Tampilkan postingan dengan label Nasihaat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasihaat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2016

Warga Mengusir Ahok Saat Blusukan ke Desanya

Blusukan calon calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan dikejutkan dengan kedatangan tiga orang warga yang berteriak
melakukan penolakan.
Tiga orang yang menggunakan sepeda motor dan membawa alat pengeras suara  serta spanduk itu mengaku sebagai warga RW 02 Lenteng Agung. Mereka menilai kampungnya tak layak dikunjungi seorang Ahok.
"Kami menolak penista agama injak-injak kampung kami," teriak warga pengguna alat pengeras suara yang enggan menyebutkan namanya tersebut.
Dia pun menolak dimintai informasi seputar aksi protesnya. Justru pria berjaket tersebut sempat memaki-maki wartawan karena penilaian kerap membenar-benarkan Ahok di media massa.
"Ini lagi, media berpihak," tandasnya.
Sontak, Ahok beserta rombongan dan awak media yang ada saat itu meninggalkan kawasan tersebut dengan segera. Namun pria yang tidak mau menyebut identitasnya masih terus berteriak memaki-maki Ahok.
"Ngapain Ahok ke sini, kami pastikan semua cuma pengkondisian, warga yang ada cuma settingan," ungkapnya.

Sabtu, 22 Oktober 2016

Kriteria Istri Pembawa Sial

Jika Istri Anda Mempunyai 3 Kriteria Seperti Ini, Rasulullah Menyebutnya Istri Pembawa Sial

Jangan pilih wanita menjadi istri hanya karena parasnya yang cantik atau karena kekayaannya, karena kebahagiaan berumahtangga tidak dicapai dengan hal-hal seperti itu. Tapi pilihlah istri sesuai yang disarankan Nabi.

Rasulullah sudah memberi peringatan kepada para suami untuk memperhatikan tiga hal berikut ini. Jika anda mendapati 3 ciri ini pada istri anda, maka Rasulullah menyebutnya sebagai istri pembawa sial.

Dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Imam Thabrani dan Imam Al Bazzar, Nabi menyebut ada 3 golongan wanita yang dikategorikan sebagai pembawa kesialan dalam keluarga.

Mari kita bahas satu per satu:

1. Apabila Dilihat, Ia Menjengkelkan

Saat pulang dari kerja suami tentunya ingin melihat istri di rumah menyambutnya dengan senyum yang menyenangkan. Hal ini akan membuat segala lelah di kantor hilang seketika.

Tetapi alangkah sialnya suami, jika sampai di rumah menemukan istri yang kumal, bau dan wajahnya menjengkelkan. Bahkan jika ditegur maka segala macam bantahan akan keluar dari mulutnya seakan dirinya tidak bersalah.

Istri seperti itu akan melawan dan berteriak seolah-olah suaminya yang salah. Istri yang demikian bukanlah istri yang tak tahu aturan. Ia hanya merasa bahwa ilmu yang dimiliki telah cukup namun kadar ilmu agama justru sangat kurang.

Bisa jadi istri yang demikian berasal dari keluarga kaya raya dengan paras ayu rupawan ataupun bisa sebaliknya.

2. Apabila Bicara, Ucapannya Menyakiti Perasaan

Ada beberapa wanita yang memiliki lidah setajam sembilu, apa yang dilontarkan dari mulutnya kadang melukai perasaan lawan bicaranya.

Jika menjadi istri, maka wanita seperti itu akan membuat suami 'makan hati' setiap hari. Ucapannya akan menyakiti perasaan dan menyinggung membuat suami jadi tidak enak dan tidak betah pulang ke rumah.

Jika diingatkan, istri seperti ini akan membantah dan bahkan menuduh balik suami dengan perkataan yang tidak terpuji.

3. Apabila Ditinggal Dinas, Ia Berkhianat

Saat baru menikah beberapa hari dan belum merasakan kedekatan dengan sang istri, suami lantas harus menyelesaikan tugas keluar beberapa hari.

Sikap istri yang tidak bisa diamanahi sejak awal membuat pikiran suami menjadi berprasangka bahwa si istri akan membawa teman-temannya ke rumah. Bisa juga istri akan pulang ke rumah orang tuanya dan enggan untuk kembali.

Akankah suami memutuskan berangkat dengan sikap istri yang tak amanah?

Jika seperti itu sungguh kerugian bagi suami karena tidak merasakan bahagia dan ketenangan.

Demikian 3 ciri istri yang membawa sial bagi rumah tangga. Suami yang memiliki istri

seperti ini haruslah meningkatkan kesabaran dan ketakwaan kepada Allah, SWT.

Menggunjing Dosa paling besar daripada Zina

Zina merupakan dosa besar yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Ini sudah jelas tertera dalam Al Quran yang suci. Meskipun ancamannya sudah pasti neraka, masih banyak orang yang melakukan perbuatan terkutuk ini.

Tetapi tahukah bahwa ada suatu perbuatan yang lebih keji dan hina daripada melakukan zina sebanyak 30 kali?. Yaitu ghibah atau menggunjing. Perbuatan ini tanpa sadar sering kita lakukan khusunya kaum wanita, meskipun tak jarang kaum laki-laki juga sering melakukan.

Imam Al Ghazali menegaskan dalam kitab ‘Bidayah Al Hidayah’ dan menjelaskan bahwa: “Dosa menggunjing adalah lebih kejam daripada dosa karena berbuat zina yang dilakukan sebanyak 30 kali dan mendapatkan jaminan neraka. Wal ‘Iyaadzu Billah”

Berbicara tentang keburukan orang lain memang sekilas terlihat sulit dilepaskan dari kebiasaan. Seolah-olah ini merupakan pembahasan yang menarik. Apalagi jika yang digunjingkan melewati mereka, maka hati-hati para penggunjing akan bertambah puas untuk merendahkan.

Imam Nawawi rahimahullah kemudian memperjelas lagi definisi Ghibah ini dalam komentarnya:
“Ghibah adalah menceritakan tentang seseorang dengan sesuatu yang dibencinya baik badannya, agamanya, perkara dunianya, dirinya, fisiknya, perilakunya, hartanya, orang tuanya, anaknya, istrinya, pembantunya, hamba sahayanya, serbannya (penutup kepalanya), pakaiannya, gerak langkahnya, gerak gerinya, raut mukanya yang berseri atau masam, atau hal lain yang berkaitan dengan penyebutan seseorang baik dengan lafad (verbal), tanda, ataupun isyarat dengan menggunakan mata, tangan ataupun kepala”. (Al-Adzkaar: 336).

Penting untuk diketahui bahwa menggunjing merupakan perbuatan yang amat dibenci oleh Allah SWT. Melakukan ini sama saja dengan memakan daging saudaranya yang telah mati.

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman. Jauhilah kebanyakan prasangka. Sesungguhnya kebanyakan parasangka itu adalah dusta dan jangan kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah kamu suka jika salah seorang di antara kamu makan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang,” (QS. Al-Hujurat:12).

Anas radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

“Tatkala saya diangkat kelangit, saya melewati kumpulan orang yang memiliki kuku terbuat dari tembaga, dengannya mereka mencakar-cakar wajah dan dada mereka sendiri, lantas sayapun bertanya pada Jibril ‘alaihissalam: Siapakah mereka itu wahai Jibril? Beliau menjawab: “Mereka itu adalah orang-orang yang suka memakan daging manusia (menggunjing), dan suka menghina harga diri mereka”. (HR Ahmad 3/224, dan Abu Daud : 4878, shahih).

Orang yang menggunjing akan ditanya tentang kebenaran gunjingan tersebut diakhirat kelak. Sebagaimana dalam  diriwayatkan dalam hadis: “Barangsiapa yang menggunjing orang lain dengan sesuatu yang orang tersebut tidak lakukan, dengan tujuan untuk mengolok-oloknya, maka Allah akan memenjarakannya dalam neraka jahannam sehingga ia mendatangkan kebenaran/bukti perkataannya tersebut”. (HR Thabarani 3/420),

Walaupun hadis ini dinilai dhoif oleh Hafidz Al-Haitsami dan Syaikh Al-Albani dari segi sanad, namun maknanya benar, dan ia pasti akan diazab sebagaimana dalam banyak hadis shohih lainnya.

Meskipun akhlak kita sudah baik, alangkah lebih bagus jika kita menebalkan keimanan dan menambah amalan yang jelas-jelas akan membawa kita menuju syurgaNya. Tanyakan pada diri sendiri, apakah kita ini sudah lebih baik daripada orang lain?

Sumber: radarislam.com

Sekelompok Intekektual dari Tanah Gayo

TAKENGON - Setidaknya tiga ratus dua puluh kilo meter ditempuh dalam waktu delapan jam oleh sekelompok intelektual muslimah dari Daratan Tinggi Gayo menuju Banda Aceh, Jumat (21/10/2016). Dari tanah subur di Aceh Tengah itu, sebagian dari mereka ada yang berangkat dengan angkutan umum dan sepeda motor. Melewati gunung demi gunung yang berbaris di atasnya kebun kopi, sayur-mayur, bahkan sawit, para muslimah dari berbagai kampus di Aceh Tengah itu bersemangat menembus embun dan dinginnya wilayah penghasil kopi arabika terbesar di Aceh itu. "Perjalanan yang sangat luar biasa ini memberi semangat baru yang menambah keimanan," ujar Vivin yang bersama Mariana menunggang kuda besi menuju Banda Aceh.

Menuruni Kecamatan Juli yang menjadi sisa-sisa pegunungan yang panjang itu, lalu mereka disambut bentangan sawah hijau dan suhu hangat khas pesisir. "Menempuh perjalanan dengan semangat berkobar demi memperjuangkan Islam," kata Vivin sambil mengemudi sepeda motor.

Perjalanan ini akan terasa sangat melelahkan bagi dia yang digerakkan karena materi, tapi tidak bagi mereka, para muslimah ini hadir untuk menunjukkan kepada Allah bahwa mereka adalah bagian dari orang-orang yang rindu penerapan syariat Islam kaffah dalam Islamiyah.

Kisah mengharukan Taubat Riba, Dari Sales Mobil jadi tukang Bakso

Berikut dikisahkan oleh MAs saptuari sugiharto:

Kawan Facebook saya Bahtiar Basyuni mengupload foto ini... sekilas orang langsung lihat dan komentar, sangaarrrr.. sadisss.. ngeerriii...!! Ada apakah gerangan?

"Saya ini dulu biangnya riba mas, tahun lalu saya masih bekerja di sebuah dealer mobil. Tiap orang yang datang pasti saya anjurkan untuk kredit. Karena bonus yang saya terima lebih gede mas!" Kata mas Bahtiar membuka chat dengan saya semalam..

"Kalau saya menjual mobil cash, bonus untuk saya hanya 250 ribu sampai 1 juta permobil, tapi kalau saya bisa menjual kredit bonus permobil bisa 5-6 juta. Duitnya dari mana itu? Dari provisi pinjaman mas.. makin besar utangnya, makin besar provisinya, makin besar bonus untuk salesnya! Gimana gak puyeng itu konsumen mas, provisi itu diluar bunga kredit mobilnya.. udah beli mobil ngutang, bayar pokoknya, bayar bunganya, bayar provisinya.. kalau bayar telat kena denda, lunasin cepat ada pinaltinya" lanjutnya

Wow! Sebulan bisa menjual 5 mobil kredit aja bisa dapat jatah komisi 25 juta..

"Tapi ya itu mas, karena duit riba kayak gak ada berkahnya. Saya diingatkan istri soal riba, saya cari info dari banyak sumber termasuk dari group Facebook mas Saptuari, ternyata benar.. pekerjaan saya mengajak orang berhutang dengan akad-akad riba yang diperangi Allah dan Rasulnya.. kuuaaapok aku mas! Gak mau aku diperangi ALLAH!"

Terus sekarang jualan bakso?
Gak malu?
Gak gengsi?

"Malah istri saya mendukung mas, ada beberapa kawan yang kaget dengan saya banting setir. Tapi saya hanya mau hidup tenang dalam ridho Allah, daripada saya dapat uang tapi saya menjerumuskan orang pada utang... utangnya pakai riba lagi!" Lanjut mas Bahtiar

Belajar bikin bakso darimana?

"Janji ALLAH kalo orang berhijrah pastiii ada aja jalannya, dulu awalnya saya jualan kue pagi, sampai disebelah lapak ada pakde bakso. Saya diajak kerjasama bagi hasil, dia yang buat baksonya. Setelah dua bulan saya malah diajarin bikin bakso sendiri agar saya bisa mandiri. Alhamdulillah sekarang saya sudah bisa produksi dan jualan sendiri muter.. sehari saya bisa dapat untung bersih 200.000, tapi hati saya tenaaang.. gak lagi ngajak orang untuk ngutang!"

Masya Allah.. ini jawaban dari ALLAH untuk orang-orang yang mau hijrah

"Barangsiapa berhijrah di jalan ALLAH, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak.." [QS An Nisa:100]

Kamu yang tinggal di Cibitung Bekasi, silahkan larisi baksonya mas Bahtiar ini.

Tekun!!
Fokusss!!
Hajarrr terusss!!

Rejeki halal itu akan mendatangkan banyak keberkahan, dia akan datang terus membawa kawan-kawannya lebih banyak, dan itu uang adem semua.. gak panas megangnya, gak gelisah menyimpannya..

Gampang bagi ALLAH membuat mas Bahtiar 5 tahun lagi memiliki beberapa outlet warung bakso di Bekasi, yang omzetnya sehari minimal 5 juta tiap warungnya... apa sih yang gak mungkin bagi ALLAH?

‎َوَمِن النَّاسِ مَن يَشْرِى نَفْسَهُ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللهِ وَاللهُ رَؤوفُ بِالْعِبَادِ Dan di antara manusia ada orang yang (menjual) mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.
[QS. Al Baqarah:207]

Selamat bergerak dan berjuang mas!
Setiap langkahmu adalah langkah penuh pahala..
mencari rejeki halal untuk keluarga..
Allah akan mengangkat derajatmu, tinggal tunggu saja nanti waktunya..

Sabtu, 17 September 2016

Bupati Aceh Utara : Yang Terindikasi HIV/AIDS Biarkan Mati

Rumah sakit umum Cut Meutia, Aceh Utara, kini mulai  mengoperasikan laboratorium Patologi HIV/AIDS. Acara peresmian berlangsung pada hari  jumat, 16 September 2016.  Kebeberadaan klinik ini diharapkan dapat membantu korban hiv aids dan dapat mencegah penyebaran penyakit mematikan tersebut.
acara seremoni peluncuran klinik dan laboratorium patologi HIV/AIDS di langsungkan di halaman Rumah Sakit Umum Cut Meutia, di Buket Rata, Lhokseumawe. Acara ini dihadiri oleh bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib dan sejumlah pejabat di jajaran pemerintah kabupaten Aceh Utara.
Direktur Rumah Sakit Umum Cut Meutia, drg. Nurhaida mengatakan, dengan beroperasi klinik ini maka para penderita HIV/AIDS dapat lebih mudah memeriksa darah mereka. Nurhaida mengharapkan agar masyarakat dapat melaporkan kepada pihak rumah sakit bila menemukan warga yang diduga menginap HIV/AIDS.
Masyrakat Indonesia juga menyadari tentng bahayanya HIV dan juga mengetahui sebab dan akibatnya
Penyebaran virus yang paling utama adalah dengan cara hubungan seks melalui vagina dan anal tanpa pelindung. Seks oral tanpa pelindung juga berisiko terinfeksi, tapi risikonya cukup kecil. Penyebaran HIV melalui seks oral akan meningkat jika orang yang melakukan seks oral sedang sariawan atau terdapat luka di mulut. Atau melakukan seks dengan orang yang baru saja terinfeksi HIV dan punya banyak virus di tubuhnya.
  • Tinggi rendahnya risiko penularan HIV berbeda-beda, tergantung pada jenis hubungan seks yang dilakukan.
  • Melakukan seks oral pada pria yang positif HIV, dan pria itu ejakulasi di mulut.
  • Penularan HIV bisa terjadi ketika kita lakukan seks oral pada wanita yang positif mengidap HIV, terutama saat sang wanita sedang menstruasi, meski risikonya kecil.
  • Menerima seks oral dari orang yang menderita HIV risikonya sangat rendah, karena HIV tidak menular melalui air liur.
Selain melalui hubungan seks, HIV bisa menular melalui:
  • Tranfusi darah.
  • Dari ibu kepada bayi, baik saat kehamilan, melahirkan, atau ketika menyusui.
  • Berbagi jarum, baik untuk menindik atau menato.
  • Berbagi suntikan, terutama bagi para panasun (pengguna narkotika suntik).
  • Berbagi alat bantu seks dengan pengidap HIV.
 Banyak tokoh ulama telah memperingatkan agar menjahui perbuatan tersebut, maka sudah menjadi resiko bagi mereka yang nakal
Sementara Bupati Aceh Utara mengatakan tak perlu peduli pada penderita HIV Aids. “ Yang sudah terindikasi tertular  HIV AIDS, himbauan saya  biarkan mati, “kata Bupati menjawab wartawan .
“ Yang perlu kita tingkatkan ( himbauan ) kepada orang tuanya agar menjaga anaknya. memberi pendidikan,” kata Muhammad Thaib.
Sedang poin penting yang harus dilakukan adalah orang tua harus memeriksa kesehatan calon menantunya bila ingin menikahkan anaknya “ Jangan bangga pada motto,… oo…calon menanatu saya baru pulang dari Malaysia “ urai pria flamboyan ini yang kerap di sapa sebagai Cek Mad.
Menurut bupati, menggunakan dukun beranak juga dapat menyebabkan timbulnya HIV AIDS .

Selasa, 26 Juli 2016

Pohon Sahabi Saksi Hidup Rasulullah Berumur 1400 tahun


Pohon Sahabi ini merupakan satu-satunya pohon yang pernah menjadi saksi hidup dari Nabi Muhammad SAW.

Pohon Sahabi ini hidup kokoh dalam padang pasir di Yordania periode utara. Pohon ini diprediksi memiliki umur lebih untuk 1400 tahun.

Pohon Sahabi memiliki ciri-ciri yang khas yaitu daunnya yang sangat rindang kemudian sejuk. Selain itu, dasar dan batang pohon di sini. juga sangat besar serta kuat.

Menurut sejarah, pohon Sahabi ini pernah jadi tempat berteduh Nabi Muhammad SAW. Di kala itu Nabi sedang dalam perjalanan menuju ke kota Syam.

Masa itu, Nabi Muhammad SAW ditemani oleh Maisarah beliau merupakan pembantu Sayyidatuna Khadijah Ra. Nabi bersama dengan Maisarah menuju kota Syam bagi berdagang.

Hingga saat sekarang pohon Sahabi masih masih tumbuh subur dan jua daunnya tetap rindang lalu sejuk dipandang mata.

Ajaibnya, pohon Sahabi tidak sempat sekalipun mengalami kekeringan. Padahal pohon ini terletak ditengah padang gurun yang amat gersang. Dan juga pelik mendapatkan air.

Senin, 25 Juli 2016

Bapak ini meninggal ketika sujut Shalat Ashar

Ini adalah Mustafa salah satu Jamaah shalat di Masjid Baitussalihin Ulee Kareng, Banda Aceh meninggal dunia jaman sedang sujud Shalat Ashar. Jamaah ini diketahui sudah almarhum merupakan warga Meunasah Bak Trieng desa Lamreng, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar yang bekerja sebagai tukang becak.Informasi tersebut sontak tertentu menghebohkan dunia maya, banyak macam komentar terlihat seolah-olah di banyak pengguna dunia internet merasa terharu dengan kejadian tersebut. Informasi tersebut dibenarka oleh Kapolresta kota Banda Aceh melalui kapolsek Ulee Kareueng AKP. Immarsal, SE. Benar, kejadian tadi pukul of sixteen. 30 Wib sore tadi ujar Immarsal.
Tetapi media ini belum mendapatkan informasi lebih lanjut, maka berita ini ditayangkan kubu media sedang berupaya mendapatkan informasi terkait meninggalnya Mustafa saat sedang sujud shalat Ashar

Senin, 27 Juni 2016

Ketahuilah Ada Rezeki Orangtuamu Di Antara Rezekimu

Ketahuilah Ada Rezeki Orangtuamu Di Antara Rezekimu

Sore itu Ummu Hamid pulang dengan gelisah. Ia anyar ingat. Hari itu tgl 18, hari terakhir jatuh tempo pembayaran cicilan rumahnya. Ia tau pasti, nilai yang terkumpul dari pendapatannya dan suami sangat terbatas.

Meskipun "hanya" kurang 2 ratus ribu rupiah, tentu saja Ummu Hamid pening dibuatnya. Sebab dana sebagainya tidak bisa diganggu pula dengan keperluan berbeda.

Sambil menunggu kepulangan suami, Ummu Hamid menelpon ibunya. Telah menjadi kebiasaannya rutin menghubungi orangtua sejak ia tena kuliah dahulu.

Mendadak ia terkejut. Kiriman dana bulanan untuk orangtuanya ternyata kaga ditunaikan juga.

Selama sekarang, Ummu Hamid ikut menanggung pemakaian listrik, air serta berbagai keperluan orangtuanya. Ia merasa ada sejumlah pengeluaran tak terduga yang melampaui keuangan keluarganya.

Sempat terbetik untuk acuh. Toh ia masih memiliki saudara yang lain yang bisa memenuhi kepentingan orangtua mereka. Anehnya, malahan muncul rasa sombong. Merasakan diri paling berjasa di dalam keluarga khususnya kepada ibunya selama ini.

Syukur, secepat itupula ia beristighfar. Selesai menelepon, Ummu Hamid \ mentransfer sejumlah dana pada ibunya. Kali ini ia bahkan sengaja melebihkan untuk biasanya. Selepas transaksi, balik Ummu hamid mengecek forte rekeningnya. Dana yang sedianya untuk membayar cicilan dalam rumah kini tampak makin menyusut. Lagi-lagi otaknya berpikir keras. Ke mana ia memilih tambahan dana untuk cicilan tersebut.

Ummu Hamid tidak ingin menyesal karena sudah meringankan kebutuhan ibunya. Kebalikannya ia juga tidak dapat menunda pembayaran cicilan sebab terancam denda cukup luas. Sekarang Ummu Hamid semata-mata bisa menyicil rumah, sebuah keinginan yang sudah surut terpendam. Memiliki rumah sendiri bersama keluarganya.

Masih dengan perasaan gulana, Ummu Hamid segera mengambil air wudhu. Ia merasa tak memiliki pelarian lagi kecuali shalat dua rakaat, bersimpuh dalam hadapan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala (Swt). Anyar selesai salam, tiba-tiba suaminya datang mengetuk pintu griya. Ada lara yang membuncah, ingin segera ia mengadu kepada suaminya. Tapi Ummu Hamid berusaha menahan sekuat tenaga. Ia tidak ingin menambah letih suaminya yang baru pulang dari pekerjaannya di kantor.

"Dinda, alhamdulillah ada rezeki tidak disangka di kantor tadi, very well ujar suaminya membuka percakapan sambil tersenyum.

"Pak Rahman datang melunasi pinjamannya yang tiga tahun lalu tersebut. Entahlah, tiba-tiba saja ia datang ke kantor tadi, " imbuh suaminya sambil menyerahkan sebuah amplop tebal.

"Allahu Akbar...! "

Ummu Hamid tanpa sadar berpekik takbir. Ia sendiri telah lupa perihal uang piutang itu. Waktu itu mereka hanya berniat menolong Pak Rahman, karib suaminya tersebut.

Dengan gemetar Ummu Hamid segera membuka amplop tersebut. Lembar demi lembar terlihat dari dalam amplop. Lembaran itu bahkan masih komplit dengan ikatan penanda untuk bank.

Subhanallah, lagi-lagi ia hampir berteriak. Uang ini ternyata persis 200 saat lipat dari jumlah yang baru saja ia copy kepada ibunya tadi. Tena dalam sujud syukurnya, sebuah pesan singkat masuk arah nama ibunya.

"Nak, terima kasih ya. Kata adikmu ada uang masuk ke rekening ibu. Semoga rezekimu berkah dan berlimpah. Maafkan ibu yang selalu merepotkanmu. inch

Ridho Allah, Ridho Orangtua

Dalam Islam, ridho Allah Subhanahu Wata'ala berkenaan dengan ridho kepada kedua orangtua. Karena itu hadits mengatakan, Ridho Allah berbareng dengan ridho orangtua, kemurkaan Allah karena murkanya orangtua.

عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ ) أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ

Nabi Shallallaahu alaihi wasallam (Saw) bersabda: "Keridhaan Allah tergantung pada keridhaan orangtua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orangtua. " (Riwayat at-Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim).

Keridhaan orangtua dimulaikan dari buah ketulusan. Berapapun harta yang diberikan anak kepada orangtua, namun tak disertai ketulusan, tentunya tidak mendapat agunan ridha dari orangtua.

Sebab ridha orangtua bukanlah persoalan berapa nominal harta / materi lainnya. Perhatian tulus, keinginan untuk menyenangkan, mendukung, memuliakannya, selalu mendoakan kemudian membahagiakan kedua orangtua itulah yang melahirkan keridhoannya.

Sayangnya tak banyak yang menyadari hal tersebut. Bahwa harta, kesenangan, dan kebahagiaan yang direguknya kini hanyalah cipratan berkah dari sujud panjang dan munajat ikhlas yang orangtua kepada anak-anaknya. Buah hati itu terkadang lupa, menyangka apa yang ia ada kini adalah hasil jerih payahnya sendiri.

Ippho Santosa menulis dalam buku six Keajaiban Rezeki, ketika doa orangtua selaras dengan doa yang dipanjatkan oleh adalah anak, niscaya doa-doa ini akan lebih 'melangit'. Lainnya akan terpanjat dengannya maka menjadi lebih mudah diijabah oleh-Nya kelak. */