Tampilkan postingan dengan label Politik Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik Aceh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 April 2017

Edi Obama Ketua DPC Partai Demokrat Bireuen


BIREUEN - Edi Saputra (Edi Obama) terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Bireuen. Edi terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang diselenggarakan serentak dengan 11 DPC PD lainnya, di Kantor DPD Partai Demokrat Aceh, Banda Aceh, Selasa (18/4/2017).

Direktur Obama Market ini terpilih sebagai ketua DPC PD Bireuen, setelah dua rivalnya, Zulfikar Jufri Alba dan Jasman Rani mengurungkan niatnya maju pada Muscab yang dihadiri Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP-PD) Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo.
Turut hadir pada Muscab, Wakil Sekjen DPP-PD Teuku Riefky Harsya, anggota DPR-RI Muslim dan sejumlah fungsionaris Partai Demokrat lainnya.

Acara Muscab ini sendiri dibuka secara resmi oleh Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Ir. H. Nova Iriansyah Nurdin MT, yang merupakan Wakil Gubernur Aceh terpilih Untuk periode 2017-2022.

Menurut pria berkacamata yang memiliki wawasan dan pergaulan luas di berbagai kalangan itu mengatakan, awalnya Zulfikar Jufri Alba dan Jasman Rani sudah menyatakan tekad maju sebagai calon Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bireuen. Namun, pada saat Muscab, keduanya batal mencalonkan diri.

"Benar, pak Zulfikar dan pak Jasman mengurungkan niatnya maju sebagai calon ketua saat Muscab. Alhamdulillah keduanya memberi dukungan kepada saya, dan saya siap bekerjasama untuk membesarkan partai," kata Edi Obama.

Politisi muda Bireuen ini menuturkan, dirinya tidak  dapat berbuat apa-apa tanpa dukungan dari rekan-rekan pengurus partai. "Saya tidak ada apa-apanya tanpa dukungan dari kawan-kawan. Saya mengajak segenap pengurus dan kader Partai Demokrat Bireuen untuk sama-sama membesarkan partai, " ujar pengusaha muda itu merendah.

Dikarenakan partai butuh orang yang mampu membesarkan partai, maka mereka menilai pak Edi adalah orang yang tepat. “Apalagi beliau kontribusinya untuk partai sangat besar," kata Zulfikar yang diiyakan Jasman Rani.

Edi Obama yang juga Ketua PMI Bireuen, mengawali karier politiknya sebagai anggota Partai Demokrat Kabupaten Bireuen. Meskipun terbilang muda, tapi telah sukses mengukir prestasi. Lihat saja, walaupun baru bergabung dalam partai Demokrat, Edi sudah dipercaya menjadi Ketua Tim Pemenangan Internal Partai Demokrat Bireuen untuk memimpin rekan rekannya dalam memenangkan pasangan Irwandi -Nova pada Pilkada Gubernur-Wakil Gubernur Aceh 2017, Edi Obama yang juga Sekretaris Sekber Irwandi-Nova Kabupaten Bireuen, telah bekerja keras bersama rekan-rekannya memenangkan pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Aceh Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah yang diusung Partai Demokrat.

Ini membuktikan bahwa Edi Obama patut diperhitungkan dalam dunia perpolitikan, baik daerah, maupun nasional sekalipun.

Pengusaha muda yang baru-baru ini memperoleh penghargaan 'Sahabat PWI' dikarenakan hubungan baiknya dengan insan pers, juga mampu bekerjasama dengan tim dan rekan-rekannya dalam membesarkan partai.

“Dengan dipercayakannya saya sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Bireuen, saya akan bekerja dengan baik dan akan selalu berkoordinasi dengan rekan-rekan pengurus partai, baik tingkat DPC, DPD, dan DPP Partai Demokrat, serta masyarakat dalam mempersiapkan kader-kader terbaik partai,” ujar Pemilik Swalayan Obama Market Matang Glumpangdua ini.

Pengusaha muda ini juga berharap agar masyarakat dan pengurus partai dapat bersama-sama memberikan dukungan penuh kepada dirinya, untuk membesarkan Partai Demokrat kearah yang lebih baik.

Jumat, 07 April 2017

Tim Irwandi Centre Aceh Timur Ajak Masyarakat Bersatu

IDI - Ketua Tim Irwandi Centre Kabupaten Aceh Timur, Ismail Bin Amin alias Aki Rayeuk (50), mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh Timur untuk bersatu membangun Aceh lebih baik di masa akan datang, karena tahapan pilkada 2017 telah usai.“Kami seluruh Tim Irwandi–Nova Aceh Timur, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Aceh Timur yang telah memberi dukungan kepada Irwandi-Nova, sehingga beliau terpilih sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022,” kata Aki Rayeuk, Jumat (7/4/2017) malam.

Aki Rayeuk berharap, kepada masyarakat Aceh Timur untuk bersatu dalam membangun Aceh di bawah kepimpinan Irawandi–Nova dalam masa lima tahun yang akan datang.

Seperti yang beritakan melalui GoAceh hingga “Kita tidak meragukan lagi kepimpinan Irwandi sebagai Gubernur Aceh, selain beliau telah mempunyai pengalaman, beliau juga punya ide-ide cemerlang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh,” kata Aki Rayeuk putra kelahiran Peureulak, Aceh Timur.

Katanya, usai pilkada Aceh dan ke depan masyarakat Aceh harus bersatupadu mendukung gubernur terpilih untuk membawa Aceh ke arah lebih dan maju, baik itu perekonomian rakyat, maupun pembangunan segala sektor.

“Karena tampa dukungan masyarakat, gubernur terpilih juga tidak dapat berbuat banyak untuk membangun Aceh lebih maju lagi. Untuk itu mari kita bersatu padu menuju Aceh yang taibatul warabbul ghafur,”demikian Aki Rayeuk.

Senin, 20 Maret 2017

Konflik Pilkada Jangan Hambat Pembangunan Bireuen

BIREUEN - Sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Aceh sangat merisaukan masyarakat. Karena sengketa itu dikhawatirkan akan turut berdampak pada realisasi anggaran dan pembangunan yang ujung-ujungnya merugikan publik.

"Kondisi ini membuat hati saya jadi galau. Apalagi jika kericuhan ini kemudian memicu emosi elit politik maka otomatis akan berdampak terhadap tata kelola pemerintahan, termasuk realisasi anggaran," terang Edi Saputra, Bos dari Obama Market yang akrab disapa Edi Obama.

Hampir di seluruh Aceh, pemenang Pilkada tidak diterima oleh rival politik masing-masing. Namun menurut Edi, fakta itu bukan masalah besar seandainya tiap elit mampu meposisikan dirinya secara lebih arif dan bijak.

"Yang jadi masalah dan ditakutkan semua orang adalah terjadinya gejolak ala preman kampung. Gaduh sesama sendiri, orang Aceh lawan orang Aceh, siapa pun yang menang pada ujung-ujungnya yang kalah tetap orang Aceh," ujarnya, Senin (20/3/2017.

Obama sang bos Market ini menitikberatkan perhatiannya terhadap kebijakan dan realisasi anggaran agar tidak terhambat akibat konflik tersebut. "Jangan hanya gara-gara konflik Pilkada, anggaran pembangunan Aceh teronggok di kas daerah, dibiarkan beku sehingga menghambat pembangunan.

Jangan korbankan publik, rakyat Aceh butuh pembangunan," ujar putra salah seorang penggiat bisnis di Aceh asal Bireuen ini.

Kegaduhan politik yang terjadi selama ini disebut hanya sebagai urusan pergantian pejabat pemerintahan di Aceh. Oleh karenanya tidak boleh merugikan kepentingan masyarakat.

"Untuk apa pemerintah kalau toh akhirnya membuat masyarakat sengsara?," kata Edi

Selain mengulas dampak yang timbul akibat tidak berjalannya anggaran, Edi juga menyorot kebijakan birokrasi yang telah secara sengaja membiarkan kondisi itu terjadi. "Banyak rekan-rekan sesama pebisnis bertanya kepada saya soal isu anggaran di pemerintahan Aceh agar jangan dipakai dulu.

Saya bilang itu salah. Kalau sekarang tidak digunakan, kapan lagi?
Sementara ini sudah hampir bulan April, sayangilah masyarakat kita," ucapnya. Untuk itu, Edi Obama mengingatkan para pemangku kebijakan agar berpikir jauh ke depan demi kemajuan daerah.

"Saya berharap seluruh aparatur pemerintah mengutamakan kepentingan rakyat dari pada kepentingan pribadi dan kelompok masing-masing," tandasnya.(M. REZA)

Sabtu, 18 Maret 2017

Azhari Cagee Tantang Pengamat Potong Telunjuk

BANDA ACEH - Wakil Ketua Komisi I DPRA, Azhari Cagee , tampak berang dengan komentar sejumlah pengamat, yang menyebutkan rencana dirinya bersama politisi Partai Aceh (PA) lain ingin mundur dari parlemen hanya gertak sambal.

Minggu (19/3)Azhari Cagee mengatakan, ia menantang para pengamat untuk potong telunjuk dan membuat perjanjian di notaris.
"Kalau MK tidak menggunakan UUPA dalam menyelesaikan sengketa pilkada ini, saya akan mundur. Ayo kita ke notaris, buat perjanjian, kalau saya tidak mundur saya siap dipotong telunjuk, kalau saya mundur telunjuk mereka dipotong. Mau? Ini saya tantang pengamat," kata Azhari Cagee saat menghubungi Serambinews.com dari Jakarta.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Azhari Cagee adalah salah satu politisi Partai Aceh yang cukup getol menyuarakan keinginannya untuk mundur dari parlemen--jika MK tidak menggunakan UUPA dalam menyelesaikan sengketa Pilkada Aceh.
"Jadi, jangan bilang-bilang ini gertak sambal, saya serius dalam hal ini. Kita ingin UUPA ini diperhatikan oleh Pemerintah Pusat," cetus Azhari. Ia juga meminta kepada semua pihak, untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di MK saat ini.

Gugatan kata Azhari, adalah salah satu tahapan Pilkada Aceh. "Kalau MK tidak mengedepankan
UUPA dalam persoalan ini, ya kita protes. Tahapan pilkada berjalan dengan UUPA, kok waktu penyelesaiannya tidak lagi dengan UUPA," pungkas Azhari Cagee .

Kamis, 02 Maret 2017

Polisi Serahkan Tersangka Coblos Ganda ke Jaksa

MEULABOH - Polres Aceh Barat, Kamis (2/3) menyerahkan Darwis (28) tersangka kasus dugaan pencoblosan ganda pada Pilkada 2017, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat. Penyerahan tersangka bersama barang bukti (BB) setelah kasus tersebut dinyatakan lengkap (P-21) oleh kejaksaan setempat.

Tersangka dan BB diserahkan oleh Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, AKP Fitriadi diterima Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Aceh Barat Mawardi SH di kejaksaan setempat. “Penyerahan tersangka setelah berkas perkara tersebut dinyatakan lengkap,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kasat Reskrim kepada Serambi, kemarin.

Kasi Pidum Kejari Mawardi mengatakan, tersangka tersebut sudah diterima jaksa dan segera dilengkapi berkas untuk diteruskan ke Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh. “Akan kita limpahkan ke PN. Terhadap jadwal sidang kita tunggu penetapan jadwal dari pengadilan,” kata Mawardi.

Seperti diberitakan, Polres Aceh Barat resmi menahan Darwis, warga sebuah desa di Aceh Barat yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan mencoblos ganda saat Pilkada Bupati Aceh Barat dan Gubernur Aceh, 15 Februari lalu. Kasus ini awalnya diteruskan oleh Panwaslih Aceh Barat setelah sebelumnya dibahas dalam rapat penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) Panwaslih karena ditemukan dugaan tindak pidana.

Sesuai DPT (daftar pemilih tetap) Darwis sudah mencoblos di Desa Babah Iseng Pante Ceureumen. Kemudian, dia mencoblos lagi di Desa Manggi Panton Reu.

Jika ditilik dari kasusnya, tersangka dijerat dengan Pasal 178 b Undang-Undang Nomor 10/2016 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota. Intinya, setiap orang yang saat pemunggutan suara dengan sengaja melawan hukum memberikan suaranya lebih dari satu kali di satu atau lebih TPS dipidana penjara paling singkat 36 bulan (3 tahun) dan paling lama 108 bulan (9 tahun) dan denda paling sedikit 36 juta dan paling banyak 108 juta.

Kamis, 23 Februari 2017

Mualem-Irwandi Kini Bekerja Sama Membangun Aceh

Calon gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Muzakir Manaf (Mualem) berjabat tangan dalam sebuah pertemuan di sebuah rumah kawasan Gampong Pineung, Banda Aceh, Rabu (22/2). Mereka memutuskan sepakat untuk bersatu lagi.

BANDA ACEH - Dua calon gubernur (cagub) Aceh yang bersaing ketat dalam Pilkada 2017, Muzakir Manaf dan Irwandi Yusuf, akhirnya bersatu lagi. Keduanya sepakat menyerahkan sepenuhnya keputusan hasil Pilkada 2017 kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh.

Hal itu disampaikan Mualem --sapaan Muzakir Manaf-- dan Irwandi Yusuf kepada beberapa wartawan dalam satu pertemuan khusus di sebuah rumah kawasan Kampung Pineung, Banda Aceh, Rabu (22/2). Pertemuan itu diakhiri dengan sesi wawancara dan makan siang bersama diselingi canda tawa.

Sesi wawancara berlangsung santai. Irwandi dan Mualem secara bergantian menjawab setiap pertanyaan wartawan. “Kita sudah sepakat bersatu lagi. Saya ingin seperti masa lalu, semuanya bersatu,” kata Irwandi Yusuf.

Bersatu yang ia maksudkan adalah bersatu dalam semangat yang sama untuk membangun Aceh, meski pun partai berbeda. “Aceh ke depan mesti bangkit, mesti hebat. Dana otsus tinggal sedikit lagi. Kita masih mampu membangun Aceh yang lebih baik,” tambah Irwandi.

Hal yang sama juga disampaikan Mualem. Mantan Panglima GAM ini mengatakan akan menghormati apa pun keputusan KIP Aceh. Persoalan kalah dan menang, kata dia, itu semua sudah diatur oleh Tuhan. “Kita hormati apapun keputusan KIP. Apa yang diputuskan oleh mereka, kita tetap setuju,” ucap Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Partai Aceh (PA) ini.

Seperti diketahui, meski saat ini KIP Aceh belum memplenokan hasil rekapitulasi perolehan suara Pilkada Gubernur, tetapi berdasarkan suara sementara yang masuk ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Irwandi Yusuf unggul dalam perolehan suara.

Inilah yang dikhawatirkan banyak pihak. Kekalahan Mualem yang diusung Partai Aceh selaku partai penguasa dengan basis massa para mantan kombatan, dikhawatirkan akan membuat suasana Aceh bergolak.

Namun kekhawatiran tersebut akhirnya pupus. Mualem dengan jiwa besar mengatakan siap memberikan dukungan jika memang Irwandi Yusuf ditetapkan sebagai pemenang oleh KIP Aceh.

“Saya akan mendukung pemerintahan Irwandi, itu sudah pasti. Legislatif dan eksekutif harus kompak bersama. Hari ini kita berjumpa berbicara masa depan, menyamakan persepsi. Mari kita bersatu untuk bersama-sama membangun Aceh,” ujar Mualem.

Kesepakatan untuk bersatu ini juga akan disampaikannya kepada seluruh kader dan simpatisan di lapangan. “Kita komit dengan apapun yang diputuskan KIP nanti. Kalau ada apa-apa di lapangan, mari sama-sama kita redam. Saya akan semaksimal mungkin menyampaikan kepada mereka (kader dan simpatisan),” ucap Mualem.

Irwandi juga mengakui peran mantan kombatan di Aceh sangat besar. Selama ini, para mantan kombatan tersebut terbagi dalam dua faksi besar, yakni di Partai Aceh dan Partai Nasional Aceh (PNA). “Apabila dua kekuatan ini bersatu untuk membangun Aceh, maka apalagi yang harus dikhawatirkan? Sekarang bisa kita katakan bahwa Aceh reopen to business (kembali terbuka untuk bisnis),” ucapnya.

Irwandi juga berjanji, setelah ia dilantik nanti sebagai gubernur, ia akan duduk bersama dengan para mantan calon gubernur untuk sharing pemikiran tentang membangun Aceh. Pernyataan Irwandi tersebut langsung ditanggapi oleh Mualem. “Insya Allah saya akan membantu Bang Wandi. Saya akan memberikan yang terbaik,” jawab Mualem.

Selasa, 21 Februari 2017

Kasdam IM Sarankan Waktu Rekap Suara Diperpendek

* Terlalu Lama, Rawan Manipulasi

BANDA ACEH - Kasdam Iskandar Muda, Brigjen Achmad Daniel Chardin menilai, waktu tahapan penghitungan dan rekapitulasi suara pemilu yang terdapat dalam Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah sekarang ini, yakni sembilan hari lamanya baru sampai ke provinsi, terlalu panjang dan sangat rawan dimanipulasi pihak-pihak tertentu.
“Dengan kemajuan teknologi informasi (IT) yang dimiliki bangsa Indonesia saat ini, harusnya waktu penghitungan suara dari TPS ke kecamatan, kabupaten/kota, provinsi sampai ke KPU Pusat, bisa lebih dipersingkat lagi,” kata Achmad Daniel pada acara jaring pendapat antara Tim Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu DPR RI dengan Anggota Muspida Aceh, KIP, Bawaslu, Panwaslih, dan instansi terkait lainnya di Ruang Pertemuan Potensi Daerah Lantai II Kantor Gubernur Aceh, Senin (20/2).
Daniel mencontohkan waktu penghitungan suara pilkada serentak yang sedang berlangsung di Aceh dan enam provinsi lainnya. Di tempat pemungutan suara (TPS) 1 hari, dari TPS ke kecamatan tiga hari, dari kecamatan ke kabupaten/kota tiga hari, dan dari kabupaten/kota ke provinsi tiga hari. Jadi, total waktu penghitungan suara pemilih dari TPS sampai ke KIP provinsi menghabiskan waktu 9-10 hari.
Padahal, kata Daniel, jika setelah penghitungan dari TPS-TPS di desa datanya langsung dikirim ke KPU/KIP kabupaten/kota dan KPU/KIP provinsi, maka pada hari kedua atau ketiga, masyarakat sudah tahu pasangan calon bupati/wakil bupati, wali kota/wakil wali kota dan gubernur/wakil gubernur mana yang terpilih.
Sekarang ini, untuk mengetahui pasangan bupati/wali kota yang terpilih, kata Daniel, masyarakat butuh waktu enam hari dan untuk gubernur/wakil gubernur waktunya sampai 10 hari.
Waktu tunggu itu, menurut Daniel, masih panjang dan sangat rawan untuk terjadi konflik dan manipulasi data. Kecuali itu, biaya pengamanannya jadi besar. Aparat keamanan yang seharusnya tiga hari setelah pemungutan suara sudah bisa ditarik dari lokasi TPS-TPS di desa dan PPK kecamatan.
Karena tahapan waktu penghitungan dan rekapitulasi totalnya dari TPS sampai ke kabupaten/kota dan provinsi sampai sepuluh hari, aparat kepolisian dan TNI yang di-BKO-kan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pemilih di desa-Desa, belum bisa ditarik ke baraknya masing-masing.
Untuk itu, kata Daniel, dalam penyusunan RUU Penyelenggaraan Pemilu 2019, waktu penghitungan dan rekapitulasi suara pemilu bisa dipersingkat, supaya aparat keamanan yang bertugas di TPS-TPS di desa-desa, bisa secepatnya ditarik, sehingga anggaran biaya pengamanan pimilu legislatif, pilpres dan pilkada yang harus dikeluarkan pusat dan pemda jadi lebih efisien lagi.
“Belajar dari pemilu Presiden Amerika Serikat, dalam waktu dua hari rakyatnya sudah bisa mengetahui presidennya yang baru, yakni Donald Trump,” tutur Daniel.
Menanggapi pertanyaan Tim Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu DPR RI, H Yandri Susanto SPt dan rombongan tentang kondisi keamanan di Aceh selama pelaksanaan pilkada serentak 2017 mengatakan, aman-aman saja. Kondisi yang terjadi di lapangan, sangat bertolak belakang dengan kondisi yang diperkiraan Bawaslu Pusat sebelumnya.
Pihak Bawaslu menyatakan, Pilkada Aceh masuk dalam kategori rawan gangguan kemanan dan konflik, setelah Papua. Tapi fakta yang terjadi tidak seperti itu. Kegaduhan politik dan gesekan antarpasangan calon bupati/wali kota dan gubernur, tetap terjadi di lapangan, tapi bisa diselesaikan dalam waktu 24 jam tidak sampai ke pengadilan. Pilkada Aceh tahun 2017, sangat berbeda sekali dengan suasana Pilkada 2012. Sekaranagan ini, kondisinya cukup aman dan damai.
Sementara itu, Pakar Hukum dari Unsyiah, Prof Husni Djalil yang hadir dalam pertemuan itu menyaranakan kepada Tim Pansus Penyusunan RUU Penyelenggaraan Pemilu yang baru dari DPR RI, dalam pembahasan draf RUU Penyelenggaraan Pemilu yang baru ini, perlu juga diperhatikan isi UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Maksudnya, jangan karena keasyikan menyusun materi pemilu yang berlaku umum, sehingga terlupakan daerah yang memiliki kekhususan dan keistimewaan seperti Aceh. Tujuannya, agar RUU Penyelenggara Pemilu yang baru nanti tidak membuat UUPA jadi “mati suri”, seperti yang terjadi sekaranag ini. Salah satu contohnya, dalam UUPA, konflik pemilu diselesaikan ke Makamah Agung, tapi karena UU Pilkada yang baru diselesaikan ke Makamah Konstitusi, sehingga konflik Pilkada di Aceh pun harus bermuara ke MK juga.
Acara jaring pendapat Tim Pansus RUU Penyelenggara Pemilu DPR RI itu dipimpin Sekda Aceh Dermawan bersama Ketua Rombongan H Yandri Susanto SPt.
Pada acara ini, Kasdam IM, Brigjen TNI Achmad Daniel, dari Polda Aceh, pengadilan tinggi, Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi, Ketua Bawaslu Aceh, Askalani Panwaslih Aceh, Samsul Bahri, staf ahli Gubernur bidang Pemerintahan dan Politik, Dr M Jafar M Hum SH dan lainnya, turut memberikan masukan. Terutama terkait dengan masalah kekhususan Aceh yang terdapat dalam UUPA.
Tim Pemerintah Aceh yang hadir meminta Tim Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu dari DPR RI agar dalam penyusunan RUU pemilu yang baru juga memperhatikan isi UUPA, jangan sampai mati suri.

Senin, 20 Februari 2017

Mualem Menang Di Pidie, Suara Semakin Meningkat

PIDIE – masuk hari ke lima setelah proses pencoblosan yang dilaksanakan secara serentak di provinsi Aceh pada rabu (05/02/2017) lalu telah telah memperoleh hasil dari setiap kabupaten/kota, salah satunya adalah kabupaten Pidie yang di menangkan oleh H. Muzakir Manaf (Mualem) dan Ir. H. T.A. Khalid, M.M.

Data yang diterima media politikaceh.co, senin (20/02/2017) hasil perolehan suara dari 802 Tempat Pencoblosan Suara (TPS) untuk wilayah hukum Pidie dimenangkan oleh pasangan no urut 5 yaitu H. Muzakir Manaf dan Ir. H. T.A. Khalid, M.M dengan perolehan suara sebanyak 60.445 suara, dan disusul oleh rivalnya Drh. H. Irwandi Yusuf, M.Sc dan Ir. H. Nova Iriansyah, MT dengan 46.901 suara.

Sedangkan di urutan ketiga terdapat Zakaria Saman dan Ir. H. T. Alaidinsyah, M.Eng dengan jumlah suara sebanyak 36.741 suara, selanjutnya dr. H. Zaini Abdullah dan Ir. H. Nasaruddin, MM dengan total suara 24.138 suara, disusul oleh  Ir. H. Tarmizi A. Karim, M.Sc. dan Ir. H. T. Machsalmina Ali, M.M dengan perolehan suara sebanyak 22.410 suara, dan di posisi terakhir terdapat pasangan Dr. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si dan Sayed Mustafa Usab Al-Idroes, SE, M.Si dengan suara sebanyak 5.383 suara.

Hasil tersebut didapat dari 296.096 Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan sebanyak surat suara Sah berjumlah 196.018 lembar dan yang tidak Sah atau Rusak sebanyak 13.875 lembar.

Meski Ucapkan Selamat, Pemuda Bireuen Harap yang Terpilih Tak Lupakan Janji

Bireuen – Pemuda asal Bireuen di Medan yang juga mahasiswa Program Pascasarjana di salah satu Universitas Negeri di Medan, Rahmat Asri Sufa mengajak seluruh masyarakat Bireuen untuk bersyukur karena Pilkada Bireuen terlaksana dengan baik dan aman.

Meski Pihak Penyelenggara Pilkada belum menetapkan peraih suara terbanyak secara resmi, tapi berdasarkan hasil hitung cepat, Rahmat Asri Sufa mengucapkan selamat kepada pasangan calon nomor urut 6 Saifannur - Muzakkar.

“ Saya sebagai salah seorang warga Bireuen mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa syukur kepada Allah SWT. atas pelaksanaan Pilkada 15 Februari 2017 lalu dan dengan tidak mengurangi rasa hormat atas proses yang masih sementara berjalan mengucapkan selamat kepada Bapak H. Saifannur, S.Sos dan Bapak Dr. H. Muzakkar A. Gani, SH., M.Si yang memimpin perolehan suara terbanyak dari data Portal KPU ,” ujar Rahmat, Minggu (19/2/2017).

“Kami tetap mendoakan agar proses yang sementara berjalan dapat berlangsung dengan sukses sambil memberikan apresiasi yang tinggi kepada KIP, Panwaslih,  serta Pemerintah Kab. Bireuen dan Aparat Kepolisian yang telah menjalankan tugas mereka dengan baik. Walaupun ada beberapa kekurangan namun kami memberi apresiasi positif buat kinerja mereka semua,” katanya.

Meski memberi ucapan selamat tapi selaku Pemuda Bireuen berharap, pemimpin yang terpilih akan bekerja dengan baik dan memenuhi janji-janjinya kepada masyarakat.

“Doa dan harapan kami kepada Pemimpin Bireuen terpilih yaitu dapat merealisasikan program-program yang ditawarkan kepada masyarakat saat kampanye lalu sehingga Kabupaten Bireuen semakin unggul,” tambahnya

Rabu, 15 Februari 2017

Mualem Unggul Sementara di Aceh Utara

LHOKSUKON – Pasangan H Muzakir Manaf/TA Khalid calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh nomor urut 5 unggul untuk sementara dalam perolehan suara di Kabupaten Aceh Utara , Rabu (15/1/2017) malam.

Mualem memperoleh 70.082 suara dari 39 persen yang sudah masuk ke Desk Pilkada Aceh Utara.
Informasi yang diperoleh suara terbanyak kedua untuk sementara diraih pasangan nomor urut 1, Tarmizi Karim/HT Machsalmina Ali, yaitu 50.818 suara.

Lalu pasangan nomor urut 6, Irwandi Yusuf/Nova Iriansyah juga 34.556 suara.
Kemudian pasangan nomor urut 2, Zakaria Saman/HT Alaidinsyah 6.357 suara, dan Zaini Abdullah/Nasaruddin memperoleh 3.674 suara.

Sedangkan pasangan nomor urut 3, Abdullah Puteh/Sayed Mustafa memperoleh 1.275 suara. Untuk diketahui jumlah Daftar Pemilih Tetap yang ditetapkan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara adalah 420.480.
“Sampai pukul 21,30 WIB, malam ini baru 39 persen suara masuk ke Deks Pilkada Aceh Utara,” ujar anggota Tim Desk Pilkada Aceh Utara T Nadirsyah *

Selasa, 14 Februari 2017

Tim Pemenangan Tu Sop-dr.Pur Akan Laporkan Pelaku Pemalsuan Surat ke Polisi

Bireuen – Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati Bireuen Tgk. H.M Yusuf Abdul Wahab dan dr. Purnama Setia Budi, SP. OG akan melaporkan pihak pemalsu surat rekayasa pengunduran diri Tu Sop ke polisi. Hal ini diungkapkan Tim Kemenangan Tu Sop dalam konferensi pers yang berlangsung di Posko Pemenangan Tu Sop-dr.Pur Selasa, (14/2/2017) sekira pukul 14.30 WIB.



“Terkait pemalsuan tandatangan dan surat menyurat, kami tegaskan akan kita proses hukum. Kita sudah punya beberapa orang yang kita curigai. Gaya mengirim email ke banyak orang tidak banyak di Bireuen,” kata Ketua Bidang Advokasi Zulfikar Muhammad.

Zulfikar melanjutkan, kepada pelaku pihaknya berharap segera meminta maaf, karena menurut Zulfikar, Tu Sop sudah membuka peluang untuk memaafkan.

“Kami bersedia memaafkan, dengan syarat datang ke posko untuk minta maaf. Kita berharap orang tersebut terbuka hatinya untuk meminta maaf,” harap Zulfikar.

Sebelumnya Tgk. Nurdin M. Judon, saya selaku Ketua Tim Pemenangan Pusat Paslon Tu Sop-dr.Pur mengatakan terkait isu yang beredar semuanya sudah mengundurkan itu tidak benar.

“Saya katakan bahwa isu itu tidak benar, fitnah. Sebagaimana sering dialami Paslon no urut 3. Menyangkut tandatangan Tu Sop di surat tersebut adalah palsu, tandatangan saya juga palsu. Kami akan melakukan proses hukum mulai hari ini, yang kami permasalahkan adalah pidana pemilu dan pemalsuan tandatangan,” kata Tgk. Nurdin

Ia juga mengatakan, Mudah-mudahan dengan proses hukum yang tersebut menjadi pelajaran buat semua, supaya tidak terjadi lagi pada calon yang lain.

“Kita berharap proses demokrasi ini bisa berjalan seperti di negara-negara maju, supaya politik yang kita jalankan menjadi politik halal,” ujar Tgk. Nurdin.

Sementara itu Dr. Pur yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut mengatakan, bahwa mereka tetap komit mengikuti Pilkada ini.

‘Saya menyarankan kawan-kawan tetap bekerja sesuai arahan, jangan terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang. Kita berharap pilkada besok akan berjalan damai,” pungkas dr. Pur. 

Senin, 13 Februari 2017

Panik Dan Takut Kalah, Ayah Sop Kembali Difitnah

SURAT DIDUGA PALSU BERISI PENGUNDURAN DIRI CALON BUPATI BIREUEN TU SOP.
Bireuen – Tim juangnews menerima email dari OTK Sekira pukul 8.58 WIB Selasa, (14/2/2017) yang isinya sungguh mengejutkan, yakni tentang pengunduran diri Tgk. Muhammad Yusuf A. Wahab alias Tu Sop dan pengunduran diri Tim Pemenangan yang bergabung dalam Barisan Muda Ummat (BMU) yang ditandatangani Ketua Tim Pemenangan Tgk. Nasruddin Judon.

Adapun isi surat pengunduran diri Tu Sop itu adalah sebagai berikut :
“Menyatakan dengan sebenarnya bahwa saya mengundurkan diri dari calon Bupati Bireuen periode 2017 s.d 2022, dalam hal ini saya memohon maaf kepada semua pihak. Demikian surat pernyataan saya perbuat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari pihak manapun,” tulisnya.
Kemudian di tandatangani oleh Tgk. Muhammad Yusuf A Wahab di atas materai Rp 6000 pada tanggal 12 Februari 2017.

Kemudian surat dari tim kemenangan berisi sebagai berikut:
Dengan ini menyatakan:

  1. Mulai tanggal 12 Februari kami dari Tim Relawan Tgk. Muhammad Yusuf A.Wahab atau disebut dengan Barisan Muda Ummat resmi membubarkan diri sebagai Tim Sukses.
  2. Menyatakan yang bahwasanya benar calon bupati yang kami usung telah mengundurkan diri dari kandidat bupati bireuen.
  3. Dengan pernyataan resmi ini, dengan sendirinya Tim sukses tingkat kecamatan juga ikut di bubarkan.
  4. Pengunduran kami ini dari pesta demokrasi yang akan digelar pada 15 Februari 2017 merupakan keputusan resmi dari Ayah dan Keputusan Resmi dari Tim BMU.
  5. Mohon jangan disangkut paut dengan apapun menyangkut pengunduran diri ini.
  6. Kami dari pengurus tim inti,memohon maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bireuen dan juga untuk seluruh kandidat Bupati Bireuen lainnya.
  7. Demikian siaran pers ini kami perbuat, dengan sebenar benarnya dan penuh kesadaran tanpa paksaan dari pihak manapun.

Ditandatangani di Bireuen, 12 Februari 2017 oleh Ketua Tim Pemenangan Tgk. Nasruddin Judon di atas materai Rp6000.
Terkait dengan surat tersebut kepada media ini Ketua Tim Pemenangan Tu Sop, Tgk. Nasruddin Judon membantah terkait surat tersebut.
“Itu tidak benar, itu fitnah. Nampak sekali surat itu palsu, karena tandatangan Tu Sop dan tandatangan saya bukan demikian,” kata Tgk. Nasruddin Judon.
Sampai berita ini ditayangkan belum ada pihak-pihak yang mengaku bertanggungjawab terhadap surat tersebut. Ada-ada saja

Jumat, 10 Februari 2017

Tgk. Akop Alumni GAM Libya : “ZIKIR” Hanya Menguntungkan Orang-orang Dekatnya Saja

Beliau adalah Mantan pelatih GAM dan Komandan Operasi Wilayah Batee Iliek, Tgk Akob yang juga alumni GAM Libya,
Beliau juga yang dulu pernah menjadi mualimin (pelatih) di Sawang, Aceh Utara.

Pria yang tergolong sangat sederhana merasa dibutuhkan saat-saat menjelang Pemilu atau Pilkada saja. Setelah itu dicampakkan begitu saja. Makanya sekarang beliau sudah kapok untuk membela keduanya (Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf) yang maju kembali sebagai calon Gubernur Aceh. Sebab, jika pun mereka yang berkuasa kembali, pasti tidak akan ada perubahan dan rakyat tetap masih hidup melarat.

Dia juga menyayangkan, dana pembinaan untuk mantan kombatan GAM ratusan miliar rupiah hanya di atas kertas saja, namun sampai saat ini tidak jelas siapa yang menikmatinya. Seharusnya, menurut Tgk. Akob, ada pihak bertanggungjawab terhadap dana itu yang sekarang mulai bermasalah dengan penegak hukum.

Menurut Tgk. Akob, selama lima tahun Aceh dipimpin “Zikir”, masih banyak masyarakat yang hidup di bawah kemiskinan, karena tidak adanya pemerataan pembangunan. Jika dilihat dari besarnya anggaran yang dikelola Pemerintah Aceh, tidak mungkin Aceh menempati urutan atas angka kemiskinan di Indonesia.

Sebenarnya, siapa menikmati uang Aceh yang sangat berlimpah setelah Aceh ini damai? beliau melihat hanya orang-orang dekat penguasa saja mendapat bagian menikmati uang itu. Sedangkan mantan kombatan masih banyak yang hidupnya melarat, tidak dipedulikan oleh mereka yang sudah jadi Gubernur dan Wakil Gubernur.

Tu Sop: Saya Maju dari Jalur Independen untuk Persatukan Ummat

Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab di halaman Fanspage Facebooknya mengatakan, beliau maju sebagai sebagai calon Bupati Bireuen lewat jalur independen salah satunya adalah untuk mempersatukan semua aliansi dan faksi partai politik. 


          “Jadi, sejak dari awal saya sudah memutuskan untuk tidak mendaftar melalui jalur partai politik. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pertimbangan yang matang dan kajian mendalam tentang anatomi pemerintahan dan perpolitikan selama ini. Intinya, seluruh potensi negatif yang digambarkan oleh pihak-pihak tertentu sudah dianalisa dan dikaji lebih dahulu, “ ujar Tu Sop mengawali penjelasannya.

          Justru, kata Tusop, maju lewat jalur independen merupakan sikap solutif yang bermanfaat bagi realisasi persatuan ummat.

          “Justru sebuah sikap cerdas dan solutif sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak, sekaligus mempersatukan semua aliansi dan faksi dari berbagai partai sehingga memberikan manfaat bagi realisasi persatuan ummat dan masa depan bangsa, “ kata Tusop.

Berikut pernyataan Tu Sop di halaman Facebooknya.

Jalur Independen Bagi Saya Adalah Inisiatif, Bukan Alternatif

          Banyak yang bertanya kenapa saya maju sebagai calon Bupati Bireuen melalui jalur independen, bukan jalur partai. Terakhir pertanyaan ini juga muncul saat debat Calon Bupati dan Wakil Bireuen beberapa waktu lalu. Maju lewat jalur independen bukan alternatif, melainkan inisiatif dan pilihan pribadi dan tim. Jadi, sejak dari awal saya sudah memutuskan untuk tidak mendaftar melalui jalur partai politik. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil pertimbangan yang matang dan kajian mendalam tentang anatomi pemerintahan dan perpolitikan selama ini. Intinya, seluruh potensi negatif yang digambarkan oleh pihak-pihak tertentu sudah dianalisa dan dikaji lebih dahulu.

          Namun demikian, Saya pribadi alhamdulillah selama ini selalu beinteraksi dengan legislatif, dan di semua partai. Di lapangan, dalam interaksi saya dengan para politisi lintas partai politik, saya memahami bahwa masih banyak di antara mereka yang memiliki pikiran yang positif. Masih banyak di antara mereka yang berperilaku baik dan masih berfikir untuk masyarakat. Baiklah, saya ingin menjawab lebih runut tentang eberapa pertimbangan saya maju lewat jalur independen. 

          Pertama, keputusan ini untuk menghindari berkeseblasan bagi keseblasan partai. Sementara semua partai berkewajiban membela semua rakyat, tanpa memilih dari partai mana. 

          Lebih dari itu, juga untuk menghindari sebuah “konspirasi” antara penguasa dan partai penguasa menjadi sebuah “konspirasi” antara eksekutif dan legislative yang menjadi mafia kekuasaan untuk agenda-agenda yang tersembunyi dan terselubung yang merugikan rakyat, dimana ini didalangi dari belakang untuk kepentingan personal atau kelompok. Semua rakyat mengharapkan penguasa dan pemimpin berkuasa untuk mewujudkan kemaslahatan rakyat, bukan untuk kepentingan kelompok.

          Kedua, masih banyak kawan saya di legislative yang pro rakyat. Tetapi realitasnya mereka sulit berkiprah karena dikendalikan oleh kelompok-kelompok tertentu. Maka kemudian, jalur independen lah sebagai salah satu strategi dan syarat bagi saya untuk melepaskan dari belenggu-belenggu tersebut demi kemaslahatan masyarakat banyak.

          Oleh sebab itu, maju lewat jalur independen sesungguhnya bukanlah kekurangan dan kelemahan. Justru sebuah sikap cerdas dan solutif sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak, sekaligus mempersatukan semua aliansi dan faksi dari berbagai partai sehingga memberikan manfaat bagi realisasi persatuan ummat dan masa depan bangsa.

          Ketiga, ada yang bertanya, bagaimana seandainya dalam menjalankan pemerintahan lalu dikriminalisasi oleh pihak-pihak tertentu. Pertama harapan saya mjudah-mudah itu tidak terjadi kalau memang sama-sama pro rakyat dan membela kepentingan dan masa depan mereka. Bagi saya, seandainya setiap program pro rakyat yang kami cetuskan dikriminalisasi, maka itu sama saja dengan membunuh prospek masa depan mereka sendiri, karena mereka pasti akan ditinggalkan oleh rakyat. Tapi sekali lagi, saya yakin tak ada yang ingin ditinggalkan oleh rakyat. Wassalam

Tertanda,

Tgk H Muhammad Yusuf A. Wahab

Dayah Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb, Bireuen

Selasa, 07 Februari 2017

Apa Karya: Baca Yasin Sebelum Pilih Pemimpin

LHOKSUKON – Calon gubernur Aceh nomor urut 2, Zakaria Saman yang akrap disapa Apa Karya , mengimbau warga Aceh membaca Surah Yasin selama tiga malam berturut-turut agar yang terpilih pada pilkada 15 Februari 2017 mendatang pemimpin yang terbaik untuk Aceh.

Apa Karya juga yakin, dengan adanya warga membaca Yasin, maka pemimpin yang tak tidak amanah akan merasakan akibatnya.

Hal itu dikatakan Apa Karya saat berkampanye di Lapangan Landing Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (7/2) sore, bersama calon wakilnya, Ir T Alaidinsyah MEng.

Kampanye Apa Karya juga dimeriahkan dengan penampilan penyanyi Aceh, Said Jaya dengan lagu Kapaloe dan Inong Aceh, serta rapa-i Pase. Hadir juga dalam kampanye tersebut calon bupati/wakil bupati Aceh Utara nomor urut 4, Fakhrurrazi H Cut/Mukhtar Daud.

Dalam kampanye itu Apa Karya membeberkan berbagai persoalan yang terjadi saat ia masih menjabat Menteri Pertahanan Gerakan Aceh Merdeka (Menhan GAM), dan juga Tuha Peuet Partai Aceh (PA). Salah satu di antaranya adalah pembelian senjata ketika masa konflik. “Ada yang berkembang sekarang bahwa Apa Karya hanya membeli beberapa pucuk saja. Padahal, saya membeli senjata dengan hasil keringat saya sendiri,” katanya.

Namun, ketika dipercayakan kepada orang lain untuk membeli senjata, senjata tidak tak dapat, uang dihabiskan. Karena disuruh pergi ke Malaysia, tapi dia pergi ke Thailand, sehingga sampai ke sana ditipu. “Lagee tayue mita lhok bak itek, dipajoh keudrou jih dilei/Ibarat kita suruh cari dedak ke itik, maka dia makan sendiri lebih dulu,” ujar Apa karya, disambut teriakan riuh masyarakat yang memadati Lapangan Landing.

Apa karya juga menyebutkan bahwa yang mengusulkan nama Partai Aceh (PA) adalah dirinya. “PA itu bisa diartikan Perjuangan Aceh, Partai Aceh, dan Pemerintah Aceh,” ucapnya.

Mantan Menhan GAM ini juga mengklaim bahwa dialah yang pertama mengusulkan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). “Kalau tidak percaya silakan tanya kepada Mustafa Abubakar (mantan Pj Gubernur Aceh -red), tapi sekarang banyak yang mengaku-ngaku sebagai penggagas JKA,” ungkap Apa Karya.

Dalam kampanye itu Apa Karya juga menyebutkan soal kisruh bendera Bintang Bulan. Menurutnya, jika ia berkesempatan menjadi gubernur Aceh, maka yang akan menjadi bendera Aceh adalah Alam Peudueng, pengganti Bintang Bulan, karena bendera tersebut memiliki sejarah. “Meunyoe pruet katroe, masyarakat hana dijak persoalkan le bandera. Ija-ija itam, pih jeut keu bandera/Jika perut sudah kenyang, masyarakat tak akan mempersoalkan lagi bendera. Kain-kain hitam pun bisa jadi bendera,” kata Apa Karya .

Ia juga menyesalkan, kenapa sekarang bendera Bintang Bulan dipaksakan sebagai bendera Aceh, sedangkan masyarakat Aceh belum sejahtera.
Massa yang hadir dalam acara itu mendengar dengan saksama kampanye Apa Karya , sehingga ketika Apa berkali-kali hendak mengakhiri kampanye, simpatisan yang hadir berharap calon gubernur nomor urut 2 itu untuk terus melanjutkan kampanyenya. “Pue lon peugah lom teuma/Terus, apa lagi yang harus saya katakan,” tanya Apa Karya.
Apa Karya kemudian menyorot soal dana aspirasi dewan yang selama ini hanya diberikan kepada pihak tertentu saja, tapi sekitar 30 persen harus dikembalikan lagi kepada anggota dewan bersangkutan. “Karena itu saya berharap kepada masyarakat Aceh supaya membaca Yasin selama tiga malam berturut-turut sebelum pemilihan, sehingga yang terpilih ke depan adalah pemimpin terbaik bagi Aceh, bukan untuk kelompok,” pungkas Apa Karya.

Sebelumnya kampanye Apa Karya -Alaidinsyah kemarin diisi Tgk Zahlul Al Fitra dan Tgk Syafaul.

Calon Gubernur Aceh Zakaria Saman yang berpasangan T Alaidinsyah berorasi politik saat kampanye di hadapan pendukungnya di lapangan Landeng, Lhokseukon, Aceh Utara, Selasa (7/2/2017).

Jumat, 03 Februari 2017

Harusjadi akan laksanakan Kampanye Akbar di Lapangan Blang Asan


Bireuen - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bireuen Nomor urut 1 H. Ruslan M. Daud dan Drs. H. Jamaluddin Idris dijadwalkan besok akan melakukan Kampanye Akbar di Kabupaten Bireuen, tepatnya di Lapangan Blang Asan, Matangglumpangdua (4/2/2017)

Kampanye akbar ini diperkirakan akan dihadiri oleh puluhan ribu massa dari berbagai desa dan kecamatan seputaran Kab. Bireuen, massa akan hadir memadati Lapangan Blang Asan untuk menyambut Kampanye Akbar dari Paslon nomor urut 1.

Salah seorang Tim Pemenangan Harusjadi, Rahmat Asri Sufa menyampaikan " kampanye akbar dilaksanakan di lapangan blang asan pada minggu, 5 februari 2017, pukul 13.00 s.d selesai (ba'da zuhur). Massa yang berhadir dari berbagai kalangan, baik tua maupun muda ". Pungkas Rahmat

Lanjutnya, semua tim sudah bekerja sangat keras dan mempersiapkan kegiatan kampanye akbar ini agar acara berlangsung kondusif, ujar Rahmat pemuda asal Kec. Peusangan, Bireuen ini.

Kami mengundang semua masyarakat Kab. Bireuen untuk mendengarkan orasi politik dari paslon nomor urut 1 Harusjadi, dan bagi yang memiliki rombongan silakan melapor kepada tim tingkat Kecamatan dan Tim yang sudah dipersiapkan untuk Kampanye Akbar di Lapangan Blang Asan, kabupaten Bireuen.

Selasa, 31 Januari 2017

Tim IrwandiNova terus lakukan Koordinasi


Bireuen - Pilkada Serentak 2017 tinggal menghitung hari, segala persiapan mulai dipersiapkan dengan matang, Tim Pemenangan setiap paslon Cagub/Cawagub terus melakukan sosialisasi ke semua lini dan koordinasi antar Tim dimanapun berada.

Salah satu Tim Paslon Cagub/Cawagub, IrwandiNova Kabupaten Bireuen terus melakukan koordinasi dan evaluasi antar Tim pemenangan, pertemuan internal yang dilakukan di salah satu cafe di Kab. Bireuen (1/2/2017)

Rahmat Asri Sufa, Tim Muda pemenangan IrwandiNova menyampaikan, " sejauh ini kami sudah melakukan yang terbaik, dengan sosialisasi maksimal. Dan khususnya saya sendiri lebih fokus ke pemuda/i agar tidak golput nantinya, karena satu suara sangat menentukan masa depan Aceh 5 Tahun ke depan. Kalau hari ini saja kita sudah tidak peduli, kapan lagi kita mau berbuat, maka pikirlah Aceh untuk kedepan, jangan hanya hari ini", ujar Rahmat yang juga salah satu Kader Muda Partai Demokrat Bireuen.

Lanjutnya, 15 Februari hanya tinggal beberapa hari lagi, mari kita mengawal pilkada kali ini dengan sepenuh hati, jangan sampai ada hal-hal yang tidak patut untuk dipertontonkan di pesta demokrasi kali ini, semoga harapan ini di dengar oleh semua pihak.

Kami yakin, dan tentunya dengan izin Allah SWT. Pasangan IrwandiNova akan meraih perolehan suara yang maksimal, Insyaallah akan memimpin Aceh 5 tahun mendatang, sebut Rahmat Asri Sufa dengan sikap optimis


Jumat, 20 Januari 2017

Jubir PA Pase Jhoni Dikabarkan Ditangkap

Panton Labu | Beredar kabar sekira pukul 14.45 WIB, Jumat siang ini (20/1/2017),  juru bicara (jubir) Partai Aceh (PA) Wilayah Pase, Jhoni, diamankan jajaran Polres Aceh Utara, usai shalat Jumat di Mesjid Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara.

Sejauh ini belum mendapatkan informasi lengkap, terkait penangkapan itu. Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji yang dikonfirmasi, belum berhasil. Dihubungi melalui telpon seluler tersambung, namun tidak mengangkat. Sumber media ini mengabarkan, saat ini Jhoni ditangkap telah dibawa ke Polres Aceh Utara.

Tgk M. Jafar Daud Mengaku Diperintahkan Jhoni

Panton Labu | Pelan tapi pasti, motif dibalik pengamanan (penangkapan) juru bicara Partai Aceh (PA) Wilayah Pase, Aceh Utara, mulai terungkap. Ternyata, selain Jhoni, jajaran Polres Aceh Utara, juga mengamankan Tgk Jafar Daud. Dia mengaku diperintahkan Jhoni untuk naik atas mimbar dan menyampaikan khutbah Jumat. Itu dilakukan, agar jangan disampaikan Tarmizi A. Karim.

Sumber kericuhan itu berawal jelang pelaksanaan shalat Jumat di Masjid Agung, Panton Labu, Aceh Utara. Nah, panitia shalat Jumat di masjid itu mengaku, didatangi Muhammad Jhoni alias Jhoni dan Keuangan Sago Raja Sabi Otman alias Ayah Ot serta salah satu tokoh agama dari KPA/PA Pasee yaitu Tgk. Jafar Daud. Mereka menyampaikan atau melarang panitia shalat Jumat agar Ir. H. Tarmizi A. Karim MSc, calon Gubernur Aceh untuk membacakan khutbah di mesjid tersebut.

Tak hanya sampai di situ. Saat sebelum pembacaan khutbah Jumat, Jhoni Cs  memerintahkan Tgk. M. Jafar Daud, untuk membacakan khutbah. Lalu, Tgk. M. Jafar Daud naik mimbar dan membacakan khutbah. Namun, baru mengucapkan salam, Tgk. M. Jafar diminta turun oleh panitia shalat, didampingi aparat Polsek Tanah Jambo Aye dan anggota Intel Kodim 0103/Aceh Utara. Alasanya, karena Tgk Jafar tidak memiliki jadwalnya untuk membacakan khutbah di mesjid ini. Hasilnya, perdebatan pun tak terhindarkan. Tgk. M. Jafar Daud mengaku diperintahkan oleh juru bicara KPA-PA Pasee yaitu Muhamamd Jhoni dan Otman alias Ayah Ot (Keuangan Sago Raja Sabi) untuk membacakan khutbah.

Karena terjadi keributan, ketiga anggota KPA/PA Pase itupun akhirnya diamankan ke Mapolsek Tanah Jambo Aye. Selanjutnya, Tarmizi A. Karim diminta panitia shalat Jumat untuk naik ke mimbar dan membacakan khutbah Jumat. Dan, sekira pukul 14.20 WIB, Ir. H. Tarmizi A. Karim melanjutkan kegiatan kampanye dialogis dan bersilaturahmi di Dayah Darul Mutaallimin, pimpinan Tgk. H. Abdul Hamid di Desa Alue Mirah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Kamis, 19 Januari 2017

IrwandiNova akan laksanakan Kampanye Akbar di Bireuen

Bireuen - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Nomor urut 6 drh. H. Irwandi Yusuf, M.Sc dan Ir. H. Nova Iriansyah, MT dalam beberapa hari hari ini akan melakukan Kampanye Akbar di Kabupaten Bireuen, tepatnya di Lapangan Blang Asan, Matangglumpangdua (18/1/2017)

Kampanye akbar ini diperkirakan akan dihadiri oleh puluhan ribu massa dari berbagai desa dan kecamatan seputaran Kab. Bireuen, massa akan hadir memadati Lapangan Blang Asan untuk menyambut Kampanye Akbar dari Paslon nomor urut 6.

Salah seorang Tim Pemenangan IrwandiNova Kabupaten Bireuen, Rahmat Asri Sufa menyampaikan " kampanye akbar dilaksanakan di lapangan blang asan pada sabtu, 21 januari 2017, pukul 13.00 s.d selesai (ba'da zuhur). Massa yang berhadir dari berbagai kalangan, baik tua maupun muda ". Pungkas Rahmat

Lanjutnya, semua tim sudah bekerja sangat keras dan mempersiapkan kegiatan kampanye akbar ini agar acara berlangsung kondusif, ujar Rahmat pemuda asal Kec. Peusangan, Bireuen ini.

Kami mengundang semua masyarakat Kab. Bireuen untuk mendengarkan orasi politik dari paslon nomor urut 6 IrwandiNova, dan bagi yang memiliki rombongan silakan melapor kepada tim masing-masing baik tingkat kecamatan dan Tim Sekber kabupaten Bireuen.