Tampilkan postingan dengan label Ahok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahok. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 April 2017

GNPF-MUI Blak-blakan: Penangkapan Al Khaththath Bukan Inisiatif Polisi, ini Executive Order

Aparat kepolisian menangkap Sekjen Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad Al-Khaththath atas dugaan makar sehari sebelum digelarnya Aksi 313 pada Jumat (31/3). Ketua Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Kapitra Ampera menilai tuduhan makar dan penangkapan itu seperti bukan kebijakan kepolisian.

"Saya melihat ini bukan kebijakan kepolisian, ini executive order," kata Kapitra kepada Republika.co.id usai Konferensi Pers "Bebaskan KH Muhammad Al-Khaththath" di Islamic Center AQL, Senin (3/4).

Menurutnya, pola tuduhan makar dan penangkapan seperti ini bukan tipe kepolisian. Kepolisian tahu tentang Undang-undang (UU). Ia mengungkapkan, Jenderal Tito Karnavian sebagai Kapolri merupakan orang yang mengerti tentang hukum. "Saya pikir ini bukan keinginan kepolisian, saya mengatakan ini executive order," ujarnya.

Ia mengatakan, ada tangan-tangan terselubung yang menggerakkan kepolisian. Karena itu, polisi berada dalam posisi yang sangat dilematis. "Ini sebenarnya yang saya lihat," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Ustaz Usamah Hisyam menilai, ada pihak yang memanfaatkan situasi dan menginstruksikan aparat kepolisian untuk melakukan penangkapan terhadap ulama. "Ini ada satu kekuatan yang membenturkan presiden dengan umat Islam, dengan penangkapan-penangkapan ini," jelasnya.

Ia menerangkan, pihaknya menduga ada satu otoritas mengatasnamakan presiden yang bergerak ke aparat kemudian menginstruksikan penangkapan. Menurutnya, presiden mungkin juga tidak paham soal penangkapan karena tuduhan makar tersebut. "Ada satu pejabat yang memanfaatkan situasi, main instruksi saja ke aparat untuk menangkap, ini yang harus kita bongkar," katanya.

Dijelaskan dia, seakan penangkapan KH Al-Khaththath adalah instruksi dari pemerintah pusat dan presiden. Padahal, belum tentu demikian. Oleh sebab itu, presiden harus meluruskan masalah ini.

Senin, 06 Maret 2017

Panita Maulid Poba Aceh Dinilai Lecehkan Islam

JAKARTA - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Asrama Mahasiswa Aceh Foba, Jakarta Selatan, Minggu (5/3/2017) langsung bubar akibat ulah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tiba di arena perayaan maulid. Panitia penyelenggara dinilai telah melecehkan Agama Islam. Untuk apa menghadirkan Ahok yang pernah menghina Agama Islam.

Kegiatan maulid diselenggarakan oleh mahasiswa penghuni asrama Foba, dirangkaian dengan pelantikan pengurus baru Foba periode 2017-2018.

Penceramah maulid, Tgk HM Rusli Hasbi, MA, langsung menutup ceramahnya, padahal belum lima menit berada di mimbar. Tgk Rusli menutup ceramahnya dengan menyatakan "umat Islam harus bersatu, dan jangan mau dipecah-pecah," kata Tgk Rusli.

Beberapa tokoh Aceh yang duduk di deretan kursi paling depan, Tarmizi A Karim, Mustafa Abubakar, Ketua PP TIM Surya Darma, anggota DPR asal Aceh Nasir Djamil dan lain-lain, juga langsung meninggalkan tempat acara.

Gubernur DKI Basuki T Purnama yang akrab disapa Ahok tiba di tempat itu pada saat ceramah maulid baru saja dimulai. Kehadiran Ahok sebelumnya sempat diumumkan oleh pembawa acara. Kabar itu sontak membuat "gaduh" dan kaget, termasuk Surya Darma, Ketua PP TIM.

"Kok gak ada koordinasi kalau Ahok diundang. Wah, mana panitia..." kata Surya Darma.

Puluhan awak media juga tampak hadir, baik dari media online, cetak, dan televisi.

Saat tiba di lokasi asrama Foba, Ahok langsung diarahkan ke ruang rapat PP TIM yang semula disiapkan sebagai tempat makan.

Tak lama berselang, Ahok sempat keluar ruangan dan menuju tempat acara yang jaraknya lebih kurang 20 meter.
Tapi karena acara maulid sudah selesai, Ahok lalu diarahkan kembali ke ruang rapat PP TIM untuk bersantap siang dengan menu gulai Aceh.

Ketua Mahasiswa Foba, Ikhsan Effendi, mengatakan, panitia maulid asrama Foba memang tiap tahun mengundang walikota, gubernur, camat sampai ketua rukun warga (RW) lingkungan Kecamatan Setia Budi, untuk menghadiri perayaan keagamaan tersebut.

"Tapi tak pernah ada gubernur yang hadir. Baru kali ini gubernur DKI hadir dan kami juga kaget. Karena memang selama ini tidak pernah hadir," ujar Ikhsan.

Pengurus Baru

Perayaan maulidtersebut diawali dengan pelantikan pengurus asrama Foba yang baru periode 2017-2018.

Kepengurusan baru diketuai Ikhsan Effendi, mahasiswa pasca sarjana di Universitas Budi Luhur, dan Skretaris Zulfikar juga mahasiswa pasca di Budi Luhur Jakarta. Pelantikan dilakukan Ketua Yayasan Foba Mayjen Purn. Sulaiman AB.

Asrama Foba termasuk salah satu asrama mahasiswa Aceh tertua di Jakarta. Asrama tersebut telah melahirkan banyak genereasi dan menjadi pemimpin di tingkat nasional dan daerah.

Di antara alumni Foba adalah Prof Syamsuddin Mahmud,mantan Gubernur Aceh, Sofyan Djalil, Menteri Tata Ruang dan Agraria, dan banyak lagi.

Sulaiman AB mengharapkan ke depan asrama Foba harus direnovasi sehingga layak ditempati oleh mahasiswa.

"Ini lihatlah, keadaannya sangat kumuh," katanya.

Asrma Foba saat ini dihuni 54 mahasiswa yang kuliah di S1 dan S2.

Selasa, 24 Januari 2017

Sidang Ketujuh, Jumlah Massa Pendukung Ahok Semakin Merosot

Jumlah massa pendukung Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada persidangan kasus dugaan penistaan agama di Auditorium Kementan tampak semakin merosot dibandingkan sidang sebelumnya.

Jumlah massa pendukung Ahok yang mendatangi Kementan tampak tak sebanyak seperti biasanya. Dengan mengenakan baju kotak-kotak, mereka ikut memberikan dukungan terhadap terdakwa Ahok.

Atribut yang menunjukkan gambar pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI juga dapat dilihat jelas dengan mata telanjang.

Hampir sama dengan massa Ahok, massa umat Islam juga tak banyak seperti biasanya. Bahkan, bisa dibilang massa yang kontra Ahok jumlahnya ‎merosot.

Kebanyakan bendera Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) berkibar di antara kerumunan massa. Kumpulan massa menyatakan siap mengawal sidang penistaan agama tersebut sampai akhir.

Sekadar diketahui, hari ini sidang ketujuh Ahok digelar di Auditorium Kementan. Agenda sidang kali ini mendengarkan keterangan saksi. Ada lima saksi yang akan dihadirkan, terdiri atas dua saksi fakta dan tiga saksi pelapor

Jumat, 02 Desember 2016

Kicauan Yusril Terkait Penangkapan Sejumlah Tokoh Jelang Aksi Super Damai 212

JAKARTA - Pakar Hukum dan Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra, berkicau terkait penangkapan sejumlah tokoh menjelang Aksi Super Damai 212.
Dalam cuitannya, Yusril membeberkan perihal penangkapan, salah satunya yang menimpa aktivis Ratna Sarumpaet.
Berikut cuitan Yusril:
1. Saya barusan bicara via telpon dg Bu Ratna Sarumpaet. Beliau dijemput polisi di Hotel Sari Pasifik, dibawa ke markas Brimob Kelapa Dua.
2. Bu Ratna bilang beliau akan dimintai keterangan karena ada bukti beliau dkk mau melakukan makar.
3. Saya katakan kepada Bu Ratna saya dampingi beliau sebagai lawyer, begitu juga tokoh2 lain yang diambil polisi pagi ini.
4. Saya blm bisa komunikasi dengan tokoh2 lain spt Kivlan Zen, Adityawarman Taha, Jamran, Hatta Taliwang, Sri Bintang Pamungkas dll.
5. Mereka semua termasuk Bu Rahmawati Sukarrno dikabarkan dijemput polisi dinihari tadi.
6. Saya akan bela mereka karena saya yakin mereka memperjuangkan sesuatu yang mereka anggap benar, sah dan konstitusional.
7. Demikian keterangan saya.
Kicauan tersebut dilontarkan Yusril pada Jumat (2/12/2016) pagi.
Sri Bintang ditangkap
Sri Bintang Pamungkas dikabarkan dijemput polisi dari rumahnya di kawasan Cibubur, Depok, Jumat (2/12/2016).
Beredar di media sosial, rekaman video yang 'penjemputan' aktivis itu oleh sejumlah orang berbaju hitam yang disinyalir berasal dari kepolisian.
Dalam video tersebut, terlihat Sri Bintang yang masih mengenakan baju koko dan sarung berbicara dengan sekelompok orang tersebut.
Entah apa yang mereka bicarakan, namun nada Sri Bintang sempat meninggi saat melakukan dialog dengan sejumlah orang tersebut.
"Ndak, aku justru pengen tahu hukumnya seperti apa?" ujar Sri Bintang membentak.
Lalu, salah seorang dari mereka menjawab, "Nantilah pak, kita jelaskan di kantor."
Kemudian, Sri Bintang pun meloyor masuk ke rumah, seraya salah seorang dari mereka mengatakan, "Saya tunggu ya pak."
Sementara di rekaman ke-2, terlihat Sri Bintang tampak duduk di kursi di depan pelataran rumahnya.
Di hadapan Sri Bintang, terlihat sejumlah orang yang diduga dari kepolisian berkutat dengan surat-surat.
Kemudian, Sri Bintang menunjuk sambil berbicara dengan si perekam video yang berada di belakangnya di dalam rumah.
"Aku ditangkap," ujar Sri Bintang.
"Kok bisa?" jawab si perekam video.
"Ya orang punya kuasa, ya bisa aja," jawab Sri Bintang Pamungkas.
Dhani ditangkap?
Musisi Ahmad Dhani disebut-sebut menjadi salah satu di antara 8 orang yang dibawa polisi karena tuduhan makar.
Yang terang, lewat akun jejaring sosial Twitter @AHMADDHANIPRAST, dia sempat berkicau ada orang yang mengaku dari polda mencarinya.
Dalam kicauannya, akun @AHMADDHANIPRAST mengatakan mereka berada di depan kamar di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis malam.
"Malam ini di depan kamar di hotel Sari Pan Pasifik, orang mengaku dari Polda mencari saya. #ADP," kicau akun @AHMADDHANIPRAST, pada Jumat (2/12/2016) pukul 04.19 dini hari WIB.
Tak lama berselang, di cuitan ke-2, akun @AHMADDHANIPRAST mengatakan orang yang mengaku dari polda tersebut hendak mendobrak kamarnya.
"Mau mendobrak kamar saya... #ADP," kicau @AHMADDHANIPRAST.
Hingga berita ini disusun, belum diketahui kebenarannya apakah suami Mulan Jameela itu merupakan satu di antara 8 orang itu.
Sejumlah orang diangkut
Jelang pelaksanaan aksi 'Bela Islam Jilid III', Jumat (2/12/2016), aparat keamanan mengamankan sejumlah orang.
Salah satunya adalah Rachmawati Soekarnoputri.
Penasihat hukum Rachmawati Soekarnoputri, Aldwin, mengonfirmasi adanya penangkapan tersebut.
"Benar," ujar Aldwin, kepada wartawan, Jumat (2/12/2016).
Setelah diamankan di kediamannya, kata Aldwin, Rachmawati dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok untuk menjalani pemeriksaan.
"Ini saya sedang mendampingi pemeriksaan di Mako Brimob,"kata Aldwin.
Selain Rachmawati, sejumlah orang lainnya disebut-sebut diamankan karena tuduhan akan berbuat makar.
Mereka yaitu, Bridjen Aditya Warman, Mayjen Kivlan Zen, Sri Bintang Pamungkas, dan Rijal Kobar.
Namun, Aldwin hanya dapat memastikan Rachmawati yang diamankan.
Sebab, dia hanya menangani yang bersangkutan.
"Saya hanya tangani ibu Rachma saja," tambahnya.

Senin, 28 November 2016

Kivlan Zen Beberkan Penyokong Di Belakang Ahok

Jakarta - Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen terang-terangan menyebut kekuatan besar di balik Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam menyokongnya dalam gelaran Pilgub DKI 2017.
"Pasti para taipan, yang buat pulau reklamasi. Apartemen itu nanti aksesnya hanya untuk orang China daratan," kata Kivlan saat diskusi di Markas HMI, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016).
Kivlan bahkan tak segan menyebut nama-nama serta perusahaan-perusahaan swasta yang berdiri di belakang Ahok.
"James Riyadi, Tommy Winata, Grup Astra, Grup Podomoro. Banyak yang punya uanglah," katanya.
Tak mau disebut asal tuduh, Kivlan menyampaikan analisisnya.
"Di Pulau Nias nelayan tidak bisa masuk melaut. Begitu juga nanti di pulau reklamasi. Sama seperti di perumahan-perumahan ada satpam, orang asing tidak boleh masuk," ungkapnya.
Oleh sebab itu, dia mendukung aksi untuk mendesak agar Ahok segera dipenjara. Lewat aksi 212 nanti, Kivlan berharap Ahok bisa dihukum atas perbuatannya. [rok]

Laskar FPI Aceh Sudah di Jakarta

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Aceh, Tgk Muslem At-Tahiri, mengungkapkan bahwa saat ini, sebagian laskar dan aktivis FPI Aceh sudah berada di Jakarta.

Mereka berangkat sejak beberapa hari lalu untuk mengikuti aksi super damai bela islam jilid III pada 2 Desember nanti.

Aksi tersebut bertujuan menuntut agar polisi segera menahan calon gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Untuk mengantisipasi berbagai hal, maka ribuan aktivis FPI Aceh telah berangkat ke Jakarta," kata Tgk Muslem, Minggu (27/11/2016).

Para aktivis FPI Aceh itu ia sebutkan, sebagian telah stadby di Tangerang, sebagian di Pasar Minggu, dan ada yang menumpang di rumah warga Aceh di Jakarta.

"Semuanya berangkat tanpa ditunggangi oleh kepentingan politik. Mereka berangkat dengan sumbangan kaum muslimin Aceh yang telah menyumbang semampunya," ucap Tgk Muslem.

FPI Minta Polda Aceh Cabut Maklumat Aksi 2/12

BANDA ACEH - Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) Aceh, Tgk Muslim At-Thahiry mengapresiasi atas tercapainya kesepakatan antara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Polri terkait dengan aksi damai bela Islam jilid III yang akan dilaksanakan 2 Desember nanti.
Salah satu poin yang disepakati adalah, aksi bela Islam III tetap digelar pada hari Jumat 2 Desember 2016 dalam bentuk aksi unjuk rasa yang super damai, yakni berupa aksi ibadah gelar sajadah.
Meski demikian, aksi tersebut tetap tidak akan merubah tuntutan utama, yakni penegakan hukum yang berkeadilan dan penahanan terhadap penista agama.
Aksi tersebut dilaksanakan di lapangan Monas dan sekitarnya dimulai dari jam 08.00 WIB hingga sholat Jumat. Aksi zikir dan doa untuk keselamatan negeri itu juga melibatkan semua elemen umat dan masyarakat, termasuk TNI dan Polri.
"Bedasarkan kesapakatan GNPF MUI dan Polri, maka kami FPI Aceh mendesak Polda Aceh mencabut segera maklumat tentang aksi 2/12," kata Tgk Muslim At-Thahiry, Senin (28/11/2016.Pihaknya juga mengharapkan Polri dan TNI untuk mendukung sepenuhnya aksi damai tersebut, dan jangan ada upaya menghalang-halangi kemauan umat islam Aceh yang terpanggil hatinya untuk menuntut keadilan.
"Kami mengharapkan pencabutan maklumat oleh Polda Aceh itu dipublikasikan di media massa agar masyarakat Aceh yang ingin berangkat merasa aman," tambahnya.
Seperti diketahui, aksi damai jilid III 2 Desember bertujuan menuntut Polri agar segera menahan calon gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang telah ditetapkan sebagai tersangka penista agama.
Atas rencana aksi tersebut Polda Aceh sempat menerbitkan maklumat yang salah satu isinya mengimbau warga Aceh agar tidak berangkat ke Jakarta, dalam rangka mendukung aksi unjuk rasa tersebut.