Minggu, 19 Februari 2017

Sumbang Dua Assist, Isco Tuai Pujian dari Sang Pelatih

MADRID – Gelandang Real Madrid, Isco Alarcon, sukses mencetak dua assist saat laga pekan ke 23 La Liga kontra espanyol, sabtu 18 Februari 2017 malam WIB. Dua assist tersebut sukses memanjakan Alvaro Morata dan Gareth Bale untuk mencetak gol dan memastikan Madrid mengantongi tiga poin.

Berkat penampilan gemilangnya, Isco mendapat sanjungan dari sang pelatih, Zinedine Zidane. Zidane mengakui bahwa Isco senang bisa memberikan dua assist di pertandingan tersebut.

Namun, Zidane tak lantas memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemain asal Spanyol itu. Sebab, pelatih asal Prancis tersebut lebih mementingkan peningkatan performa tim dalam laga-laga berikutnya.

“Dia senang dan berkomitmen dengan apa yang telah ia lakukan. Dia memiliki permainan yang cukup baik hari ini dan telah memberikan dua assist. Tapi, saya fokus untuk memikirkan apa yang akan dilakukan tim sekarang,” ujar Zidane, mengutip dari laman resmi Madrid, Minggu (19/2/2017).

Berkat kemenangan tersebut, Madrid berhasil mengukuhkan posisinya di puncak klasemen sementara La Liga 2016-2017 dengan 52 poin. Raihan tersebut masih berjarak tiga poin dari Sevilla di posisi dua dan empat poin dari rival abadinya, Barcelona, yang baru akan melakoni laga Senin 20 Februari 2017 dini hari WIB kontra Leganes.

Anies-Sandi Menang Telak saat Pemungutan Ulang di Utan Panjang

JAKARTA – Penghitungan suara ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017), telah selesai. Hasilnya, pasangan nomor (palson) nomor urut 3 Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno menang telak di TPS tersebut.

Berdasarkan pantauan, dari total 257 surat suara yang masuk, pasangan Anies-Sandi mendapat 134 suara. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat menempati urutan kedua dengan perolehan 103 suara.

Posisi paling buncit ditempati Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang hanya mengantongi 15 surat suara. Surat suara tidak sah sebanyak 5 suara, sedangkan warga yang tercatat pada TPS 01 kelurahan Utan Panjang, Kemayoran, sebanyak 601 orang.

TNI-Polri Kawal Ketat Proses Rekapitulasi Suara di Aceh

BANDA ACEH – Anggota Polda Aceh terus mengawal ketat proses penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah Aceh 2017. Kepolisian bersama TNI pun melakukan penjagaan terhadap kotak suara untuk menghindari adanya perbuatan tidak diharapkan dari pihak-pihak tertentu.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Goenawan mengatakan, pengamanan terus dilakukan sejak pemilihan, penghitungan suara di tingkat tempat pemungutan suara (TPS), rekapitulasi kecamatan hingga kabupaten/kota dan provinsi.

"Polda Aceh dan BKO Brimob bersenjata lengkap mengawal ketat rekapitulasi perolehan suara mencegah kecurangan dan ketidakpuasan sampai selesai,” kata Kombes Goenawan di Banda Aceh, Minggu (19/2/2017).

Pada Pilkada Aceh kali ini, 13.000 polisi dan 7.000 TNI dikerahkan serta disebar ke seluruh wilayah Aceh untuk mengamankan gelaran akbar lima tahun sekali itu. Dari jumlah tersebut, 1.900 di antaranya merupakan pasukan bantuan kendali operasi (BKO) yang didatangkan dari luar Aceh untuk melancarkan pilkada di Serambi Makkah.

Sementara Kapolri Jenderal Tito Karnavian sempat menyebut Pilkada Aceh 2017 merupakan pemilihan teraman sepanjang pilkada serentak sejak 2006. Selain itu, Polri juga sempat menyebut tiga provinsi yang dianggap rawan konflik yakni Aceh, Jakarta, dan Papua. Namun nyatanya minim konflik.

Jenderal Tito juga meminta Kapolda Aceh Irjen Rio S Djambak dan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman untuk terus melakukan pemantauan dan pengamanan pasca-pilkada. Selain itu soal penarikan pasukan BKO, Kapolri menunggu informasi dari petugas keamanan.

Sabtu, 18 Februari 2017

Anies: Koalisi Sepenuhnya Dikelola PKS dan Gerindra

Jakarta - Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan tanggapan mengenai koalisi yang bergabung dengan kubu Anies-Sandi di putaran kedua Pilgub DKI 2017. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada PKS dan Gerindra selaku partai pengusung.

Awalnya, Anies ditanyai perihal perkembangan terbaru soal koalisi. Apalagi, Ketum PKB Muhaimin Iskandar berencana menemui Anies dan pesaingnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pekan depan sebelum mengambil keputusan koalisi.

"Jadi secara prinsip, koalisi antar partai dibicarakan antar pimpinan partai. Saya dan Bang Sandi banyak bicara dalam aspek pengelolaan kampanyenya, pesan-pesannya, organisasi kampanyenya," ujar Anies di Ketan Susu Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2017).

Saat ini, Anies-Sandi diusung oleh PKS dan Gerindra menempati posisi kedua dalam putaran pertama Pilgub DKI. Berdasarkan hasil real count dari laman resmi KPU pada Jumat (17/2), data masuk sudah 100 persen dari 13.203 TPS. Hasilnya, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 936.609 suara (17,05 persen), Ahok-Djarot 2.357.587 suara (42,91 persen), dan Anies-Sandi 2.200.636 suara (40,05 persen). 

"Tentang koalisi, sepenuhnya dikelola PKS dan Gerindra karena mereka yang mengusung kami dan berinteraksi. Dan ini adabnya, yang diusung konsentrasi pada pemenangan, yang mengusung bicara koalisi pengusung. Kan nggak lucu yang diusung nyari sana-sini, justru kita jaga adabnya," pungkas Anies.

PKB masih belum menentukan pilihan untuk mendukung Ahok-Djarot atau Anies-Sandi pasca pasangan yang diusungnya, Agus-Sylvi gagal ke putaran kedua. Cak Imin disebut akan bertemu dengan kedua belah pihak dalam waktu dekat.

"Cak Imin akan berkomunikasi, bertemu dengan kedua kandidat bersama seluruh partai pendukungnya masing-masing. Minggu depan rencananya," ungkap Wasekjen PKB Daniel Johan, Minggu (19/2).

Iwan Bopeng, Mendadak Jadi Islami, Namun Wajahnya Masih Tetap Buruk

Seorang lelaki yang diduga pendukung pasangan cagub-cawagub nomor urut 2, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok memarahi petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) lantaran adanya warga yang tak bisa menggunakan hak pilihnya. Tak jelas awal mula permasalahan tersebut tetapi aksi Fredy Tuhenay yang viral dimedia sosial ini berbuntut panjang.

Fredy yang saat itu memakai kemeja kotak-kota mengaku sebagai warga muslim dan mengacam petugas TPS untuk memperkarakan kasus tak diperbolehkannya warga menggunakan hak pililihnya di TPS tersebut.

“Kenapa kita enggak bisa fleksibel. Ini haknya beliau (sambil menujuk pemilih yang tak dapat menggunakan hak pilihnya). Kalau kalian enggak bisa fleksibel saya perkarakan ini. Jelas saya perkarakan” ancam Fredy di depan petugas TPS.

Dia juga mempertanyakan salah seorang anak kecil yang duduk di sekitar TPS. Bahkan, Tak sampai di situ tangannya juga menunjuk anggota TNI yang tengah berada di TPS tersebut.

“Eh tentara guwa potong di sini. Apalagi lo ya,” ucap dia sambil tangannya menunjuk-nunjuk yang kemudian dihalang oleh petugas dan warga yang berada di TPS.

Lelaki yang menjadi pendukung pasangan cagub-cawagub nomor urut 2 ini kontan menyulut emosi beberapa Anggota TNI. Anggota TNI yang melihat video rekaman Fredy Tuhenay geram melihat perilaku Fredy Tuhenay dengan meluapkan kemamarahan dan memperlihatkan aksi memotong/menyayat badan mereka sembari memberikan ancaman kepada Fredy Tuhenay yang telah berani mengancam anggota TNI.

Viralnya video Fredy Tuhenay saat berada di TPS, membuat Fredy Tuhenay akhirnya meminta maaf kepada seluruh pihak TNI. Pada video tersebut Fredy alias Iwan Bopeng meminta semua pihak memaafkan atas kata-kata yang dia ucapkan baik kepada panitia TPS maupun anggota TNI yang berada di TPS. Kita tunggu bagaimana respon dari anggota TNI.[netizen7]

Selain minta maaf, dalam sebuah foto yang beradar ia sedang duduk di kursi, mendadak jadi Islami dengan memakai baju koko. 

Pesan Tu Sop Kepada Masyarakat Bireuen

Tgk. Muhammad Yusuf A. Wahab (Ayah Sop).

Menunggu hasil penghitungan suara pasca pemilihan Bupati-Wakil Bupati Bireuen 2017-2022 pada Rabu, 15/2, ketua Tim Pemenangan Tu Sop-dr. Pur, Tgk Nasruddin Judon (Abi Nas), setelah berkoordinasi dengan calon Bupati Bireuen nomor urut 3, Tgk H. M. Yusuf Abdul Wahab biasa disapa Tu Sop menyampaikan beberapa pesan untuk semua jajaran Tim Sukses dan Simpatisan Tu Sop-dr. Pur.

Berikut beberapa pesannya:

Pertama, menyikapi apapun hasil Pilkada Bireuen, kita harus konsisten pada komitmen awal bahwa pergerakan yang kita bangun adalah pergerakan memperkuat arus kebaikan dan perbaikan. Maka, segala kemungkinan harus disikapi secara arif dan bijaksana tanpa bergeser dari nilai-nilai kebaikan dan perbaikan yang selama ini kita perjuangkan.

Kedua, kita atas nama Tim dan Simpatisan telah berhasil bertahan pada sikap santun, arif dan anti permusuhan sejak perjuangan ini dimulai beberapa bulan silam, maka sikap ini harus terus dipertahankan sampai kapanpun. Kita jangan sampai terjebak dalam sikap emosional yang menimbulkan permusuhan baru antar sesama anak bangsa. Sebab bagaimanapun kita adalah saudara. Hilangnya persaudaraan lebih besar mudharatnya daripada hilangnya kemenangan dalam Pilkada.

Ketiga, penentuan menang dan kalah dalam Pilkada, kita serahkan pada keputusan Allah SWT dan pada lembaga-lembaga terkait yang berwewenang. Kita komit menerima apapun Takdir Allah SWT, karena apapun keputusan Allah SWT itulah yang terbaik untuk kita semua.

Keempat, dalam perjuangan tiada istilah kalah, yang ada hanyalah kesuksesan yang tertunda. Bersabar dan Tawakkal kepada Allah swt adalah satu-satunya jalan terbaik bagi kita makhluk Allah yang selanjutnya akan kembali kepada-Nya.

Kelima, perjuangan pemenangan Pilkada dengan meraih suara sebanyak-banyaknya telah usai. Kini saatnya kita bersatu kembali mengokohkan persaudaraan untuk terus memperkuat arus kebaikan dan perbaikan.

Keenam, perjuangan memperkuat arus kebaikan dan perbaikan tiada pernah henti. Tidak mendapat suara maksimal di Pilkada bukan berarti penguatan kebaikan dan perbaikan terganjal. Masih banyak jalan berjuang untuk nilai-nilai kebaikan. Apapun hasil yang kita raih, jangan berputus asa. Tetap semangat. Karena Allah menilai dari usaha bukan semata-mata dari hasilnya.

Ketujuh, khusus kepada Tim, Simpatisan dan semua masyarakat pengguna media sosial, jaga sikap dan perilaku. Jangan tebar kebencian, jangan mencaci-maki dan jangan mengeluarkan statemen yang profokatif karena itu akan merugikan kita semua. Kita komit sejak awal untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, jangan sampai sikap emosional kita justru merugikan rakyat itu sendiri.

Djarot Minta Bawaslu Tindak Lanjuti Dugaan Pelanggaran di TPS

Jakarta - Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 telah berlangsung pada 15 Februari lalu. Seluruh warga DKI telah memberikan pilhannya.

Namun penyelenggaraan Pilgub DKI menimbulkan beberapa masalah. Salah satunya adalah dugaan terjadinya sejumlah pelanggaran di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menyatakan bahwa penyelenggaraan Pilgub DKI harus memegang prinsip jujur dan adil. Dia mengingatkan bahwa memberikan pilihan adalah hak dasar masyarakat.
"Ini hak dasar warga untuk memberikan pilihan. Tidak boleh dihalang-halangi, juga harus dilakukan dengan prinsip jujur dan adil," ujarnya di FX Sudirman, Senayan, Jakarta, Minggu (19/2/2017).

Pasangan calon nomor urut 2 ini juga mengungkapkan bahwa pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) paling banyak terjadi pada Pilgub DKI Jakarta. Oleh karena itu dia meminta agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera menindak lanjuti pelanggaran tersebut dan melalukan berbagai perbaikan.
"Makanya kan kemarin itu banyak sekali pelanggaran terutama di Pilgub DKI Jakarta, maka Bawaslu untuk segera menindak lanjuti dan KPU untuk menyempurnakan berbagai macam kelemahan-kelemahan yang kemarin terjadi, saya minta itu aja," katanya.

Selain itu, Djarot juga menyebut bahwa akan dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua TPS. Dia tidak merinci mengenai kedua TPS tersebut, namun dia menegaskan bahwa penyelenggara Pemilu haruslah berprinsip jujur dan adil.
"Minggu ini ada PSU di dua TPS kalau ga salah, karena ditemukan banyak kejanggalan banyak pelanggaran. Saya minta betul kepada seluruh penyelenggara Pemilu mulai dari KPU sampai dengan KPPS untuk memegang prinsip-prinsip jujur, adil dan memberikan hak konstitusi kepada warga yang mempunyai hak pilih, itu aja," tutupnya.