Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Februari 2017

Anies-Sandi Menang Telak saat Pemungutan Ulang di Utan Panjang

JAKARTA – Penghitungan suara ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017), telah selesai. Hasilnya, pasangan nomor (palson) nomor urut 3 Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno menang telak di TPS tersebut.

Berdasarkan pantauan, dari total 257 surat suara yang masuk, pasangan Anies-Sandi mendapat 134 suara. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat menempati urutan kedua dengan perolehan 103 suara.

Posisi paling buncit ditempati Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang hanya mengantongi 15 surat suara. Surat suara tidak sah sebanyak 5 suara, sedangkan warga yang tercatat pada TPS 01 kelurahan Utan Panjang, Kemayoran, sebanyak 601 orang.

Sabtu, 18 Februari 2017

Anies: Koalisi Sepenuhnya Dikelola PKS dan Gerindra

Jakarta - Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan tanggapan mengenai koalisi yang bergabung dengan kubu Anies-Sandi di putaran kedua Pilgub DKI 2017. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada PKS dan Gerindra selaku partai pengusung.

Awalnya, Anies ditanyai perihal perkembangan terbaru soal koalisi. Apalagi, Ketum PKB Muhaimin Iskandar berencana menemui Anies dan pesaingnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pekan depan sebelum mengambil keputusan koalisi.

"Jadi secara prinsip, koalisi antar partai dibicarakan antar pimpinan partai. Saya dan Bang Sandi banyak bicara dalam aspek pengelolaan kampanyenya, pesan-pesannya, organisasi kampanyenya," ujar Anies di Ketan Susu Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017).

Saat ini, Anies-Sandi diusung oleh PKS dan Gerindra menempati posisi kedua dalam putaran pertama Pilgub DKI. Berdasarkan hasil real count dari laman resmi KPU pada Jumat (17/2), data masuk sudah 100 persen dari 13.203 TPS. Hasilnya, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 936.609 suara (17,05 persen), Ahok-Djarot 2.357.587 suara (42,91 persen), dan Anies-Sandi 2.200.636 suara (40,05 persen). 

"Tentang koalisi, sepenuhnya dikelola PKS dan Gerindra karena mereka yang mengusung kami dan berinteraksi. Dan ini adabnya, yang diusung konsentrasi pada pemenangan, yang mengusung bicara koalisi pengusung. Kan nggak lucu yang diusung nyari sana-sini, justru kita jaga adabnya," pungkas Anies.

PKB masih belum menentukan pilihan untuk mendukung Ahok-Djarot atau Anies-Sandi pasca pasangan yang diusungnya, Agus-Sylvi gagal ke putaran kedua. Cak Imin disebut akan bertemu dengan kedua belah pihak dalam waktu dekat.

"Cak Imin akan berkomunikasi, bertemu dengan kedua kandidat bersama seluruh partai pendukungnya masing-masing. Minggu depan rencananya," ungkap Wasekjen PKB Daniel Johan, Minggu (19/2).

Iwan Bopeng, Mendadak Jadi Islami, Namun Wajahnya Masih Tetap Buruk

Seorang lelaki yang diduga pendukung pasangan cagub-cawagub nomor urut 2, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok memarahi petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) lantaran adanya warga yang tak bisa menggunakan hak pilihnya. Tak jelas awal mula permasalahan tersebut tetapi aksi Fredy Tuhenay yang viral dimedia sosial ini berbuntut panjang.

Fredy yang saat itu memakai kemeja kotak-kota mengaku sebagai warga muslim dan mengacam petugas TPS untuk memperkarakan kasus tak diperbolehkannya warga menggunakan hak pililihnya di TPS tersebut.

“Kenapa kita enggak bisa fleksibel. Ini haknya beliau (sambil menujuk pemilih yang tak dapat menggunakan hak pilihnya). Kalau kalian enggak bisa fleksibel saya perkarakan ini. Jelas saya perkarakan” ancam Fredy di depan petugas TPS.

Dia juga mempertanyakan salah seorang anak kecil yang duduk di sekitar TPS. Bahkan, Tak sampai di situ tangannya juga menunjuk anggota TNI yang tengah berada di TPS tersebut.

“Eh tentara guwa potong di sini. Apalagi lo ya,” ucap dia sambil tangannya menunjuk-nunjuk yang kemudian dihalang oleh petugas dan warga yang berada di TPS.

Lelaki yang menjadi pendukung pasangan cagub-cawagub nomor urut 2 ini kontan menyulut emosi beberapa Anggota TNI. Anggota TNI yang melihat video rekaman Fredy Tuhenay geram melihat perilaku Fredy Tuhenay dengan meluapkan kemamarahan dan memperlihatkan aksi memotong/menyayat badan mereka sembari memberikan ancaman kepada Fredy Tuhenay yang telah berani mengancam anggota TNI.

Viralnya video Fredy Tuhenay saat berada di TPS, membuat Fredy Tuhenay akhirnya meminta maaf kepada seluruh pihak TNI. Pada video tersebut Fredy alias Iwan Bopeng meminta semua pihak memaafkan atas kata-kata yang dia ucapkan baik kepada panitia TPS maupun anggota TNI yang berada di TPS. Kita tunggu bagaimana respon dari anggota TNI.[netizen7]

Selain minta maaf, dalam sebuah foto yang beradar ia sedang duduk di kursi, mendadak jadi Islami dengan memakai baju koko. 

Djarot Minta Bawaslu Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran di TPS

Jakarta - Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 telah berlangsung pada 15 Februari lalu. Seluruh warga DKI telah memberikan pilhannya.

Namun penyelenggaraan Pilgub DKI menimbulkan beberapa masalah. Salah satunya adalah dugaan terjadinya sejumlah pelanggaran di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menyatakan bahwa penyelenggaraan Pilgub DKI harus memegang prinsip jujur dan adil. Dia mengingatkan bahwa memberikan pilihan adalah hak dasar masyarakat.
"Ini hak dasar warga untuk memberikan pilihan. Tidak boleh dihalang-halangi, juga harus dilakukan dengan prinsip jujur dan adil," ujarnya di FX Sudirman, Senayan, Jakarta, Minggu (19/2/2017).

Pasangan calon nomor urut 2 ini juga mengungkapkan bahwa pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) paling banyak terjadi pada Pilgub DKI Jakarta. Oleh karena itu dia meminta agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera menindak lanjuti pelanggaran tersebut dan melalukan berbagai perbaikan.
"Makanya kan kemarin itu banyak sekali pelanggaran terutama di Pilgub DKI Jakarta, maka Bawaslu untuk segera menindak lanjuti dan KPU untuk menyempurnakan berbagai macam kelemahan-kelemahan yang kemarin terjadi, saya minta itu aja," katanya.

Selain itu, Djarot juga menyebut bahwa akan dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua TPS. Dia tidak merinci mengenai kedua TPS tersebut, namun dia menegaskan bahwa penyelenggara Pemilu haruslah berprinsip jujur dan adil.
"Minggu ini ada PSU di dua TPS kalau ga salah, karena ditemukan banyak kejanggalan banyak pelanggaran. Saya minta betul kepada seluruh penyelenggara Pemilu mulai dari KPU sampai dengan KPPS untuk memegang prinsip-prinsip jujur, adil dan memberikan hak konstitusi kepada warga yang mempunyai hak pilih, itu aja," tutupnya.

Minggu, 05 Februari 2017

Ratusan Masa Kampanye Ruslan Protes Karena Belum Di Bayar

BIREUEN – Masa yang pulang dari kampanye Harus Jadi pada Minggu 5 Februari 2017 kesal, pasalnya dana yang di janjikan sebesar Rp. 100.000 per becak motor sampai dengan jam 21.30 belum kunjung di bayar.

Masa bertahan di jalan elak bekas rel kereta api, tepatnya di depan bekas pabrik ice, menurut pantauan putra juang ratusan orang memadati jalan dan mengakibatkan sedikit mengganggu lalu lintas.

Kepada media salah seorang tukang becak mengakui bahwa mereka menunggu jatah uang yang di janjikan jam 20 diberikan kepada mereka sebesar Rp. 60.000 untuk becak dan Rp. 40 ribu untuk yang menumpang becak sebanyak 2 orang.

Hal tersebut di benarkan oleh beberapa tukang becak di lokasi, menurut para tukang becak tersebut mereka menunggu karena mereka telah menjanjikan kepada penumpang yang sebesar Rp.40 ribu, jadi kalau tidak ada mereka mau ambil uang dari mana untuk membayarkan kepada penumpang.

Sampai berita ini di turunkan, para tukang becak tersebut masih bertahan di depan kantor Harus Jadi di jalan bekas real kereta api tersebut.

Sementara itu pihak media belum mendapatkan informasi resmi dari pihak tim Sukses Harus Jadi terkait dengan protes tersebut.

Rabu, 11 Januari 2017

Mahasiswa Seluruh Indonesia Akan Gelar Petisi Bela Rakyat 121

Masyarakat seluruh Indonesia semakin sengsara karena rezim Jokowi selama berkuasa. Bertindak semena-mena dan membuat rakyat semakin menderita. Atas kesadaran itulah masyarakat dan Mahasiswa akan menuntut presiden Jokowi untuk menghentikan segala kezaliman di Indonesia.

*Draft Petisi Aksi Bela Rakyat 121 di Lhokseumawe & Aceh Utara*

Tahun 2016,  telah dilewati oleh bangsa Indonesia dengan berbagai polemik mulai dari Polemik Politik, Hukum dan Keamanan hingga polemik perekonomian yang tak kunjung tuntas diselesaikan, dibawah Pemerintahan Jokowi - Jusuf Kalla Bangsa Indonesia terus dilanda berbagai permasalahan dan rakyat Indonesia semakin sengsara dan jauh dari harapan kesejahteraan.

Memasuki tahun 2017, Rakyat Indonesia dibawah Pemerintahan Jokowi- Jusuf Kalla kembali dipaksa untuk membayar biaya kenaikan tarif dasar listrik dan naiknya tarif pembayaran STNK dan BPKB kendaraan bermotor serta kenaikan harga BBM tanpa sepengetahuan Rakyat Indonesia.

Berbagai kebijakan diatas merupakan bentuk kegagalan pemerintah dalam mengelola keuangan Negara dan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia untuk kesejahteraan Masyarakat Indonesia, Maka untuk itu, kami dari Aliansi Mahasiswa Lhokseumawe dan Aceh Utara mendesak Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla untuk :

1. Menolak Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2016 yang berisi daftar kenaikan biaya kendaraan bermotor yang dapat menyengsarakan rakyat Indonesia.
2. Menolak kenaikan biaya tarif listrik yang mencapai 242,5% karena akan menyengsarakan rakyat.
3. Menolak Kenaikan Harga BBM.
4. Melaksanakan Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial seusai dengan Amanat pasal 33 Undang - Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.
5. Mendesak Presiden Jokowi mencabut PP nomor 60 tahun 2016 dan membatalkan kenaikan tarif listrik untuk rakyat kecil dengan pelanggan berdaya 900 VA serta kenaikan harga BBM.

Kami mahasiswa yang hidup dan dibesarkan dari rahim rakyat Indonesia merasakan betul bentuk kesengsaraan akibat dari kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Jokowi - Jusuf Kalla.
Tunduk,tertindas,atau bangkit melawan #hidup rakyat #hidup mahasiswa

Rabu, 28 Desember 2016

Ini Dia Gubernur Paling Berhasil Di Indonesia Ternyata Beliau Seorang Ulama

Biografi & Profil

KH. M. ZAINUL Majdi, MA atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (lahir di Pancor,   Lombok Timur, 31 Mei 1972; umur 36 tahun) adalah gubernur Nusa Tenggara Barat terpilih. Beliau terpilih sebagai gubernur pada Pemilihan kepala daerah NTB 2008 dengan berpasangan dengan Ir. Badrul Munir MM sebagai wakil gubernur dan diusung oleh 2 partai Islam yaitu Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Zainul Majdi adalah anak dari pasangan HM Djalaluddin SH, seorang pensiunan birokrat Pemda NTB dan Hj. Rauhun Zainuddin Abdul Madjid, putri TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid, pendiri organisasi Islam terbesar di NTB, Nahdlatul Wathan (NW). Istri beliau adalah Hj. Robiatul Adawiyah, SE yang merupakan salah satu puteri KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i, pemimpin Ponpes As Syafiiyah, Jakarta.

Sebagai cucu pendiri organisasi Nahdlatul Wathan (NW), Zainul Majdi tumbuh dewasa dalam suasana pendidikan pesantren. Setelah menempuh pendidikan di Ma’had Darul Qur’an Wal Hadist NW Pancor, Majdi melanjutkan pendidikan di Jurusan Tafsir dan ilmu-ilmu Al Qur’an, Fakultas Usuluddin, Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir sampai memperoleh gelar master.

Sebelum terpilih sebagai Gubernur NTB, sejak 1999 Zainul Majdi telah aktif bergerak di bidang dakwah. Di tahun yang sama ia juga mulai menduduki jabatan Ro’is Am Dewan Tanfidziyah PBNW. Selain itu, ia juga merupakan Ketua YPH. PPD NW Pancor dan anggota DPR RI mewakili NTB periode 2004-2009 dari Fraksi PBB.

1. Nama : TGH M Zainul Majdi MA 
2. Nama Populer : Tuan Guru Bajang 
3. Lahir : Pancor, 31 Mei 1972 
4. Istri : Hj. Rabiatul Adawiyah, SE 
5. Anak :
* Muhammad Rifqi Farabi 
* Zahwa Nadira 
* Fatimah Azzahra 
* Zaida Salima
6. Agama : Islam 
7. Pendidikan :
* SDN. No.3 Mataram (lulus Thn. 1985)
* Madrasah Tsanawiyah NW dan Madrasah Aliyah Mu’allimin Pancor (dalam 5 tahun pendidikan lulus Thn.1990)
* Ma’had Darul Qur’an Wal-Hadist Pancor (lulus Thn.1991) 
* Universitas Al-Azhar Cairo Fakultas Usuluddin Jurusan Tafsir & ilmu-ilmu Al-Qur’an (lulus Licenci (Lc) Thn. 1995 & lulus Master of Art (MA) Thn. 2000) 
* Mahasiswa program Doktor S3 Fakultas Usluhuddin Jurusan Tafsir Ilmu-ilmu Al-Quran Universitas Al-Azhar Cairo Mesir (sejak 2003)
8. Karir :
* 1999 - sekarang : Da’i Islam 
* 1999 - sekarang : Ro’is ‘Am Dewan Tanfidziyah PBNW 
* 2000 - sekarang : Ketua YPH PPD NW Pancor 
* 2004 - sekarang : Anggota DPR RI. (Nomor Anggota A.10)
9. Hobi : Membaca 
10. Alamat : Jl. Raya Gelang Pancor Lombok Timur 
11. Makanan Kesukaan : Pelecing