Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Oktober 2016

Pangdam Iskandar Muda Sidak Kesiapan Prajurit Raider

Prajurit Yonif Raider mampu dan tanguh dalam menjalankan tangung jawab yang telah  dibebankan dipundaknya, demi menjaga keamanan negara kesatuan negara Indonesia. Maka oleh karena itu para prajurit tersebut setiap saat siap dan tagap dalam segala kondisi dan situasi.
Untuk menguji kesiapan dan kelengkapan para prajurit, Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman secara mendadak melakukan pengecekan kesiapan prajurit Raider Yonif 112/Dharma Jaya di Mata Ie, Aceh Besar, Sabtu (15/10/2016).
Dalam kegiatan tersebut, Pangdam IM,  Mayjen TNI Tatang Sulaiman mengatakan hal ini dilakukan untuk peningkatan kualifikasi satuan pemukul Kodam. Mengingat ancaman yang dihadapi Indonesia ke depan, karena  daerah letak geografis Aceh dekat dengan perbatasan negara luar, maka membutuhkan kualifikasi khusus, sehingga pengamanan di Aceh bisa dimaksimalkan untuk menangkal ancaman.
“Yonif Raider 112/Dharma Jaya sebagai satuan pemukul Kodam IM harus memiliki kemampuan yang andal dan profesional agar dapat melaksanakan tugas dengan baik. Oleh karena itu, tumbuhkan interaksi dan komunikasi antara pemimpin dengan yang dipimpin. Setiap prajurit harus mengetahui tugas pokok masing-masing serta pegang teguh jati diri TNI, sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional,” pesan Pangdam IM.
Pangdam juga menekankan kepada para unsur komandan harus dapat menunjukkan karakter dan integritas yang tinggi melalui penerapan kepemimpinan lapangan yang baik sehingga dapat menjadi penggerak dan teladan di satuannya.
Kedatangan Pangdam IM di Yonif Raider 112/Dharma Jaya didampingi Wakil Asisten Intel Letkol Inf Deki Zulkarnain, Wakil Asisten Personalia Letkol Kav Agung, Pabandya Oprasi Mayor Inf Diantoro dan Kepala Seksi Penerangan Mayor Inf Mukalil.

Senin, 10 Oktober 2016

2.867 Penjaga Perdamaian Indonesia Siap Amankan Dunia

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menegaskan bahwa peacekeepers atau pasukan perdamaian dunia merupakan aspek penting yang lekat kaitannya dengan politik luar negeri Indonesia.
Hal ini disampaikannya dalam pembekalan pada Latihan Pratugas Satgas Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Konga XXIII-K UNIFIL, di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Sentul, Jawa Barat.
Menurut Menlu Retno, Indonesia saat ini berada di peringkat ke-11 dari 123 negara penyumbang personel dan pasukan PBB, dengan 2.867 peacekeepers pada 10 misi perdamaian PBB di berbagai belahan dunia. "Hal ini merupakan bagian dari upaya pencapaian Vision 4.000 Peacekeepers Indonesia pada tahun 2019 sesuai dengan roadmap yang dimiliki pemerintah, sesuai acuan strategis," kata Retno melalui keterangan pers yang diterima VIVA.co.id, Senin, 10 Oktober 2016.
Pada kegiatan tersebut, Menlu Retno menegaskan bahwa peacekeepers Indonesia harus tangguh, profesional, bermoral tinggi dan toleran. Menurutnya, penting bagi pasukan perdamaian untuk memegang teguh prinsip penggelaran, memastikan keamanan, dan keselamatan dalam menjalankan tugas.
"Penting bagi peacekeepers Indonesia untuk memanfaatkan dan menimba pengetahuan dari rekan-rekan negara lain di lapangan. Pasukan Indonesia juga harus menjauhkan diri dari tindakan yang merusak citra," katanya.
Partisipasi Indonesia dalam misi UNIFIL merupakan bagian dari upaya mendukung terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, khususnya di Lebanon.
Rencananya Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-K akan mengirimkan 850 personel, termasuk 18 personel perempuan yang akan tergabung dalam misi UNIFIL di Lebanon pada Desember 2016.

Minggu, 02 Oktober 2016

Kenaikan Pangkat Seorang Prajurit Tidak Mudah

Kenaikan pangkat bukan suatu hal yang mudah didapatkan seorang prajurit. Memerlukan perjuangan, kegigihan dan kesabaran yang sangat tinggi.
Hal itu ditegaskan Komandan Yonif Raider 112/DJ Mayor Inf Awang Danuarto, S.Sos, saat memimpin acara korp raport kenaikan pangkat Periode 01-10-2016 sebanyak 155 prajurit di lapangan hitam Yonif Raider 112/DJ, Sabtu (01/10/16). Mereka terdiri dari 2 Bintara 153 Tamtama.
Danyon mengatakan, karena kenaikan pangkat ini tidak didapatkan secara otomatis melainkan melalui seleksi yang sangat ketat, sehingga hanya orang –orang terbaik yang mendapatkan penghargaan untuk naik pangkat.
Selain itu, pangkat merupakan amanah yang harus dipikul setiap prajurit, karena semakin tinggi pangkat yang disandang, maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul.
Pada kesempatan tersebut Komandan Yonif Raider 112/DJ juga mengucapkan selamat kepada seluruh prajurit yang telah menunjukkan prestasi, loyalitas dan dedikasi kerja yang baik, sehingga layak mendapat kehormatan dan penghargaan dari negara berupa kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi.
“Jangan pernah berhenti untuk berbuat yang terbaik, berani, tulus dan ikhlas dalam setiap melaksanakan tugas bagi TNI khususnya Yonif Raider 112/DJ,” begitu dipesankan Awang Danuarto.

Sabtu, 01 Oktober 2016

15 Prajurit Kodim Simeulue Naik Pangkat

SINABANG - Komandan Kodim 0115/Simeulue Letkol Inf Marwan Supriyanto, memimpin acara korp raport kenaikan pangkat bintara dan tantama Kodim 0115/Simeulue periode 1 Oktober 2016, berlangsung di Lapangan Tenis Makodim
Simeulue , Sabtu (1/10/2016).
Adapun jumlah personel bintara dan tantama yang melaksanakan korp raport kenaikan sebanyak 15 orang, masing-masing sersan satu (sertu) ke sersan kepala (serka) sebanyak dua orang, sersan dua (serda) ke sertu sebanyak dua orang.
Sedangkan Praka ke Kopda berjumlan 11 orang. Usai memimpin acara kenaikan pangkat, dilanjutkan dengan "mandi bunga" bagi prajurit yang mendapat kenaikan pangkat.
Dalam arahannya, Dandim Simeulue menyatakan bahwa kenaikan pangkat dan golongan dalam kehidupan militer diberikan kepada setiap prajurit yang mampu menunjukan prestasi, loyalitas dan dedikasi yang baik.
Sehingga patut dan layak mendapat kehormatan dari negara, berupa kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari sebelumnya.
"Kepada para prajurit yang naik pangkat, saya harapkan agar mampu mempertanggungjawabkan makna dari kenaikan pangkat ini. Tuntutan dari kenaikan pangkat yang telah diterima harus diimbangi dengan sikap dan perilaku yang lebih bermakna bagi lingkungan tugas dan lingkungan sekitar," tandas Dandim Simeulue .

Kamis, 29 September 2016

Hamili Anak Kandung, Prajurit TNI Dipecat dan Dihukum 6,5 Tahun Penjara


Pengadilan Militer Denpasar memecat Victor Carlos Suares dari kesatuannya sebagai prajurit TNI, Kamis (29/9/2016). Ia juga dijatuhi pidana enam tahun delapan bulan penjara karena terbukti bersalah mencabuli putrinya hingga hamil.

DENPASAR -Kesatuan TNI tercoreng dengan ulah anggotanya. Victor Carlos Suares, prajurit TNI di Klungkung, divonis enam tahun delapan bulan penjara.

Hakim ketua Mayor Sus Siti M juga menjatuhkan vonis pemecatan terhadap Victor dari kesatuannya dalam persidangan di Pengadilan Militer, Denpasar, Bali, Kamis (29/9/2016).

"‎‎Mengadili dan menyatakan, secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan pidana memaksa anak melakukan persetubuhan," ujar Mayor Sus Siti membacakan putusan.

"Dengan ini menjatuhkan putusan pokok berupa kurungan penjara 6 tahun delapan bulan penjara. Dan dipecat sebagai anggota TNI," ia menambahkan.

Terdakwa bersalah mencabuli anaknya hingga hamil empat bulan. Victor melanggar Pasal 76 D jo Pasal 81 ayat 1 jo ayat 3 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, perubahan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002. (*)