Kamis, 08 Desember 2016

Pria Mengaku Nabi Isa Hari ini Akan Diperiksa Kejiwaannya di RSJ

Aceh Timur – Zulkifli (33) yang mengaku Nabi Isa akan diperiksa kesehatan jiwanya di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh hari ini, Jumat (9/12/2016). Hal tersebut berdasarkan hasil pertemuan polisi dan tokoh masyarakat setempat Kamis, (8/12/2016) kemarin.

Dalam pertemuan tersebut dibahas bahwa, Zulkifli akan dibawa ke RSJ Banda Aceh guna dilakukan pemeriksaan kejiwaannya. Karena jika dilihat dari prinsip Zulkifli yang aneh dan tidak masuk akal, yang mengatakan lebih baik tidak makan daripada tidak punya paket internet di HP nya.
Hasil dari pemeriksaan dari RSJ Banda Aceh nantinya akan dibuka bersama di Polres Aceh Timur dan dari hasil tersebut jika diketahui kondisi kejiwaan Zulkifli normal maka MPU akan segera membuat laporan polisi agar memepermudah polisi dalam melakukan proses hukum.

Sekedar informasi, pada bulan Juni 2015 lalu Zulkifli sempat menghina ulama Aceh Timur, lantas keluarga Zulkifli pada saat itu membuat pernyataan di Polsek Idi Rayeuk akan membawa Zulkifli ke RSJ untuk memeriksa kejiwaannya, akan tetapi hingga saat ini tidak dilakukan, bahkan setelah kejadian tersebut keluarga tidak pro aktif dengan pihak Kepolisian Sektor Idi Rayeuk tentang perkembangan Zulkifli. Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Aceh Timur AKP Parmohonan Harahap Kamis, (8/12/2016) kemarin.

Lanjut Kasat, setelah melihat potingan di akun FB Zulkifli yang menuliskan bahwa dia adalah Nabi Isa, anaknya Maryam, sontak membuat masyarakat gusar, dan diketahui Zulkifli ini merupakan warga Desa Teupin Batee, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

Selanjutnya pagi kemarin Zulkifli diamankan oleh anggota Opsnal Polres bersama anggota Polsek Peureulak di tempat ia bekerja di sebuah sablon di kawasan Peureulak dan kemudian Zulkifli diserahkan ke Polres Aceh Timur guna penanganan lebih lanjut,” pungkas Kasat.

Kampus IAI Al Aziziyah Samalanga Akan Dirobohkan dan Dibangun Baru

 Kampus Institut Agama Islam (IAI) Al-ziziyah Samalanga akan segera dirobohkan dalam beberapa hari ini.

Tgk. Muntasir Pimpinan Dayah Mudi Mesra mengatakan, mulai Kamis (8/12/2016) sudah mulai dibersihkan termasuk masjid dan Kampus. Masjid sudah bersih dan  bisa dipakai kembali untuk melaksanakan ibadah salat lima waktu.

Kampus IAI Al- Aziziyah juga dibersihkan untuk menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa dipakai seperti Al Quran, Kitab, Komputer dan buku.

Dikatakan Tgk Muntasir, kampus tersebut rencananya akan dirobohklan dalam waktu dekat ini. Untuk merobohkan bangunan tersebut, pihaknya sudah mendapatakan  bantuan empat unit alat berat dari ABM Group ( PT.Mita Bersaudara, PT. Cipta Krida Utama, PT. PT Bara energi lestari), satu unit excalator, PT. Trakindo Utama, satu excalator dan dua unit buldozer juga excavator dari PT. Abad Jaya Group

“Alhamdulillah kita dapatkan bantuan alat berat tadi yang diserahkan oleh Pak Bambang Rahmat, Branch Head PT. Trakindo Utama yang difasilitasi Bupati Bireuen non aktif, H Ruslan M Daud,” sebut Tgk. Muntasir.

Pantauan wartawan di lokasi kampus IAI Al Aziziyah Samalanga, Kamis (8/12/2016) kampus berlantai empat yang roboh di Komplek Dayah Mudi Mesra Samalanga itu mulai dibersihkan dari puing-puing gempa.

Tampak ratusan santri ikut bergotong royong mengangkat bangku, komputer, Al Quran, kitab dan barang-barang lainnya yang masih dapat dipergunakan untuk proses belajar mengajar nantinya.
.

Cerita pilu Yusra, gagal nikah karena calon suami tewas saat gempa

Yusra Fitriani (31), terkulai lemas di atas tempat tidur di kamar rumahnya, Gampong Dayah Timu, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (8/12). Tubuhnya tertutup selimut warna merah muda. Sang ibu, Rajiati (50) duduk di samping sembari menghibur dan mengusap-usap kepalanya.

Seharusnya, hari ini menjadi hari membahagiakan bagi Yusra Fitriani. Teratak atau tenda penerima tamu sudah terpasang di depan rumah. Sementara di bagian dalam rumah sudah disiapkan pelaminan. Kamarnya sudah disulap layaknya kamar pengantin baru. Tapi pernikahannya dengan Suharnas (33) tidak terlaksana sesuai rencana. Calon suaminya itu meninggal tertimbun reruntuhan bangunan saat Aceh dilanda gempa 6,5 SR kemarin.

Kesedihan terpancar dari raut wajah Yusra. Sesekali dia tak kuasa menahan air matanya sambil memeluk ibunda yang setia menemani di sampingnya.Sejak kejadian nahas yang menimpa calon suaminya, Yusra belum makan. Hanya air gula beberapa sendok yang sudah yang diminumnya. Itu pun setelah diminta oleh kedua orang tua dan sanak familinya yang selalu mendampingi.

"Trauma, lemas dia, mungkin juga karena dia lelah," kata M Yunus (62), ayah Yusra saat ditemui di rumahnya, Kamis (8/12).

Saat gempa memporak-porandakan Aceh, Yusra terkejut mendapat kabar toko jam milik pujaan hatinya itu roboh dan rata dengan tanah. Dengan perasaan tak menentu, Yusra mencari tahu keberadaan Suharnas. Hingga akhirnya perempuan itu terkulai lemas setelah mengetahui tubuh pasangannya tertimbun bangunan.

"Sempat ketemu dengan jenazah sampai dimakamkan, dia baru pulang jelang tengah malam, makanya dia lemas itu sekarang, enggak bisa bicara," kata ayahnya.


Yunus tak memiliki firasat rencana pernikahan anak pertamanya berakhir tragis seperti ini. Yusra yang sehari-hari berprofesi sebagai guru honorer di SMP 1 Meureudu telah mempersiapkan semua kebutuhan untuk hari pernikahannya. Keluarganya juga telah menyiapkan satu ekor sapi untuk makanan 1.000 orang tamu. Takdir tak bisa dilawan. Kini mereka hanya bisa merelakan kepergian Suharnas menghadap sang pencipta.

"Kita hanya berencana, yang kabulkan hanya Allah," singkatnya.

Di mata calon mertuanya, Suharnas sosok pendiam, suka bergaul dan tidak pernah mencampuri urusan orang lain. Bahkan dia dikenal taat beragama dan tidak pernah sekalipun meninggalkan kewajiban salat. "Kalau sudah waktu salat, dia langsung tutup toko," jelasnya.

Suharnas melamar Yusra pada 8 Oktober 2016 dengan mahar 13 mayam (satuan emas). Orang tua Yusra tak pernah tahu bahwa hubungan anaknya dengan Suharnas sudah sangat serius. Mereka baru mengetahui beberapa saat jelang hari lamaran. Meskipun jarang bicara, Yunus kenal dekat Suharnas yang ternyata bekas muridnya waktu SMP dulu.

"Tidak pernah terpikir Suharnas bisa lamar anak saya. Dia kan pebisnis, anak saya orang kampung," imbuhnya.

Yunus hanya bisa berlapang dada menerima kenyataan pahit yang harus dialami putrinya. Dia yakin Yusra akan mendapat jodoh di kemudian hari. "Banyak salat dan baca Alquran. Kalau jodoh, ulat dalam batu ada jodoh, apa lagi kita sebagai manusia, khalifah di permukaan bumi," tutupnya.

Polres Aceh Timur Amankan Pria yang Mengaku Diri Sebagai Nabi Isa

ACEH TIMUR – Pihak kepolisian mengamankan Zulkifli, 33 tahun, setelah sebelumnya yang bersangkutan membuat heboh dunia maya dengan sejumlah postingan yang menimbulkan keresahan masyarakat.

Betapa tidak, melalui akun media sosial faebook nya, Zulkifli menuliskan postingan bahwa dia adalah Nabi Isa, anaknya Maryam. Tak pelak, pengakuan ini membuat netizen geram dan bahkan ada yang ingin mencari keberadaan si pembuat postingan.

“25 orang pasukan ini kami beri nama nabi 25, saya nabi ke 24,” tulisnya.

Atau, “Saya Nabi Isa, ikutilah saya maka kalian Islam sebenar yaitu selamat,”.

Kemudian, ada lagi postingan yang sempat menyentil kejadian gempa di Pidie Jaya dengan menuliskan status ‘Kiban ku tamah lom dosis gempa, nyoe mantong watee nahas’ ,” tulisnya lagi.

Zulkifli yang mengaku berdomisili di Aceh Timur, kini sudah berada di Mapolres Aceh Timur dan dipertemukan dengan tokoh agama dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) setempat.

Hingga berita ini diturunkan, pria yang mengaku sebagai Nabi Isa itu masih menjalani pemeriksaan dan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Pengorbanan Ibu yang Ikhlas untuk Anaknya Saat Gempa Pidie Jaya

Bukanlah hal sulit bagi setiap ibu di dunia, demi kebahagiaan anak-anaknya, apapun ia korbankan meskipun itu harus ditukar dengan nyawanya sendiri.
Seperti kata Nurjani M Daud Ishak (31) warga Desa Meunasah Tampoe Tringgadeng Pidie Jaya, salah seorang ibu yang ikhlas berkorban untuk menyelamatkan anaknya dalam peristiwa gempa, Rabu (7/12/2016) di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen.
Nurjani saat ini dalam perawatan di salah satu ruang inap di Rumah Sakit dr Fauziah Bireuen Kamis (8/12/2016), dia menceritakan kisah yang dialami keluarganya saat terjadinya gempa dahsyat yang nyaris merenggut nyawanya saat menyelamatkan si buah hati.
Menurut Nurjani, sebelum kejadian itu, Rabu. (7/12/2016), diperkirakan pukul, 04.40 wib, dia hendak mendampingi anak bungsunnya, yang berusia tiga tahun ke kamar mandi hendak membuang air kecil.
Kemudian ia merasakan tiba-tiba bumi bergerak berayun-ayun sangat kencang, dalam hati kecilnya mengatakan ini pasti gempa. Dengan spontan ia menarik lengan anaknya itu yang sedang berjalan didepannya, langsung ia memeluk erat anaknya sambil bertelengkup di lantai membuat perlindungan.
Kemudian hanya bekisar perdetik atap rumah tempat tinggalnya runtuh seluruhnya, tubuhnya pun tertimpa dengan bolok-balok kosen dari atap rumahnya.
Evakuasi terhadap dirinya memakan waktu cukup lama, karena kejadian yang sama juga dirasakan oleh para tetangganya.
Sekitar Pukul 10. 00 Wib pagi, baru dirinya bersama anaknya yang terperangkap dalam reruntuhan di evakuasi, dengan mengunakan peralatan manual karena bangunan rumahnya runtuh semua dan rata dengan tanah, maka evakuasi terhadap dirinya memakan waktu cukup lama.
Setelah berhasil dirinya beserta anaknya berhasil dievakusi langsung dirinya dilarikan ke RSUD dr Fauziah Bireuen. “Alhamdulillah anak saya selamat tanpa luka sedikitpun,” katanya.
Pada kesempatan itu, Muhammad Daud Ishak (55) Ayah kandung Nurjani mengatakan, korban lainnya dalam keluarganya adalah cucunya Muzamir (16) , anak sulung Nurjani, ia juga tertimpa dengan batu bata diding rumah, kini sedang dirawat inap di Rumah Sakit Beureneun.

Data Jumlah Korban Manusia dan Kerusakan Bangunan Akibat Gempa di Samalanga

Berdasarkan data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen hingga Kamis (8/12/2016) pukul 00.00 WIB, korban gempa di Gampong Mideun Jok (lokasi Dayah Mudi Mesra dan Ummul Ayman) dan beberapa desa terdekat di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, berjumlah 137 jiwa dengan 101 KK,
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bireuen, Farhan Husein, SE, MM, dalam rilisnya merincikan, korban manusia yang meninggal 2 orang atas nama Imam Fadhil (23 tahun) guru Dayah Ummul Ayman dan Habibah bt Abubakar (70 tahun) warga Mideun Geudong. Santri Dayah Mudi Mesra/ Ummul Ayman 128 orang yang terdiri dari korban luka berat 5 orang dan luka ringan 123 orang. Koraban warga masyarakat 7 orang yang terdiri dari luka berat/kritis 3 orang dan luka ringan 4 orang.
“Rumah warga yang rusak 101 unit. Terdiri dari rusak berat 40 unit, rusak ringan 30 unit dan rusak sedang 41 orang,” sebut Farhan..
Selanjutnya bangunan toko 22 unit, terdiri dari rusak berat 19 unit dan rusak ringan 3. Kilang padi 2 unit, rusak berat 1 dan rusak ringan 1. Bangunan Kampus IAI Al Aziziyah Mudi Mesra rusak berat 1 unit. Mesjid 4 unit, rusak berat 2, rusak ringan 1dan rusak sedang 1 unit.
Pesantren/Dayah 3 unit, rusak berat 2 dan rusak sedang 1. Pasar unggas rusak berat 1 unit. Pasar ikan rusak sedang 1 unit. Kerusakan meunasah/mushalla 6 unit, yang rusak berat 2, rusak ringan 3 dan rusak sedang 1.
Pagar Dayah/Pesantren rusak ringan 1. Pagar rumah warga 3, rusak berat 1 dan rusak ringan 2. Pagar SPBU rusak sedang 1. Jalan desa rusak berat 2 ruas.
Di samping itu, juga ada titik pengungsi ada 2 lokasi. Warga Gampong Pante Rheng 1.100 jiwa/244 KK mengungsi ke lokasi Matang Meunasah Blang dan Matang Jareueng. Sedangkan warga Gampong Tanjong Baro 7 jiwa/ 1 KK dan Warga Gampong Sangso 6 jiwa/2 KK lokasi Mesjid Matang Jareueng.
Menurut Farhan Husein, hasil penelusuran dan pendataan, para pengungsi tersebut bertempat tinggal dekat pantai. Mereka merasa tidak nyaman tinggal di rumah sendiri, karena takut dan trauma akan terjadi tsunami. Para pengungsi belum pulang, sebelum suasana benar-benar aman untuk kembali ke gampong masing-masing.
“Kami membuka Posko BPBD Gempa Bireuen di Kantor Camat Samalanga utuk terus menantau perkembangan dan mendata warga serta kerugian akibat bencana gempa tersebut. Untuk kesempurnaan data yangg valid akan kami informasikan selanjutnya,” jelas Farhan.

Rabu, 07 Desember 2016

Gempa Pidie Jaya Besok, Jokowi Sambangi Korban Gempa Pidie Jaya

MEUREUDU - Kepala Staf Presiden, Teten Masduki memastikan kunjungan Presiden RI, Jokowi untuk menjenguk korban gempa di sejumlah titik pengungsi yang tersebar di Pidie Jaya, pada Jumat (9/12/2016).
"Sesuai agenda kunjungan Presiden, Jokowi hari ini, Kamis (8/12/2016) tiba sekitar pukul 17.00 WIB petang melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Kamis (8/12/2016) di sela-sela kunjungan ke Pidie Jaya.
Dari hajatan jadwal kunjungan tersebut, presiden langsung berkunjung ke RSU Zainal Abidin Banda Aceh untuk menjeguk korban luka berat (patah-patah) yang penanganan medis dirujuk ke rumah sakit provinsi.
Selanjutnya, pada pagi Jumat Presiden bersama rombongan bertolak ke Sigli dengan menggunakan Helikopter dan mendarat di Sigli, Pidie. "Beliau langsung menuju RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli,Pidie untuk menjenguk ratusan korban gempa yang masih menjalani perawatan medis,"jelasnya.
Hanya berselang beberapa menit, presiden langsung melanjutkan perjalanan darat ke Pidie Jaya guna melihat secara dekat lokasi bangunan yang ambruk serta infrastruktur yang terdampak bencana.