Tampilkan postingan dengan label Pilkada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Februari 2017

Besok, 1.020 Personel TNI-Polri Amankan Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Aceh

BANDA ACEH - Sebanyak 1.020 personel TNI/Polri dikerahkan untuk mengamankan rapat pleno rekapitulasi suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang dilaksanakan KIP Aceh di Gedung DPRA, Sabtu (25/2/2017) besok. 

"Segala sesuatu khususnya pengamanan telah dipersiapkan. Kami berharap pleno KIP Aceh ini‎ berjalan lancar sesuai tahapan," ujar Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin, usai memimpin rapat pengamanan rapat pleno di Mapolresta Banda Aceh, Jumat (24/2/2017).

Menurutnya, 1.020 personel tersebut terdiri dari 200 personel Brimob, 240 personel Polda Aceh, 253 personel Kodam Iskandar Muda, serta 50 personel Kodim 0101/BS yang akan ditempatkan baik di dalam maupun di luar serta di sejumlah titik ruas jalan menuju Gedung DPRA. 

Untuk kelancaran dan ketertiban acara serta terbatasnya kapasitas gedung, peserta dan undangan akan dibekali tanda pengenal yang dikeluarkan KIP Aceh.
“Yang tidak memiliki tanda pengenal, mohon maaf, kami tidak mengizinkannya masuk ke ruang rapat pleno dan dapat menyaksikan jalannya rapat melalui layar lebar di luar gedung," kata Saladin.
‎Mereka yang memiliki tanda pengenal, lanjutnya, juga menyaksikan rapat melalui tribun atas ruang rapat DPRA, yang mampu menampung sekitar 300 orang.
Rapat yang berlangsung di Aula Mapolresta tersebut, turut dihadiri Dandim 0101/BS, Kol Inf Mahessa Fitriadi.
"Pleno rekapitulasi suara besok rencananya akan dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh seluruh penyelenggara Pilkada Aceh," ucap Saladin.
‎Lanjutnya, untuk saksi, sesuai rapat disepakati hanya dua orang yang diperkenankan masuk, yakni mereka yang mendapat mandat dari masing-masing paslon.
“Semua yang berada di ruangan akan dibekali tanda pengenal, termasuk wartawan," tegas Saladin.

Selasa, 31 Januari 2017

Tim IrwandiNova terus lakukan Koordinasi


Bireuen - Pilkada Serentak 2017 tinggal menghitung hari, segala persiapan mulai dipersiapkan dengan matang, Tim Pemenangan setiap paslon Cagub/Cawagub terus melakukan sosialisasi ke semua lini dan koordinasi antar Tim dimanapun berada.

Salah satu Tim Paslon Cagub/Cawagub, IrwandiNova Kabupaten Bireuen terus melakukan koordinasi dan evaluasi antar Tim pemenangan, pertemuan internal yang dilakukan di salah satu cafe di Kab. Bireuen (1/2/2017)

Rahmat Asri Sufa, Tim Muda pemenangan IrwandiNova menyampaikan, " sejauh ini kami sudah melakukan yang terbaik, dengan sosialisasi maksimal. Dan khususnya saya sendiri lebih fokus ke pemuda/i agar tidak golput nantinya, karena satu suara sangat menentukan masa depan Aceh 5 Tahun ke depan. Kalau hari ini saja kita sudah tidak peduli, kapan lagi kita mau berbuat, maka pikirlah Aceh untuk kedepan, jangan hanya hari ini", ujar Rahmat yang juga salah satu Kader Muda Partai Demokrat Bireuen.

Lanjutnya, 15 Februari hanya tinggal beberapa hari lagi, mari kita mengawal pilkada kali ini dengan sepenuh hati, jangan sampai ada hal-hal yang tidak patut untuk dipertontonkan di pesta demokrasi kali ini, semoga harapan ini di dengar oleh semua pihak.

Kami yakin, dan tentunya dengan izin Allah SWT. Pasangan IrwandiNova akan meraih perolehan suara yang maksimal, Insyaallah akan memimpin Aceh 5 tahun mendatang, sebut Rahmat Asri Sufa dengan sikap optimis


Kamis, 19 Januari 2017

IrwandiNova akan laksanakan Kampanye Akbar di Bireuen

Bireuen - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Nomor urut 6 drh. H. Irwandi Yusuf, M.Sc dan Ir. H. Nova Iriansyah, MT dalam beberapa hari hari ini akan melakukan Kampanye Akbar di Kabupaten Bireuen, tepatnya di Lapangan Blang Asan, Matangglumpangdua (18/1/2017)

Kampanye akbar ini diperkirakan akan dihadiri oleh puluhan ribu massa dari berbagai desa dan kecamatan seputaran Kab. Bireuen, massa akan hadir memadati Lapangan Blang Asan untuk menyambut Kampanye Akbar dari Paslon nomor urut 6.

Salah seorang Tim Pemenangan IrwandiNova Kabupaten Bireuen, Rahmat Asri Sufa menyampaikan " kampanye akbar dilaksanakan di lapangan blang asan pada sabtu, 21 januari 2017, pukul 13.00 s.d selesai (ba'da zuhur). Massa yang berhadir dari berbagai kalangan, baik tua maupun muda ". Pungkas Rahmat

Lanjutnya, semua tim sudah bekerja sangat keras dan mempersiapkan kegiatan kampanye akbar ini agar acara berlangsung kondusif, ujar Rahmat pemuda asal Kec. Peusangan, Bireuen ini.

Kami mengundang semua masyarakat Kab. Bireuen untuk mendengarkan orasi politik dari paslon nomor urut 6 IrwandiNova, dan bagi yang memiliki rombongan silakan melapor kepada tim masing-masing baik tingkat kecamatan dan Tim Sekber kabupaten Bireuen.

Senin, 26 Desember 2016

Gagal Geledah Rumah Jhony, Massa Irwandi-Fatar Serang Kantor PA

LHOKSUKON Rumah Juru Bicara KPA/PA Wilayah Pasee, Jhony di Desa Matang Drien, Tanah Jambo Aye, Aceh Utara hendak diserang massa, Minggu 25 Desember 2016 Pukul 04.38 WIB dini hari. Aksi itu terjadi pasca Jhony Cs terlibat penganiayaan terhadap beberapa kader PNA Aceh Utara, Sabtu malam.
Maassa yang diduga dari pendukung pasangan calon Gubernur Aceh Irwandi dan pasangan calon Bupati Aceh Utara ( Fa-tar ) dengan Nomor urut 4 bergerak pasca rekannya diserang yang diduga dari Kubu Jony Cs, karena saat itu Jhony berada di lokasi kejadian.
Dari informasi yang dikumpul aksi balas dendam itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Dari informasi, massa Irwandi dan massa Fa-tar yang berjumlah lebih kurang 50 orang itu menggunakan mobil pribadi dan satu pick up berjumlah 10 Mobil mendatangi kediaman Jubir PA/KPA Pasee M. Jhony di Desa Matang Drien Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara.
Ketika massa tiba di rumah eks kombatan yang sangat ditakuti di Aceh Utara itu, mereka meminta M. Jhony agar keluar dari rumah namun beberapa simpatisan KPA/PA yang sedang berjaga di rumah M Jhony  langsung bersembunyi di dalam rumah.
“Kemudian massa Irwandi dan Fa-Tar hendak masuk ke dalam untuk menggeledah rumah M.Jhony namun di halang oleh simpatisan KPA/PA yang sedang berjaga di rumah M. Jhony,” tutur sumber itu.
Selanjutnya, pada pukul 04.40 WIB massa Irwandi dan Fa-Tar menuju ke kantor posko pemenangan KPA/PA di Desa Cempedak Kecamatan Tanah Jambo Aye Kab Aceh Utara untuk merusak sejumlah bendera dan baliho Partai Aceh serta membakar spanduk dan bendera Partai Aceh di halaman kantor posko pemenangan Partai Aceh.
“Massa melanjutkan perusakan dengan mencabut bendera PA sepanjang jalan hingga ke Posko pemenangan Mualem TA di Desa Rawa Itek Kecamatan  Jambo Aye hingga ke kantor pemenangan di Desa Menasah Panton Labu Kecamatan Jambo Aye, Aceh Utara.
Usai penyerangan itu, situasi di kantor posko pemenangan Partai Aceh terlihat mulai kondusif dan dijaga anggota Koramil 14 dan Polsek Jambo Aye serta ditambah 10 orang Brimob dari Kompi 4 Lhoksumawe.
Menurut hitungan sementara, total kerugian materil akibat penyerangan itu antara lain,1 (satu) unit Mobil PA mengalami rusak ringan, baleho di depan kantor PA mengalami rusak parah dan seluruh bendera PA di posko yakni lebih kurang 300 helai turut dicabut dan di rusak massa. Dari informasi terakhir, tak ada laporan adanya massa kedua belah pihak yang terluka.

Sabtu, 26 November 2016

Polisi Akan Panggil PELAKU pemukulan Si Teng

Aparat Polres Bireuen tetap menindaklanjuti kasus pemukulan terhadap Ridwan (35) alias Si Teng yang diduga dilakukan Tgk Darwis Djeunieb (Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Bireuen), beberapa waktu lalu.
Kapolres Bireuen, AKBP Heru Novianto, S.IK, mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Mapolres Bireuen, Jumat (25/11/2016) kemarin. Kemungkinan, dalam pekan depan pihaknya akan memanggil pelaku pemukulan tersebut untuk dimintai keterangan.
Saat ini, kata Heru, pihak kepolisian bukan tidak memanggil pelaku (Tgk Darwis Djeunieb) untuk dimintai keterangan. Pertimbangannya, mengingat terlapor sedang dalam suasana berkabung, karena abang kandungnya, Nurdin Abdullah, baru saja meninggal.
“Karena adat di sini sampai sebelas hari tidak boleh apa-apa dulu. Tidak mungkin kan kita ganggu dengan pemeriksaan dan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan kejadian itu,” terangnya.
Menurut Heru Novianto, berdasarkan hasil pemeriksaan korban, motif pemukulan ini mungkin ada dendam lama. Sebab, Si Teng itu pernah satu tim dengan Tgk Darwis Djeunieb. Namun, di era sekarang ini ada perubahan,
“Ini sebenarnya masalah lama. Dan, munculnya pada saat acara melayat di rumah orang meninggal. Entah bagaimana awalnya. Tapi, yang jelas terjadi perselisihan antara mereka berdua. Lalu, Tgk Darwis melakukan pemukulan,” jelas Heru Novianto.
Seperti sudah pernah diberitakan media ini sebelumnya, Tgk Darwis Djeunieb diduga memukul mantan anak buahnya itu di Gampong Janggot Seungko, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Selasa (15/11/2016) siang, sekira pukul 13.15 WIB.
Insiden pemukulan itu terjadi di tempat orang meninggal, Nurdin Abdullah. Almarhum tak lain adalah abang kandungnya Tgk Darwis Djeunieb.
Penyebabnya tidak diketahui dengan persis. Namun berdasarkan keterangan yang dihimpun media ini, Darwis tersulut emosi, karena dia menduga Si Teng yang mengundang H Ruslan M Daud (calon bupati petahana) ke tempat meninggal abangnya itu.
Tidak terima dengan perlakuan Tgk Darwis, kemudian Si Teng melaporkan pemukulan yang menimpa dirinya hari itu juga ke Polres Bireuen sekira pukul 15.00 WIB. Si Teng datang melapor bersama dua orang saksi.
Dalam keterangannya kepada wartawan beberapa saat setelah melaporkan kejadian tersebut, Si Teng meminta agar kasus pemukulan dirinya itu diproses sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai hilang begitu saja, seiring berjalannya waktu.
Dia mengharapkan agar aparat kepolisian benar-benar menangani kasus tersebut secara serius dan profesional. Tidak memandang bulu dan harus memperlakukan hal yang sama siapapun pelakunya di mata hukum.
“Jangan mentang-mentang karena pelakunya orang yang disegani dan punya jabatan, sedangkan saya sebagai korbannya orang kecil, lalu kasus pemukulan ini tidak diproses hukum. Sebab, ini harus menjadi pembelajaran bagi pelaku dan siapa saja, bahwa kita hidup di negara hukum dan tidak boleh seenaknya main hakim sendiri. Saya harap juga, ini yang terakhir dan sudah cukup saya saja yang mengalaminya,” pinta mantan kombatan GAM ini.
Menurut Si Teng, permintaannya itu adalah hal yang wajar dan memang sudah sepatutnya pada aparat penegak hukum. Sesuai dengan fungsinya sebagai pengayom masyarakat. Dengan begitu, masyarakat juga merasa terlindungi dari tindakan-tindakan yang melawan hukum.
“Ini juga menyangkut citra dan nama baik, untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada aparat kepolisian. Saya yakin, polisi bisa berlaku adil dan akan memproses hukum kasus pemukulan yang menimpa saya ini hingga tuntas. Tanpa memandang siapapun pelakunya,” ujar pria berpostur kecil itu, penuh optimis. kb

Kamis, 24 November 2016

Rumah Korban Konflik Belum Dibangun, Ti Halimah Melapor pada Ruslan M Daud

Calon Bupati Petahana H Ruslan M Daud akan membangun kembali rumah korban konflik yang terjadi beberapa tahun lalu milik Ti Halimah (42) warga Gampong Uteun Kruet Kecamatan Pandrah, Bireuen.
H Ruslan M Daud baru mengetahui ada warga yang rumahnya dibakar oleh OTK pada masa konflik belum dibangun, pada saat rangkaian kegiatan pengukuhan tim pemenangan pasangan Harus Jadi Kecamatan Pandrah, Kamis (24/11/2016) kemarin.
Di tengah-tengah tim yang baru dilantik, Ruslan M Daud saat memberikan arahan sempat menanyakan siapa diantara yang hadir ini belum punya rumah.
Secara spontan langsung disambut dengan acungan satu jari dari seorang wanita, yang menjelaskan rumahnya dibakar saat konflik oleh OTK sampai sekarang belum dibangun.
Mendengar jawaban tersebut, Ruslan langsung memanggil ajudannya untuk mencatat data Ti Halimah (foto), warga Uteun Kruet, Kecamatan Pandrah yang kesehariannya hidup sebagai buruh tani.
“Insya Allah akan kita bangun kembali rumah tersebut,” tegas Calon Bupati Petahana H Ruslan M Daud .
Ti Halimah kepada awak media mengatakan, sejak peristiwa itu, ia bersama suaminya yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan dan empat orang anaknya tinggal di rumah orang tuanya di desa setempat.
“Terimakasih kepada pak Ruslan yang mau peduli dan membangun kembali rumah yang sekian lama kami harap-harapkan,” ujarnya terharu.

Selasa, 22 November 2016

Banyak Kalangan Memfitnah TuSop

Masa kampanye calon Bupati Bireuen yang seyogianya untuk menyampaikan visi dan misi serta gagasan pembangunan ke depan. Berubah menjadi ajang “menghujat” Tu Sop, yang juga ikut ambil bagian dalam kontestasi kali ini.
Dengan ragam bahasa melalui berbagai mulut juru kampanye, Tu Sop yang bernama lengkap Teungku H. Muhammad Yusuf A. Wahab, dihajar dengan berbagai cara. Pada intinya, mereka ingin mengatakan bahwa ulama seperti Tu Sop tidak pantas untuk maju dalam Pilkada Bireuen.
“Ulama tidak cocok menjadi bupati. Karena dunia pemerintahan kotor,” teriak seorang jurkam di atas panggung kampanye.
“Bukan teungku tidak boleh memilih teungku, tapi pertanyaannya begini:Kenapa teungku tidak mendengar kata ulama?,” Ujar seorang jurkam lainnya yang mengaku diri sebagai pimpinan salah satu dayah di Bireuen.
“Indonesia tidak berdasarkan Quran dan hadist!” Teriak seorang calon bupati.
“Saya bukan ulama, sehingga tidak menjadi persoalan ketika maju. Saya hanya teungku biasa,” ujar seorang calon wakil bupati.
“Alahai, saya sudah tujuh kali bertemu Tu Sop dan menyampaikan akan maju. Kenapa pula beliau juga maju,” keluh kandidat lainnya dalam sebuah diskusi non formal.
Tidak hanya di situ, untuk mencitrakan bila Tu Sop adalah sosok yang buruk, ada pihak yang secara terus menerus, melalui tim pemenangannya memproduksi berita usang tentang larangan beberapa ulama di Bireuen, agar Tu Sop tidak maju. Juga disebarkan rekaman audio tentang pandangan miring Abu Mudi terhadap Tu Sop. Serta isu korupsi yang ditimpa kepada Tu Sop, yang hingga kini tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Menanggapi fenomena ini, Tu Sop, yang berpasangan dengan dr. Purnama Setia Budi, dengan nomor urut 3 mengatakan, dirinya tidak heran dengan kondisi yang demikian.
“Bila ada yang bertanya, kenapa saya maju? Karena hal demikianlah, sehingga saya maju. Mereka yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan, tidak akan pernah mau dan tidak akan pernah mampu untuk memperbaiki moral umat. Untuk memperbaiki bangsa ini, hal utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah moral yang baik,” ujarnya.
Menurut Tu Sop, bagi pihak-pihak yang selama ini menentang dirinya secara vulgar, telah mempersepsikan Tu Sop sesuai dengan kaidah pikir mereka sendiri.
“Ketika mereka mengatakan sesuatu tentang saya, mereka sudah punya persepsi sendiri. Jadi persepsi itu hasil rekaan pelakunya. Sehingga mereka bergelut dengan apa yang mereka pikirkan.
“Akhirnya, apa yang disampaikan ke publik, hanyalah pikiran mereka sendiri. Mereka mencoba menerjemahkan saya, padahal yang diterjemah itu, diri mereka sendiri,” ujarnya.
Tu Sop mengaku telah siap berkompetisi secara fair. Karena bagi ulama energik ini, kemenangan yang digapai dari usaha yang salah, akan membawa kehancuran.
“Untuk apa menang, bila berasal dari perbuatan curang. Biarlah kalah dengan cara terhormat, dari pada menang dengan cara yang salah,”
Untuk itu ia menghimbau, atas semua black campaign atas dirinya yang dilakukan oleh pihak lain, dirinya meminta agar tidak ada dari timnya yang membalas.
“Arus perbaikan tidak boleh dibangun dengan cara-cara yang salah. Untuk itu, tidak perlu ada pembalasan apapun. Karena bergerak dengan perilaku mulia lebih bermakna dari sekedar meraih suara. Kita butuh menang, untuk memperbaiki yang bisa kita perbaiki. Namun, kemenangan yang diraih dengan cara yang salah, tidak pernah saya inginkan,” imbuhnya. []

Minggu, 13 November 2016

TIMSES Irwandi Di Tembak OTK

Pidie | Tim pemenangan pasangan calon Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah, Ibrahim (48) ditembak orang tak dikenal (OTK), menggunakan senjata laras panjang.  Diduga jenis AK 47, di Desa Cot Cantek, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Sabtu (12/11/2016). Sumber media mengungkapkan, peristiwa penembakan tersebut terjadi sekira pukul 19.20 WIB. Bermula saat Ibrahim  yang juga Tuha Peut desa setempat  keluar dari rumahnya dan  hendak pergi seorang diri ke Kedai di Desa Cot Murong, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, dengan mengenadarai sepeda motor matic sportinya.

Sabtu, 12 November 2016

Kukuhkan Tim Pemenangan Gandapura, Ruslan M Daud: Jaga Etika Politik, Jangan Memfitnah atau Menjelek-jelekkan Kandidat Lain

H Ruslan M Daud mengharapkan dukungan masyarakat, agar apa yang telah diprogramkan selama ini bisa dituntaskan. Keinginan tersebut juga didukung para ulama Bireuen.
Harapan itu disampaikan calon Bupati Bireuen petahana itu pada acara pengukuhan Tim Pemenangan H. Ruslan M Daud – Drs H Djamaluddin Idris (Harus Jadi) Kecamatan Gandapura, Sabtu (12/11/2016) di Keudee Lapang, Gandapura.
Dikatakannya, keinginan untuk maju kembali dilakukan demi melakukan yang terbaik untuk masyarakat Bireuen. Karena apa yang sudah dia lakukan selama ini, belum bisa terlaksana secara menyeluruh.
“Oleh karenanya, saya perlu dukungan masyarakat. Saya juga didukung oleh ulama Bireuen,” sebutnya.
Dijelaskan Ruslan, berdasarkan hasil musyawarah di rumah Abu Tumin di Blang Bladeh, ditunjuklah Teungku H Djamaluddin Idris untuk mendampinginya.
“Apa yang saya sampaikan ini bukan mengada-ada. Kalau Anda tidak percaya, silahkan datang ke Abu Tumin atau ke Abu Mudi di Samalanga,” ungkap Ruslan.
Kepada tim pemenangan yang sudah dibentuk dan dikukuhkan, Ruslan berharap agar bekerja sopan dan menjaga etika politik. Jangan bersikap anarkhis, jangan memfitnah atau menjelekkan kandidat lain.
“Timses harus kompak, agar apa yang kita kerjakan saat ini bisa mendapatkan apa yang kita harapkan pada hari pemilihan nanti. Program yang pro rakyat itu yang saya utamakan jika saya terpilih,” janjinya.
Selain itu, kata dia, timses juga jangan pernah memberi harapan palsu kepada masyarakat. Tapi, berikan pandangan kalau dirinya terpilih akan melanjutkan apa yang sudah pernah dilakukan selama ini, ketika menjadi bupati.
Seperti beras raskin gratis, bedah rumah, beasiswa anak yatim. Itu yang sudah dan sedang dia kerjakan. Tapi  itu belum selesai dan dirasakan menyeluruh oleh masyarakat Bireuen, karena terbatasnya dana yang dimiliki atau yang diperoleh daerah.
“Karena itu, saya tidak mau mendengar ada dari tim saya yang menjelek-jelekkan atau memfitnah kandidat lain. Biarlah tim dari kandidat lain yang menjelek-jelekkan atau memfitnah saya, karena itulah yang membedakan tim saya dengan tim dari kandidat lain. Kalau saya terpilih kembali, saya akan membuat Perbup untuk Alokasi Dana Desa agar lebih mengarah ke pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan uang jerih dari masyarakat,” paparnya.
Sementara itu, H Djamaluddin Idris, dalam sambutannya berterimakasih kepada timses Kecamatan Gandapura yang telah bekerja lebih awal, bahkan sebelum dilantik.
Kepada timses yang telah dibentuk, masing-masing anggota agar mengajak lima orang untuk ikut memilih Harus Jadi. Dukunglah saya sebagai putra Gandapura untuk mendapat kesempatan membantu H Ruslan M Daud dalam memimpin Bireuen ke depan. (

Sabtu, 05 November 2016

Hanura Aceh Gelar Pelatihan KTA Online dan Pengkaderan

BANDA ACEH - Parta Hanura Aceh menggelar pelatihan sistem pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) secara online bagi kadernya. Kegiatan yang disertai penguatan pengkaderan itu berlangsung, Jumat-Sabtu, 4-5 November 2016 di Hotel Grand Aceh Lamdom, Banda Aceh.

Sekjen Hanura Aceh, Salimin yang juga Ketua Panitia Kegiatan kepada kemarin mengatakan, pelatihan KTA online itu dilaksanakan sebagai upayapengembangan kader partai di sejumlah kabupaten/kota. Sehingga dengan ada sistem KTA online, kader yang sudah ada saat ini dapat merekrut kader baru.

“Dengan adanya sistem online ini, maka kader kita nanti, baik pengurus maupun anggota dewan dapat terus merekrut para kader dengan mendaftarkan mereka secara online pada aplikasi yang sudah disediakan,” ujarnya.
Dikatakan, hal itu bertujuan untuk mendukung pencapaian partai dalam beberapa pemilihan ke depan, seperti Pilkada Aceh, Pileg, dan Pilpres. Sebab, dengan semakin banyak kader maka kekuatan partai semakin solid.

Dalam pertemuan itu, semua kader diminta agar terus bekerja dalam memenangkan calon gubernur yang diusung oleh partai. Sehingga semua kader, mulai tingkat DPC hingga gampong agar dapat terus menggalang dukungan.

Kegiatan pelatihan dan penguatan pengkaderan itu diikuti oleh 146 orang kader dari 23 kabupaten/kota di Aceh, mereka merupakan Ketua DPC, pengurus daerah dan Anggota DPRK. Pelatihan itu dihadiri oleh Ketua DPP Hanura Bidang Pengkaderan, Hari Azhar dan Ketua DPP Bidang Keanggotaan, Tien Aspasia.

Salah satu Ketua DPC, Affan Alfian Bintang yang merupakan Ketua Hanura Subulussalam mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai membentuk kader hingga ke tingkat gampong. Hal itu untuk mendukung pemenangan calon yang diusung Hanura pada Pilgub 2017 dan pemilihan Wali Kota Subulussalam pada 2018.

“Saat ini pengurus DPC terus melakukan upaya-upaya pemenangan, sehingga ke depan Hanura dapatmelakukan pembangunan untuk masyarakat,” tambahnya. (Serambi)

Rabu, 02 November 2016

Plt Bupati Bireuen Harapkan PNS Netral pada Pilkada 2017

Plt Bupati Bireuen Ir. Mukhtar M.Si  mengadakan silaturahmi dan makan siang bersama dengan wartawan liputan Bireuen di salah satu resto Kawasan Cot Gapu, Rabu 92/11/1016).
Turut hadir dalam acara tersebut, Sekda Bireuen Ir Zulkifli Sp, Assisten I Setdakab Bireuen Drs Murdani, Assisten II, Raden Yus Rusmadi ST, Inspektur Kabupaten Bireuen, Hamdani SH,M.Hum, Kepala Bappeda Bireuen, Ir Ibrahim M.Si, Kadis DPKKD Bireuen, Drs Tarmidi dan Kabag Humas Protokoler Setdakab Bireuen Andri Saputra S.STP serta staf humas.
Juga tampak hadir Ketua PWI Bireuen, Suryadi, Ketua AJI Bireuen Yusmandin Idris, dan puluhan wartawan liputan Bireuen lainnya.
Plt Bupati Ir Mukhtar dalam sambutannya menyebutkan, sebagai Plt atau Wakil Bupati, akan menjalankan tugas seperti biasa, termasuk dalam Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) dan penyusunan APBK 2017. “Sejak 28 Oktober 2016-11 Februari 2017, saya sebagai bupati yang siap menjalankan tugas,” sebutnya.
Pada kesempatan itu, Ir Mukhtar juga meminta agar wartawan netral dalam Pilkada 2017.
Tak hanya itu, dia juga meminta kerjasama insan pers agar membrikan laporan ke pihak Panwaslih Bireuen dan dirinya jika ditemukan ada PNS/honorer yang tidak netral dan mendukung salah satu paslon bupati Bireuen. “Termasuk juga keuchiek dan sekdes yang tidak netral, harus netral. Laporkan bila ditemukan mereka berpihak dan tidak netral,” pintanya.

Senin, 31 Oktober 2016

Tak Logis, Ahok Minta Gubernur DKI Dipilih Langsung Oleh Presiden

Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan mengatakan, usulan Gubernur DKI Jakarta Baruski Tjahja Purnama atau Ahok yang mengusulkan agar pemilihan Gubernur dipilih Presiden, dinilai Ahok tak paham bernegara.

"Ya itulah pendapat orang yang tidak paham bernegara. Konstitusi menyatakan Indonesia itu "dibagi atas" bukan "terdiri dari", oleh karena itu setiap kepala daerah itu harus paham karakteristik dan pengertian "daerah" seperti apa. 

Apakah Jakarta merupakan "daerah" dan bagian dari wilayah NKRI, kalau iya maka berlakukanlah hal dengan sama dengan daerah-daerah lain, karena nanti implikasinya sangat luas dan merusak konstruksi ketatanegaraan dan prinsip umum pemerintahan daerah," kata Arteria dalam pesan singkatnya, Rabu (31/8/2016).

Kecuali, kata Arteria, ada kesepakatan kebangsaan yang menyatakan bahwa Jakarta bukan termasuk dalam pengertian daerah, sehingga bisa kita buat seperti Kementerian atau badan khusus yang menegelola wilayah ibukota, sehingga tidak perlu pakai DPRD lagi dan Pendapatannya langsung ke negara tidak ke APBD DKI lagi, nah itu sah-sah saja.

"Tapi kan jangan maunya dipilih presiden tapi kelola APBD DKI Jakarta, itu namanya tipu dan bodohi rakyat, karena APBD itu wujud kedaulatan rakyat, nah kepala daerah yang melaksanakan pemerintahan daerah di bidang eksekutif baik itu Gubernur, Bupati diberikan kewenangan untuk mengelola APBD oleh rakyat, sehingga apresiasi rakyat terhadap yang bersangkutan sebagai pemimpin yang legitimate dipilih rakyat secara langsung melalui pemilu yang demokratis," ucapnya.

Jadi, kata Anggota Komisi II ini Ahok jangan minta yang konyol, tidak masuk akal dan inkonstitusional, hukumnya kan kepala daerah itu dipilih rakyat melalui pemilihan kepala daerah yang luber jurdil, pengecualian itu diberlakukan juga bagi daerah khusus, daerah otonomi khusus, daerah istimewa kecuali DIY karena alasan historis.

"Jangan mau dipilih presiden tapi pakai APBD rakyat DKI yang maha dahsyat besarannya, kan namanya pengen enaknya aja," katanya.

Minggu, 30 Oktober 2016

Calon Bupati Bireuen Khalili-Yusri Abdullah, Adakan Temu Kenal di Kecamatan Makmur

Untuk memperkenalkan kandidat calon Bupati Bireuen Periode 2017-2022 Tim Roh Perjuangan mengadakan temu kenal calonnya H. Khalili, SH-Yusri Abdullah, S.Sos.,M.Si Minggu, (30/10/2016) mulai pukul 15.30 s/d 17.00 WIB di Desa Alue Dua, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen.
Dalam pidato singkatnya H.Khalili menyampaikan bahwa dirinya yang maju melalui Partai Aceh (PA) adalah punya rakyat Aceh, akan melaksanakan dan mengamalkan ajaran Dinul Islam serta mempercepat pembangunan struktur dan infrastruktur dasar pertanian untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.
“Selanjutnya Pengembangan ekonomi UMKM dan Industri, meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui peningkatan mutu pendidikan rakyat dan meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui pelayanan kesehatan rakyat,” paparnya.
Acara tersebut turut dihadiri Pembina DPW-PA Kabupaten Bireuen, Ketua Umum Tim Ror Perjuangan, Sekretaris Umum PARTAI PA, Panglima KPA Wilayah III dan IV, para Panglima Sagoe Wilayah IV dan para undangan dari Mukim dalam Kecamatan Makmur yang berjumlah kurang lebih 500 orang yang berlangsung situasi aman dan tertib.

Tu Sop – dr. Pur Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bireuen Terkaya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merilis sebagian harta kekayaan calon Bupati dan Wakil Bupati Bireuen. Hingga saat ini, calon bupati terkaya ditempati Tgk. H. Muhammad Yusuf Abdul Wahab atau lebih dikenal dengan Tu Sop. Posisi kedua ditempati wakilnya, dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG (dr. Pur)
Berdasarkan data yang dirilis di web resmi KPK (www.kpk.go.id), Sabtu (29/10/2016), tercantum total harta kekayaan bergerak dan tidak bergerak yang dimiliki pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb itu sebanyak Rp52.633.407.615. Sedangkan dr Pur memiliki kekayaan sebesar Rp22.301.108.867.
Posisi ketiga ditempati calon bupati petahana, H. Ruslan M. Daud, memiliki harta kekayaan senilai 18.877.647.854. Wakilnya, Drs. H. Djamaluddin Idris, tercatat sebesar Rp1.491.195.123.
Sementara H. Husaini M. Amin, SE atau yang akrab disapa Teungku Batee, memiliki kekayaan sebesar Rp1.792.400.000. Sedangkan kekayaan wakilnya, Azwar, S.Pd yaitu Rp243.013.983.
Harta kekayaan calon Bupati Bireuen lainnya, Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si, hingga kini masih dalam proses di KPK. Sedangkan harta kekayaan wakilnya, Drs. H. Ridwan Khalid, sudah dirilis sebesar Rp1.862.918.882.
Sementara harta kekayaan pasangan calon (paslon) H. Khalili, SH dan Yusri, S.Sos, M.Si, MS, hingga kini juga masih diproses dan belum dipublikasikan KPK.

Selasa, 25 Oktober 2016

Polres Pidie Gelar Apel Pengamanan Pilkada

SIGLI - Polres Pidiemembawahi dua wilayah Kabupaten Pidiedan Pidie Jaya, Rabu (26/10/2016) mengadakan apel gelar pasukan mantap rencong di Lapangan Alun-alun Kota Sigli.
‪Gelar pasukan itu dihadiri muspida dari dua wilayah, Ketua KIP, kepala SKPK dan unsur terkait lainnya. Sementara pasukan gabungan itu terdiri dari personel polisi, TNI, Polisi Militer, Linmas dan lainnya.
Kapolres Pidie, AKBP M Ali Kadhafi SIK membacakan sambutan Kapolda Aceh menyebutkan, pelaksanaan Pemilukada semakin dekat. Untuk itu TNI/Polri semua pihak diharap netral.
"Marilah sama-sama menciptakan pemilukada damai. Jauhi pertikaian dan saling menghargai antar satu dan lainnya," pesannya.
Selanjutnya setelah apel semua pasukan itu melakukan konvoi dari Lapangan Alun-alun, ke Simpang Tiga menuju Kembang Tanjung lalu Beureuenun, Lamlo, Gle Gapui, Reubee, Grong-grong, Padang Tiji, Laweung ke Batee dan kembali ke Alun-alun.
KAPOLRES Pidie, AKBP M Ali Kadhafi SIK bersama unsur muspida mengecek pasukan pada apel gelar pasukan mantap rencong di Lapangan Alun-alun Kota Sigli, Pidie, Rabu (26/10/2016).

Senin, 24 Oktober 2016

Perkuat Tim Pemenangan Irwandi – Nova, Dibentuk “Pasir” di Bireuen

Tim Pemenangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah, terus menggalang kekuatan ke berbagai kalangan dalam masyarakat. Tak terkecuali untuk kalangan pemuda dan mahasiswa.
Di Kabupaten Bireuen dibentuk Pemuda Sajan Irwandi (Pasir). Jaringan ini dibentuk khusus untuk kalngan pemuda dan mahasiswa yang bekerja bagi kemenangan Irwandi – Nova.
Untuk tingkat Kabupaten Bireuen, pengurus Pasir sudah terbentuk dan bekerja beberapa bulan lalu. Sedangkan untuk tingkat kecamatan, baru dibentuk struktur pengurusnya, Senin (24/10/2016) di aula sebuah cafe kawasan Cot Gapu Bireuen. Pembentukan pengurus tersebut dihadiri sekitar 60 peserta yang merupakan perwakilan dari 17 kecamatan dalam Kabupaten Bireuen.
Ketua Pasir Kabupaten Bireuen, Khaidir, dalam keterangannya kepada wartawan, mengatakan, struktur pengurus Pasir itu dibentuk untuk 17 Kecamatan dalam Kabupaten Bireuen. Mereka terdiri dari pria dan wanita berusia sekitar 17 hingga 25 tahun.
“Pengurus yang sudah terbentuk dari tingkat kabupaten hingga kecamatan berjumlah 80-an orang. Itu belum termasuk para anggotanya. Sasaran Pasir ini untuk menggaet pemilih pemula dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Kami akan memberikan pendidikan-pendikan politik kepada pemilih pemula dari kalangan tersebut,” ungkap Khaidir.
Sementara Ketua Umum Relawan Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah, Ismuhar M. Amin, menyebutkan, pembentukan Pasir ini untuk memperkuat Tim Pemenangan Irwandi – Nova. Mereka tetap bekerja di bawah Sekber Irwandi – Nova.
“Dalam Tim Pemenangan Irwandi – Nova, ada Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) yang berasal dari partai pengusung dan relawan. Keduanya saling memperkuat dan bekerja dalam satu tim,” jelas pria yang akrap disapa Mancong ini.
Menurut Mancong, pihaknya bisa membentuk tim relawan sebanyak-banyaknya. Tapi, mereka tetap bekerja di bawah sekber. Kalau dibutuhkan, relawan tersebut juga bisa membantu Tim Bappilu. Sebab, tujuannya tetap sama. Memenangkan Irwandi – Nova sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada Pilkada 2017 mendatang.

Minggu, 09 Oktober 2016

Masa PA “Merahkan” Lapangan Glumpang Payoeng, Bireuen

Ribuan masa dan simpatisan Partai Aceh (PA) Minggu, (9/10/2016) tumpah ruah memadati lapangan bola kaki Glumpang Payong, Bireuen, yang dijadikan lokasi acara deklarasi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bireuen H.Khalili-Yusri Abdullah.
Massa mulai berdatangan ke lapangan sejak pukul 14.00 WIB. Mereka menggunakan sepada motor, mobil bak terbuka, mini bus, dan kendaraan pribadi, lengkap dengan atribut PA dengan topi merah bergambarkan bendera PA, sehingga suasana di lapangan terlihat menjadi merah.
Suasana terik matahari yang cukup menyengat dan membuat gerah, tidak menyurutkan semangat untuk mendengarkan orasi politik yang disampaikan calon bupati Bireuen H.Khalili dan oleh juru kampanye PA lainnya.
Dibuka dengan kumandan azan Khalili dalam orasinya berjanji jika dirinya terpilih akan membangun pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.
“Pemerintah yang ingin kami bangun bebas dari korupsi dan pajak- pajak liar,” janji Khalili.
Khalili juga mempertegas dalam orasinya kepada PNS yang hadir, agar ke depan jika dirinya terpilih tidak perlu sogok menyogok dalam menempatkan jabatan pada kabinetnya nanti.
Turut hadir dalam deklarasi tersebut, pasangan Gubernur dan wakil gubernur, Muzakir Manaf (Muallem)-TA Khalid, Fakrurrazi Angota DPD-RI, angota DPRA serta Angota DPRK Bireuen dari Partai Aceh.
Acara deklarasi tersebut ditutup dengan pembacaan doa oleh Tgk. H.Muhammad Ali atau lebih akrab disapa Abu Paya Pasi.

Selasa, 04 Oktober 2016

19 Balon Kepala Daerah di Aceh Tak Lulus Tes Kesehatan

BANDA ACEH – Sebanyak 19 bakal calon (balon) kepala daerah dari 20 kabupaten/kota dinyatakan tidak lulus tes kesehatan yang dilakukan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh pada 24 dan 25 September 2016.
Jumlah kepala daerah seluruh pada saat tes kesehatan di RSUD Zainoel Abidin sebanyak 188 bakal calon. Di antaranya, 12 balon gubernur/wakil gubernur Aceh. Selebihnya adalah balon bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota dari 20 kabupaten/kota.
Berikut nama-nama balon kepala daerah siaran pers KIP Aceh yang dinyatakan tidak memenuhi syarat pada tes kesehatan:

Kabupaten Pidie
Hasan Basri
A Bakar Assajawy
Mukhtar
Kabupaten Aceh Utara
Sulaiman Ibrahim
Ibnu Hajar
Kota Lhokseumawe
Sofyan
Kabupaten Aceh Tamiang
Lukmanul Hakim
T Yusni
Kabupaten Bener Meriah
Darwin
Kabupaten Gayo Lues
Salamah
Kabupaten Aceh Jaya
Safriantoni
Kabupaten Nagan Raya
Abu Hanifah Amin
Kabupaten Aceh Barat Daya
Masrizal
Burnisal
Sulaiman Adami
Kabupaten Aceh Singkil
M Akhyar Abduh
Kabupaten Bireuen
Saifannur
Kabupaten Aceh Tengah
Mansur Hidayanto
Armas

Mantan Wali Kota Rahmatsyah Gantikan Posisi Sofyan

Posisi yang ditinggalkan, Sofyan, sebagai bakal calon wali kota Lhokseumawe, kini digantikan Rahmatsyah. Ia merupakan mantan pj Wali Kota Lhokseumawe tahun 2001-2004 dan saat ini duduk sebagai Ketua DPC Partai Demokrat.
Sofyan yang telah dinyatakan gugur sebagai balon karena tidak lolos pada tes kesehatan ikut mengantarkan Rahmatsyah saat proses pendaftaran ke Kantor KIP Kota Lhokseumawe, Selasa (4/10/2016) sekitar pukul 17.30 WIB.
Datang ke KIP bersama keluarga, tim pendukung dan balon wakil wali kota, T Nouval, Rahmatsyah disambut Ketua KIP Lhokseumawe Syahrir M Daud beserta anggota.
Rahmatsyah, mengatakan, dirinya mengisi peluang yang ada agar tidak terjadi kekosongan. Selain itu adanya permintaan dan kerelaan dari Sofyan untuk menggantikannya yang telah gugur.
“Saya bersemangat untuk maju karena dukungan dari masyarakat dan teman-teman relawan dari Sofyan yang mengajak saya, ini merupakan kesempatan dan saya ingin memenuhi hajat teman-teman. Kalau untuk  persiapan terkesan mendadak. Karena sebenarnya saya tidak ada perssiapan, karena saya pikir memang sudah tidak ada peluang lagi,” katanya.
Ketua KIP Kota Lhokseumawe, Syahrir M Daud mengatakan, Rahmatsyah akan menjalani tes kesehatan pada tanggal 6 Oktober 2016, dan tes mampu baca Alquran 10 Oktober 2016a.

Sofyan mendampingi Rahmatsyah saat mendaftar ke Kantor KIP Kota Lhokseumawe, Selasa (4/10/2016)

Minggu, 02 Oktober 2016

Tu Sop- dr. Purnama Memenuhi Syarat, yang Lain Harus Perbaiki

Bireuen- Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bireuen, Teungku H. Muhammad Yusuf A. Wahab- dr. Purnama Setia Budi, Sabtu (1/10/2016) dinyatakan telah memenuhi syarat pencalonan. Sedangkan lima pasangan balon lainnya dinyatakan belum memenuhi syarat.
Hal ini disampaikan oleh Ketua KIP Bireuen Muhktaruddin, SH. MH pada rapat pleno tentang penyampaian hasil verifikasi persyaratan pencalonan dan persyaratan calon Bupati dan Wakil Bupati Bireuen tahun 2017. Acara ini digelar di Media Center.
Dalam kesempatan itu Mukhtaruddin membacakan, pasangan Saifannur, S.Sos-Dr. Muzakkar A. Gani, SH. MH, pasangan H. Husaini, SE-Azwar, S.Pd, pasangan Khalili-Yusri, Ruslan M. Daud-Drs. Jamaluddin Idris, dan Amiruddin Idris-Ridwan Khalid, dinyatakan belum memenuhi syarat.
Satu-satunya balon yang telah memenuhi syarat adalah pasangan Teungku. H. Muhammad Yusuf- dr. Purnama Setia Budi, Sp.OG.
“Untuk dokter Purnama, sesuai aturan perundang- undangan, surat pemberhentian dari PNS sudah harus diserahkan selambat-lambatnya 60 hari pasca penetapan calon,” ujar Mukhtaruddin.
Dia juga menyebutkan, untuk balon yang belum memenuhi syarat, waktu perbaikan singkat. Mulai 1 hingga 4 Oktober 2016.
“Untuk semua persyaratan, ada dua yang tidak bisa diperbaiki yaitu hasil uji tes kesehatan jasmani dan rohani, serta uji narkoba dan uji baca Quran. Sedangkan yang lain masih bisa,” terangnya.