Tampilkan postingan dengan label Kabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2016

Putra Aceh Menebar Bakti di Belantara Papua

ZAKI kecil tidak pernah berpikir akan menginjakkan kaki di Papua. Bahkan dia tidak pernah bercita-cita bekerja di luar Aceh setelah lulus kuliah. Namun garis tangan laki-laki yang bernama lengkap Muhammad Zaki (27), lulusan FKIP Umuslim tahun 2014 tersebut membawanya menyasar pelosok Papua, menghabiskan waktu dan bertaruh nyawa di hutan belantara dengan mendidik putra-putri di provinsi ujung timur Indonesia tersebut.

Zaki mengisahkan petualangannya kepada Kabag Humas Umuslim, Zulkifly MKom yang kemudian diteruskan ke e-mail redaksi Serambi. Pada Desember 2015, kata Zaki mengisahkan perjalanannya, dia mengikuti seleksi Program Guru Penggerak Daerah Terpencil melalui program Pokja Papua. Seleksinya di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Ada ratusan peserta yang lolos, dan Zaki satu-satunya yang berasal dari Aceh. Pemuda asal Desa Cot Kruet Makmur, Kabupaten Bireuen, ini kemudian diterbangkan ke Papua. Dia ditempatkan di Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya, Januari 2016.

Untuk mencapai sekolah tempat dia mengajar di Distrik Mbiandoga, Zaki harus terbang dengan pesawat perintis. Lama terbangnya sekitar 20 menit dari Kabupaten Nabire dengan harga tiket Rp 2 juta sekali terbang. Setelah turun dari pesawat di sebuah landasan yang dikelilingi ilalang kawasan Intan Jaya, dia masih harus berjalan kaki naik-turun gunung sekitar dua hari dua malam. Semua jalur dan sarana transportasi ini sudah ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Intan Jaya.

“Kondisi pendidikan di Papua sangat jauh berbeda dengan apa yang saya lihat dan rasakan di daerah terpencil Aceh. Papua masih sangat tertinggal dan serbakekurangan. Topografi wilayah yang bergunung-gunung membuat provinsi ini benar-benar terisolir, bahkan tidak ada jalan akses sama sekali,” katanya.

Jika tidak ada pesawat, lanjutnya, butuh waktu seminggu berjalan kaki. Ini pun dengan asumsi tidak ada gangguan di jalan, seperti binatang buas atau sedang perang antarsuku. Bukan rahasia, lantaran banyaknya suku yang mendiami kawasan tersebut, perang kerap terjadi.

Makanan pokok di Papua sangat mahal. Beras dengan berat 25 kg harganya Rp 1,3 juta, gula Rp 50.000/kg. Sebagian besar masyarakat belum memakai baju dan belum bisa berbahasa Indonesia. Di sekolah Zaki mengajar, SD Inpres Mbiandoga, usia murid antara 15-25 tahun. Murid tersebut hanya punya satu baju sekolah di badan yang diberikan Zaki. Inilah satu-satunya baju yang mereka pakai, untuk selamanya.

“Proses belajar mengajar tanpa alat apa pun, tidak ada papan tulis, kapur, dan alat peraga lainnya,” tulisnya. Sesekali Zaki berinovasi, menggoreskan di tanah dengan kayu. Namun, ini bukanlah cara yang efektif dalam mengajar. “Embusan angin menerbangkan butir-butr debu, menghilangkan goresan yang ada.”
Dia berbelanja ke Nabire tiga bulan sekali dengan menggunakan pesawat. Namun, harga barang-barang bawaan dihitung Rp 30.000/kg yang membuat dirinya membatasi jumlah. Belum lagi ongkos pesawat yang mencapai Rp 2 juta sekali terbang.

Di tempat Zaki bertugas tidak ada listrik, jaringan HP, pasar, apalagi wifi. Untuk akses ke ibu kota kabupaten, butuh waktu tiga hari berjalan kaki. Saat tiba di Kabupaten Intan Jaya, Zaki biasanya menginap di hutan terlebih dahulu satu malam, kemudian mengirim kabar kepada siswa untuk menjemput barang bawaan. Barulah kemudian mereka bersama-sama membawa pulang barang, menuju sekolah tempat belajar. Itu pun kalau suasana daerah aman. Jika sedang perang, berarti harus menunggu dulu sampai reda.

Di Kecamatan Mbiandoga sendiri terdiri ada 8 suku dan 8 bahasa daerah, sehingga untuk berkomunikasi dengan masyarakat sangat susah, apalagi 95 persen warga belum bisa berbahasa Indonesia.

Mereka tidak mengenal mata uang dan bahkan makanan pokoknya masih ubi alias boh keupila. Pakaian yang dipakai masyarakat sangat lusuh dan koyak. Untuk mendapatkan baju kaos ke Nabire, misalnya, warga butuh biaya hampir Rp 5 juta, terutama karena mahalnya ongkos transportasi. Di sisi lain, warga tidak berpenghasilan sama sekali. “Dengan keterbatasan inilah kami coba perkenalkan pendidikan kepada masyarakat. Kami ditutut lebih aktif, kreatif, dan bersifat sosial,” kata mantan honorer di SMPN 5 Sawang ini.

Zaki mengaku mulai menikmati suasana yang serba tak normal itu. Ada kebahagiaan tak terhingga ketika berhasil menularkan ilmu untuk putra-putri Papua meskipun hanya satu abjad. Saat ditanya apakah ingin mengabdi sepanjang hayat di hutan Intan Jaya, Zaki membalasnya dengan ikon senyuman. Pemuda lajang ini mengaku mendapatkan perlakuan yang sangat baik dari warga setempat.

“Saya dua tahun kontrak di sini. Sekarang kebetulan sedang di Nabire,” kata dia dalam e-mail terbaru, Sabtu pagi kemarin.

Keberanian, keteguhan sikap, dan keikhlasan mengabdi merupakan kunci utama Pak Guru yang satu ini untuk menaklukkan belantara Papua. Dia mengaku banyak berutang budi ke kampus Umuslim. Zaki mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika, terutama Rektor Universitas Almuslim Dr Amiruddin Idris SE MSi yang selalu memotivasi dan mewariskan keteladanan untuknya

Selasa, 11 Oktober 2016

Warga Alue Limeng Tutup Akses Jalan ke Jembatan Perbatasan Simpang Jaya

Bireuen-Warga Gampong Alue Limeng dan Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa melakukan pemblokiran jembatan, Senin (10/10/2016) malam karena dilarangnya truk pengangkut material pembangunan Jalan Alue Limeng-Salah Sirong oleh Warga Simpang Jaya, Kecamatan Juli, Bireuen.
Pelarangan truk material proyek yang dilaksanakan oleh PT Hananan dilakukan sejak Sabtu (1/10/2016) lalu.
Akibatnya, proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Alue Limeng dan  Sarah Sirong Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen melalui dana APBN tersebut terhenti  pelaksanaanya.
Alasan warga Simpang Jaya menghentikan truk yang melintasi jalan Gampong mereka akan rusak selama lalu lalang truk tersebut.
Pelarangan truk material melintas itu menyebabkan  pelaksanaan proyek jalan sekitar 1.450 meter yang menghubungkan kedua gampong itu saat ini terbengkalai dan tidak dilanjutkan oleh rekanan.
Pasca terbengkalainya pelaksanaan proyek itu,  warga Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa “membalasnya”dengan menutup jalan menuju jembatan di perbatasan Simpang Jaya dan Alue Limeng.
Puluhan warga Alue Limeng kepada awak media Selasa (11/10/2016) menyebutkan, penutupan akses jalan di perbatasan di depan jembatan rangka baja ini sebagai bentuk protes warga Alue Limeng kepada warga Simpang Jaya yang melarang truk material melintas. “Kalau mereka melarang truk melintas, maka kami menutup jalan menuju jembatan agar warga Simpang Jaya juga tidak bisa melintasi kawasan kami,” ujar warga Alue Limeng.
Warga menyebutkan,  jika permasalah tersebut tak segera diselesaikan dan dicari soslusinya oleh pihak Kecamatan dan Pemkab Bireuen, maka akses jalan itu tetap akan ditutup selamanya.
Padahal, sebut warga lagi, selama ini  sebagian besar warga Simpang Jaya juga melintasi serta mencari rezeki  ke mereka serta sering melintasi jalan ke gampong tersebut saat hendak ke kebunnya.
Keuchik Alue Limeng, M Yusuf  didampingi Keuchik Salah Sirong, Muklisin Muhammad kepada KoranBireuen, Selasa (11/10/2016)  mengatakan, ditutupnya akses jalan  yang menghubungkan Simpang Jaya dan Alue Limeng,  tepatnya di jembatan rangka baja itu dilakukan warganya tadi malam.
Penutupan tersebut, katanya, adalah bentuk protes kepada warga Simpang Jaya, kerena sebelumnya sejumlah truk pengangkut material untuk pembangunan jalan ke gampongnya dilarang oleh warga Simpang Jaya.
‘Sebelum kita sudah melakukan mediasi ke Kecamatan Jeumpa dan melapor ke Camat Juli, namun Camat Juli sendiri kurang merespon terhadap laporan ini karena beralasan tak ada waktu untuk memediasai sebab sedang sibuk dengan kegiatan pameran pembangunan,” ungkap Keuchik M Yusuf mengulang pernyataan Camat Juli.

Rabu, 05 Oktober 2016

Topan Chaba Hantam Korsel, Tiga Orang Tewas

Topan Chaba menghantam kawasan selatan Korea Selatan, membawa angin kencang dan hujan lebat yang menewaskan tiga orang dan membanjiri pelabuhan utama. (AFP Photo/Yonhap)

Topan Chaba menghantam kawasan selatan Korea Selatan, membawa angin kencang dan hujan lebat yang menewaskan setidaknya tiga orang dan membanjiri pelabuhan utama serta situs-situs industri sehingga mengganggu proses produksi.

Badai itu awalnya menyapu Pulau Jeju pada Selasa (4/10) malam. Satu orang dilaporkan hilang, sementara listrik di berbagai daerah padam dan rumah-rumah hancur. Terhitung 26 penerbangan ke pulau tujuan liburan itu pun dibatalkan.

Seiring bergeraknya angin ke arah Jepang pada Rabu (5/10), pelabuhan di Kota Busan pun ditutup untuk hari kedua. Seorang petugas mengatakan kepada Reuters bahwa pelabuhan terbesar itu kemungkinan akan dibuka dalam waktu dekat.

Sementara itu, pekerjaan di dua pabrik Hyundai di Kota Ulsan juga dihentikan sementara karena "masuknya air". Menurut juru bicara Hyundai, pabrik tersebut memproduksi mobil Accent dan Sante Fe.

Penghentian operasi juga terjadi di beberapa galangan kapal di sepanjang pesisir selatan, termasuk Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co Ltd. di Geoje.

Di Busan dan Ulsan sendiri, lima orang tewas akibat topan ini. Kementerian Keamanan Publik Korsel melaporkan bahwa selain itu, tiga orang lainnya dinyatakan hilang.

Lebih dari 80 penerbangan menuju Busan pun dibatalkan. Layanan kereta di beberapa titik juga terpaksa dihentikan.

Potongan video yang ditayangkan di televisi memperlihatkan banjir parah di beberapa daerah Ulsan dan Busan. Mobil dan bangunan terendam dan gelombang badai terluhat menghantam apartemen di sekitar pesisir.

Menurut prakiraan Tropical Storm Risk, topan ini akan melemah dalam perjalanan menuju Jepang.

Selasa, 04 Oktober 2016

Mantan Wali Kota Rahmatsyah Gantikan Posisi Sofyan

Posisi yang ditinggalkan, Sofyan, sebagai bakal calon wali kota Lhokseumawe, kini digantikan Rahmatsyah. Ia merupakan mantan pj Wali Kota Lhokseumawe tahun 2001-2004 dan saat ini duduk sebagai Ketua DPC Partai Demokrat.
Sofyan yang telah dinyatakan gugur sebagai balon karena tidak lolos pada tes kesehatan ikut mengantarkan Rahmatsyah saat proses pendaftaran ke Kantor KIP Kota Lhokseumawe, Selasa (4/10/2016) sekitar pukul 17.30 WIB.
Datang ke KIP bersama keluarga, tim pendukung dan balon wakil wali kota, T Nouval, Rahmatsyah disambut Ketua KIP Lhokseumawe Syahrir M Daud beserta anggota.
Rahmatsyah, mengatakan, dirinya mengisi peluang yang ada agar tidak terjadi kekosongan. Selain itu adanya permintaan dan kerelaan dari Sofyan untuk menggantikannya yang telah gugur.
“Saya bersemangat untuk maju karena dukungan dari masyarakat dan teman-teman relawan dari Sofyan yang mengajak saya, ini merupakan kesempatan dan saya ingin memenuhi hajat teman-teman. Kalau untuk  persiapan terkesan mendadak. Karena sebenarnya saya tidak ada perssiapan, karena saya pikir memang sudah tidak ada peluang lagi,” katanya.
Ketua KIP Kota Lhokseumawe, Syahrir M Daud mengatakan, Rahmatsyah akan menjalani tes kesehatan pada tanggal 6 Oktober 2016, dan tes mampu baca Alquran 10 Oktober 2016a.

Sofyan mendampingi Rahmatsyah saat mendaftar ke Kantor KIP Kota Lhokseumawe, Selasa (4/10/2016)

Terungkapnya Palsu Dicetak di China, Indikasi Dimanfaatkan Kemenangan Ahok dan Migrasi Warga RRC

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang mengakui, E-KTP palsu banyak dicetak di China dan Paris menjadi indikasi bisa dimanfaatkan untuk kemenangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan migrasi warga negeri Tirai Bambu ke Indonesia. 

Demikian dikatakan pengamat politik Ahmad Baidhowi kepada suaranasional, Selasa (4/10). “Apalagi untuk menjadi pemilih di Pilkada DKI Jakarta hanya dengan E-KTP, dan siapa yang sudah siap dengan E-KTP termasuk yang palsu?” kata Baidhowi. 

Kata Baidhowi, adanya E-KTP palsu yang dicetak di China makin menguatkan kecurigaan akan adanya warga RRC yang ingin tinggal di Indonesia.

“Buruh dari China di Indonesia sudah ada, kalau warga China sudah dapat E-KTP maka Indonesia Indonesia akan dibanjiri warga China,” papar Baidhowi. 

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga mengatakan, pasca duduk sebagai menteri, dirinya mendapat laporan dari koleganya bahwa banyak e-KTP yang dicetak di Paris dan China. 

“Persis sama termasuk hologramnya. “Jumlahnya jutaan. Ada oknum yang bermain, Mabes Polri sedang menyelidikinya dan kita tunggu saja hasilnya,” katanya beberapa waktu yang lalu. (sn)

Minggu, 02 Oktober 2016

Ikan Tangkapan Nelayan dari PPI Peudada Diekspor ke Negara Tetangga

Sejumlah pekerja tampak sibuk menimbang dan mimilah-milah ikan yang akan dimasukan ke dalam fiber.
Ikan –ikan tersebut merupakan hasil tangkapan nelayan yang berlabuh di PPI Peudada, dan juga ikan air tawar (tambak).
Beraneka jenis ikan mulai dikemas kedalam viber,. Tak lupa, untuk mengawetkannya agar tahan lama diperjalanan ke Medan, Sumatera Utara, hingga kemudian di ekspor ke Singapura, Malaysia dan Thailand itu maka diberi es batu.
Menurut sejumlah pekerja, usaha ekspor hasil ikan laut dan ikan air tawar (tambak) tersebut sudah berjalan selama 1, 5 tahun lamanya. Ikan-ikan tersebut dibeli dari nelayan.
Ikan yang dikemas untuk dikirim ke Medan tersebut diantarnya Jenaha yang harga belinya dari nelayan adalah Rp55 ribu per kg, lalu ada kepar, Rp3 ribu per kg, ikan pelatong, Rp 12 ribu per kg, ikan kambing putih, Rp 95 ribu per kg.
“Lalu selanjutnya ada ikan kambing hitam, kita beli dari nelayan Rp5 ribu per kg,  ikan pucuk, Rp 5 ribu per kg, kalau ada hasil tangkapan, juga kadang kita kemas udang laut dan udang tambak,” sebutnya.
Jumlah pengiriman ikan-ikan tersebut tergantung hasil tangkapan dari nelayan. Biasanya mereka kirim dua fiber per hari untuk kebutuhan ekspor dan dua fiber lagi untuk kebutuhan lokal.
“Dua fiber itu  dikirim pada sore harinya setelah semuanya ikan-ikan tersebut dikemas. Hasil dari usaha tersebut lumayan menguntungkan,” ungkap pemilki usah tersebut yang akrab disapa Cek Wan.

Kenaikan Pangkat Seorang Prajurit Tidak Mudah

Kenaikan pangkat bukan suatu hal yang mudah didapatkan seorang prajurit. Memerlukan perjuangan, kegigihan dan kesabaran yang sangat tinggi.
Hal itu ditegaskan Komandan Yonif Raider 112/DJ Mayor Inf Awang Danuarto, S.Sos, saat memimpin acara korp raport kenaikan pangkat Periode 01-10-2016 sebanyak 155 prajurit di lapangan hitam Yonif Raider 112/DJ, Sabtu (01/10/16). Mereka terdiri dari 2 Bintara 153 Tamtama.
Danyon mengatakan, karena kenaikan pangkat ini tidak didapatkan secara otomatis melainkan melalui seleksi yang sangat ketat, sehingga hanya orang –orang terbaik yang mendapatkan penghargaan untuk naik pangkat.
Selain itu, pangkat merupakan amanah yang harus dipikul setiap prajurit, karena semakin tinggi pangkat yang disandang, maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul.
Pada kesempatan tersebut Komandan Yonif Raider 112/DJ juga mengucapkan selamat kepada seluruh prajurit yang telah menunjukkan prestasi, loyalitas dan dedikasi kerja yang baik, sehingga layak mendapat kehormatan dan penghargaan dari negara berupa kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi.
“Jangan pernah berhenti untuk berbuat yang terbaik, berani, tulus dan ikhlas dalam setiap melaksanakan tugas bagi TNI khususnya Yonif Raider 112/DJ,” begitu dipesankan Awang Danuarto.

Sabtu, 01 Oktober 2016

35 Wartawan Aceh Lulus Uji Kompetensi

BANDA ACEH - Sebanyakan 35 dari 36 wartawan yang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Jumat-Sabtu (30/09 dan 1/10/2016), dinyatakan berkompeten untuk menjalankan profesinya.
"Dari 36 peserta, hanya 1 orang yang belum berkompeten. Ini sungguh luar biasa, sangat jarang ada kelulusan sebesar ini," kata perwakilan PWI Pusat, Djunaedi Tjunti Agus, saat menutup kegiatan tersebut, di Aula Kantor PWI Aceh, kawasan Simpang Lima, Banda Aceh, Sabtu (1/10/2016).
"Bagi yang belum berkompeten tidak perlu bersedih, karena enam bulan ke depan bisa ikut lagi," lanjutnya.
Djunaedi yang menjadi salah satu penguji menambahkan, meski sudah dinyatakan kompeten, namun bisa saja peserta yang telah lulus UKW ini tidak akan mendapatkan kartunya.
"Karena masih ada seleksi lanjutan di Dewan Pers. Bisa saja wartawannya memang berkompten, tapi jika media tempat dia bekerja tidak memiliki badan hukum yang diakui Dewan Pers, maka tidak akan diterbitkan kartu UKW," kata Djunaedi.
Ia menyebutkan, dengan tambahan 35 wartawan yang telah menyelesaikan UKW ini, maka jumlah anggota PWI di seluruh Indonesia yang sudah lulus UKW tercatat sebanyak 6624, dari 16 ribu anggota PWI yang aktif.
Sebelumnya, Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman, dalam sambutannya mengingatkan kepada peserta UKW bahwa kelulusan dalam UKW, bukan berarti kita wartawan hebat.
Tarmilin menyebutkan, dari 36 peserta UKW kali ini, sebanyak tujuh orang ikut jenjang utama, tiga orang jenjang madya, dan selebihnya jenjang muda.
"Bahkan, setelah lulus UKW maka semakin berat beban yang dipikul oleh seorang wartawan. Karena kita harus senantiasa menjunjung tinggi profesionalitas dan kode etik jurnalistik," ujar Tamilin Usman.

Sabtu, 24 September 2016

Banjir bandang Garut: Mimin naik tiga atap rumah untuk hindari air bah

Mimin Aminah, warga Garut selamat dari banjir bandang dengan naik ke atap beberapa rumah di kampungnya untuk menghindari terjangan air.
Masih lekat dalam ingatan Mimin (48 tahun), bagaimana air bah ini menerjang rumahnya pada Selasa (20/09) malam.
Garut diguyur hujan deras sejak pukul 18.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 21.00. Satu jam kemudian Sungai Cimanuk menumpahkan airnya ke lahan pertanian dan permukiman warga di tujuh kecamatan.
"Saya teriak minta tolong. Orang yang mendengar teriakan saya bilang masing-masing menyelamatkan diri," kata Mimin kepada wartawan RRI Garut, Irwan Rudiawan.

Malam itu Mimin tinggal di rumah bersama dua orang anak dan dua orang cucunya. Rumahnya berada di Daerah Aliran Sungai Cimanuk di Kampung Bojong Sudika, Kelurahan Haur Panggung, Kecamatan Tarogong Kidul.
Ia mengatakan pintu rumahnya langsung terbuka karena terdorong air dari luapan sungai. Mimin tidak sadar bahwa ada air secepat dan sebanyak itu masuk ke dalam rumah. Sebab, banjir yang pernah terjadi sebelumnya tidak sedahsyat pada Selasa malam.
Di tengah situasi panik, Mimin langsung mengeluarkan anak dan cucunya. Satu anak dan dua cucunya diserahkan ke orang-orang yang memberikan pertolongan.
Namun, Mimin bersama seorang anaknya terjebak di dalam rumah sementara air sudah terlanjur deras dan semakin tinggi sehingga dia terpaksa merayap ke atap rumah.
Mimin berhasil naik ke atap rumah dibantu anaknya yang masih duduk di bangku kelas I Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Saya ditarik ke atas atap rumah sama anak saya, di atas sangat lama, tak ada bantuan," ujarnya sambari memejamkan mata.
Mimin menerangkan tetangganya juga berada di atap rumah.
Lama-lama air dari luapan Sungai Cimanuk sampai ke atap rumah. Beruntung malam itu kabel listrik mati. Tapi, rumah mulai goyah akibat terjangan air bah.
Untunglah, beberapa saat sebelum rumah roboh dan hanyut, Mimin bersama anaknya berhasil pindah ke atap rumah di sebelahnya.
"Naik ke atas rumah, rumahnya runtuh (hanyut), pindah ke atap rumah lain terus runtuh lagi, yang ketiga ada rumah beton saya naik ke sana," jelas Mimin.
Rumah beton tempat Mimin menghindari maut juga diterjang air bah selama berjam-jam yang membuat rumah itu pun mulai goyang. Ia merasakan atap rumah bergerak.
Karena atap rumah yang terakhir sudah terasa akan roboh, ia bersama anaknya berteriak lagi meminta pertolongan meski dalam hatinya ia sadar mungkin sulit mendapatkan pertolongan dalam situasi seperti ini.
Pertolongan datang dari tetangganya yang melemparkan tambang seukuran jari telunjuk orang dewasa. Mimin dibantu anaknya memegang erat tambang untuk menyelamatkan diri.
Mimin beserta dua anaknya dan dua cucunya selamat setelah mencoba menghindari terjangan air sejak pukul 20.00 hingga 03.00 WIB.

Kabut asap di Indonesia 'sebabkan' 100.000 kematian dini

Kabut asap yang berasal dari pembakaran lahan dan hutan di Indonesia mungkin saja telah menyebabkan 100.000 kematian prematur tahun lalu.
Data yang dikeluarkan oleh para ahli di Universitas Harvard dan Columbia di Amerika Serikat menyebutkan bahwa lebih dari 90% dari kematian tersebut berada di Indonesia, sisanya terdapat di Malaysia dan Singapura.
Kajian yang akan diterbitkan di jurnal Environmental Research Letters tersebut menggunakan data satelit dan model komputer tentang efek kesehatan untuk menentukan probabilitas statistik kematian dini.

Dari sini didapat angka kematian 26.300 hingga 174.300 dengan angka rata-rata 100.300.
Kajian ini hanya melihat kematian di kalangan orang-orang dewasa, meski pada tahun 2015 muncul laporan-laporan tentang kematian balita akibat kabut asap yang berlangsung selama beberapa bulan.
Para pejabat Indonesia mengatakan 'angka korban secara resmi' akibat kabut asap adalah 19 orang, termasuk beberapa petugas pemadam kebakaran.
Namun BNPB mengatakan 43 juta orang terkena dampak kabut asap dan 500.000 orang mengalami infeksi pernafasan serius.
Kalangan akademisi dan pegiat lingkungan mengatakan ada beberapa pertanyaan yang bisa diajukan atas kajian Universitas Harvard dan Columbia, namun demikian kajian tersebut tetap harus 'mendapatkan yang sangat serius'.
Yuyun Indradi, pegiat organisasi lingkungan Greenpeace, kepada kantor berita AFP mengatakan, kalau tak ada perubahan maka kabut asap akan terus saja menyebabkan dampak buruk dari tahun ke tahun.
Pemerintah Indonesia dinilai tak maksimal menangani masalah ini, namun menegaskan mereka meningkatkan upaya mengatasi kebakaran lahan dan hutan.
Data pusat meteorologi ASEAN menunjukkan setelah sempat naik pada awal September, jumlah titik api yang terpantau melalui satelit turun menjadi di bawah 20, jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.

Gerindra dan PKS jagokan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di pilgub Jakarta

Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajukan Anies Baewedan dan Sandiaga Uno di pemilihan gubernur Jakarta, yang akan digelar Februari 2017.
Anies-Sandiaga adalah pasangan cagub-cawagub ketiga yang bersaing di pilkada Jakarta, setelah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.
Ahok-Djarot diusung PDI-Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, dan Partai Hanura sementara Agus-Sylviana diajukan oleh 'Poros Cikeas' yang beranggotakan Partai Demokrat, PKB, PPP, dan PAN.
Dalam keterangan di Jakarta, Jumat (23/09) malam, Presiden PKS, Sohibul Iman, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan pilkada Jakarta yang lebih baik.
"Karena itu kami melakukan pencarian calon gubernur dan wagub untuk menghadirkan demokrasi yang berkualitas. Karena itu kami memunculkan dua tokoh terbaik: Anies Rasyid Baswedan sebagai cagub dan Sandiaga Salahudin Uno sebagai cawagub," kata Sohibul.
Ia juga menjelaskan bahwa ada tiga hal yang mendorong Gerindra dan PKS mengajukan Anies-Sandiaga, yaitu integritas, kapabilitas, dan basis konstituensi.
Anies mengatakan bahwa ia dan Sandiaga memasuki pilkada ini dengan keinginan agar warga Jakarta memiliki pemimpin yang manusiawi.
"Bukan hadir sebagai superman, tapi hadir sebagai super team. Kerja bersama untuk menciptakan Jakarta yang lebih baik," kata Anies.
Sementara itu Sandiaga mengatakan dirinya dan Anies ingin menghadirkan pasangan profesional yang 'siap bekerja menangani masalah-masalah di Jakarta.

'Simpatisan PDIP' desak Anies Baswedan menantang Ahok

Ketika Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendaftarkan diri untuk Pilgub 2017 di KPUD didampingi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputeri, lawan-lawannya menyiapkan langkah-langkah terakhir menghadapinya.
Berbagai partai terus melakukan pertemuan menyiapkan calon di waktu yang sudah tinggal dua hari, seperti pertemuan di kediaman ketua Umum Partai Demokrat, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas.
Langkah-langkah lain juga dijalankan bersamaan. Di Jakarta Selatan, puluhan orang yang mengaku sebagai simpatisan PDI Perjuangan dari beberapa kelurahan di Jakarta mendatangi rumah Anies Baswedan, untuk meminta mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjadi calon gubernur DKI Jakarta.
Dalam dialog dengan Anies Baswedan, mereka mengaku kecewa dengan keputusan PDI Perjuangan untuk memilih Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai calon mereka dalam pemilihan gubernur 2017 mendatang.
Mereka mengulang alasan yang banyak disebutkan para penentang Ahok, khususnya terkait penggusuran dan pembawaan pribadi yang dinilai terlalu gampang marah.
Salah seorang perwakilan yang juga merupakan anggota Forum RT/RW Jones Neibaho menyatakan Anies Baswedan dianggap cocok menghadapi AHok, karena perpengalaman dan mampu melakukan pendekatan yangg persuasif dalam pembangunan di Jakarta.
"Beliau mampu mengayomi warga dan kita tahu sepak terjangnya, dan bapak Anies Baswedan pun bisa mengadakan pendekatan secara (tidak) emosional," kata Jones.
Anies Baswedan menyampaikan terimakasih namun menegaskan keputusan untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta ada di tangan partai politik.
"Saya diundang (partai politik), dibicarakan (kemungkinan menjadi calon gubernur) tapi belum ada keputusan. Karena keputusan bukan di tangan saya," jelas Anies.
"Yang memutuskan (pencalonan) itu partai politik. Kalau mengumpulkan tanda tangan (dukungan) itu kan tidak mungkin dalam dua hari," tambah Anies, mengacu pada batas akhir pendaftaran calon gubernur untuk partai politik, 23 September mendatang.
Betapa pun, Anies menjanjikan dia akan menyampaikan aspirasi warga kepada siapa pun calon gubernur yang didukung oleh parpol.
Dia menyatakan Jakarta sebagai ibukota negara, tempat dideklarasikan proklamasi kemerdekaan harus dikembalikan sebagai kota yang manusiawi, melindungi dan mensejahterakan warganya.
Nama Anies disebut-sebut akan dicalonkan sebagai kandidat gubernur sebagai pasangan Sandiaga Uno cagub yang sebelumnya diusung oleh Partai Gerindra. Dalam hasil survei yang dirilis pekan lalu oleh Poltracking Indonesia, menyebutkan Anies bisa menjadi kandidat yang kuat untuk menghadapi Ahok.

PDI-P tidak satu suara mengusung Ahok-Djarot?

Keputusan PDI-P mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta dalam pilkada 2017 diwarnai ketidaksetujuan unsur partai.
Perkembangan ini terjadi ketika PDI-P mulai menyiapkan strategi pemenangan Ahok yang menggandeng Djarot Saiful Hidayat, terutama dalam menjawab kritik lawan politik tentang gaya bicara Ahok yang disebut vulgar dan penggusuran yang dilakukan selama menjabat sebagai gubernur Jakarta.
"Ada beberapa yang belum bisa diselesaikan, misalnya masalah kemacetan, tapi (isu) pendidikan luar biasa, penanganan birokrasi juga mendapat apresiasi tinggi sekali, based on that fact, kekurangan dia, (bicara) kasar, vulgar, itu sesuatu yang kurang substansial karena ini hal yang bisa diperbaiki," kata politikus PDI-P Eva Kusuma Sundari.
Pendekatan Ahok dalam melakukan berbagai penggusuran juga dinilai sebagai suatu "titik kelemahan".
Dia membandingkannya dengan pendekatan Jokowi saat menjadi gubernur Jakarta yang melakukan lima kali penertiban dalam dua tahun, tapi "tak melibatkan unsur TNI atau polisi" sehingga tak mendapat pemberitaan negatif di media.
"Mudah-mudahan di masa mendatang, (Ahok) ini mau ikut saran (PDI-P) sebelum tanda tangan Dasa Prasetya yang memang poin-poinnya meminta dalam menyelenggarakan pemerintahan dan tata kelola itu manusiawi dan pro-wong cilik. Dan itu disepakati (Ahok dan PDI-P) dalam pertemuan kami," ungkap Eva.

Ditentang elemen partai

Keputusan Ketua Umum PDI-P, Megawati Sukarnoputri, mengusung Ahok-Djarot ditentang oleh, salah satunya Boy Sadikin, yang memilih keluar dari partai dan bergabung mendukung tim kandidat calon gubernur Sandiaga Uno.
Sebelumnya beberapa politikus PDI-P juga terang-terangan menolak sosok Ahok.
Lalu apakah penolakan terhadap sosok Ahok dari dalam PDI-P ini akan menunjukkan bahwa partai tidak akan satu suara menjalankan perintah Megawati?
Politikus PDI-P dari dapil DKI Jakarta, Masinton Pasaribu, yang pernah terang-terangan menolak Ahok, mengatakan, "Dinamika itu sudah selesai. Penyampaian aspirasi yang didengar oleh kader-kader, suara-suara dari bawah, kemudian disampaikan, kemudian dibahas oleh DPP Partai, dan diambil keputusan."
"Ketika keputusan sudah diambil, tinggal melaksanakan, tidak ada lagi perbedaan, perdebatan. Dan kader-kader PDI-P semua memahami itu, semuanya taat azas," kata Masinton.
Kondisi PDIP yang tidak satu suara dalam pilkada DKI Jakarta dipahami oleh Direktur Lembaga Survei Indonesia Dodi Ambardi.
Dia membandingkannya dengan pilkada Jakarta pada 2012 yang saat itu mengusung pasangan Jokowi-Ahok.

Efek Boy Sadikin

Di masa itu, gabungan mesin partai yang bekerja sampai ke bawah dan citra Jokowi-Ahok sebagai orang biasa dengan kemeja kotak-kotak memberi efek besar pada pemenangan Jokowi-Ahok sebagai gubernur dan wakil gubernur Jakarta.
"Bedanya dengan sekarang, PDI-P saat itu tidak terbelah, sekarang PDI-P terbelah. Sebagian gencar mendukung Ahok, sebagian gencar menentang Ahok," kata Dodi.
Tapi seberapa berpengaruh situasi ini dalam upaya memenangkan Ahok?
"Suara yang dibawa oleh PDI-P mungkin ada efeknya, tapi tak sebesar seperti (pilkada DKI Jakarta) 2012. Sejauh ini, kita melihat garis komando Megawati ini biasanya sampai ke bawah diikuti, jadi peluang mereka yang tidak mendukung Ahok untuk menyabot tim sukses itu, saya kira minimal," kata Dodi.
Dia mencontohkan dengan sosok Boy Sadikin yang disebut tokoh berpengaruh PDI-P di tingkat lokal atau Jakarta, namun menurut survei yang dilakukannya, "pendukungnya tidak besar".
"Efek (keluarnya) dia (dari PDI-P) itu terlihat di media, bukan di pemilih. Belum tentu pemilih DKI akan mengikuti Boy Sadikin, lain halnya kalau kalibernya Bu Mega. Jadi kita harus melihat siapa yang meninggalkan Ahok dan apakah dia memang punya pemilih yang banyak," kata Dodi.

Agus-Sylviana diperkirakan sulit tandingi elektabilitas Ahok-Djarot

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang diusung Koalisi Cikeas ini cukup mengejutkan, dan sulit untuk tandingi elektabilitas petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Syaiful Hidayat, seperti disampaikan pengamat.
Dirut Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan mengatakan sejauh ini tidak ada data jajak pendapat yang melibatkan kedua nama tersebut.
Namun, Djayadi mengatakan Sylviana selama ini memiliki elektabilitas yang rendah dan Agus tidak memiliki pengalaman politik dan pengalaman pemerintahan khususnya sebagai kepala daerah.
Oleh karena itu sulit bagi pasangan ini menantang calon lain yang adalah petahana, Ahok-Djarot.
“Salah satu alasan utama orang Jakarta memilih gubernur, apalagi sekarang ada petahana-nya, itu adalah pengalaman di pemerintahan. Dan sudah ada bukti nyata hasil kerjanya di pemerintahan. Agus tidak punya itu. Sehingga akan sulit untuk dia menggenjot elektabilitasnya ke depan.”
“Ibu Sylvi itu memang punya pengalaman pemerintahan tapi bukan sebagai kepala daerah, tapi sebagai birokrat atau PNS. Artinya track record sebagai pemimpin politik belum teruji.”
Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur di Pilkada DKI Jakarta 2017.
Keputusan itu diumumkan Jumat dini hari (23/09) di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor setelah rapat marathon sejak Rabu lalu yang dihadiri oleh para ketua Umum dan petinggi keempat partai.
Dalam rilis media Partai Demokrat, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni dipilih karena dianggap ideal menjawab kebutuhan masyarakat.
“Mereka adalah kombinasi generasi muda bersemangat serta tangguh dan seorang birokrat senior yang berpengalaman.”
Agus Harimurti, putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono adalah perwira militer lulusan akademi milter tahun 2000. Agus kemudian mengambil gelar Master dari Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University pada 2006.
Agus juga mengambil pendidikan militer selama satu tahun di US Army Command and General Staff College (CGSC), Fort Leavenworth, Kansas, AS. Disaat bersamaan, ia mengambil gelar Master of Arts (MA) dalam Leadership and Management dari George Herbert Walker School of Business and Technology, Webster University.
Sedang Sylviana Murni adalah seorang birokrat. Ia pernah menjadi Kasatpol PP, Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI, Walikota Jakarta Pusat periode 2004-2008.

Selain pasangan Agus Harimurti dan Sylviana Murni dari koalisi Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN, muncul juga nama Sandiaga Uno yang akan diusung oleh Gerindra dan PKS.
Namun Gerindra belum mengeluarkan nama yang akan dipasangkan dengan Sandiaga Uno.
Djayadi menjelaskan siapa pun pasangannya, Sandiaga Uno memiliki peluang lebih baik dibanding Agus-Sylviana.
“Sandi sudah beredar selama setahun terakhir. Popularitasnya sudah sekitar 60%. Elektabilitasnya diuji head-to-head dengan Ahok, meskipun masih kalah, namun sebanding dengan calon-calon penantang Ahok yang lain. Dengan demikian, untuk sementara kita harus mengatakan, Sandi siapapun pasangannya kemungkinan akan lebih unggul dibandingkan Agus dan Sylvi”, tutur Djayadi.
Tenggat waktu pendaftaran bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta tahun 2017 akan ditutup pada 23 September 2016 pukul 24.00 WIB. Hingga siang (23/09) Gerindra dan PKS masih belum mengumumkan nama pasangan calon dari koalisi partai tersebut.


Empat awak kapal Mesir yang tenggelam ditangkap

Pihak berwenang Mesir sudah menangkap empat awak kapal yang tenggelam di Laut Tengah yang membawa 550 penumpang.
Dikhawatirkan ratusan orang tewas dalam kecelakaan itu dan baru 170 yang berhasil diselamatkan dengan 42 jenazah yang ditemukan.
Keempat awak didakwa dengan pembunuhan dan penyelundupan manusia sementara sejumlah tersangka lainnya masih dicari.
Kapal tersebut membawa pengungsi yang ingin mencapai daratan Eropa, diperkirakan dengan tujuan pulau di Italia.
Para korban yang selamat mengatakan sekitar 550 orang berdesak-desakan di dalam kapal ketika menunggu untuk berlayar di pelabuhan pelabuhan Rosetta, di Delta Sungai Nil, Rabu (21/09).
Mereka adalah adalah para imigran dari Mesir, Suriah, dan kawasan Afrika lainnya.
Beberapa korban di Rosetta mengatakan kepada wartawan BBC, Orla Guerin, bahwa kapal yang naas berada di lepas pantai selama lima hari sementara para pendatang terus berdatangan.
Pihak penyelamat dilaporkan memusatkan pencarian di ruang pendinginan di kapal nelayan itu, yang diyakini menjadi tempat dari sekitar 100 orang ketika kapal terbalik.
Insiden ini terjadi setelah Kepala Badan Urusan Perbatasan Uni Eropa, Frontex, memperingatkan semakin banyaknya pendatang yang menggunakan Mesir sebagai titik keberangkatan menuju Eropa.
Frontex memperkirakan 12.000 lebih pendatang tiba di Italia dari Mesir sepanjang Januari hingga September, meningkat dari 7.000 dalam periode yang sama tahun lalu.

Korban tewas mencapai 162 Orang Akibat Kapal migran tenggelam di Mesir

Jumlah jenazah yang ditemukan setelah sebuah kapal yang membawa migran terbalik di lepas pantai Mesir telah mencapai setidaknya 162, sementara pencarian terus dilakukan.
Kapal itu diyakini membawa antara 450 dan 600 orang migran ketika tenggelam di perairan yang berjarak sekitar 12km dari pelabuhan Rosetta, di Delta Sungai Nil, Rabu (21/09).
 Mereka adalah adalah para migran dari Mesir, Suriah, Sudan, Eritrea dan Somalia. Pihak berwenang Mesir mengatakan setidaknya 163 orang telah diselamatkan, tetapi sejumlah korban selamat mengatakan kepada BBC bahwa lebih dari seratus orang mungkin telah tenggelam.
Berbicara kepada wartawan BBC Orla Guerin di Rosetta, sejumlah korban selamat mengatakan pelaku penyelundupan memaksa siapa saja yang menginginkan jaket pelampung untuk membayar uang ekstra.
Empat awak kapal telah ditangkap karena dituduh melakukan pembunuhan berencana dan perdagangan manusia, kata pejabat Mesir.
Kapal, yang telah berlabuh selama lima hari di lepas pantai untuk membawa sebanyak mungkin para migran, akhirnya terbalik setelah ada tambahan sekitar 150 orang yang naik secara berdesakan ke atas kapal.
Insiden ini terjadi setelah Kepala Badan Urusan Perbatasan Uni Eropa, Frontex, memperingatkan semakin banyaknya pendatang yang menggunakan Mesir sebagai titik keberangkatan menuju Eropa.
Frontex memperkirakan 12.000 lebih pendatang tiba di Italia dari Mesir sepanjang Januari hingga September, meningkat dari 7.000 dalam periode yang sama tahun lalu.
Lebih dari 10.000 orang tewas melintasi perairan Mediterania menuju Eropa sejak 2014, menurut PBB.


Polisi Thailand temukan mayat korban mutilasi Razia paspor palsu,



Polisi Thailand yang tengah menggerebek kasus dugaan paspor palsu di Bangkok mengaku menemukan senjata, obat-obatan dan tubuh pria korban mutillasi dalam lemari pendingin.
Petugas mengatakan mereka tidak mengetahui jati diri mayat pria tersebut, namun kemungkinan dia terkait sindikat paspor palsu.
Lima orang asing telah ditangkap dalam operasi tersebut dan seorang polisi mengalami luka tembak.
Sejumlah paspor palsu juga ditemukan di sebuah apartemen di distrik Phra Kanong, kota Bangkok.
Kepala kepolisian kota Bangkok, Sanit Mahathavorn mengatakan mereka yang ditahan adalah tiga orang penutur bahasa Inggris dan pembantunya asal Burma beserta suaminya.

Pria berambut pirang

Media Thailand mengatakan tiga orang penutur bahasa Inggris adalah dua warga orang Amerika Serikat dan satu orang warga Inggris, tetapi sejauh ini belum dikonfirmasi.
Polisi mengatakan saat penggerebekan salah-seorang tersangka sempat melepaskan tembakan sehingga melukai seorang petugas.
Tubuh "pria asing dengan rambut pirang" kemudian ditemukan di dalam lemari pendingin berukuran besar di lantai dasar.
"Tubuhnya dipotong dengan benda tajam menjadi enam potong, dan dimasukkan ke dalam tas hitam serta dimasukkan dalam lemari pendingin alias freezer," kata Kepala polisi Bangkok kepada wartawan.
Dia mengatakan para tersangka saat ini sedang diinterogasi di salah-satu kantor polisi di kota Bangkok.
Wartawan BBC di Bangkok, Jonathan Head mengatakan pencurian dan perdagangan paspor palsu merupakan bisnis berskala besar di Thailand.

Serangan udara meninggalkan kota Aleppo 'tanpa air'



Badan PBB untuk anak-anak mengatakan serangan sengit pada J
umat menghalangi upaya perbaikan stasiun pompa air yang disiapkan untuk memasok kebutuhan air ke wilayah timur yang dikuasai kelompok pemberontak.
Sebagai pembalasan, menurut badan PBB itu, stasiun pompa air untu ke seluruh Aleppo telah dimatikan oleh pemerintah.
Tentara Suriah mengatakan bertekad untuk merebut kembali berbagai wilayah di Aleppo yang dikuasai kelompok pemberontak, setelah gencatan senjata berakhir Senin lalu.
Kieran Dwyer, juru bicara Badan PBB untuk anak-anak, Unicef, mengatakan kepada BBC: "Air tidak lagi mampu dipompa untuk kebutuhan orang-orang di Aleppo timur dan Aleppo Barat, hampir dua juta orang tanpa air."
Dia menambahkan bahwa kondisi tanpa air ini bisa menjadi "bencana" bagi warga yang sejauh ini mengandalkan air yang terkontaminasi dan beresiko terjangkiti penyakit yang terbawa air.

Dia mengatakan air telah digunakan sebagai senjata oleh semua pihak yang terlibat perang.
Sebagian stasiun pompa air di Aleppo yang dikuasai kelompok pemberontak mengalami kerusakan, pada Kamis lalu. Upaya perbaikan tidak mungkin dilakukan, kata Dwyer.
"Itu adalah stasiun pompa air untuk sekitar 200.000 orang di timur Aleppo dan untuk sekitar 1,5 juta orang di barat kota itu. Ini yang sengaja kemudian dimatikan," katanya kepada BBC.
Para aktivis mengatakan pesawat tempur Suriah dan Rusia telah mengambil bagian dalam serangan terbaru, meskipun Rusia belum mengkonfirmasi keterlibatannya.
Rusia mendukung pemerintah Suriah, sementara Amerika Serikat mendukung kelompok oposisi.

Dua kekuatan ini saling tuduh bahwa mereka gagal untuk mengendalikan sekutunya masing-masing.
Setelah sempat berlangsung tujuh hari, gencatan senjata yang dipeolopori AS dan Rusia telah berakhir Senin lalu.
Kepala sebuah rumah sakit di wilayah timur Aleppo, yang dikuasai kelompok pemberontak, mengatakan kepada Kantor berita Reuters bahwa 91 orang telah tewas dalam aksi pemboman Jumat lalu.