Jumat, 03 Februari 2017

Harusjadi akan laksanakan Kampanye Akbar di Lapangan Blang Asan


Bireuen - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bireuen Nomor urut 1 H. Ruslan M. Daud dan Drs. H. Jamaluddin Idris dijadwalkan besok akan melakukan Kampanye Akbar di Kabupaten Bireuen, tepatnya di Lapangan Blang Asan, Matangglumpangdua (4/2/2017)

Kampanye akbar ini diperkirakan akan dihadiri oleh puluhan ribu massa dari berbagai desa dan kecamatan seputaran Kab. Bireuen, massa akan hadir memadati Lapangan Blang Asan untuk menyambut Kampanye Akbar dari Paslon nomor urut 1.

Salah seorang Tim Pemenangan Harusjadi, Rahmat Asri Sufa menyampaikan " kampanye akbar dilaksanakan di lapangan blang asan pada minggu, 5 februari 2017, pukul 13.00 s.d selesai (ba'da zuhur). Massa yang berhadir dari berbagai kalangan, baik tua maupun muda ". Pungkas Rahmat

Lanjutnya, semua tim sudah bekerja sangat keras dan mempersiapkan kegiatan kampanye akbar ini agar acara berlangsung kondusif, ujar Rahmat pemuda asal Kec. Peusangan, Bireuen ini.

Kami mengundang semua masyarakat Kab. Bireuen untuk mendengarkan orasi politik dari paslon nomor urut 1 Harusjadi, dan bagi yang memiliki rombongan silakan melapor kepada tim tingkat Kecamatan dan Tim yang sudah dipersiapkan untuk Kampanye Akbar di Lapangan Blang Asan, kabupaten Bireuen.

5 Organ Tubuh yang Bisa Terdampak Infeksi Gigi


Infeksi dan abses pada gigi bisa membuat lima organ tubuh lainnya menderita. Ya, karena bakteri akibat abses gigi, menjalar masuk melalui aliran darah ke organ vital tertentu.

Nah, ada kondisi tertentu yang bisa menyebabkan infeksi gigi lebih mudah timbul. Misalnya saja diabetes. Menurut drg Dhanni Gustiana, SpBMM, perokok dan peminum alkohol juga lebih rentan mengalami masalah infeksi gigi.

"Cuma kalau kondisi rongga mulutnya bersih, tanpa plak, karang gigi dan lubang, tidak akan infeksi walaupun kadar gula darahnya tinggi," jelas drg Dhanni.

Terkait organ tubuh mana saja yang bisa ikut terdampak akibat infeksi gigi, bisa disimak dalam infografis berikut ini:


Ajakan Bunuh Trump Menggema di Twitter

Jakarta - Hingga kini masih ada sejumlah pihak yang menentang Donald Trump menjadi presiden Amerika Serikat. Tak tanggung-tanggung, saking tidak sukanya dengan Trump, tak sedikit dari netizen yang ingin agar Trump mati.

Kurang lebih 15 hari sudah sejak Trump resmi dilantik menjadi presiden AS. Sejak saat itu pula banyak beredar postingan di berbagai media sosial yang isinya ingin agar Trump dibunuh saja. Walaupun kebanyakan dari postingan itu bernada bercanda atau sarkastik, tetap saja ada postingan itu berjumlah mencapai belasan ribuan postingan.

Lembaga analisis Dataminr telah berhasil menghimpun data statistik yang menunjukan jika ada 12.000 kicauan di Twitter yang isinya merupakan ajakan untuk membunuh orang nomor satu di negara adikuasa itu. Jumlah kicauan itu diperoleh sejak hari pelantikan di tanggal 20 Januari 2017 lalu.

"Aku sangat lelah Trump menjadi presiden. Bisakah seseorang membunuhnya sekarang?," kicau akun @deathsmells. "Seseorang harus membentuk tim dan hanya membunuh Trump," kicau yang lainnya, dikutip dari Daily Mail, Sabtu (4/2/2017).

Kicauan terkait pembunuhan Trump ini mengundang perhatian Secret Service yang memang bertugas untuk menjaga keamanan presiden AS. Beberapa di antaranya ada yang berhasil diciduk di kediamannya oleh Secret Service.

Seperti misalnya seorang wanita yang bermukim di Kentucky, AS. Ia diciduk karena berkicau tentang usulan membunuh Trump. "Jika seseorang cukup kejam membunuh MLK (Martin Luther King), mungkin seseorang berbaik hati untuk membunuh Trump," kicaunya.

Selain wanita Kentucky tadi, adapula seorang pria asal Ohio, AS. Pria bernama Zachary Benton ini ditangkap atas tuduhan memberikan ancaman bagi presiden. 

Bayi Perempuan Baru Lahir Ditemukan Warga di Simpang Elak Krueng Mane


Aceh Utara - Masyarakat Gampong Mane Tunong, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, digegerkan dengan penemuan sesosok bayi perempuan. Saat ditemukan, bayi itu masih berlumuran darah dengan tali pusar menggantung di perutnya.

Bayi itu teronggok di atas sebuah gundukan, persis di sisi luar tembok rumah warga. Bayi hebat itu ditemukan warga Jumat (3/2), sekitar pukul 19:00 WIB, tanpa sehelai kain. Bayi itu hanya dilapisi kantong plastik hitam.

"Ada warga yang mendengar suara tangisan bayi di samping tembok. Saat dilihat ternyata benar ada bayi. Lalu warga melaporkan temuan tersebut kepada aparatur desa," ujar Mursyidah (38), warga setempat.

Bayi itu terus menangis. Mursyidah segera mengambil bayi itu dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Atas musyawarah singkat warga setempat, bayi itu dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

Warga menduga bayi tersebut sengaja dibuang beberapa jam setelah dilahirkan. Saat ini bayi mungil tersebut sudah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas setempat.

"Alhamdulillah bayinya dalam keadaan sehat dan normal. Beratnya mencapai 2,6 Kg. Jika dilihat, sepertinya baru beberapa jam dilahirkan," kata Mursyidah.


Pemkab Pidie Jaya Bangun Jembatan Rangka Baja di Lhok Duek

MEUREUDU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya (Pijay) membangun jembatan rangka baja atau Bailey di Gampong Lhok Duek, Kecamatan Bandarbaru karena jembatan gantung yang telah berusia puluhan tahun ini kondisinya tak layak lagi.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pijay, Rizal Fikar ST Jumat (3/2/2017) mengatakan, pembangunan jembatan rangka baja di pedalaman Kecamatan Bandarbaru itu guna mendukung akses kelancaran mobilisasi bagi ribuan warga di lima gampong. "Terutama warga Gampong Lhok Duek, Cubo, Blang Baro, Alue Mirah, dan Jinjiem,"ujarnya.

Dijelaskan‎, selama puluhan tahun, ribuan warga terpaksa melintasi akses jembatan gantung sepanjang 70 meter yang menyeberangi sungai Krueng Cubo dengan kondisi memprihatinkan.
Sehingga dengan dasar pertimbangan itulah, Pemkab pada 2016 lalu mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Rp 10 miliar untuk membangun akses penyeberangan bagi warga dipedalaman kecamatan paling barat di Pijay itu.


Ditargetkan jembatan itu rampung pada Maret 2017 setelah melalui proses Adendum (Perpajangan masa kerja) dan pihak dinas mengharapkan kepada rekanan pelaksana dapat menyelesaikan tepat waktu‎.


12 Tahun Dipisah Tsunami Akbar Berkumpul Besama Keluarganya

BANDA ACEH - Cut Fauziah, warga Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Selasa (31/1) kembali bertemu dengan remaja yang diduga sebagai anaknya yang menghilang saat tsunami 12 tahun lalu. Remaja itu merupakan Muhammad Akbar Tanjung (20) yang selama ini menetap di Gampong Awek, Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar, bersama keluarga angkatnya.


Cut Fauziah kepada Serambi kemarin menceritakan, pertemuan Akbar berawal dari kecurigaan pihak keluarganya yang menetap di Lamsujen, Lhoong, Aceh Besar. Saat itu Akbar datang ke gampong tersebut meminta sedekah mualaf. Karena mirip dengan Akbar yang menghilang saat tsunami, mereka pun langsung mempertemukan Akbar dengan Fauziah yang menetap di Banda Aceh.

“Saya saat ini masih antara percaya tidak Akbar anak saya atau bukan, karena kondisi dia masih linglung,”ujar Fauziah. Sebagian pihak keluarga dan kerabatnya juga berfirasat remaja tersebut memang Akbar yang hilang tsunami 26 Desember 2004 saat itu masih berumur 8 tahun.

Dari bentuk bibir, dan ada beberapa tanda yang menjadi dasar keyakinan keluarga. Namun jika dulu Akbar kecil bernama Maulana Akbar, kini namanya Muhammad Akbar Tanjung, tak diketahui siapa memberi nama baru itu. Fauziah mengisahkan, saat bencana itu ia bersama suaminya, Samsul Bahri, adik, dan ketiga anaknya terpisah saat dihempas tsunami. “Saat itu Akbar minta tolong, tapi saya tidak bisa memegang tangannya, itulah terakhir kalinya saya melihat Akbar,” lirih Fauziah.

Setelah tsunami ia melihat foto Akbar dipajang di Rumah Sakit Kesdam Banda Aceh, sebagai anak-anak korban tsunami yang pernah dirawat di rumah sakit itu. Namun ia kehilangan jejak, walaupun sudah mencari ke beberapa tempat, mereka tidak pernah menemukan Akbar lagi. Sedangkan Akbar tidak ada yang diingat tentang bencana tsunami, yang ia ingat saat kecil ia memiliki bekas jahitan di bagian perut dan lebih banyak diam.

Karena masih ada anggota keluarga yang ragu mengenai Akbar sebagai anak Cut Fauziah. Pihak keluarga pun ingin memastikan kebenaran itu dengan melakukan tes DNA. “Agar tidak ada keraguan lagi harus dilakukan tes DNA,” ujar Ernawati, adik dari ayah Akbar.

Begitupun, Ernawati mengaku belum mengetahui bagaimana prosedur untuk melakukan tes DNA, dengan harapan ada pihak yang membantu memfasilitasi. Menurut Fauziah, bahwa sebelumnya pihak Dinas Sosial juga sudah berkunjung dan mendata

200 KK Penyandang Cacat Bireuen Akan Hadiri Kampanye Akbar “Harus Jadi”, Minggu 5 Februari 2017


Sebanyak 200 KK penyandang cacat Kabupaten Bireuen rencananya akan turut menghadiri kampanye akbar paslon Bupati/Wakil Bupati Bireuen H Ruslan M Daud – H Jamaluddin Idris “ Harus Jadi” yang akan digelar di lapangan Blang Asan Matangglumpangdua, Kecamatan Peusangan, Minggu (5/2/2017)siang.

Kehadiran penyandang cacat Kabupaten Bireuen sekeluarga sebagai menghormati maklumat ulama Kharismatik Aceh, Abu Tumin Blang Bladeh bersama ulama Tgk H Hasanul Basry H Gadeng yang akrab disapa Abu Mudi, Waled Nu Samalanga dan sejumlah ulama lainnya juga akan menghadiri kampanye akbar “Harus Jadi” di lapangan bola kaki Blang Asan Peusangan.

Hal itu dikatakan Ketua Penyandang Cacat Kabupaten Bireuen Tgk Mansur Izzuddin kepada putrajuang di Sekretariat Yayasan Penyandang Cacat Bireuen Jumat (3/2/2017).

Dikatakan, meskipun kami cacat tubuh bersama keluarga dengan mengendarai konvoi beca motor akan ikut bersama-sama sejumlah Ulama kharismatik dan puluhan ribu masyarakat Kabupaten Bireuen yang ikut serta memberikan dukungan sepenuhnya memenangkan paslon “ Harus Jadi” pada Pilkada 15 Pebruari 2017 mendatang.

Menurut Tgk Mansur Izzuddin, H Ruslan M Daud sosok pemimpin merakyat, selama empat tahun memimpin Kabupaten Bireuen sudah banyak berbuat secara nyata terhadap program pro rakyat terutama sekali sangat peduli meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil termasuk penyandang cacat tubuh.
“Kendati kami cacat tubuh, tapi tidak cacat mental, kami menilai H Ruslan M Daud sosok pemimpin sedikit bicara, tapi banyak kerja dan sudah terbukti secara nyata,” sebutnya.

Karena itu, dia mengharapkan masyarakat Kabupaten Bireuen jangan salah pilih dan jangan terpengaruh dengan iming-iming sesuatu yang hanya sekejap agar rakyat Kabupaten Bireuen tidak merana lima tahun kedepan.
“Kita semua sangat patut menghormati maklumat ulama kharismatik panutan umat untuk memilih memenangkan paslon “ Harus Jadi” yang dinilai ulama sangat patut dan pantas untuk melanujutkan program pro rakyat pembangunan Kabuoaten Bireuen periode 2017-2022,” sebut Tgk Mansur Izzuddin.