Minggu, 02 Oktober 2016
Kenaikan Pangkat Seorang Prajurit Tidak Mudah
Tu Sop- dr. Purnama Memenuhi Syarat, yang Lain Harus Perbaiki
KONI Aceh akan Berikan Rp.250 Juta plus 1 Sepmor untuk Peraih Medali Emas PON Jabar
Sekum KONI Aceh, M. Nasir
BANDA ACEH: Dalam beberapa hari kedepan, seluruh atlit peraih medali di PON XIX 2016 Jabar akan diberikan bonus berupa uang. Demikian diungkapkan Sekretaris Umum KONI Aceh, M. Nasir, Minggu, 2 Oktober 2016.
“Kita akan segera salurkan bonus atlit peraih medali di PON kemarin, dan bagi 8 atlit peraih medali emas, selain uang sebesar Rp.250 juta juga akan diberikan 1 unit sepeda motor serta rekomendasi jika ada peluang penerimaan PNS oleh Kemenpan,” kata M. Nasir.
Untuk medali perak dan perunggu, M. Nasir menyatakan tidak ingat jumlah persisnya.
Dia juga mengaku sangat puas atas torehan prestasi atlit Aceh di PON tersebut karena melebihi target awal yang hanya 7 medali emas.
“Dalam sejarah PON, di PON XIX Jabar lah Aceh berhasil menorehkan prestasi tertinggi, kita tentu sangat bangga,” kata M. Nasir.
Dikatakan, KONI Aceh juga akan mengevaluasi beberapa cabang olahraga, termasuk balap sepeda terkait atlit yang membela dan meraih prestasi untuk daerah lain di ajang tersebut.
“Walau sudah lampaui target, kita tetap memanggil dan mengevaluasi beberapa cabang olahraga, termasuk balap sepeda,” ungkap Sekum KONI Aceh ini.
Adapun medali-medali tim Aceh tersebut, 8 emas, 7 perak dan 9 medali perunggu.
Dua ABG Sexy di jambret Namun Berhasil Digagalkan Warga
Kepolisian Resor Lhokseumawe Sektor Dewantar, Minggu 02/10/2016 Pkl 12.30 Wib, melakukan penahan terhadap jambret akibat perbuatan pidana pidana Curas/jambret yang dilakukan tersangka di jalan Rel KA Desa Keude Krueng Geukuh Kec. Dewantara Kab. Aceh Utara.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, SH, S.Ik, MH melalui Kapolsek Dewantara AKP Fitriadi. SH membenarkan kejadian pidana curas/jabret tersebut.
Dilanjutkan, ada dua tersangka yang terlibat dalam aksi jambret itu, sejauh ini kita sudah melakukan penahanan terhadap tersangka MR, (18) pelajar warga Desa ujung Blang Kec. Banda Sakti Kota Lhoksewmawe dan tersangka DM (18) pelajar warga Desa Hagu Tengah Dusun PLN Kec. Banda sakti Kota Lhokseumawe saat ini masih dalam pengejaran.

Ditambahkan, kejadian tersebut bermula ketika dua wanita (korban) Almaidah (18) bersama temannya shavira (21) berboncengan dengan sepeda motor sepulang kerja dari Suzuya Lhokseumawe menuju rumah mereka di Desa Bangka Jaya Kec Dewantara Kab Aceh Utara, namun baru sampai di jl Rel kereta api Krueng Geukuh Kec. Dewantara tiba-tiba di Pepet oleh dua tersangka yang juga mengendarai sepeda motor hingga bersenggolan, akibatnya kedua motor pelaku dan korban terjatuh ke aspal, pada saat itu tersangka MR segera bangun dan sempat mengambil Hp korban di bagasi depan dan kemudian pelaku melarikan diri, tetapi aksinya digagalkan warga, karna korban berteriak sehingga warga yang berada dilokasi langsung melakukan penangkapan.
Sementara tersangka DM melarikan diri dengan sepeda motor Honda supra X miliknya.”tegas AKP Fitriadi. SH
Saat ini tersangka MR ditahan di mapolsek beserta barang bukti hp sempat berhasil dibawanya.” ujar Kapolsek.
Mukhlis Abee : tapileh Bu Illiza, tapi untuk Aceh tapileh Partai Aceh
Berbeda dengan ketua partai politik lainnya, Mukhlis Abee menyampaikan orasi politik nya dengan bahasa Aceh. Seperti biasa, bahasa Acehnya pun cukup kental dengan dialeg Aceh Besar.
Dalam kesempatan itu, Mukhlis Abee menyampaikan alasan PA dan KPA Banda Aceh mengusung dan mendukung pasangan Illiza-Farid sebagai bakal calon wali kota/wakil wali kota pada Pilkada 2017 mendatang.
Salah satunya kata Abee, karena selama ini Illiza konsen pada penerapan dan pelaksanaan syariat Islam di ibu kota.
"Karena Bu Illiza fokus geuterapkan syariat Islam, nyan alasan kamoe," sebut Abee.
"Untuk Banda Aceh saban-saban tadukung dan tapileh Bu Illiza, tapi untuk Aceh tapileh Partai Aceh (Mualem-TA Khalid), kiban? jeut meunan?," pungkas Mukhlis Abee disambut riuh gemuruh tepuk tangan massa pendukung Illiza-Farid yang hadir.
Sabtu, 01 Oktober 2016
35 Wartawan Aceh Lulus Uji Kompetensi
BANDA ACEH - Sebanyakan 35 dari 36 wartawan yang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Jumat-Sabtu (30/09 dan 1/10/2016), dinyatakan berkompeten untuk menjalankan profesinya.
"Dari 36 peserta, hanya 1 orang yang belum berkompeten. Ini sungguh luar biasa, sangat jarang ada kelulusan sebesar ini," kata perwakilan PWI Pusat, Djunaedi Tjunti Agus, saat menutup kegiatan tersebut, di Aula Kantor PWI Aceh, kawasan Simpang Lima, Banda Aceh, Sabtu (1/10/2016).
"Bagi yang belum berkompeten tidak perlu bersedih, karena enam bulan ke depan bisa ikut lagi," lanjutnya.
Djunaedi yang menjadi salah satu penguji menambahkan, meski sudah dinyatakan kompeten, namun bisa saja peserta yang telah lulus UKW ini tidak akan mendapatkan kartunya.
"Karena masih ada seleksi lanjutan di Dewan Pers. Bisa saja wartawannya memang berkompten, tapi jika media tempat dia bekerja tidak memiliki badan hukum yang diakui Dewan Pers, maka tidak akan diterbitkan kartu UKW," kata Djunaedi.
Ia menyebutkan, dengan tambahan 35 wartawan yang telah menyelesaikan UKW ini, maka jumlah anggota PWI di seluruh Indonesia yang sudah lulus UKW tercatat sebanyak 6624, dari 16 ribu anggota PWI yang aktif.
Sebelumnya, Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman, dalam sambutannya mengingatkan kepada peserta UKW bahwa kelulusan dalam UKW, bukan berarti kita wartawan hebat.
Tarmilin menyebutkan, dari 36 peserta UKW kali ini, sebanyak tujuh orang ikut jenjang utama, tiga orang jenjang madya, dan selebihnya jenjang muda.
"Bahkan, setelah lulus UKW maka semakin berat beban yang dipikul oleh seorang wartawan. Karena kita harus senantiasa menjunjung tinggi profesionalitas dan kode etik jurnalistik," ujar Tamilin Usman.
15 Prajurit Kodim Simeulue Naik Pangkat
SINABANG - Komandan Kodim 0115/Simeulue Letkol Inf Marwan Supriyanto, memimpin acara korp raport kenaikan pangkat bintara dan tantama Kodim 0115/Simeulue periode 1 Oktober 2016, berlangsung di Lapangan Tenis Makodim
Simeulue , Sabtu (1/10/2016).
Adapun jumlah personel bintara dan tantama yang melaksanakan korp raport kenaikan sebanyak 15 orang, masing-masing sersan satu (sertu) ke sersan kepala (serka) sebanyak dua orang, sersan dua (serda) ke sertu sebanyak dua orang.
Sedangkan Praka ke Kopda berjumlan 11 orang. Usai memimpin acara kenaikan pangkat, dilanjutkan dengan "mandi bunga" bagi prajurit yang mendapat kenaikan pangkat.
Dalam arahannya, Dandim Simeulue menyatakan bahwa kenaikan pangkat dan golongan dalam kehidupan militer diberikan kepada setiap prajurit yang mampu menunjukan prestasi, loyalitas dan dedikasi yang baik.
Sehingga patut dan layak mendapat kehormatan dari negara, berupa kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari sebelumnya.
"Kepada para prajurit yang naik pangkat, saya harapkan agar mampu mempertanggungjawabkan makna dari kenaikan pangkat ini. Tuntutan dari kenaikan pangkat yang telah diterima harus diimbangi dengan sikap dan perilaku yang lebih bermakna bagi lingkungan tugas dan lingkungan sekitar," tandas Dandim Simeulue .
