Senin, 26 September 2016

BEM FISIP Bedah Tiroisme di Hari Milad Hasan Tiro

BANDA ACEH - Memperingati hari lahir Tengku Hasan Muhammad Di Tiro, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unsyiah mengadakan diskusi ilmiah dengan tajuk 'Membedah Tiroisme', di Aula Fisip, Senin (26/9).

Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan FISIP Unsyiah, Sofyan mengatakan pemikiran tiroisme perlu ditiru oleh kaum muda-mudi di Aceh sekarang ini. Karena katanya, Bapak Revolusioner Aceh tersebut mempunyai pemikiran-pemikiran yang sangat bagus baik dalam politik, pemerintahan dan lainnya.

"Semoga lahir pemikiran tiroisme yang lebih banyak di Aceh dan di Indonesia pada umumnya, karena itu sangat bermanfaat bagi kita," kata Sofyan dalam arahannya.

Sementara itu Wakil Ketua BEM FISIP Unsyiah, Khalis Surry menyebutkan mahasiswa Fisip membuat diskusi tersebut guna pemikiran-pemikiran Hasan Di Tiro itu tertuang dan bisa ditiru oleh pemuda di Aceh.

"Semoga dengan kita bedah Tiroisme pada hari ini, lahir lagi Hasan Tiro-Hasan Tiro muda di Aceh ini," kata Khalis dalam sambutan.

Dalam acara diskusi ilmiah memedah Tiroisme ini dikupas oleh Direktur Instituf Peradaban Aceh, Haekal Afifa dan Direktur Bandar Publishing, Mukhlisuddin Ilyas.

Kabareskrim Polri: Indonesia Berdikari Melalui Tax Amnesty

Bireuen-Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mendukung optimisme pemerintah menggerakkan perekonomian Indonesia ke arah positif dan kredibel.
Wujud konkritnya yaitu pelaksanaan pengampunan pajak(tax amnesty) di lingkungan Polri. Sebagai langkah awal, seluruh anggota Polri di lingkungan Mabes Polri, berkomitmen dengan cara mengikuti sosialisasi pengampunan pajak agar tujuan pemerintah di bidang perekonomian segera terwujud.
Hal itu dikatakan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto, saat membuka sosialisasi pengampunan pajak di Bareskrim Polri, Senin (26/9/2016).
Menurut Ari, anggota Polri yang mengikuti pengampunan pajak bukan sekedar membayar kewajiban saja tapi maknanya lebih jauh dari itu.
“Selain hadir dalam sosialisasi pengampunan pajak, para anggota Polri mesti mengikuti program pengampunan pajak. Semua karena sebenarnya program pemerintah itu bukan sekedar berbicara mengenai angka saja.
Tapi justru ada yang jauh lebih penting dari angka-angka yaitu dengan kepatuhan Polri yang inisiasinya oleh Bareskrim ini, mampu menimbulkan kepercayaan sekaligus juga kesadaran dari masyarakat terhadap pemerintah.
Caranya dengan menunjukkan langsung kepada masyarakat bahwa kita juga mematuhi program tersebut. Terlebih lagi, program ini memiliki tujuan akhir untuk menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia. Dan bukankah Polri juga merupakan bagian dari masyarakat?,” papar Ari.
Berdasarkan data, program pengampunan pajak yang dihelat oleh pemerintah, telah mendapat tanggapan positif dari para pelaku perekonomian. Ini dibuktikan dengan gerak cepatnya seluruh elemen masyarakat mewujudkan program pengampunan pajak tersebut.
Hasilnya tercatat bahkan belum berakhirnya bulan September 2016 ini, aset deklarasi yang sudah diterima oleh pemerintah telah menyentuh angka Rp1.029 Triliun.
Selain itu juga, indeks harga saham gabungan dan kekuatan rupiah terhadap dollar Amerika justru menunjukkan kekuatannya dengan fluktuasi yang gerakannya tidak mengganggu perekonomian Indonesia secara signifikan.
Masih menurut Ari, angka yang sudah masuk ke dalam kas negara, merupakan sinyal positif bahwa perwujudan kesejahteraan masyarakat melalui kredibilitas ekonomi Indonesia bisa segera terwujud.
“Pengampunan pajak hadir untuk mengembalikan modal kekuatan ekonomi nasional dengan dibiayai oleh kita sendiri. Selain itu juga untuk menumbuhkan kekuatan ekonomi baru yang dipikul oleh kita semua,” sebutnya.
Dari itu, akan muncul investasi yang dapat menyerap tenaga kerja. Nah, kalau tenaga kerja terserap berarti ada daya beli, nanti akan memunculkan permintaan-permintaan barang dan jasa baru, artinya ekonomi semua bergulir lagi dan dampaknya ke depan ekonomi kita akan lebih maju dari negara-negara di Asia.
“Kita harus optimis terlebih lagi momentumnya tepat yaitu di saat ekonomi negara lain di dunia ini tengah lesu, Indonesia memiliki waktu dan kesempatan untuk maju. Sehingga ekonomi Indonesia yang mandiri alias berdiri di atas kaki sendiri yang merupakan warisan dari para pendiri bangsa ini dan sudah lama kita bingung untuk mewujudkannya, bisa segera hadir. Sekaranglah saatnya,” kata Ari.
Pelaksanaan pengampunan pajak oleh anggota Polri saat ini, tambah Ari, tidak hanya berlaku untuk di lingkup Markas Besar saja. “Seluruh anggota Polri yang ada di wilayah Indonesia, juga berkewajiban mengikuti program pemerintah ini,” pungkasnya.

Minggu, 25 September 2016

Warga etnik Serbia di Bosnia gelar referendum soal hari libur


Warga etnik Serbia di Bosnia menggelar referendum untuk menentukan apakah 9 Januari dapat dipertahankan sebagai hari libur nasional.

Perhelatan referendum itu merupakan upaya menentang putusan Mahkamah Konstitusi yang menetapkan penghapusan hari libur pada 9 Januari.

Dalam putusannya, Mahkamah Konstitusi menilai hari libur tanggal 9 Januari sebagai hal yang mendiskriminasi etnik Bosnia yang beragama Islam dan etnik Kroasia yang memeluk agama Katolik.


Sebelum putusan Mahkamah Konstitusi, 9 Januari dijadikan hari libur lantaran tanggal itu diperingati sebagai hari proklamasi pendirian negara etnik Serbia, Republika Srpska, di dalam negara Bosnia-Herzegovina. Tanggal 9 Januari juga merupakan hari libur umat Kristen Ortodoks.

“Republik ini akan menjalani referendum. Ini merupakan hari yang baik bagi republik kami dan rakyat kami,” kata pemimpin etnik Serbia di Bosnia, Milorad Dodik.

”Kami harus menunjukkan martabat kami, bahwa kami adalah rakyat demokratis dan kami punya hak menentukan keputusan sendiri,” tambah Dodik.
Keputusan Dodik dinilai pemimpin Bosnia, Bakir Izetbegovic, sebagai aksi ”bermain dengan api.” Sejumlah analis juga menilai Dodik mengancam keutuhan Kesepakatan Damai Dayton, yang mengakhiri perang di kawasan Balkan pada 1995.

Bilik-bilik suara dalam referendum itu dijadwalkan dibuka pada pukul 07.00 dan ditutup pada pukul 19.00 waktu setempat. Sekitar 1,2 juta orang disebut memenuhi syarat untuk menentukan pilihan.

Warga etnik Serbia di Bosnia memproklamirkan Republika Srpska di dalam Bosnia pada 9 Januari 1992. Sejak itu, di dalam Bosnia terdapat dua entitas, yakni Republika Srpska dan Federasi Bosnia-Herzegovina.


Penulis Yordania yang didakwa hujat Islam ditembak mati

Seorang penulis Yordania yang didakwa di pengadilan atas tuduhan menghujat Islam telah ditembak hingga meninggal dunia.
Nahid Hattar, nama penulis itu, ditembak dengan tiga peluru di luar gedung pengadilan di Ibu Kota Yordania, Amman, tempat dia menjalani persidangan.
Orang yang melakukan penembakan terhadap Hattar telah ditangkap dan kepolisian sedang menyelidiki aksi tersebut. Identitas sang penembak juga belum dirilis kepolisian Yordania.
Hattar ditahan pada Agustus lalu selama 15 hari atas tuduhan menghina agama Islam. Dalam kartun yang dia bagikan melalui media sosial, seorang pria berjanggut digambarkan tidur bersama dua perempuan dan merokok. Si pria lalu meminta Tuhan untuk membawakannya minuman.
Setelah membagikan kartun itu, Hattar menerima serangan di ranah media sosial dan dituduh bersikap anti-islam.
Hattar mengatakan tidak bermaksud menghujat. Dia beralasan ingin mengungkap pandangan kaum Islam radikal tentang surga.
Namun, aparat Yordania menilai Hattar telah melanggar hukum dengan membagikan kartun itu. Hattar kemudian didakwa di pengadilan.

Calya Asapi Avanza di Pasar Otomotif

BANDA ACEH - Si fenomenal All New Avanza dan Veloz mulai tergusur dari posisi nomor satu atas pesanan mobil Toyota. Si pendatang baru, All New Calya berhasil menguasai pesanan mobil sampai 24 September seusai diluncurkan di Banda Aceh pada 13 Agustus 2016 lalu.Keduanya yang sama-sama jenis MPV (multi purpose vehicle) dengan kapasitas juga sama, tujuh penumpang mulai mendapat porsi hampir sama dalam jumlah pesanan. Sampai 24 September, Calya menguasai pesanan dengan jumlah 83 unit dari total 226 unit atau sekitar 37 persen.
“Peminat Calya mulai melebihi Avanza dan Veloz sejak diluncurkan pertengahan bulan lalu,” jelas Azhar SE, Sales Manager PT Dunia Barusa, Sabtu (24/9). Dia mengakui, warga Aceh tetap menjadikan mobil keluarga sebagai pilihan utama, baik berukuran kecil, sedang dan besar.
Dia mencontohkan, tiga model MPV tetap menjadi primadona yakni Calya, Avanza dan Innova, termasuk si bongsor Fortuner. “Calya tampaknya akan memimpin pesanan mobil Toyota di masa mendatang, tetapi Avanza tetap menjadi mobil favorit warga Aceh,” ujar Azhar optimis.
Khusus Calya, sebutnya, telah dikeluarkan program khusus yang dimasukkan dalam “Paket Keren” September 2016. Dikatakan, untuk membawa pulang Calya yang dibandrol dari Rp 141 juta sampai Rp 162,2 juta/unit on the road Aceh dengan tipe E dan G, maka calon konsumen hanya perlu mempersiapkan uang muka atau DP sebesar Rp 23 juta dengan cicilan Rp 3,7 juta/bulan selama 5 tahun.
Sedangkan Sienta, calon konsumen harus mempersiapkan uang muka lebih besar lagi yakni Rp 30 juta dengan cicilan per bulan Rp 5,9 juta selama lima tahun. Untuk mobil sejuta umat tetap dengan DP Rp 20 juta, Agya Rp 19,7 juta, Rush Rp 29,3 juta dan Yaris Rp 17 juta, dimana cicilan perbulan disesuaikan dengan harga mobil.
Azhar menjelaskan dalam showroom event, Sabtu (24/9), pesanan mobil sebanyak 17 unit, sehingga totalnya 226 unit. Disebutkan, pesanan mobil lainnya yakni All New Innova 25 unit, Agya 22, Yaris 11, Rush 5, Fortuner 4, Hiace 4, Hilux 3, Sienta 3 dan Etios hanya 1 unit.
Dia menyatakan peminat All New Calya tampaknya akan terus tinggi, seiring pesanan terus masuk setiap hari. Apalagi, sebutnya, dengan DP hanya Rp 23 juta, maka calon konsumen akan semakin mudah membawa pulang mobil impiannya.
“Calya mulai diburu calon konsumen, karena juga sebagai mobil keluarga yang mampu memuat 7 penumpang,” katanya. Dia menjelaskan inden Calya untuk warna tertentu sudah sampai satu bulan, tetapi pihaknya akan tetap mengupayakan secepatnya.
Dia menjelaskan jika calon konsumen memilih Calya yang ada di showroom, maka dapat langsung dibawa pulang. Azhar berharap, melalui berbagai paket yang ditawarkan, maka calon konsumen dapat menyesuaikan kemampuannya dalam memilih mobil baru Toyota, baik secara tunai atau cicilan bulan.
Sedangkan fasilitas layanan PT Dunia Barusa, mulai dari sales, servis, spareparts dan body paint khusus showroom Banda Aceh terus dilengkapi. Showroom PT Dunia Barusa juga tersebar di wilayah timur dan barat-selatan Aceh.
Mulai dari Meulaboh, Aceh Barat, Banda Aceh, Sigli sampai Lhokseumawe, Aceh Utara. Dengan penyebaran showroom, maka warga di berbagai daerah di Aceh semakin mudah mendapatkan mobil Toyota, tanpa harus lagi ke Medan atau Jakarta, tandasnya.


MUALEM Pengiriman BKO Hanya Akan Membawa Trauma Masyarakat

BANDA ACEH - Rencana penambahan 1.900 pasukan bawah kendali operasi (BKO) untuk mengamankan pilkada Aceh ditanggapi oleh empat bakal calon (balon) gubernur Aceh. Salah satu balon gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang sebelumnya menolak adanya penambahan pasukan BKO tidak mempersoalkan lagi, asalkan tidak menimbulkan trauma bagi masyarakat Aceh.“Kalau sudah perintah, silakan. Tapi yang intinya, Aceh sudah kondusif. Untuk kita garisbawahi bahwa Aceh sudah kondusif. Tidak perlu dikirim pun, Aceh tidak terjadi lagi kekerasan dalam pilkada,” kata Mualem, panggilan akrab Muzakir Manaf di sela-sela pemeriksan kesehatan di RSUZA Banda Aceh, Sabtu (24/9).
Meski menyatakan tak masalah, namun Mualem meminta kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian supaya pasukan BKO yang dikirim ke Aceh tidak menggunakan senjata pada saat melakukan pengamanan pada hari pencoblosan, 15 Februari 2017.Menurutnya, dengan kehadiran pasukan bersenjata lengkap ke arena pencoblosan akan menimbulkan trauma bagi masyarakat Aceh, terutama di daerah pedalaman.
Hal ini disampaikan, katanya, agar tidak ada kesenjangan di lapangan. “Tapi kalau pun BKO dikirim ke mari (Aceh), kita harapkan menggunakan tongkat jangan menggunakan senjata, karena senjata akan membuat trauma masyarakat yang ingin mencoblos pada hari H. Ini yang kita khawatirkan. (Saya berharap) dalam penjagaan jangan membawa senjata lengkap, tapi bawa kayu itu saja,” ujarnya.
Seperti diberitakan, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan Provinsi Aceh merupakan salah satu daerah yang berpotensi konflik jelang pelaksanaan pilkada serentak 2017. Untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut, maka ia akan mengirim pasukan BKO untuk melakukan pengamanan Pilkada Aceh.
“Di Aceh, cukup banyak pasangan calon. Daerah itu adalah daerah konflik, potensi konfliknya pasti besar, kita akan beri pengamanan ekstra di sana (Aceh),” kata Jenderal Tito di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (23/9).
Pernyataan itu dibenarkan Kapolda Aceh Brigjen Pol Rio Septianda Djambak. “Kalau melihat situasi ke belakang, memang begitu (konflik),” kata Rio.
Namun, lanjut Kapolda Aceh, situasi di Aceh saat ini relatif aman. Kendati demikian, guna memuluskan pelaksanaan Pilkada Aceh pada 15 Februari 2017, pihaknya berencana meminta bantuan tambahan 1.900 anggota polisi. “Atas persetujuan Bapak Kapolri, kami berencana meminta tambahan kekuatan sebanyak 1.900 personel,” katanya.
Pihaknya memperkirakan selambat-lambatnya pada Januari 2017, personel Polri tersebut tiba di Aceh. Menurutnya, kekuatan tambahan tersebut nantinya akan disebar untuk mengamankan pelaksanaan pilkada serentak di 20 kabupaten/kota di Aceh. Rio pun akan berkoordinasi dengan pihak TNI untuk memastikan keamanan rangkaian pilkada di Aceh.
Tapi sebelumnya, rencana tersebut mendapat penolakan dari Mualem yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Aceh dan Ketua Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh. Penolakan serupa juga dilontarkan oleh Ketua DPRA, Tgk Muharuddin. Keduanya sama-sama yakin Pilkada Aceh 2017 akan berjalan damai dan aman, di bawah kawalan pasukan organik yang dimiliki Polda Aceh saat ini, dibantu TNI.
“Saya lihat pilkada ke depan akan lebih aman dan damai, saat ini Aceh pun aman, jadi tak perlu tambah pasukan. Untuk apa tambah pasukan, yang ada merepotkan saja, tidak perlu saya rasa, kecuali ada hal yang kurang nyaman terjadi, nah itu sah-sah saja,” kata Mualem yang diwawancarai  di Banda Aceh, Sabtu, 17 September 2016.
Di lokasi yang sama, balon gubernur Aceh lainnya, Tarmizi A Karim seusai pemeriksaan kesehatan, kemarin, kepada  mengatakan penambahan pasukan BKO jelang pilkada memang selalu dilakukan pada setiap dearah yang menggelar pilkada. Menurutnya, itu sudah menjadi tugas pemerintah untuk menjaga kondisi tetap kondusif.
“Di mana-mana pilkada bukan hanya di Aceh, (penambahan BKO) ini menjadi tugas pemerintah dan sudah pasti pemerintah berpikir agar terjadi keadaan yang kondusif. Semua orang berpikir kita mau pilkada yang kondusif dan berlangsung aman. Apalagi kami calon, keamanan itu sudah barang tentu sangat didambakan oleh semua elemen,” katanya.
Dengan adanya pasukan BKO, ia berharap pelaksanaan Pilkada Aceh dapat berlangsung jujur, adil, dan aman. Sehingga, rakyat bisa memberikan pilihannya sesuai dengan hati nurani, tanpa ada intimidasi. Begitupun, ia menilai kondisi Aceh saat ini sangat aman tanpa ada kegaduhan dan kekerasan selama berlangsungnya tahapan pilkada.
“Suasana ukhuwah yang seperti ini yang perlu dipelihara dengan bagus. Makanya semua calon harus berusaha agar kita bisa menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik. Yang terpenting dalam berpolitik, bukan siapa yang paling pintar berpolitik tapi siapa yang paling termasyhur dalam berpolitik,” pungkasnya.
Tanggapan soal penambahan pasukan bawah kendali operasi (BKO) untuk mengamankan Pilkada Aceh juga disampaikan balon gubernur Irwandi Yusuf yang diusung Partai Demokrat, PNA, PDA, PKB, dan PDIP.
“Yang tahu situasi Kapolri atau Polri, yang tahu kekuatan Polri, yang tahu berapa jumlah yang tepat juga Polri. Kalau memang kebutuhannya demikian, ya oke-oke saja,” kata Irwandi yang diwawancarai  di Gedung RSUZA lama, seusai menjalani pemeriksaan narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
Irwandi berharap, Pilkada Aceh 2017 bisa berjalan aman, damai, dan lancar sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat Aceh. Ditanya apakah benar Pilkada 2017 rawan konflik--sebagaimana disebutkan Kapolri--Irwandi tak mau memprediski yang jelek-jelek. Dia juga berharap Pilkada 2017 jangan terulang seperti 2012. “Pilkada yang halal, pilkada yang tidak ada pembunuhan, penculikan, intimidasi, nggak ada teror, terus nggak ada kecurangan, nggak ada kongkalikong, tidak memfitnah,” sebutnya.
Kalau pilkada berjalan aman, menurut Irwandi itu belum tentu halal, jika aman tapi terjadi kecurangan dan didiamkan, menurut mantan gubernur Aceh, itu memang pilkada yang aman, tapi tidak halal. “Kita menginginkan pilkada yang halal, kalau bercermin ke 2012, yang terjadi intimidasi dan kekerasan. Sebenarnya Pilkada 2012 pun nggak perlu ada itu, apalagi ke depan nanti,” pungkas Irwandi Yusuf.
Cagub lainnya, Zakaria Saman atau Apa Karya, yang selama ini ngotot meminta tambah pasukan BKO ke Aceh, menyambut baik rencana Kapolri menambah pasukan untuk mengamankan Pilkada Aceh.
Menurut Apa Karya, rencana pengiriman pasukan tambahan ke Aceh sesuai dengan permintaan dirinya yang pernah disampaikan langsung ke Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), beberapa waktu lalu di Jakarta.
“Hai nyan lon lakee bak Pak JK, lagee tapeugah bak Pak JK uronyan, neukirem pasukan sibuleun sigolom pilkada dan limong blah uroe lheuh pilkada tarek (Itu kan saya yang minta ke Pak JK, seperti kita sampaikan kepada Pak JK hari itu, kirim pasukan sebulan sebelum pilkada dan 15 hari setelah pilkada langsung ditarik),” jelas Apa Karya saat diwawancarai  sekira pukul 18.20 WIB, usai pemeriksaan kesehatan di RSUZA.
Apa Karya menilai langkah tersebut sangat tepat dan strategi preventif yang sepatutnya memang harus dilakukan oleh pihak kepolisian. Tapi Apa Karya menegaskan, pasukan BKO yang dikirim ke Aceh jelang pilkada nanti jangan seterunnya di-stanby-kan di Aceh. “Nyan untuk peu aman Aceh, dua goe, dua ribee tujoh blah sigoe, dua ribee sikureung blah sigoe. Aleuhnyan hana peu kirem le, ureung Aceh ka meuphom (Itu untuk amankan Aceh, dua kali, sekali tahun 2017 dan sekali lagi 2019. Setelah itu nggak usah kirim lagi, orang Aceh sudah paham),” ujarnya.
Kepada masyarakat Aceh, Apa Karya minta tidak terprovokasi dengan isu-isu murahan. Ia meminta masyarakat Aceh tidak takut dengan dikirimnya pasukan BKO ke Aceh. “Bek teumakot keu BKO nyan, BKO nyan kon jak poh ureung, awaknya dijak peu aman bek sampe dibleb-blop pilkada kali nyoe (Jangan takut sama BKO. BKO itu bukan mau bunuh orang, mereka mau mengamankan, jangan sampai pilkada nanti gaduh),” demikian Apa Karya.


Mungkinkah Ada Ferguson dan Wenger Baru di Sepak Bola Mod

Arsene Wenger percaya sifat menuntut dari masyarakat membuat sangat tidak mungkin ada manajer lain yang akan meniru prestasinya dalam mengelola klub yang sama selama 20 tahun.
Manajer Arsenal itu akan merayakan ulang tahunnya pada 1 Oktober dan selama waktu 20 tahun ia memanajeri The Gunners, ia telah memenangkan tiga gelar Premier League dan enam trofi Piala FA.
Pelatih Prancis itu telah menjadi manajer terlama dalam sepak bola Inggris sejak manajer legendaris Sir-Alex Ferguson pensiun dari Manchester United pada tahun 2013.
Wenger, berbicara selama sesi tanya jawab dengan Bein Sports, mengatakan bukan tidak mungkin bagi seseorang untuk meniru pencapaiannya membesut klub dalam waktu yang lama tapi di era modern ini akan sulit setiap manajer diberi kesempatan yang lama.
“Saya bisa membayangkan manajer lain tinggal di klub yang sama selama 20 tahun, tapi itu sangat tidak mungkin,” katanya.
“Sepakbola berubah sangat cepat. Masyarakat telah berubah dan orang-orang sekarang sangat menuntut. Orang lebih berpendirian dan ingin lebih banyak terlibat dalam urusan klub.”
“Mereka ingin memutuskan banyak hal lagi. Tapi tidak ada yang lebih berbahaya daripada pengetahuan yang dangkal dan di dalam klub sekarang Anda harus lebih kuat dari sebelumnya dan tidak membuat keputusan bodoh.”
“Anda harus menghormati pedoman klub dan memiliki kepribadian yang kuat di dalamnya.”
Arsene Wenger terakhir kali merengkuh gelar juara Liga Primer dengan Arsenal pada musim 2003/2004 di era ‘Invincibles’.