh puluhan ribu massa dari berbagai desa dan kecamatan seputaran Kab. Bireuen, massa akan hadir memadati Lapangan Blang Asan untuk menyambut Kampanye Akbar dari Paslon nomor urut 6.
Salah seorang Tim Pemenangan IrwandiNova Kabupaten Bireuen, Rahmat Asri Sufa menyampaikan " kampanye akbar dilaksanakan di lapangan blang asan pada sabtu, 21 januari 2017, pukul 13.00 s.d selesai (ba'da zuhur). Massa yang berhadir dari berbagai kalangan, baik tua maupun muda ". Pungkas Rahmat
Lanjutnya, semua tim sudah bekerja sangat keras dan mempersiapkan kegiatan kampanye akbar ini agar acara berlangsung kondusif, ujar Rahmat pemuda asal Kec. Peusangan, Bireuen ini.
Kami mengundang semua masyarakat Kab. Bireuen untuk mendengarkan orasi politik dari paslon nomor urut 6 IrwandiNova, dan bagi yang memiliki rombongan silakan melapor kepada tim masing-masing baik tingkat kecamatan dan Tim Sekber kabupaten Bireuen.
Senin, 26 Desember 2016
Gagal Geledah Rumah Jhony, Massa Irwandi-Fatar Serang Kantor PA
Sabtu, 26 November 2016
Polisi Akan Panggil PELAKU pemukulan Si Teng
Kamis, 24 November 2016
Rumah Korban Konflik Belum Dibangun, Ti Halimah Melapor pada Ruslan M Daud
H Ruslan M Daud baru mengetahui ada warga yang rumahnya dibakar oleh OTK pada masa konflik belum dibangun, pada saat rangkaian kegiatan pengukuhan tim pemenangan pasangan Harus Jadi Kecamatan Pandrah, Kamis (24/11/2016) kemarin.
Di tengah-tengah tim yang baru dilantik, Ruslan M Daud saat memberikan arahan sempat menanyakan siapa diantara yang hadir ini belum punya rumah.
Secara spontan langsung disambut dengan acungan satu jari dari seorang wanita, yang menjelaskan rumahnya dibakar saat konflik oleh OTK sampai sekarang belum dibangun.
Mendengar jawaban tersebut, Ruslan langsung memanggil ajudannya untuk mencatat data Ti Halimah (foto), warga Uteun Kruet, Kecamatan Pandrah yang kesehariannya hidup sebagai buruh tani.
“Insya Allah akan kita bangun kembali rumah tersebut,” tegas Calon Bupati Petahana H Ruslan M Daud .
Ti Halimah kepada awak media mengatakan, sejak peristiwa itu, ia bersama suaminya yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan dan empat orang anaknya tinggal di rumah orang tuanya di desa setempat.
“Terimakasih kepada pak Ruslan yang mau peduli dan membangun kembali rumah yang sekian lama kami harap-harapkan,” ujarnya terharu.
Selasa, 22 November 2016
Banyak Kalangan Memfitnah TuSop
Dengan ragam bahasa melalui berbagai mulut juru kampanye, Tu Sop yang bernama lengkap Teungku H. Muhammad Yusuf A. Wahab, dihajar dengan berbagai cara. Pada intinya, mereka ingin mengatakan bahwa ulama seperti Tu Sop tidak pantas untuk maju dalam Pilkada Bireuen.
“Ulama tidak cocok menjadi bupati. Karena dunia pemerintahan kotor,” teriak seorang jurkam di atas panggung kampanye.
“Bukan teungku tidak boleh memilih teungku, tapi pertanyaannya begini:Kenapa teungku tidak mendengar kata ulama?,” Ujar seorang jurkam lainnya yang mengaku diri sebagai pimpinan salah satu dayah di Bireuen.
“Indonesia tidak berdasarkan Quran dan hadist!” Teriak seorang calon bupati.
“Saya bukan ulama, sehingga tidak menjadi persoalan ketika maju. Saya hanya teungku biasa,” ujar seorang calon wakil bupati.
“Alahai, saya sudah tujuh kali bertemu Tu Sop dan menyampaikan akan maju. Kenapa pula beliau juga maju,” keluh kandidat lainnya dalam sebuah diskusi non formal.
Tidak hanya di situ, untuk mencitrakan bila Tu Sop adalah sosok yang buruk, ada pihak yang secara terus menerus, melalui tim pemenangannya memproduksi berita usang tentang larangan beberapa ulama di Bireuen, agar Tu Sop tidak maju. Juga disebarkan rekaman audio tentang pandangan miring Abu Mudi terhadap Tu Sop. Serta isu korupsi yang ditimpa kepada Tu Sop, yang hingga kini tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Menanggapi fenomena ini, Tu Sop, yang berpasangan dengan dr. Purnama Setia Budi, dengan nomor urut 3 mengatakan, dirinya tidak heran dengan kondisi yang demikian.
“Bila ada yang bertanya, kenapa saya maju? Karena hal demikianlah, sehingga saya maju. Mereka yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan, tidak akan pernah mau dan tidak akan pernah mampu untuk memperbaiki moral umat. Untuk memperbaiki bangsa ini, hal utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah moral yang baik,” ujarnya.
Menurut Tu Sop, bagi pihak-pihak yang selama ini menentang dirinya secara vulgar, telah mempersepsikan Tu Sop sesuai dengan kaidah pikir mereka sendiri.
“Ketika mereka mengatakan sesuatu tentang saya, mereka sudah punya persepsi sendiri. Jadi persepsi itu hasil rekaan pelakunya. Sehingga mereka bergelut dengan apa yang mereka pikirkan.
“Akhirnya, apa yang disampaikan ke publik, hanyalah pikiran mereka sendiri. Mereka mencoba menerjemahkan saya, padahal yang diterjemah itu, diri mereka sendiri,” ujarnya.
Tu Sop mengaku telah siap berkompetisi secara fair. Karena bagi ulama energik ini, kemenangan yang digapai dari usaha yang salah, akan membawa kehancuran.
“Untuk apa menang, bila berasal dari perbuatan curang. Biarlah kalah dengan cara terhormat, dari pada menang dengan cara yang salah,”
Untuk itu ia menghimbau, atas semua black campaign atas dirinya yang dilakukan oleh pihak lain, dirinya meminta agar tidak ada dari timnya yang membalas.
“Arus perbaikan tidak boleh dibangun dengan cara-cara yang salah. Untuk itu, tidak perlu ada pembalasan apapun. Karena bergerak dengan perilaku mulia lebih bermakna dari sekedar meraih suara. Kita butuh menang, untuk memperbaiki yang bisa kita perbaiki. Namun, kemenangan yang diraih dengan cara yang salah, tidak pernah saya inginkan,” imbuhnya. []


