Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 April 2017

Sekcam Kutablang Harapkan Pemkab Bireuen Segera Bangun Rumah Warga Gle Putoh yang Tertimpa Pohon


Sekcam Kutablang Mukhsen S, Ag dengan sigap langsung turun ke lokasi di Desa Glee Putoh Kecamatan Kutabalang saat mendapat laporan dari masyarakat ada rumah warga yang tertimpa pohon, Sabtu(15/4/2017).

Mukhsen menyebutkan, rumah milik Bukhari Yahya (39) yang sehari-harinya sebagai tukang bangunan dan istrinya Anidar (37) guru mengaji  itu rusak parah akibat tertimpa pohon.

Dikatakannya, kejadian naas tersebut terjadi sekira pukul 7. 30 Wib, tiba-tiba sebuah pohon mancang yang sudah tua dan akarnya lemah menimpa rumah warga miskin tersebut.

“Beruntung pemilik rumah berhasil menyekoralamatkan diri ke luar rumah setelah mendengarkan suara runtuhan pohon akan roboh,” ungkap Mukhsen.

Dikatakannya, akibta peristiwa itu, anak pasangan tersebut bernama Nurul Fajri (16) mengalami lecet ringan terkena serpihan runtuhan rumah, kemudian dilarikan ke pukesmas untuk medapatkan perawatan medis.

“Warga setempat mulai berdatangan untuk membantu membersihkan dan memotong pohon yang menimpa rumah warga itu, bantuan masa panik juga mulai disalurkan oleh dinas terkait,” jelas Sekcam Kutablang itu.

Mukhsen sangat mengharap bantuan rumah layak huni dari Pemeritah Kabupaten Bireuen untuk segera dibangun, mengingat rumah tersebut sangat dibutuhkan.

“Apalagi selama ini rumah tersebut digunakan sebagai tempat pengajian anak-anak,” pungkasnya.

Minggu, 09 April 2017

Polisi akan Selidiki Penggunaan Dana Gampong Gumpang Lempuh

BLANGKEJEREN - Penggunaan dana gampong di Gampong Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, dinilai tidak transparan. Penggunaan dan pertanggungjawabannnya oleh keucik setempat, tidak diketahui masyarakat.
"Coba bayangkan, saya selaku Kaur Pembangunan pernah menangani pembangunan jalan dari rabat beton di tahun 2016 kemarin, akan tetapi saya tidak pernah membuat pertanggungjawabannya. Malah kuchik sendiri yang membuatnya, ini kan luar biasa," kata Kaur Pembangunan di Gampong Lempuh, Rudin, Minggu (9/4/2017).

Bahkan sambungnya, anggaran pembangunan rabat beton dan dua bubusan kecil untuk saluran di wilayah Dusun Aih Kemili dan Dusun Pinang Baris tahun 2016 sebesar Rp 70 juta lebih, hanya diterima dan dikelolanya senilai Rp 52 juta saja. "Anehnya lagi, pertanggungjawaban pekerjaan yang kami lakukan juga dibuat oleh keuchik, bahkan tanpa menggunakan dasar bon pembelian bahan yang saya lakukan. Ini kan hal yang mustahil, apa dasar dia membuat SPJ," tanya Rudin.

Akibat tidak transparannya penggunaan Dana Gampong membuat beberapa perangkat lainnya pernah mengundurkan diri, tetapi sempat ditengahi oleh camat yang lama yaitu Said Idris Wintareza. Selain itu, Rudin juga mengaku hingga saat ini Keuchik Gumpang Lempuh itu belum memberikan honor pekerjaannya sebesar Rp700 ribu.

Hal yang sama diungkapkan, Ketua Urang Tue setempat, Basarudin, bahwa pihaknya sebagai pengawas tidak pernah mengetahui kemana dana gampong itu dipergunakan.

Terkait permasalahan tersebut keduanya mengharapkan, penegak hukum bisa menindak lanjutinya. Sebab, tidak transparannya penggunan dana gampong ini disebutkan sudah berlangsung dua tahun. "Sehingga sangat merugikan masyarakat setempat,' katanya.

Terkait hal itu, Kapolres Gayo Lues, AKBP Bhakti E Nurmansyah melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama mengatakan, pihaknya langsung akan membentuk tim, dan besok tim tersebut akan meluncur ke Gampong Gumpang Lempuh untuk menyelidiki permasalahannya.

"Jika nanti ditemukan perbuatan pidana, maka akan kami tingkatkan penyidikan, dan jika memang terbukti maka akan kita proses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Selanjutnya, Eko juga meminta peran serta masyarakat dalam memberikan informasi dan tak perlu takut menyampaikannya kepada aparat penegak hukum.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Keuchik Gumpang Lempuh, Abu Bakar Sidik, belum berhasil diperoleh.

Jumat, 24 Februari 2017

Ini Jumlah Rumah Duafa yang akan Dibangun di Bireuen

BIREUEN-  Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Bireuen akan membangun 251 unit rumah duafa, di 17 kecamatan, kabupaten setempat, pada tahun ini. Di tahun yang sama, pihaknya juga melakukan rehabilitasi  28 unit rumah tak layak huni.

Kadis Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Bireuen, Yanfitri Jumat (24/2/2017) menyebutkan, ke-251 unit rumah kaum duafa tersebut akan dibangun dengan tipe 36 atau senilai Rp 90 juta per unitnya.

“Dana pembangunan rumah tersebut bersumber dari APBK 2017 sebanyak  90 unit, serta dana dari Otsus 161 unit,” katanya.

Sedangkan, tambah Yanfitri, untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swasdaya (BSPS) dari dana APBN 2017, akan membangun rumah rehab sebanyak 339 unit bagi kaum duafa di Kecamatan Juli dan Kecamatan Gandapura.
Yanfitri juga mengatakan, pihaknya merencanakan program tatanan kawasan pemukiman dan lingkungan hidup, program penanganan banjir kiriman seperti kawasan Gampong Pulo Ara, Geudong-Geudong, Geudong Alue, Geulanggang Gampong, Bireuen Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang dan Cot Meurak Juli.
Namun  kendalanya, saat ini dinas tersebut masih baru dan belum miliki anggaran untuk 2017, maka akan diprioritaskan pada 2018.

"Program ini guna mengatasi bencana banjir setiap musim penghujan, dengan melakukan rehabilitasi dan pembersihan saluran pembuangan, sehingga kawasan Kota Juang tidak menjadi langganan banjir,” pungkasnya.

Sabtu, 28 Januari 2017

Sekda Bireuen Lantik dan Kukuhkan 538 Pejabat

Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Bireuen, Ir Zulkifli SP, melantik dan mengukuhkan sebanyak 538 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan pemerintah kabupaten tersebut, di Aula Lama Setdakab setempat, Jumat (27/1) sore.

BIREUEN - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bireuen, Ir Zulkifli SP, melantik dan mengukuhkan sebanyak 538 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemkab Bireuen, di Aula Lama Setdakab Bireuen, Jumat (27/1) sore.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bireuen, M Yusuf menyebutkan, 538 pejabat struktural dan fungsional yang dikukuhkan dan dilantik itu adalah dua camat yaitu Camat Peudada Drs M Hasan dan Camat Samalanga Jamaluddin BSC.

Selain itu, pejabat yang dilantik dan dikukuhkan itu adalah pejabat eselon III dan IV serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan ratusan kepala sekolah, mulai Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sekda usai melantik para pejabat tersebut dalam sambutannya mengatakan, pelantikan dan pengukuhan tersebut sesuai dengan undang undang yang berlaku yang bertujuan untuk menyejukkan semua pejabat dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK).
“Pelaksanaan pengukuhan dan pelantikan pejabat di lingkup Pemkab Bireuen sebagai implemetasi sekaligus tindak lanjut pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah,” kata Sekda.

Minggu, 08 Januari 2017

Pawai Tambo Maskot Pilkada Aceh di Bireuen Dimeriahkan Rapai dan Seurune Kale

Kesenian tradisional rapai dan seurune kale dari Sanggar Peudeng Puesaka, Geulanggang Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen, mengisi kegiatan kedatangan dan pawai Maskot Pilkada Aceh 2017. “Si Tambo” di Bireuen.

Pada kegiatan tersebut, ada penampilan dan alunan tabuhan dari Grup rapai dan seurune kale, asuhan Syeh dan Geuntha ini, mendapat applaus dari ratusan para undangan yang hadir.

Menggandalkan peralatan tradisional seadanya, seperti genderang, rapai dan surene kale, grup ini melantunkan sederetan syair-syair bernafaskan islami.
Pimpinan Sanggar Peudeng Puesaka, Geulanggang Teungoh, Syeh dan Geuntha menjelaskan, Sanggar Peudeng Puesaka ini dibentuk pada tahun 1986.

Dijelaskan, jumlah personil sanggar ini sebanyak 14 orang, terdiri dari 9 org penabuh rapai, 1 seurune kale, 2 genderang dan 2 orang vokal.

Informasi yang dihimpun KoranBireuen di lokasi, kegiatan yang digelar oleh KIP Bireuen ini, berbentuk sosialisasi kepada masyarakat, supaya masyarakat aktif dalam memilih menjelang Pilkada 2017 mendatang.

Selain itu, masyarakat juga ikut memberikan suara pilihannya sesuai dengan hati nurari, bukan dengan atas paksaan dari pihak lain dan menjaga Pilkada dapat berlangsung aman dan damai.

Sebelum melanjutkan perjalalan ke Kabupaten Lain. Si Tambo terlebih dahulu diarak di seputaran kota Bireuen, mengunakan sejumlah mobil diiringi alunan rapai dan seurune kale dari Sanggar Peudeng Puesaka .

Jumat, 06 Januari 2017

Sering Tergenang Air, Terowongan Lintasan Rel Kereta Api di Gandapura

Terowongan lintasan rel kereta api di Desa Cot Tunong, Kecamatan Gandapura yang dibangun tahun 2015 silam, kerap dikeluhkan warga dan pengguna jalan.
Pasalnya setiap turun hujan, air selalu menggenangi terowongan tersebut, sehingga mengganggu lalu lintas dan rentan kecelakaan.

Muqaddirm seorang warga Desa Cot Tunong kepada media, Kamis (5/1/2017) mengatakan, setiap turun hujan selalu saja air tergenang di terowongan rel kereta api tersebut.

Bahkan, menurutnya, karena tergenangi pematang jalan dibobol supaya air bisa mengalir, namun setelah dibobol air tidak juga mengalir.

Andi Saputra,seorang pengguna jalan yang berasal dari Kecamatan Gandapura yang kerap melintasi terowongan menyebutkan, terowongan tersebut paska hujan selalu tergenangi air.

“Kondisi ini sangat membahayakan para pengguna jalan yang melintasi terowongan tersebut apalagi para ibu-ibu dan perempuan yang kurang bisa berhadapan dengan situasi seperti itu,” sebut Andi.

Ditambahkan Andi, dia sangat menyayangkan mutu pembangunan yang menghabiskan dana milyaran rupiah tersebut sangat buruk. “Seharusnya pemrintah melakukan pengawasan yang lebih ketat, agar mutu pembangunann bagus,” katanya lagi.

Traffic light (lampu lalu lintas) yang terpasang di depan terowongan, sebutnya lagi, sudah tidak berfungsi lagi dan lampu di dalam terowongan tidak terpasang, sehingga dimalam hari kerap terjadi kecelakaan di dalam terowongan tersebut.

Pantauan di lokasi terowongan rel kereta api tersebut, satu jam setelah hujan reda terlihat air setinggi 25 cm menggenangi pintu masuk terowongan. Batas pinggir jalan yang dibuat seperti pematang juga sudah dijebol.

Kemungkinan supaya air bisa mengalir keluar jalan menuju terowongan tersebut, namun sepertinya tidak berfungsi sehingga air masih saja menggenangi badan jalan.

Rabu, 09 November 2016

Kepala BPBD Bireuen Cek Perlengkapan dan Peralatan Bencana, Antisipasi Terjadinya Banjir

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen Farhan Husein SE, MM, Rabu (9/11/2016) pagi meninjau markas perlengkapan dan peralatan bencana BPBD) yang terletak dikawasan Blang Bladeh Kecaman Jeumpa.
Farhan Husein mengatakan, kehadirannya di markas kelengkapan dan peralatan bencana itu, dengan tujuan mengecek secara langsung perlengkapan dan peralatan sebagai penunjang yang dipergunakan untuk sewaktu-waktu terjadinya bencana.
Dijelaskan, pengecekan terhadap perlengkapan dan peralatan perlu dilakukan, sebagai langkah antisipasi agar saat terjadi bencana alam seperti banjir, maka berbagai peralatan yang dibutuhkan layak untuk diterjunkan ke lokasi.
Selain itu, perlengkapan untuk kebutuhan pengungsian apabila terjadinya kebanjiran, seperti kebutuhan tenda sudah dipersiapkan. Begitu juga dengan peralatan pendukung lainnya seperti rubber boat dan lainnya siap untuk digunakan.”Kesiapan peralatan paling penting saat terjadinya bencana,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Farhan  menghimbau masyarakat, untuk mengantisipasi banjir supaya selalu menjaga lingkungan,  membersihkan saluran pembuangan agar bebas dari tumpukan sampah. Ini supaya air mengalir dengan lancar, menggelar gotong royong membersihkan lingkungan.
“Masyarakat diharapkan tidak membuang sampah di sembarangan tempat, yang dapat menghambat lajunya aliran air bila terjadinya hujan deras,” pungkasnya.KoranBireuen

Rabu, 19 Oktober 2016

Kelompok Tani Senang Makmur Peusangan Siblah Krueng, Juara Asah Terampil Kabupaten Bireuen

Lomba Asah Terampil Kelompok Tani Kabupaten Bireuen diselenggarakan Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Bireuen di halaman kantor setempat sehari penuh  telah berakhir sukses ditutup Kepala Badan BP2KP Mursyid SP,  Rabu (19/10/2016) petang.

Mursyid SP dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pantia yang sudah bekerja ektra keras dan bantuan para donatur sehingga penyelenggaraan lomba asah terampil kelompok tani Kabupaten Bireuen 2016  telah dapat terlaksana dengan baik.

Penghargaan dan terima kasioh yang sama juga disampaikan le[ada seluruh kelompok tani dengan penuh semangat telah mengikuti dengan baik, sesuai hasil penilaian dewan juri,  enam dari 17 kelomppk tani mengikuti lomba asah terampil unggul meraih juara terbaik.

Kepada kelompok tani yang unggul meraih juara terbaik, katanya,  jangan merasa puas hingga di situ saja. Yang penting ilmu pengetahuan bidang pertanian, perikanan, peternakan, kelautan, kehutanan  yang diperoleh dalam lomba asah terampil dapat dipraktekkan kembali di daerah masing-masing terkait penyuluhan dan peningkatan ketahanan pangan.

“Kepada kelompok tani yang belum berhasil diharapkan tidak patah semangat, Insya Allah berkat usaha yang sungguh-sungguh akan dapat meraih juara terbaik pada lomba asah terampil mendatang,” pinta Mursyid.

Dikatakannya, kelompok tani Senang Makmur juga berhak mewakili Kabupaten Bireuen ke Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan ke-15 tahun  2017 yang akan berlangsung di Banda Aceh.

Hasil keputusan dewan juri, dari 17 kelompok tani Kabupaten Bireuen yang mengikuti lomba asah terampil, enam kelompok tani unggul meraih juara terbaik, juara-I diraih kelompok tani Senang Makmur, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng dengan perolehan nilai 767,5.

Atas keunggulkannya itu kelompok tani Senang Makmur berhak menerima piala dan hadiah satu unit Hand Tractor diserahkan Kepala BP2KP Mursyid, SP.

Ditempat kedua diraih kelompok tani Japakeh, Kecamatan Jeunieb dengan peroleh nilai 705 ditempat ketiga diraih kelompok tani Sapuw Pakat, Kecamatan Peudada dengan perolehan nilai 672,5 masing-masing berhak menerima piala dan hadiah.

Juara harapan-I kelompok tani Ingin Maju Kecamatan Samalanga dengan perolehan nilai 620

Juara harapan-II kelompok tani Kwt Mawar, Kecamatan Makmur dengan peroleh nilai 610 dan juara harapan III kelompok tani Makmu Beusare, Kecamatan Jangka dengan peroleh nilai 572,5, masing-masing berhak menerima piala dan hadiah.

Selasa, 18 Oktober 2016

Besok, Digelar Lomba Asah Terampil Kelompok Tani Tingkat Kabupaten Bireuen

Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Bireuen akan menggelar lomba Asah terampil kelompok Tani tingkat Kabupaten, Rabu (19/10/2016) besok di halaman kantor setempat.
Kepala BP2KP Kabupaten Bireuen Mursyid SP didampingi panitia acara Romainur SP , selasa (18/10/2016) di ruang kerjanya menyebutkan, lomba asah terampil tersebut diikuti 17 kecamatan dari 17 kelompok tani.”Lomba tersebut rencananya akan dibuka langsung Bupati Bireuen,” ujar Mursyid
Tujuan lomba asah terampil tersebut, katanya, untuk lebih mempertajam informasi kepada kelompok tani serta untuk menggali informasi yang ada tentang pertanian yang bisa diterapkan kelompok tani di lapangan nantinya.
Pemenang lomba asah terampil tersebut nantinya akan dihadiahi hand tractor, Brush Cutter (pemotong rumpu) serta hand spayer, juga diberikan sertifikat dan piala.
“Kegiatan ini yang keempat kali dilaksanakan, pemenang asah terampil pada tahun-tahun sebelumnya tidak diperkenankan ikut lagi, agar memberikan kesempatan kelompok tani lainnya ikut dan menjadi juara,” sebut Mursyid.
Dana untuk kegiatan tersebut berasal dari APBK Bireuen tahun 2016.
Dalam lomba Asah Terampil para peserta diberikan beberapa pertanyaan-pertanyaan seputar Pertanian oleh juri yang berasal dari instansi/dinas terkait.
Selain itu, perlombaan asah terampi ini dimaksudkan untuk menguji kemampuan intelektual dan akademis petani dalam mengembangkan pertanian.
Di Kabupaten Bireuen saat ini terdapat 1900 lebih kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Dengan adanya lomba asah termapil ini, sebutnya lagi, maka akan lebih memotivasi kelompok tani agar lebih semangat dalam mencari informasi dan mengembangkan kelompok taninya.

Sabtu, 15 Oktober 2016

Warga Seuleumbah-Cot Keutapang Harapkan Waduk Paya Jagat Dinormalisasi

Akibat tidak dilakukannya normalisasi, Waduk Paya Jagat, kawasan Gampong Seuleumbah dan Cot Keutapang, Kecamatan Jeumpa, Bireuen kini berubah fungsi.

Waduk Paya Jagat yang luasnya puluhan hektar tersebut kini  kondisinya ditumbuhi semak belukar dan enceng gondok, padahal waduk tersebut merupakan tempat penyimpan air bagi petani di kawasan Jeumpa.

M Diah, warga Seuleumbah, Kecamatan Jeumpa, Jumat (14/10/2016) kemarin menyebutkan, saat ini waduk sudah berubah fungsi menjadi tempat berkembang biaknya  bintang liar.

“Waduk tersebut tak dilakukan normalisasi, sehingga banyak ditumbuhi semak dan enceng gondok, yang menjadi tempat bersarangnya ular, biawak  serta bintang buas lainnya, “ sebut M Diah.

Ditambahkan M Diah, bintang liar di Waduk Paya Jagat tersebut  sering memangsa ternak warga Seulembah dan Cot Keutapang. Ayam dan bebek perliharaan warga menjadi santapan bagi binatang liar tersebut.

Karena itu, dia berharap pemerintah daerah segera melakukan normalisasi kembali waduk Paya Jagat, apa lagi bermanfaat bagi petani, namun belakangan ini waduk tersebut sudah tersumbat dan ditumbuhi semak belukar.

Sementara itu, Anggota DPRK Bireuen Dapil Jeumpa, T. Mubarak menyebutkan, jika saja dilakukan normalisasi kembali waduk Paya Jagat tersebut tentu sangat membantu warga, khususnya petani kawasan itu.

“Kita berharap pemerintah setempat segera menyahuti keluhan warga di kawasan itu,” harap anggota dewan dari Partai Golkar tersebut.

Padahal, beberapa waktu lalu saat Musrenbang Kecamatan Jeumpa, pada 10 Februari 2016, warga dua gampong tersebut pernah mengusulkan pemerintah daerah agar melakukan normalisasi waduk tersebut. Namun, memang sampai saat ini belum juga dilakukan normalisasi.

Selain untuk mengairi sawah, Waduk Paya Jagat juga dapat  menjadi lokasi objek wisata air, itu karena  panorama alamnya sangat indah dan berbukitan.

Kondisi waduk yang sama juga terjadi  di  waduk Santewan, kawasan Cureh, Kota Juang Bireuen, yang juga perlu dilakukan normalisai kembali.

Belum Jelas, Penanganan Kasus Hilangnya Dana Desa Blang Asan

Kasus kehilangan dana desa sebesar Rp.41 juta lebih milik Gampong Blang Asan, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen yang dilaporkan ke Polsek Peusangan, terkesan lamban ditangani. Bahkan polisi belum melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti terkait.

Ikhsan, Bendahara Gampong Blang Asan, Kecamatan Peusangan, Bireuen Sabtu (15/10/2016) mengungkapkan, pada Senin (10/10/2016) ia bersama Keuchik Gampong, Jalaluddin mencairkan Dana Desa tahun 2016 di Bank Aceh Kantor Kas Matangglumpangdua.

Menurutnya, setelah keluar dari Bank, ia tidak lagi bersama Keuchik, namun pergi ke salah satu toko bersama istrinya untuk suatu keperluan. Uang yang telah dicairkan tersebut dimasukkan ke dalam bagasi sepeda motornya.

Setelah itu, kata Ikhsan, ia dan istrinya pulang ke rumah mertuanya di kawasan Desa Pante Piyeu, Kecamatan Peusangan. Namun setiba di rumah, ketika dibuka bagasi sepeda motornya untuk mengambil uang yang disimpan sebelumnya, sudah raib.

“Saya sangat terkejut waktu membuka bagasi sepeda motor, uangnya sudah tidak ada lagi,” ungkap Ikhsan yang mengaku pada saat kejadian itu baru empat hari melangsungkan pernikahan.

Dilanjutkannya, setelah ia tahu uangnya hilang dari bagasi sepmornya, langsung dilaporkan kepada atasannya, Keuchik Gampong Blang Asan. “Pada hari itu juga saya melaporkan kehilangan uang milik Gampong kepada Keuchik dan ke Polsek Peusangan,” tutur pria yang selama ini mengabdi sebagai tenaga honorer di salah satu SMP di Kecamatan Peusangan.

Ditambahkannya, setelah kasus itu dilaporkan ke polisi, baru Kamis, 13 Oktober 2016 ia dimintai keterangan sebagai saksi pelapor. Ikhsan yang ditanya sudah berapa saksi yang telah dimintai keterangan oleh polisi, ia mengaku baru dirinya.

“Baru saya yang dipanggil untuk memberi keterangan. Sedangkan yang lain setahu saya belum dimintai keterangan,” ungkapnya.

Ia berharap, aparat penegak hukum serius menangani kasus yang dilaporkannya itu. Agar masyarakat tidak berprasangka bahwa itu akal-akalan dia saja untuk meraibkan dana desa.

“Jika nanti terbukti saya bersalah, saya siap menerima konsekuensinya termasuk hukuman penjara dan membayar uang yang hilang tersebut,” katanya.

Kapolsek Peusangan, Iptu Munawar yang dihubungi melalui telepon selularnya tidak diangkat. Begitu juga pesan singkat (SMS) yang dikirim juga tidak dibalas.