Kamis, 06 April 2017

Polisi di Aceh Besar Sosialisasikan Lingkungan Sehat ke Murid MIN

JANTHO - Kepolisian Sektor Suka Makmur, Aceh Besar berkunjung ke MIN Seumerung kecamatan setempat, dalam program saweu sikula untuk sosialisasi tentang lingkungan sehat kepada murid di madrasah tersebut, Kamis (6/4/2017).

Kapolres Aceh Besar AKBP Heru Suprihasto, melalui Kapolsek Suka Makmur Ipda Suriya mengatakan, kegiatan ini dilakukan sesuai pelaksanaan program promoter Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada poin ke 8, tentang membangun kesadaran masyarakat terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Kunjungan ini di dampingi oleh beberapa kanit dan personel Bhabinkamtibmas Polsek Sukamakmur ke lokasi," ujarnya.

Kapolsek menjelaskan, dalam kunjungan tersebut pihaknya disambut langsung Kepala Madrasah, para dewan guru dan siswa-siswi MIN Seumereung.

"Tujuan dan sasaran kunjungan ini adalah untuk memberi sosialisasi tentang lingkungan sehat kepada para murid, agar tidak jajan sembarangan pada saat jam istirahat, maupun pulang sekolah, guna menghindari para siswa terserang penyakit," jelasnya.

Dalam paparan materinya, Kapolsek juga menyampaikan imbauan terkait maraknya isu penculikan anak yang saat ini tengah beredar di media sosial dan masyarakat, yang meskipun masih dinilai sebagai kabar burung (hoax).

"Namun kita harapkan kepada para guru dan juga murid untuk tetap waspada dan menjaga diri dari orang-orang yang tidak dikenal yang datang ke sekolah dengan tujuan menjemput. Jika mencurigakan, laporkan ke guru dan pihak kepolisian," katanya.

Polsek Sukamakmur sosialisasikan lingkugan sehat ke MIN Seumerung, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar, Kamis (6/4/2017).

Tersangka Diamuk Massa di Bireuen, Juga Lakukan Pencurian di Takengon

BIREUEN - Setelah diamankan usai diamuk massa di Bireuen atas dugaan pencurian, M Is (32), warga Kecamatan Bies Baru, Aceh Tengah ini juga terlibat hal yang sama di kawasan Takengon. itu dikatakan Kapolres Bireuen AKBP Heru Novianto pada konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis (6/4/2017).
Menurutnya, setelah kejadian di Bireuen, pihaknya telah menerima laporan pencurian di empat titik di kawasan Takengon, Aceh Tengah dengan memanfaatkan keluarganya sendiri. Di Bireuen sendiri, selain tersangka M Is (32), dirinya juga melibatkan Has (27) dan dua anaknya. Lalu Ham (37), kakak M Is serta dua anak Ham.

Ketujuh warga asal Kecamatan Bies Baru, Aceh Tengah ini masih satu keluarga dengan berpura-pura membeli makanan di kios. Kronologis kejadian di Bireuen sendiri, berawal terjadi saat tersangka yang menumpangi minibus Carry merah BL 475 GD, dikejar warga.

“Karena takut tertangkap saat pengejaran setelah turun di sebuah kios, tersangka M Is tancap gas. Akibat terburu-buru dan hilang kendali, mobilnya bertabrakan dengan satu unit mobil jenis Jazz di simpang Adam Batre, Bireuen."

Saat itulah, tambah Heru, mobilnya berhenti, kemudian warga langsung mengerubuti sehingga terjadi pemukulan terhadap tersangka. Saat pengejaran yang dilakukan warga, sebagian sempat menyoraki, kalau tersangka itu penculik anak, apa lagi didalam mobil tersangka tersendiri ada anak-anak.

Beruntung tersangka dan mobilnya berhasil diamankan, setelah anggota dari Polsek Kota Juang langsung ke lokasi, karena massa sudah cukup banyak.
“Terkait pencurian yang dilakukan di Bireuen dan laporan dari Takengon sendiri hingga kini masih kita dalami. Ketiganya hingga kini masih ditahan di Polres Bireuen untuk pengusutan lebih lanjut,” kata Kapolres Bireuen.

Tersangka M Is (32) dan Has (33), Ham (37) warga Bies Baru, Kabupaten Aceh Tengah, saat akan digelarnya konferensi pers, di Mapolres setempat, Kamis (6/4/2017).

Seharusnya Pemerintah Kembangkan Listrik Sendiri di Aceh

LHOKSUKON - Pemadaman listrik di Aceh akhir-akhir ini kerap terjadi. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah, Aceh harus mengembangkan sumber pembangkit listrik sendiri.

"Salah satu solusinya ya pemerintah mengembangkan pembangkit listrik sendiri di Aceh. Setidaknya, ketika listrik nasional padam, Aceh punya sumber listrik sendiri sebagai arus persiapan," kata Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Malikussaleh (Unimal), Damanhur Abbas, Kamis (6/4/2017).

Sember listrik di Aceh, sambung Damanhur, bisa diambil dari energi air atau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), energi angin dan energi suhu panas.

"Kan bisa dikembangkan pembangkit listrik sendiri seperti energi air atau PLTA, energi angin atau suhu panas. Kalau enggak, untuk apa kan kita punya UUPA (Undang-undang Pemerintah Aceh) khusus," ujar Damanhur lagi.

Hal itu disampaikan Damanhur menanggapi kerapnya listrik padam di Aceh dalam dua pekan ini. Listrik dipadamkan secara bergiliran dari waktu ke waktu.

Belum diketahui persis penyebab listrik padam, namun informasi yang diperoleh GoAceh dari Person Internal Contact (PIC) Humas PT PLN Area Lhokseumawe, Ali Basyah, menyebutkan, pemadaman listrik bergiliran itu terjadi karena pihaknya sedang memperbaiki kabel transmisi untuk memenuhi arus beban puncak.

Terkait Pemadman Listrik Aceh, Ini Klrifiksi dari PLN


BANDA ACEH - Pihak PT PLN (Persero) Wilayah Aceh memberikan keterangan tambahan terkait informasi yang dilansir media sebelumnya tentang perkiraan gangguan listrik hingga 22 Mei 2017.
Manajer SDM dan Umum PT PLN Wilayah Aceh, Yusdiansyah dalam keterangan yang di-share ke grup WhatsApp 'Kanal Listrik Aceh' menjelaskan, pekerjaan uprating konduktor (pembesaran penghantar) transmisi Binjai sampai Lhokseumawe dilakukan untuk memperbesar supply energi dari subsistem Sumut ke Aceh hingga dua kali lipat dari kemampuan biasanya yang hanya 175 MW menjadi sekitar 350 MW.
Untuk Section Brandan sampai Lhokseumawe sudah selesai dikerjakan sedangkan yang sedang dikerjakan saat ini adalah Section Brandan-Binjai.
"Jika tak ada hambatan lapangan penyelesaian pekerjaannya diharapkan sesuai schedule pada 22 Mei 2017," tulis penjelasan itu.
Juga diinformasikan, saat ini PLTU Nagan Raya 1 dan 2 sedang proses firing turbin setelah perbaikan akibat gangguan pecahnya membran pengaman turbinpada dua hari lalu karena kehilangan tegangan sistem sehingga pembangkit menampung beban kejut yg sangat besar.
Hal serupa juga terjadi pada PLTU Pangkalan Susu pada waktu yang bersamaan mengakibatkan sistem Sumut juga mengalami pemadaman sebesar 270 MW.
Pada waktu bersamaan juga PLTMG Arun beberapa unit pembangkitnya mengalami penurunan kapasitas.
Siang ini subsistem Aceh mengalami kekurangan supply sebesar 60 MW, namun diharapkan malam ini Unit Nagan 1 dan 2 bisa sinkron sebelum waktu beban puncak, sehingga bisa mengurangi pemadaman.
"Jadi tidak benar pemadaman akan berlangsung sampai 22 Mei 2017," tandas Yusdiansyah.

Rabu, 05 April 2017

Kronologis Yang Sebenarnya Tentang Isu Penculikan Anak di Bireuen


BIREUEN - Isu penculikan anak kembali membuat orang tak bersalah menjadi sasaran amuk massa. Korban kali ini adalah M Isa (32), warga Pegasing, Aceh Tengah. Ia diamuk massa di Jalan Simpang Adam Batre, Desa Reuleut, Kota Juang, Bireuen, Rabu (5/4) siang gara-gara diteriaki maling dan penculik anak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, awalnya M Isa bersama istri dan dua anaknya beserta kakak plus dua anak kakaknya (jumlah seluruhnya tujuh orang) datang dari Aceh Tengah untuk rekreasi ke Pantai Kuala Jeumpa, Bireuen. Mereka menumpangi minibus Suzuki Carry merah.

Dalam perjalanan ke Kuala Jeumpa, keluarga ini berhenti sesaat untuk membeli makanan ringan di sebuah kedai kelontong di Kecamatan Jeumpa. Namun, salah seorang dari anak kakaknya disebut-sebut mengambil uang dari dalam laci kedai kelontong itu, sehingga diteriaki maling.

Karena tak merasa anaknya mencuri uang, tapi tak punya kesempatan untuk membela diri, keluarga itu langsung tancap gas ke arah Kota Bireuen. Saat tiba di Jalan Simpang Adam Batre, mobil Suzuki Carry yang mereka tumpangi bersenggolan dengan mobil Honda Jazz. Warga yang sebelumnya mengejar mereka spontan meneriaki maling, bahkan ada juga yang berteriak penculik anak.

Mendengar teriakan ada penculik anak, warga pun ramai-ramai menggebuk M Isa. Massa telanjur mengira bahwa ia telah menculik anak. Di dalam mobil itu memang ada empat anak dan dua perempuan dewasa. Tapi salah satu wanita itu adalah istrinya, sedangkan yang satu lagi kakaknya. Adapun anak-anak itu, dua orang merupakan anak kandung M Isa, dua orang lagi anak kakaknya. Jadi, tidak ada anak yang diculik di dalam mobil tersebut.

Dalam situasi segenting itu, polisi pun tiba di lokasi dan langsung melerai massa. M Isa yang telanjur babak belur dievakuasi bersama istri, anak, kakak, dan keponakannya ke Mapolsek Kota Juang.

Selanjutnya, keluarga M Isa diamankan ke Mapolres Bireuen demi menghindari amuk massa. Sedangkan M Isa harus mendapat pertolongan medis di Unit Dokkes Polres lalu dibawa ke RSUD dr Fauziah Bireuen.

Menurut dokter yang menanganiya, korban mengalami bengkak tulang dada, bibir pecah dan bengkak, serta giginya berdarah.

Selain itu, massa juga merusak minibus yang ditumpangi keluarga tersebut, sehingga kaca mobil hampir seluruhnya pecah. Bagian depan mobil itu juga rusak berat. Mobil itu telah diamankan di Mapolres Bireuen.

Kapolres Bireuen, AKBP Heru Novianto SIK, melalui Kapolsek Kota Juang, Iptu Marzuki menerangkan, karena diuber massa dan diteriaki maling, keluarga yang menumpangi minibus itu langsung tancap gas kembali ke arah Kota Bireuen. Alhasil, mereka tak jadi ke pantai Kuala Jeumpa untuk rekreasi.

Saat tiba di jalan Simpang Adam Batre, mobil korban pun bersenggolan dengan mobil pelintas. Saat itulah warga tak lagi meneriakkan maling atau pencuri, melainkan penculik anak-anak, sehingga diamuk massa.

“Korban bukan penculik anak. Anak-anak yang ada di mobilnya adalah anak kandungnya dan anak kakaknya. Di dalam mobil ada tujuh orang, terdiri atas M Isa, istri dan dua anaknya, juga kakaknya serta dua orang anak kakaknya,” kata Kapolsek Kota Juang, Iptu Marzuki.

M Isa (32), korban amuk massa saat ditemui di Unit Dokkes Polres Bireuen mengatakan, ia bersama keluarganya dari Aceh Tengah hendak rekreasi ke Pantai Kuala Jeumpa. Dalam perjalanan mereka berhenti di kedai kelontong untuk membeli makanan ringan.

Ia kemudian melarikan diri ke arah Bireuen untuk mengamankan diri dari kejaran warga yang meneriaki mereka maling. Saking paniknya, mobil yang disopirinya bersenggolan dengan mobil pelintas di jalan Simpang Adam Batree. Pada saat itulah M Isa babak belur diamuk massa karena diteriaki sebagai penculik anak.

“Saya tidak melihat anak kakak saya mengambil uang dalam laci kedai itu. Kami tidak ada niat sedikit pun untuk mencuri, apalagi menculik anak-anak. Yang saya bawa di dalam minibus itu justru anak kandung saya dan dua lagi anak kakak saya,” kata M Isa terbata-bata. 

Dituding Penculik Anak, Satu Keluarga Diamuk Massa


Massa mengamuk dan merusak mobil M Isa (32), asal Pegasing Aceh Tengah, yang diteriaki penculik anak di Jalan Simpang Adam Batre, Kota Juang, Bireuen, Rabu (5/4). M Isa yang babak belur dihajar massa, bukan penculik anak. Tapi anak- anak dalam mobilnya adalah anak kandungnya sendiri bersama istri dan kakaknya.

Isu penculikan anak kembali membuat korban tak bersalah menjadi sasaran amuk massa warga di sekitar Jalan Adam Batree , Kota Juang, Bireuen, Rabu (5/4/20170 siang.
Korban yang merupakan satu keluarga asal Aceh Tengah yang hendak rekreasi ke laut Kuala Jeumpa dengan menggunakan mobil carry merah itu berisi tujuh penumpang itu dihentikan warga dan kemudian digebukin massa yang mengira mereka penculik anak.
Tak berapa lama, aparat kepolisian tiba di lokasi dan sempat menembak senjata ke udara untuk membubarkan massa, dan kemudian membawa korban ke Polsek Kota Juang.
Kapolsek Kota Juang, Iptu Marzuki Oesman kepada media menyebutkan, hasil pemeriksaan sementara, mereka bukan penculik anak, melainkan satu keluarga asal Aceh Tengah.
“Massa mengejar mobil yang ditumpangi korban dari arah Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa sampai ke Jalan Adam Batree, lalu mobil dihentikan dan korban dipukul massa,” sebut Marzuki.
Dikatakan, Marzuki, warga curiga karena, anak itu keluar masuk dari mobil dan berhenti untuk beli makanan, kemudian dikejar warga.
“Kondisi korban saat ini sedang menjalani perawatan sementara, kondisinya lumayan parah, karena digebukin massa,” ungkap Marzuki.
Pantauan KoranBireuen, dua perempuan  yang masih bersaudara itu  bersama tiga anaknya diamankan di sebuah ruangan di Polsek Kota Juang, salah seorang anak korban terus menangis.
Sementara, sopir mobil, dan seorang anak  perempuan yang sempat diamuk massa diamankan dan menjalani perawatan di ruang terpisah di Polsek Kota Juang.
Korban dan keluarganya yang terdiri dari dua perempuan dan tiga anaknya lalu dibawa ke Polres Bireuen untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Naas, Sekeluarga di keroyok massa akibat diteriaki Penculik Anak di Bireuen

Bireuen - Sekeluarga dikeroyok massa akibat diteriaki Penculik Anak di Simpang Adam Batre, Kota Juang Bireuen, Rabu (5/4/2017). Mobil yang mereka tumpangi mengalami rusak parah dan supir harus dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan empat penumpang perempuan, dua diantaranya adalah anak-anak, diamankan oleh polisi.

Informasi yang dikabarkan melalui media online aceHTrend, Peristiwa berawal dari teriakan seseorang yang mengatakan bahwa dalam mobil minibus itu ada anak-anak yang diculik. Mobil yang terus melaju itu tiba-tiba mengalami insiden di depan SPBU, Simpang Adam Batre, Bireuen. Ketika berhenti, warga sekitar yang terperovokasi dengan teriakan dari seseorang yang tidak diketahui tersebut, mengamuk dan menghancurkan mobil. Sopir mobil dihajar oleh massa yang marah. Tak terkecuali wanita dewasa yang ada di dalam mobil itu.

Kepada sejumlah wartawan, Kapolsek Kota Juang, Iptu Marzuki Oesman mengatakan , insiden berdarah itu diawali dari kecurigaan beberapa orang yang melihat anak-anak yang naik turun mobil, ketika keluarga itu sedang berbelanja di sebuah warung. Ketika dipanggil, anak itu ketakutan dan lari. 

Mereka satu keluarga yang bertujuan hendak ke pantai. Peristiwa ini diawali saat mereka sedang berbelanja di warung. Warga curiga saat melihat ada anak-anak yang naik turun dari mobil,” terang Kapolsek.


Sopir mobil yang identitasnya belum dibuka itu, kini dirawat di RSUD Fauziah. Sedangkan dua perempuan dewasa dan dua anak-anak yang merupakan anak korban, kini diamankan di Polres Bireuen. Mobil yang mereka tumpangi rusak parah.

Sejumlah warga yang mengetahui peristiwa itu meminta polisi mencari provokator yang meneriakkan keluarga malang itu sebagai kelompok penculik anak.

Ini tidak bisa dibiarkan. Gara-gara kebodohan satu dua orang, orang lain jadi korban. Polisi harus usut tuntas kasus ini. Siapa yang menjadi dalang peristiwa memilukan ini, harus ditangkap,” kata Muslim, warga Bireuen.


Namun Di Media Sosial Tersebar Video Pencurian Sebuah Toko Serba Ada Oleh Pihak Yang Dikeroyok Masa.